1 Menit Strategi Perdagangan – Bagaimana Cara Membaca Candlestick

Peringkat broker opsi biner:

Cara membaca candlestick untuk pemula

Home > Belajar > Cara membaca candlestick untuk pemula

Dalam dunia trading bursa kripto, trader perlu mengetahui cara membaca candlestick, karena teknik candlestick harus dikuasai untuk mendapatkan profit maksimal dan meminimalkan kerugian.

Candlestick yang saat ini digunakan berasal dari gaya charting Jepang dan sudah digunakan selama lebih dari 100 tahun. Di bursa kripto, ada lima strategi trading dengan pola candlestick telah membuat prestasi dan keberhasilan trader.

Bursa kripto baru saja berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Tidak seperti forex, cryptocurrency mempunyai pola berbeda dipasar. Bisa saja harga kripto naik dua kali lipat, atau bahkan turun jauh lebih buruk. Perdagangan cryptocurrency memang dianggap sangat beresiko, terlebih bagi pemula.

Bagaimana mengantisipasi kerugian berdagang kripto, maka kita perlu menguasai sedikit strategi trading dengan pola candlestick.

Grafik dengan candlestick mencerminkan pandangan jangka pendek, terkadang berlangsung kurang dari 10 sesi perdagangan.

Candlestick merupakan sistem yang sangat kompleks dan terkadang sulit dipahami. Setiap candlestick mewakili waktu tertentu, yang populer biasanya kerangka waktu 1 menit dan 5 menit.

Jika menggunakan kerangka waktu 5 menit, setiap candlestick akan menunjukkan harga tinggi, rendah, buka dan tutup. Periode 5 menit akan menunjukkan arah harga bergerak selama waktu itu.

Setelah lima menit, maka candlestick baru akan muncul. Ada beberapa strategi trading dengan candlestick yang umum digunakan oleh pedagang, diantaranya sebagai berikut:

Bagaimana Cara Membaca Candlestick ?

Anatomi Candlestick

Setiap candlestick terdiri dari badan nyata/batang lilin dan sumbu. Tubuh yang seperti batang lilin mencerminkan perbedaan antara harga buka dan tutup di periode itu. Harga buka dan tutup merupakan harga transaksi pertama dan terakhir untuk jangka waktu tersebut. Ketika tidak ada tubuh atau sangat kecil, berarti yang terbuka hampir sama.

Peringkat broker opsi biner:

Batang lilin mewakili perbedaan antara harga buka dan penutupan periode waktu tertentu. Sumbu atau ekor merupakan garis tipis kecil di atas dan di bawahnya yang mewakili harga tinggi dan rendah untuk periode itu. Ketika sumbu muncul di atas lilin, menunjukkan harga tinggi untuk periode itu. Jika tidak ada sumbu atas, maka bagian atas lilin merupakan harga tertinggi.

Begitu pula yang terjadi pada sumbu di bagian bawah lilin menunjukkan harga rendah untuk periode itu. Jika tidak ada sumbu yang lebih rendah, maka bagian bawah lilin merupakan harga terendah.

Perbedaan Warna Candlestick

Batang berwarna dan tergantung pada skema yang digunakan oleh platform charting. Umumnya berwarna putih dan hitam, hijau dan merah. Lilin putih atau hijau berarti harga selesai lebih tinggi selama jangka waktu tersebut. Dimana harga penutupan berada di atas harga terbuka.

Sedangkan lilin hitam atau merah berarti harga selesai lebih rendah selama jangka waktu tersebut.

Pada umumnya platform chart bisa membuat penyesuaian pada grafik candlestick. Penyesuaian bisa dimulai dengan cara mengubah warna lilin atas atau bawah agar tampak kontras perbedaan antara gerakan naik dan turun. Strategi trading dengan pola candlestick bersifat visual.

Sehingga perlu memperhatikan pola untuk menganalisa kelanjutan atau pembalikan tren. Bahkan untuk memperhatikan peluang perdagangan kedepannya. Dan yang terpenting, bahwa pola candlestick harus digunakan bersama-sama dengan analisis tren.

Strategi Trading dengan Pola Akurat Candlestick

Ada cara praktis yang bisa diterapkan dengan mudah dalam strategi trading dengan pola candlestick. Diantaranya strategi dengan pola Inverted Hammer, Bullish Engulfing, Piercing Line. Morning Star, dan Three White Soldiers. Berikut penjelasan singkat kelima pola tersebut:

1. Inverted Hammer

Hammer adalah pola pembalikan bullish, yang menandakan bahwa sebuah perdagangan mendekati level terendah dalam tren turun. Sedangkan Inverted Hammer terbentuk dalam tren turun dan mewakili kecenderungan berbalik arah atau tren mulai naik.

2. Bullish Engulfing

Bullish Engulfing merupakan pola pembalikan dua lilin, dimana lilin kedua menelan tubuh asli lilin yang pertama, tanpa memperhatikan panjang sumbu. Pola ini biasanya muncul dalam tren turun dan merupakan kombinasi dari satu lilin gelap diikuti oleh lilin putih yang lebih besar.

3. Three White Soldiers

Nah, pola yang ini biasanya diamati setelah periode downtrend. Seperti namanya, Three White Soldiers terdiri dari tiga lilin putih panjang yang semakin tinggi dan berlanjut pada perdagangan berikutnya. Setiap lilin lebih tinggi dari pembukaan sebelumnya menunjukkan kenaikan tekanan beli yang stabil. Tetapi hati-hati, ketika lilin putih terlalu lama muncul justru akan menciptakan penjualan pendek yang bisa menyebabkan harga longsor.

4. Piercing Line

Mirip dengan pola Engulfing, Piercing Line merupakan pola pembalikan naik dua lilin yang terjadi ketika tren turun. Lilin hitam panjang pertama diikuti oleh lilin putih lebih rendah dari penutupan sebelumnya. Biasanya lilin putih muncul ketika tekanan beli mendorong harga naik setengah atau dua pertiga tubuh lilin hitam.

5. Morning Star

Morning star merupakan awal baru yang terjadi ketika tren menurun. Perhatikan bahwa pola ini terdiri dari tiga lilin, satu lilin bertubuh pendek (doji) muncul diantara lilin hitam dan lilin putih. Tidak ada tumpang tindih antara tubuh doji dan lilin hitam sebelumnya. Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa tekanan jual sebelumnya sudah mereda. Dan lilin putih ketiga menunjukkan tekanan pembeli baru dan awal pembalikan Bullish.

Setelah mengetahui cara membaca candlestick kita bisa tahu bagaimana strategi trading dengan pola candlestick yang bisa digunakan. Setiap hari perdagangan cryptocurrency terjadi downtren dan uptren, perhatikan pola candlestick. Jangan sampai salah menilai, resikonya bisa terjun bebas.

Grafik dengan candlestick mencerminkan pandangan jangka pendek, terkadang berlangsung kurang dari 10 sesi perdagangan.

Pola Inverted Hammer, Bullish Engulfing, Piercing Line. Morning Star, dan Three White Soldiers. Selengkapnya baca di sini

Pada grafik candlestick tubuh yang seperti batang lilin mencerminkan perbedaan antara harga buka dan tutup di periode itu.

Bila berwarna hijau berarti harga penutupan berada di atas harga terbuka. Lebih lanjut baca 5 Strategi Trading Dengan Pola Candlestick Akurat.

Hammer adalah pola pembalikan bullish, yang menandakan bahwa sebuah perdagangan mendekati level terendah dalam tren turun.

Bullish Engulfing merupakan pola pembalikan dua lilin, dimana lilin kedua menelan tubuh asli lilin yang pertama, tanpa memperhatikan panjang sumbu.

Three White Soldiers terdiri dari tiga lilin putih panjang yang semakin tinggi dan berlanjut pada perdagangan berikutnya.

pola ini biasanya diamati setelah periode downtrend.

Cara Membaca Candlestick Layaknya Trader Profesional

Ada alasannya kenapa candlestick menjadi acuan paling populer bagi beberapa trader profesional. Refleksi pergerakan harga (price action) pada candlestick cukup mendasar untuk dijadikan indikator dalam memprediksi perubahan harga. Oleh karena itu, setiap trader sebaiknya tahu bagaimana cara membaca candlestick.

Price action yang ditunjukkan candlestick begitu mendasar, hingga sah-sah saja bila ada trader profesional mempreteli seluruh indikator lainnya, menyisakan candlestick saja sebagai acuan.

Nah, jika Anda tertarik untuk belajar cara membaca candlestick dengan tampilan bersih dan sederhana, mulailah dari memahami dasar-dasarnya terlebih dahulu.

Candlestick Adalah Leading Indicator “Terbaik”

Silahkan bertanya pada sekian banyak trader profesional, dari pengalaman mereka ber-trading mulai dari 0 sampai sekarang, suatu saat mereka pasti dihadapkan dengan pertanyaan, “mana indikator terbaik? Apa metode terbaik?”, dan lain sebagainya. Pada suatu titik mereka akan mulai jenuh berputar-putar dalam pencarian tadi dan justru mulai menghilangkan satu per satu variabel dan alat bantu yang menurut mereka sudah tak relevan lagi.

Setelah dilucuti satu per satu, hanya satu indikator bertahan, yap, grafik harga itu sendiri alias candlestick.

Membaca candlestick layaknya menggunakan swiss-knife serbaguna, mampu menunjukkan pergerakan harga berdasarkan dinamika kekuatan antara buyer dan seller, tunggu. bukan cuma itu saja, dalam segala situasi termasuk kondisi pasar sideways,trending, dan bahkan saat sedang diguncang oleh berita berdampak besar.

Bilah-bilah candlestick muncul sesuai interval time frame pilihan kita, misalnya kita pilih H4, maka tiap 4 jam akan muncul satu bilah candlestik baru. Nah, dari formasi bilah-bilah tersebut muncul pola-pola tertentu yang bisa kita gunakan untuk memprediksi arah pasar.

Dasar Cara Membaca Candlestick

Akan muncul pola-pola tertentu saat kita membaca candlestick (doji, marubozu, spinning tops, shooting star, dsb). Pola-pola candlestick tersebut sebenarnya terbentuk dari “pertempuran” antara buyer-seller, di mana harga close menunjukkan kondisi terakhir dibandingkan harga open, dari situlah terbentuk body (badan) dari candlestick.

Sedangkan harga tinggi dan rendah membentuk shadow pada candlestick. Disini, panjangnya shadow menentukan seberapa kuat salah satu pihak berusaha mendorong harga. Bila lower shadow panjang, artinya seller berusaha keras untuk menjatuhkan harga. Sebaliknya, jika upper shadow panjang berarti buyer sedang berupaya menaikkan harga.

Nah, dari panjangnya shadow tadi bisa kita bandingkan dengan body-nya untuk mengetahui seberapa kuat salah satu pihak melawan pihak lain. Misalnya pada setup pin bar, umumnya price action setup tersebut digunakan untuk menandakan kontinuitas atau reversal suatu trend.

Pada pola di atas (pin bar) umumnya body memiliki shadow panjang bergerak menjauh dari harga open, sedangkan harga close-nya bergerak tidak jauh dari harga tersebut. Artinya, salah satu pihak (buyer atau seller) berusaha mendorong harga naik atau turun namun dalam perjalanannya “kehabisan tenaga” untuk meneruskan upaya karena tekanan dari pihak lawan, bisa terlihat dari harga close yang tak mampu bergerak jauh.

Contoh kasusnya pada saat terjadinya uptrend, bullish pinbar digunakan sebagai indikasi bahwa seller berada di bawah tekanan buyer, dengan kata lain harga akan naik.

Berikutnya saat terjadi downtrend, bearish pinbar adalah penanda bahwa buyer berada di bawah tekanan seller, atau harga akan turun kembali.

Contoh-contoh tadi hanya dasar dari cara membaca candlestick menurut para trader profesional. Pada perkembangannya, terdapat juga pola-pola lain mulai dari single bar pattern (satu bilah) sampai multiple bars pattern (lebih dari satu bilah).

Perhatian! Attention! Achtung!

Jika Anda benar-benar serius untuk menggunakan candlestick sebagai andalan dalam memperoleh profit konsisten layaknya trader profesional, berikut adalah poin-poin penting yang wajib Anda perhatikan:

1. Trending atau Ranging?
Beberapa setup price action, pinbar misalnya, sangat bergantung pada kondisi market trending untuk menjadi patokan efektif. Jika kondisi market masih sideways atau ranging, sebaiknya Anda menggunakan indikator lain untuk menentukan posisi entry dan exit. Karena itu, terlebih dahulu perlu dipahami mengenai kondisi trend di pasar.

2. Di mana support dan resistance-nya?
Beberapa pola, misalnya inside bar, akan memberikan akurasi lebih tinggi apabila berada di dekat level support atau resistance.

3. Pada Time Frame apa sinyal muncul?
Telah disebutkan di atas bahwa setiap bilah candlestick muncul berdasarkan time frame pilihan. Jadi, jika kita pilih timeframe m30, maka bilah candlestick akan muncul dengan interval setiap 30 menit sekali. Perhatikan bahwa time frame rendah (di bawah h4) memunculkan banyak sekali candlestick dalam waktu relatif singkat, artinya resiko fake signal atau noise akan lebih sering terjadi apabila Anda menggunakan time frame tersebut. Apabila Anda masih belajar cara membaca candlestick, lebih baik bila menggunakan timeframe H4 atau D1 (daily).

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: