Cara Membaca Sentimen Pasar Forex, Persyaratan lisensi perdagangan forex

Peringkat broker opsi biner:

Mengenal Sentimen Pasar dalam Trading Forex

Penulis: Dwiya Freelancer ( February 6, 2020 – 9:09 pm ) Filed Under: Artikel Tagged With: pasar forex, sentimen pasar, trading forex

Mengenal Sentimen Pasar dalam Trading Forex – Seperti yang kita tahu, di pasar forex market sering kearah yang tak menentu. Inilah yang membuat sebagian besar para trader menjadi bingung. Hal ini bisa saja diakibatkan oleh sentiment pasar. Sebagai seorang trader tentunya anda pernah mendengar tentang sentiment pasar. Sentiment pasar adalah konsensus, atau sikap kesepakatan bersama pelaku pasar dalam mengantisipasi pergerakan harga.

Sentimen pasar disebut juga sebagai faktor utama pengerak harga. Sikap ini adalah gabungan dari faktor fundamental dan teknikal. Bahkan terdapat juga pola pembentukan harga, serta rilis data ekonomi. Berbagai faktor itulah yang membentuk persepsi komunitas pasar investasi. Hal ini juga yang membuat sentiment pasar dianggap sebagai salah satu metode analisa.

Istilah Dalam Sentimen Pasar

Sebagai seorang trader, mengetahui sentiment pasar adalah kewajiban bagi anda. Hal ini karena, sentimen pasar adalah pengerak yang mampu mempengaruhi arah dan pergerakan pasar. Dalam sentimen pasar sendiri, ada beberapa istilah yang sering digunakan seperti:

  1. Bullish adalah sentiment yang mencerminkan optimisme. Dengan ini kebanyakan trader cenderung melakukan buy
  2. Bearish adalah sebaliknya lebih mencerminkan pesimisme. Kebanyakan trader/pelaku lebih cenderung melakukan sell
  3. High risk appetite lebih berkaitan dengan kondisi pasar yang didominasi oleh tingginya resiko dikalangan trader. Artinya para trader optimis dengan kondisi dan prospek ekonomi. Hal inilah yang membuat para investor berani investasi di aset beresiko tinggi.

Bagi seorang trader dan investor analisa sentimen pasar, meliputi pemahaman terhadap pembentukan sentimen dan cara mendapatkan profit dari sentimen yang ada. Untuk itulah sebagai trader, anda harus memahami sentimen pasar. Seperti yang kita tahu, pergerakan harga pada dasarnya adalah akumulasi dari investor dan trader di seluruh dunia. Hal inilah yang membuat harga tidak bisa diperkirakan secara pasti.

Faktor Pembentuk Sentimen Pasar dan Cara Mengatasi

Pembentukan sentimen pasar sendiri muncul dari berbagai faktor. Misalnya seperti faktor fundamental, teknikal, chart, pattern, berita global, siklus atau bisa juga karena rilis data ekonomi. Berbagai faktor itulah yang secara bersamaan, membentuk suatu persepsi di pasar forex. Jika ada faktor dominan yang membentuk misalnya sentiment bearish, maka para trader akan mengantisipasi turunnya harga.

Cara mengantisipasinya pun beragam, seperti hedging, open sell atau profit taking. Tindakan para pelaku pasar forex inilah, kemudian yang mempercepat pergerakan harga dengan sendirinya. Pergerakan dengan cara ekstrim ini, biasanya disebut dengan falling knife. Hal ini karena, harga meluncur turun seperti pisau yang jatuh.

Cara Memperkirakan Sentimen Pasar

Untuk memperkirakan sentiment pasar sendiri, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dengan, mempelajari informasi pasar dan banyak membaca. Selain itu, anda bisa melakukan analisa fundamental. Meski konsensus pasar berbeda-beda, namun suara mayoritas biasanya lebih mematuhi prinsip pergerakan harga dan hubungan fundamental. Kecuali, jika ada konteks fundamental lainnya yang bisa berdampak besar. Apabila ada kejadian seperti itu, anda bisa fokus ke rilis data ekonomi atau event terbaru, untuk menganalisa pasar.

Selain kedua cara diatas, anda juga bisa memperkirakan sentiment pasar dengan memperhatikan unsur teknikal. Terutama disaat pasar tidak didominasi, oleh isu fundamental yang memiliki dampak tinggi. Konsep analisa teknikal yang bisa anda gunakan untuk mengukur pasar adalah:

Peringkat broker opsi biner:
  • Analisa harga dengan support resistance
  • High lo pergerakan harga
  • Price action
  • Pola chart (triangle, head and shoulders,dsb)

Cara terakhir dalam memperkirakan sentimen pasar, adalah dengan menggunakan tool-tool broker atau penyedia teknologi trading. Biasanya tool tersebut, menampilkan data sentimen buyer dan seller. Namun cara analisa ini, bisa dibilang memiliki kelemahannya. Hal ini karena, cara ini hanya bisa mengukur sentimen pasar dari kelompok trader tertentu saja. Misalnya, anda menggunakan tool sentiment di broker B. Maka secara otomatis, data sentiment pasar yang anda peroleh hanya merefleksikan sentimen dari broker B.

Manfaat menggunakan indikator sentimen pasar:

  1. Bisa memberikan pandangan yang lebih luas bagi anda, tentang bagaimana maneuver pedagang di pasar forex.
  2. Indikator sentimen dapat mengingatkan anda. Terutama ketika terjadi kemungkinan pembalikan harga dalam waktu dekat
  3. Dengan menggunakan indikator ini, anda bisa mengkonfirmasi trend yang terjadi saat ini

Apa Itu Sentimen Pasar Dalam Trading Forex?

Sentimen pasar adalah faktor penggerak harga paling utama. Seringkali, sentimen pasar disejajarkan denagan fundamental dan teknikal, sehingga bisa dianggap sebagai salah satu metode analisa. Hanya saja, sentimen tersebut sebenarnya bukanlah fundamental dan teknikal yang hanya menjadi instrumen analisa.

Pada kenyataannya, sentimen pasar berada di level yang lebih tinggi dari fundamental dan teknikal. Hal itu karena sentimen pasar adalah faktor utama yang memicu tindakan buyer dan seller, sementara fundamental dan teknikal adalah alat bantu yang digunakan untuk memprediksi sentimen pasar. Bagaimana bisa demikian? Sebelum mempelajari hal itu lebih lanjut, mari mengenal lebih dulu istilah-istilah penting dalam sentimen pasar.

Bullish, Bearish, Dan Risk Appetite

Dalam mengenali sentimen pasar, istilah yang paling umum digunakan adalah bullish dan bearish. Bullish merupakan sentimen yang mencerminkan optimisme, sehingga para pelaku lebih cenderung melakukan buy. Sebaliknya, sentimen yang bearish dikuasai oleh pesimisme, sehingga para pelaku lebih cenderung melakukan sell ketimbang buy.

Reli harga dalam suatu uptrend biasanya ditunjang oleh sentimen bullish, sedangkan penurunan harga tercipta karena dorongan sentimen bearish.

Ada pula 2 istilah lain yang berkaitan dengan minat risiko, yakni high risk appetite dan low risk appetite. High risk appetite berkaitan dengan kondisi pasar yang didominasi oleh tingginya minat risiko di kalangan trader dan investor. Minat risiko tinggi artinya para pelaku pasar optimis dengan kondisi dan prospek ekonomi, sehingga mereka berani berinvestasi di aset-aset berisiko tinggi. Sebaliknya, low risk appetite mensinyalkan kondisi pasar yang sangat berhati-hati mengambil risiko. Biasanya, aset berisiko rendah seperti safe haven menjadi pilihan mayoritas di kondisi sentimen ini.

Arti Penting Sentimen Pasar

Sentimen pasar sangatlah penting dan wajib dipahami semua trader. Pada dasarnya, pergerakan harga di pasar forex merupakan akumulasi dari transaksi trader dan investor di seluruh dunia. Karena itu, bisa dikatakan bahwa harga sebenarnya digerakkan oleh ‘tangan-tangan manusia’ yang rentan dipengaruhi sentimen. Inilah hal yang membuat harga di pasar forex tidak bisa diperkirakan dengan benar-benar pasti.

Contohnya, harga bisa melemah meski sinyal-sinyal dari 3 indikator bernada bullish. Setelah dikupas lebih lanjut, ternyata sentimen pasar sedang dikhawatirkan oleh risiko baru dari keputusan pemotongan suku bunga Bank Sentral.

Contoh lainnya, harga malah bergerak menguat setelah penjualan ritel diketahui merosot lebih buruk dari ekspektasi. Meski biasanya berdampak tinggi, sentimen tersebut rupanya tidak terlalu menganggap serius penurunan retail sales. Hal ini karena dalam kerangka fundamental yang lebih besar, ekonomi diproyeksi tumbuh lebih baik setelah pemerintah menerapkan kebijakan pemotongan pajak. Itulah mengapa, para pelaku pasar yang sudah memperhitungkan dampak kebijakan baru memiliki alasan untuk bertahan dalam sentimen bullish.

Dua contoh di atas membuktikan bahwa sentimen pasar memiliki peran terpenting untuk memperkirakan pergerakan harga. Sayangnya, sentimen tersebut lebih sulit dianalisa, karena mencerminkan konsensus pasar yang bisa terdiri dari beragam metode, opini, dan keputusan subjektif, Menanggapi kesulitan tersebut, Anda tak perlu berkecil hati dulu, karena terdapat cara-cara umum yang bisa diterapkan untuk memperoleh (setidaknya) garis besar dari sentimen yang sedang terbentuk.

Memperkirakan Sentimen Pasar

Cara paling umum untuk memperkirakan sentimen pasar adalah dengan melakukan analisa fundamental. Konsensus pasar memang berbeda-beda, tapi suara mayoritas biasanya cenderung mematuhi prinsip hubungan fundamental dan pergerakan harga. Kecuali terdapat konteks-konteks fundamental lain yang perlu diperhatikan dan bisa berdampak besar, Anda bisa fokus memperhatikan rilis data ekonomi atau event terbaru untuk menganalisa sentimen tersebut.

Cara selanjutnya adalah dengan memperhatikan unsur teknikal, terutama saat pasar sedang tidak didominasi oleh isu fundamental berdampak tinggi. Beberapa konsep analisa teknikal yang bisa digunakan untuk mengukur sentimen pasar adalah:

  • Analisa harga dengan SUpport Resistance
  • High Low pergerakan harga
  • Price Action
  • Pola Chart (triangle, head and shoulders, dsb.)

Anda juga bisa menggunakan tool-tool broker atau penyedia teknologi trading yang menampilkan data sentimen buyer dan seller. Namun cara analisa ini memiliki kelemahan karena hanya mengukur sentimen pasar dari kelompok trader tertentu. Misalkan Anda menggunakan tool sentimen di broker A, maka data sentimen pasar yang Anda dapatkan hanya merefleksikan sentimen di kalangan trader broker A.

Demikian penjelasan singkat tentang sentimen pasar. Jika Anda ingin lebih memahami materi ini, jangan bosan dan malas untuk rajin-rajin melakukan analisa fundamental, teknikal, dan melihat pergerakan harga dari price action-nya. Bagaimanapun juga, kemampuan trading bukanlah suatu hal yang bisa didapat dalam sekejap mata, melainkan hasil belajar dan berlatih yang telah diasah dalam periode waktu tertentu.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: