Cara Membuat Rencana Trading Forex

Peringkat broker opsi biner:

Belajar Membuat Rencana Trading

Dibaca Normal 6 menit

Membuat rencana trading tak hanya harus teratur, tapi juga praktis, realistis dan efektif. Poin-poin ini bisa menbantu trader mencapai sukses.

Banyak trader yang tidak teratur dalam membuat rencana trading, atau kurang mengetahui poin-poin apa saja yang seharusnya diperhatikan dalam membuat sebuah rencana trading. Dalam artikel ini akan diulas bagaimana membuat sebuah rencana trading yang praktis, realistis, dan efektif.

Sebuah rencana trading adalah “template” atau sebuah pola tertentu untuk menentukan urutan langkah-langkah dalam trading. Singkatnya, rencana trading adalah sebuah daftar urutan atau “check list” tentang apa saja yang mesti dilakukan sebelum kita masuk pasar. Selain itu, rencana trading juga mencakup rencana jangka pendek dan jangka panjang, serta bagaimana cara realisasinya. Sebuah rencana trading tidak harus berisi kalimat-kalimat panjang dan mendetail, melainkan singkat, jelas, tegas, serta mencakup semua aspek dalam metode dan strategi trading kita.

Mengapa Harus Membuat Rencana Trading?

  • Menanggulangi Risiko Emosi.

Alasan utama mengapa kita harus mempunyai rencana trading adalah untuk mencegah keterlibatan emosi dalam trading. Seperti telah kita ketahui, cara trading forex dengan melibatkan emosi bisa berakibat fatal, baik rasa ingin “balas dendam” ketika sedang loss atau perasaan euforia ketika profit. Hal semacam itu tidak akan terjadi jika kita disiplin mengikuti langkah-langkah dalam rencana trading. Kita biarkan pasar merespon posisi trading kita, tanpa harus risau apa yang bakal terjadi. Kita tidak harus membuka posisi-posisi baru jika ‘check list’ dalam rencana trading kita tidak mengharuskan demikian.

  • Meningkatkan Kualitas Trading.

Kualitas trading adalah akurasi posisi trading kita yang bakal direspon pasar. Hal ini sangat erat hubungannya dengan metode trading yang kita gunakan. Jika kebetulan menerapkan metode Price Action, maka kita hanya akan masuk pasar jika setup Price Action pada Daily Chart atau 4-Hour Chart telah sesuai dengan kondisi pasar (trending atau ranging/sideways), sehingga sinyal trading yang dihasilkan cukup akurat. Semua ini tercantum dalam rencana trading yang harus dijalankan dengan disiplin.

Tentu saja, kualitas trading yang memadai bisa kita peroleh dari pengalaman trading baik dengan account demo maupun live yang kemudian kita rumuskan dengan singkat, padat dan tegas dalam rencana trading kita.

Apa Saja Yang Harus Ada Dalam Rencana Trading?

Berikut beberapa poin yang seharusnya tercantum dalam sebuah rencana trading. Mungkin Anda bisa menambahkan poin-poin tambahan yang menurut Anda penting, tetapi sebaiknya tidak tumpang tindih sehingga membuat Anda kurang tegas dalam mengikutinya.

  1. Tujuan trading Anda dalam jangka pendek dan jangka panjang.
  2. Cara Anda menganalisa kondisi pasar dan penerapan metode trading Anda pada kondisi pasar tertentu.
  3. Strategi trading yang akan Anda terapkan untuk kondisi pasar tertentu, misalnya jika pasar sedang trending dengan kuat Anda akan menerapkan teknik averaging atau pyramiding dengan memanfaatkan fasilitas trailing stop pada platform trading Anda.
  4. Money management yang Anda terapkan. Disini yang terpenting adalah perbandingan resiko dan profit Anda (risk/reward ratio) serta besarnya volume atau ukuran lot setiap posisi yang Anda buka. Hal ini sangat relatif tergantung dari balance dalam account Anda. Misalnya resiko per trade antara 3% sampai 5% dari balance, dan risk/reward ratio = 1 : 2.
  5. Periksa ulang sebelum Anda masuk pasar (double check). Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kesalahan karena kecerobohan yang tidak harus terjadi.

Contoh Sebuah Rencana Trading

1. Tujuan trading.
Jangka pendek: menghasilkan profit yang konsisten setiap bulan, berlatih disiplin dalam mengikuti rencana trading yang telah saya buat, tidak akan mengintervensi pasar setelah buka posisi dan membiarkan pasar merespon posisi saya apapun yang terjadi.

Jangka panjang: membuat balance dalam account trading saya pada akhir tahun ini menjadi (misalnya) USD 250,000, karena saat itu saya tentu telah mahir menerapkan metode dan strategi trading saya dengan disiplin.

2. Metode trading.
Di sini dicontohkan seorang trader yang menggunakan metode price action.

Peringkat broker opsi biner:

Pertama, menganalisa kondisi pasar pada chart daily, saya akan mengamati trend apa yang sedang terjadi. Apakah terbentuk level-level yang lebih tinggi dari level puncak dan level lembahnya (higher high dan higher low) untuk kondisi uptrend, atau sebaliknya untuk downtrend.

Jika memang pasar trending, saya akan menggunakan indikator Exponential Moving Average (EMA) 8 dan EMA 21 untuk menentukan momentum buka posisi. Jika kondisi pasar konsolidasi atau ranging (sideways), saya akan mengamati level support dan resistance-nya sebagai batasan, serta menggunakan indikator EMA yang sama untuk menentukan momentum buka posisi. Saya akan menarik garis horisontal untuk level-level support dan resistance yang digunakan sebagai faktor pendukung jika terbentuk setup price action.

Kemudian, saya akan mengamati apakah terbentuk setup price action pada formasi candlestick-nya. Jika terbentuk (misal dalam contoh berikut : pasar downtrend dan pin bar terbentuk pada level resistance sebagai faktor pendukungnya), dan dikuatkan oleh faktor pendukung, maka selanjutnya saya menggunakan indikator EMA 8 dan EMA 21 dan menunggu momentum yang tepat untuk buka posisi sell.

3. Strategi trading.
Jika nanti setelah saya membuka posisi sell dan ternyata trend pasar masih kuat (misalnya dengan terbentuk lagi setup price action), maka saya akan buka posisi sell lagi sambil memindahkan level stop loss posisi sebelumnya ke level yang mendekati harga pasar saat itu (trailing stop) guna memaksimalkan profit (cara ini dinamakan teknik pyramiding).

4. Money management.
Sesuai dengan balance pada account saat ini, saya tentukan besarnya resiko per trade adalah (misalnya) 3%.

Dari kondisi pasar sekarang yang sedang konsolidasi (misalnya), jika saya buka posisi sell pada level tersebut, maka level stop loss yang logis adalah di sekitar level resistance sebelumnya, yaitu (misalnya) 70 pip. Sedangkan level target profit di sekitar level support sekarang, (misalnya) 150 pip, sehingga risk/reward ratio saya sekitar 1:2.

Kemudian saya tentukan besarnya lot (volume) untuk membuka posisi ini, yaitu membagi besarnya resiko (3% dari balance) dengan 70 (resiko dalam pip). Karena saya trading dengan mini lot, maka volume saya untuk posisi ini (misalnya) = 0.2 lot, dimana untuk pasangan mata uang yang akan saya tradingkan (misal EUR/USD) nilai per pip-nya adalah USD 2.00.

5. Saya akan memeriksa sekali lagi sebelum membuka posisi, apakah syarat dan perhitungannya sudah benar sesuai dengan rencana trading saya.

Kesimpulan

Rencana trading adalah tuntunan kita dalam trading. Karena trading forex adalah sebuah bisnis, dan tujuan bisnis adalah menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin, maka sangat diperlukan sebuah rencana yang matang sebagai pedoman yang harus dijalankan dengan benar dan disiplin. Seperti juga dalam bisnis, rencana trading yang benar dibuat berdasarkan pengalaman kita dalam trading, strategi dan gagasan yang telah teruji, dan dirangkum dalam sebuah daftar atau “check list” yang mudah dimengerti dan dilaksanakan.

Jika Anda memiliki pertanyaan lain seputar rencana trading, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab khusus sistem trading ini.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

8 Langkah Membuat Rencana Trading Forex

Sederhana saja, rencana trading akan membantu trader lebih disiplin saat trading forex. Trading merupakan suatu bisnis, dan sudah selayaknya harus diperlakukan demikian. Tiap bisnis pasti punya standar operasional supaya berjalan seperti yang sudah direncanakan.

Dalam forex, trader memerlukan rencana trading karena forex merupakan market yang tak punya banyak aturan ditambah dengan lingkungan tak terbatas. Itu sebabnya, rencana trading akan berperan sebagai aturan yang akan membantu trader jauh dari beragam masalah.

Rencana trading bisa jadi merupakan cara terbaik untuk mengetahui apa yang bekerja dan yang tidak. Eksperimen yang sukses akan melibatkan satu kontrol terhadap banyak variabel trading, termasuk metode keluar masuk trading, juga penempatan stop-loss dan profit target.

#1. Tentukan Strategi Trading

Tiap rencana trading yang sukses pasti diawali dengan strategi yang tersusun dengan baik. Bahkan tiap keputusan yang nantinya diambil harus selalu berdasar pada strategi yang sudah dibuat. Hingga saat ini, ada begitu banyak varian strategi yang bisa dipilih trader.

Ini termasuk strategi trading pin bar, inside bar, atau lainnya. Apapun strategi yang nantinya dipilih, trader diharapkan bisa memahami luar dalam, termasuk kelemahannya. Karenanya, sangat penting mencermati strategi yang akan dipakai juga situasi market yang akan dimasuki.

Misalnya saja, apakah market sedang ada dalam kondisi tren atau range? Apakah pin bar akan terjadi pada level support dan resistance? Situasi market yang demikian harus benar-benar dicermati trader jika ingin sukses dalam menjalankan rencana trading.

#2. Pilih Time Frame yang Akan Dipakai

Langkah ini sangat krusial untuk trader saat menyusun rencana karena trading hanya bisa dilakukan berdasar time frame tertentu. Meski demikian, kadang langkah sederhana ini seringnya membuat trader sakit kepala, karena bingung harus memakai time frame seperti apa.

Memang benar, trader diperbolehkan berganti time frame berkali-kali, mulai dari chart berdurasi 1 jam atau yang lebih pendek seperti chart berdurasi 5 menit. Satu yang harus dimengerti, trader tak diperkenankan berganti chart saat sudah masuk posisi trading.

Baiknya pilih satu jenis time frame yang dirasa sangat nyaman lalu gunakan secara terus menerus. Carilah setup yang pas dengan time frame ini, juga keluar masuk dengan time frame yang sama. Dari sini, trader perlu sikap konsisten yang hanya tertuju pada satu time frame saja.

#3. Tentukan Apa yang Harus Diamati

Sebagai bagian membuat rencana trading, trader harus menentukan satu pasangan mata uang yang harus diamati tiap pergerakannya sebelum trading dilakukan. Seperti layaknya membuat rencana trading secara keseluruhan, pengamatan tentunya akan selalu berubah.

Trader mula-mula harus mengamati setidaknya 10 pasang mata uang, lalu dikerucutkan menjadi lima lalu menjadi satu misalnya. Pengamatan bisa dilakukan kapan saja, tapi sangat direkomendasikan saat suatu mata uang sedang dalam posisi volatilitas tinggi.

Pengamatan semacam ini akan memberi peluang setup lebih banyak tiap minggunya dengan time frame lebih tinggi. Seiring kemampuan trading yang meningkat dan kepercayaan diri meningkat, trader bisa memperluas pengamatan ke instrumen lain yang sekiranya prospektif.

#4. Persiapan Mental

Mental trading tak perlu diragukan lagi merupakan aspek yang paling sering dilewatkan dalam membuat rencana trading. Mungkin saja karena trader terlalu fokus untuk menentukan strategi, atau karena memang aspek ini tak banyak dibicarakan seperti elemen trading yang lain.

Bagaimana perasaan hari ini? Apakah semalam mendapat cukup istirahat? Apakah merasa semangat atau lesu? Pertanyaan semacam ini perlu ditanyakan pada diri sendiri sebagai bagian rencana trading. Alasannya, perasaan semacam ini bisa memengaruhi tiap keputusan trading.

Trader harus mampu menilai perasaan seperti ini, lalu mencari solusi yang pas sebelum bersiap menghadapi market. Jika merasa tak mampu secara mental, baiknya jangan trading dulu. Tunggu sampai hari esok karena market forex masih akan tetap buka esok hari.

#5. Besaran Risiko yang Bisa Ditanggung

Pendekatan paling tepat untuk menentukan besaran risiko yaitu lewat prosentase. Trader harus tahu berapa risiko yang kemungkinan didapat, dan ini harus masuk dalam rencana trading. Banyak yang memberi rekomendasi risiko maksimal untuk tiap trading yaitu 1%.

Meski demikian, beberapa trader kadang memberi risiko hingga 2%. Tapi paling tidak trader sudah tahu batasan maksimal risiko yang diperbolehkan, yaitu 2%. Semisal berasumsi dalam akun trading terdapat USD 10,000, maka menurut aturan tersebut risiko maksimal ada di angka USD 200.

Bahkan jika trader sudah menghitung risiko sangat detil, tetap ada kemungkinan prosentase risiko yang diterima lebih besar. Jika demikian, tetapkan batasan dalam hal nominal selain prosentase. Misalnya, saat risiko sudah mencapai USD 100, segera sudahi tradin dan lakukan evaluasi.

#6. Rasio Risiko Dengan Profit

Akan lebih mudah jika hitung-hitungan rasio risiko dengan profit dibuat dalam angka. Satu contoh, jika memberi risiko USD 50 untuk tiap trading dan potensi profit yang didapat USD 100 (sesuai target yang dibuat), maka besaran risiko dan profit yaitu 1:2 untuk sekali trading.

Dalam kata lain, risiko bernilai setengah dari profit. Tapi ada kemungkinan lain, yaitu dengan mengambil perbandingan risiko yang berbeda, misalnya dengan 1:3. Dalam hal ini trader memberi risiko USD 50 untuk potensi profit USD 150 dari setiap trading yang dilakukan.

Oleh karenanya, sangat penting untuk mengatur risiko seminimal mungkin sebagai bagian dari rencana trading. Perbandingan 1:2 merupakan rasio minimal yang harus diterapkan, sehingga risiko yang mungkin diterima tak akan lebih besar dari potensi profit yang didapat.

#7. Cari Sinyal Masuk dan Keluar

Cara trader masuk posisi trading akan menentukan segalanya. Semisal sudah menentukan satu strategi, lalu metode seperti apa yang akan digunakan untuk masuk? Apakah masuk saat harga menyentuh hidung pin bar, atau lebih memilih masuk saat harga ada di 50%?

Yang jadi masalah, justru banyak trader yang terobsesi untuk menemukan setup trading terbaik tanpa dibarengi strategi keluar yang layak. Memang benar, sampai saat ini kebanyakan trader hanya memanfaatkan profit target sebagai satu-satunya strategi exit, meski tak selalu berhasil.

Semua trader pasti berharap profit besar dari tiap trading, tapi tanpa membuat strategi keluar yang layak, ada peluang profit yang didapat tak sampai setengah. Dalam hal ini, stop-loss yang ada dalam rencana trading harus bisa berperan sebagai cara untuk menentukan profit.

#8. Manajemen Risiko

Menentukan aturan tentang bagaimana cara mengelola risiko merupakan bagian penting dari rencana trading yang baik. Meski trader sudah menentukan titik awal stop-loss, trader tetap harus tetap membuat rencana menggunakan trailing stop-loss semisal kondisi market mendukung.

Misalnya saja, dalam satu rencana trading, trader bisa memanfaatkan titik tertinggi dan terendah dari hari sebelumnya untuk ‘menyembunyikan’ stop-loss. Trader sebaiknya jangan memindahkan stop-loss sampai market bergerak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Manajemen risiko bisa berarti dua hal untuk trader, sukses atau gagal. Seperti yang banyak dikatakan, trading itu bukan tentang seberapa bagus rasio kemenangan yang didapat. Tapi seberapa konsisten profit yang didapat, dan seberapa besar trading profit dibanding trading kalah.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: