Cara Menukarkan Opsi Indeks Bagus, Menanggung strategi opsi pasar

Peringkat broker opsi biner:

Ujang Syamsul Arif

Mekanisme Opsi Saham dalam Investasi | Manejemen Investasi dan Pasar Modal

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Opsi adalah hak dari seseorang untuk melakukan sesuatu. Kontrak opsi adalah kontrak antara 2 pihak yang menyebutkan hak, bukan kewajiban untuk membeli atau menjual sekuritas yang mendasarinya pada harga yang telah ditentukan pada atau sebelum tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan. Untuk memperoleh hak ini taker (pembeli) membayar premi kepada writer (penjual) kontrak. Saham merupakan asset yang paling lazim dan memudahkan untuk memahami ilustrasi dari perdagangan opsi.

Dengan membeli kontrak opsi memberi kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari kenaikan harga sekuritas yang mendasarinya tanpa harus membeli sekuritas itu sendiri. Jika investor memiliki sekuritas yang mendasarinya, menjual opsi dapat memberi kesempatan untuk memperoleh pendapatan ekstra. Membeli opsi put memberi kesempatan investor untuk melindungi, menjaga nilai sekuritas yang telah dimiliki saat ini jika terjadi penurunan harga. Opsi dan warrant adalah jenis-jenis kontrak derivative yang paling popular yang tersedia dalam pasar modal.

Satu strategi diantara berbagai strategi adalah call ter-cover (call yang telah memiliki sekuritas yang mendasarinya). Call ter-cover merupakan strategi yang paling sederhana dan paling umum digunakan untuk memperoleh pendapatan ekstra dari saham yang telah dimiliki. Strategi ini dapat digunakan jika investor sudah memiliki saham yang mendasarinya dan percaya bahwa harga saham akan relative sama terus.

Menjual opsi call atas saham ini menawarkan kesempatan untuk memperoleh pendapatan (yaitu, premi) dari penjualan opsi sementara menyediakan perlindungan untuk saham jika harga saham jatuh. Pada saat sama, investor terikat dalam kontrak untuk menjual saham pada harga yang telah disepakati jika opsi call di-exersice.

Akhir-akhir ini jumlah perdagangan opsi terus meningkat. Saat ini ada banyak yang menawarkan opsi yang bermanfaat untuk diversifikasi, juga teredia opsi untuk indeks. Penjual opsi disebut sebagai writer karena pihak ini melakukan penjaminan (underwriter) atas kewajiban untuk menyampaikan atau menerima saham yang tercantum dalam opsi tersebut. Hal yang sama terjadi pada kejadian pembeli opsi disebut sebagai taker, karena mereka mengambil hak untuk membeli atau menjual saham yang tercantum dalam opsi. Setiap kontrak opsi melibatkan 2 pihak tersebut, writer dan taker.

Opsi adalah alternatif investasi yang fleksibel. Opsi memberi kesempatan investor perlindungan untuk portofolio sahamnya dan kesempatan untuk memperoleh keuntungan dan pendapatan ekstra. Namun demikian, pembelian dan penjualan opsi melibatkan risiko. Perdagangan opsi semestinya dilakukan oleh investor yang memahami sifat dan risiko opsi, hak dan kewajiban mereka.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan Opsi?
  2. Bagaimana mekanisme opsi dalam investasi dan pasar modal?

C. Tujuan Masalah

  1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Opsi.
  2. Untuk mengetahui mekanisme opsi dalam investasi dan pasar modal.

BAB II

MEKANISME OPSI SAHAM DALAM INVESTASI

A. Pengertian Opsi

Opsi, dalam dunia pasar modal, adalah suatu hak yang didasarkan pada suatu perjanjian untuk membeli atau menjual suatu komoditi, surat berharga keuangan, atau suatu mata uang asing pada suatu tingkat harga yang telah disetujui (ditetapkan di muka) pada setiap waktu dalam masa tiga bulan kontrak.[1]

Option atau opsi adalah suatu kontrak antara dua pihak dimana salah satu pihak (sebagai pembeli) mempunyai hak tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual suatu asset atau efek tertentu dengan harga yang telah ditentukan, pada atau sebelum waktu yang ditentukan, dari atau ke pihak lain (sebagai penjual). Pemegang option tidak diwajibkan untuk melaksanakan haknya atau akan melaksanakan haknya jika perubahan dari harga underlying assetnya akan menghasilkan keuntungan baik dengan menjual atau membeli underlying asset tersebut.

Ada dua jenis sekuritas derivatif yaitu kontrak berjangka dan kontrak opsi.

  1. Kontrak berjangka (Future contract)
  1. Kontrak berjangka komoditas : yang umumnya menggunakan under laying asset merupakan aset riil berupa barang barang sebagai patokan harga (contoh : emas, minyak, kopi, gula, dan kentang).
  2. Kontrak berjangka finansial : yang umumnya menggunakan under laying asset dari sebuah efek sebagai patokan harga, seperti saham atau indek saham.
  1. Kontrak Opsi (Option Contract)

Kontrak Opsi adalah suatu perjanjian yang memberikan hak, tetapi bukan kewajiban untuk membeli atau menjual suatu aset tertentu pada harga dan lama waktu tertentu.

B. Jenis Kontrak Opsi

Jenis kontrak opsi terbagi menjadi dua bagian, yaitu Call Option (opsi beli) dan Put Option (opsi jual) dengan rincian sebagai berikut:

  1. Call Option (Opsi beli)

Opsi beli, atau yang lebih dikenal dengan istilah call option, adalah suatu hak untuk membeli sebuah asset pada harga kesepakatan (strike price) dan dalam jangka waktu tertentu yang disepakati—baik pada akhir masa jatuh tempo ataupun di antara tenggang waktu masa sebelum jatuh tempo. Pada opsi beli ini terdapat 2 pihak yang disebut :

  • Pembeli opsi beli atau biasa disebut call option buyer atau juga long call
  • Penjual opsi beli atau biasa juga disebut call option seller atau juga short call

Pemilik call option memiliki hak, tetapi bukan kewajiban untuk membeli aset induk atau aset acuan (under laying asset), pada harga tetap selama waktu tertentu.

Opsi jual, atau yang lebih dikenal dengan istilah put option, adalah suatu hak untuk menjual sebuah asset pada harga kesepakatan (strike price) dan dalam jangka waktu tertentu yang disepakati—baik pada akhir masa jatuh tempo ataupun di antara tenggang waktu masa sebelum jatuh tempo. Pada opsi jual ini juga terdapat 2 pihak yang disebut :

  • Pembeli opsi jual atau biasa disebut put option buyer atau juga long put
  • Penjual opsi jual atau biasa juga disebut put option seller atau juga short put

Instrumen ini disebut opsi oleh karena perjanjian ini memberikan “hak” kepada pemegang opsi untuk menentukan apakah akan melaksanakan atau tidak (atau biasa disebut exercise) opsi yang dipegangnya, yaitu hak membeli (pada opsi beli) atau hak menjual (pada opsi jual)dan pihak yang menjual opsi atau yang biasa disebut “penerbit opsi” “wajib” untuk memenuhi hak opsi dari pemegang opsi tersebut sesuai dengan ketentuan yang disepakati.[2]

Pemilik put option memiliki hak, tetapi bukan kewajiban untuk menjual aset induk atau aset acuan (under laying asset), pada harga tetap selama waktu tertentu.

Dalam kontrak opsi dikenal premi opsi (option premium) yang merupakan uang jaminan di awal kontrak dan harga pelaksanaan (Strie price atau exercise price). Harga pelaksanaan ada dua macam :

  1. Gaya Amerika, dimana harga pelaksanaannya dilakukan kapan saja sampai dengan dan termasuk tanggal berakhirnya kontrak,
  2. Gaya Eropa, dimana harga pelaksanaan hanya dapat dilakukan pada tanggal berakhir saja.

Di Indonesia kontrak opsi ditujukan pada opsi saham. Opsi saham yang diperdagangkan di BEI adalah Kontrak Opsi Saham (KOS) dan pertama kali deperdagangkan pada 6 Oktober 2004. KOS hanya bisa diperdagangkan pada saat jatuh tempo atau hari berakhirnya setiap seri KOS pada setiap bulannya.

Di BEI tidak semua saham menjadi acuan KOS, tetapi saham yang memiliki tingkat frekwensi perdagangan dan volatilitas harga yang tinggi serta mempunyai nilai kapitalitas pasar yang cukup besar. Hingga tahun 2006 terdapat lima saham acuan :

  1. PT Astra International Tbk
  2. PT Bank Central Asia Tbk
  3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk
  4. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
  5. PT H.M Sampurna Tbk.

KOS (Kontrak Opsi Saham) adalah efek yang memuat hak beli (call option) atau hak jual (put option) atas Underlying Stock (saham perusahaan tercatat, yang menjadi dasar perdagangan seri KOS) dalam jumlah dan Strike Price (harga yang ditetapkan oleh Bursa untuk setiap seri KOS sebagai acuan dalam Exercise) tertentu, serta berlaku dalam periode tertentu.

Opsi tipe Amerika memberikan kesempatan kepada pemegang opsi (taker) untuk meng-exercise haknya setiap saat hingga waktu jatuh tempo. Sedangkan Opsi Eropa hanya memberikan kesempatan kepada taker untuk meng-exercise haknya pada saat waktu jatuh tempo.

Adapun karakteristik opsi saham yang diperdagangkan di BEI adalah sebagai berikut :

Tipe KOS Call Option dan Put Option
Satuan Perdagangan 1 Kontrak = 10.000 opsi saham
Masa Berlaku
Pelaksanaan Hak (exercise) Metode Amerika (Setiap saat dalam jam tertentu di hari bursa, selama masa berlaku KOS)
Penyelesaian Pelaksanaan Hak Secara tunai pada T+1, dengan pedoman:
• call option = WMA – strike price
• put option = strike price – WMA
Margin Awal 10% dari nilai kontrak
WMA (weighted moving average) adalah rata-rata tertimbang dari saham acuan opsi selama 30 menit dan akan muncul setelah 15 menit berikutnya
Strike Price adalah harga tebus (exercise price) untuk setiap seri KOS yang ditetapkan 7 seri untuk call option dan 7 seri untuk put option berdasarkan closing price saham acuan opsi saham
Automatic exercise diberlakukan apabila:
110% dari strike > call option, jika WMA price
90% dari strike price = 2.000
  • intraday volatility > 0,5%
  • Harga saham > Rp 500,-
  • kapitalisasi pasar > Rp 500 miliar
  • Hal-hal Umum

    • Pelaksanaan perdagangan menggunakan fasilitas JOTS.
    • Hanya dapat dilakukan oleh AB yang sudah menjadi AK Opsi Saham KPEI
    • AB wajib terlebih dahulu menyetor agunan (Peraturan KPEI)
    • AB wajib membuka rekening Opsi Saham untuk setiap nasabah
    • AB dikenakan sanksi suspensi wajib:
    • melakukan Transaksi Saling Hapus
    • mengalihkan posisi terbuka tersebut kepada AB lain sesuai dengan peraturan KPEI
    • AB suspended dapat melakukan Exercise pada Hari Bursa yang sama dengan dikenakannya suspensi

    Jam Perdagangan

    Senin s.d Kamis : – Sesi I 09:30 – 12:00 Waktu JOTS
    – Sesi II 13:30 – 16:00 Waktu JOTS
    Jumat : – Sesi I 09:30 – 11:30 Waktu JOTS
    – Sesi II 14:00 – 16:00 Waktu JOTS
    Exercise dan Automatic Exercise setiap Hari Bursa pukul 10:00 – 16:15 WIB

    Weighted Moving Average Price (WMA)

    • WMA terbit setiap 15 menit dengan menggunakan data transaksi 30 menit sebelumnya
    • Jadwal penerbitan WMA:
    Senin s.d Kamis : – Sesi I 10:00 – 12:00 Waktu JOTS
    – Sesi II 13:45 – 16:00 Waktu JOTS
    Jumat : – Sesi I 10:00 – 11:30 Waktu JOTS
    – Sesi II 14:15 – 16:00 Waktu JOTS

    Pesanan Nasabah

    • Setiap pesanan wajib tercatat di bagian pemasaran termasuk jenis transaksi (Short/Long), dan status posisi pesanan (open/close)
    • Bentuk order: Open Short, Open Long, Close Short, Close Long
    • Satuan Perdagangan & Fraksi Premium
    • Satuan Perdagangan 1 KOS = 10.000 Opsi Saham
    • Fraksi Premium Rp 1,-

    Penetapan Seri KOS

    • Awal periode perdagangan ditetapkan 7 seri call dan 7 seri put option atas 1 Underlying Stock
    • 7 seri terdiri dari 3 seri Out The Money, 3 seri In The Money, dan 1 At The Money
    • Bursa dapat menetapkan suatu seri KOS baru sebelum berakhirnya periode perdagangan KOS, apabila:
      • dilakukan Automatic Exercise atas suatu seri KOS;
      • adanya Tindakan Korporasi dari Perusahaan Tercatat

    Pengakhiran seri KOS

    • Apabila WMA > Batas WMA; atau
    • Berakhirnya masa berlaku; atau
    • Adanya tindakan korporasi (posisi Opsi Saham akan dilikuidasi)

    Interval (Rentang Strike Price)

    Closing Price *) Interval
    Rp 1.000,- s.d Rp 5.000,- Rp 100,-
    > Rp 5.000,- s.d Rp 10.000,- Rp 200,-
    > Rp 10.000,- Rp 500,-
    *) Closing Price 1 Hari Bursa sebelum dimulainya periode perdagangan

    Tawar Menawar dan Transaksi Bursa

    • Setiap order terlebih dahulu divalidasi oleh KPEI
    • Teknis perdagangan KOS sama dengan teknis perdagangan ekuitas di Pasar Reguler

    Exercise, Automatic Exercise & Likuidasi

    • Penyelesaian transaksi Exercise & Automatic Exercise dilakukan oleh KPEI pada Hari Bursa berikutnya setelah transaksi Exercise (T+1) sesuai dengan Peraturan KPEI
    • Transaksi Automatic Exercise dilakukan oleh KPEI untuk kepentingan Taker
    • KPEI melakukan likuidasi semua posisi seri KOS apabila masa berlaku seri KOS berakhir

    Istilah-istilah penting yang berhubungan dengan opsi adalah sebagai berikut:

    Peringkat broker opsi biner:
    1. Exercising the option, adalah tindakan apakah akan melaksanakan atau tidak opsi yang dipegangnya yaitu hak membeli atau hak menjual.
    2. Strike atau exercise price, adalah harga kesepakatan dalam kontrak opsi dimana pemegang opsi dapat membeli atau menjual underlying assets.
    3. Expiration date, adalah tanggal waktu jatuh tempo dari opsi, setelah expiration date opsi dinyatakan mati.
    4. American and European options. Opsi tipe Amerika memberikan kesempatan kepada pemegang opsi (taker) untuk meng-exercise haknya setiap saat hingga waktu jatuh tempo. Sedangkan Opsi Eropa hanya memberikan kesempatan kepada pemegang opsi (taker) untuk meng-exercise haknya pada saat waktu jatuh tempo.

    Stock option adalah perdagangan saham untuk tujuan spekulasi ataupun hedging. Penjual akan mempunyai risiko yang tak terbatas sedangkan keuntungannya terbatas. Sebaliknya, pembeli akan memiliki keuntungan yang tak terbatas dengan risiko terbatas.

    Penyelesaian Transaksi Opsi Saham

    • Penyelesaian Transaksi Opsi Saham dilaksanakan oleh KPEI pada Hari Bursa berikutnya setelah terjadinya Transaksi Opsi Saham (T+1)

    Penghentian Perdagangan Opsi Saham

    • Bursa dapat melakukan penghentian perdagangan Opsi Saham, dalam hal:
      • JATS dan atau JOTS tidak berfungsi sebagaimana mestinya
      • adanya permintaan tertulis dari KPEI sehubungan dengan tidak berfungsinya sistem pengendalian risiko (Risk Management System) dan atau sistem kliring KPEI
      • terjadinya Force Majeure
    • Bursa dapat melakukan penghentian perdagangan atas seri KOS tertentu, karena:
      • Suspensi atas perdagangan Underlying Stock yang bersangkutan
      • Automatic Exercise atas seri KOS tersebut
    • Apabila terjadi penghentian perdagangan seri KOS karena penghentian perdagangan Underlying Stock, AB tetap dapat melakukan Exercise dengan mengacu pada WMA yang berlaku
    • Apabila terjadi penghentian karena JOTS tidak berfungsi, namun Underlying Stock tetap diperdagangkan, maka:
      • Bursa tetap menerbitkan WMA sampai dengan akhir periode perdagangan seri KOS
      • AB tetap dapat melakukan Exercise

    Biaya Transaksi

    • AB yang melakukan Transaksi wajib membayar biaya transaksi, kliring dan penyelesaian sebesar Rp 2.000,- per KOS
    • Transaksi Opsi Saham untuk Exercise atau Automatic Exercise hanya dikenakan biaya transaksi kepada Taker sebesar Rp 2.000,- per KOS
    • Biaya Transaksi Opsi Saham per bulan minimum sebesar Rp 2.000.000,-
    • AB wajib menyetor dana jaminan Transaksi Opsi Saham sebesar 0,01% (nol koma nol satu perseratus) dari nilai Transaksi Opsi Saham, untuk transaksi yang dijamin oleh KPEI
    • Kewajiban pembayaran biaya transaksi, dana jaminan dan pajak sesuai aturan perdagangan ekuitas

    Nilai kontrak opsi

    Kontrak opsi adalah mempertemukan antara suatu perkiraan harga dari pihak penjual ( penerbit opsi) dan pihak pembeli (pemegang opsi).

    • Pada opsi beli (call option):
    • In-the-money = harga kesepakatan (strike price) kurang dari harga saham pada saat transaksi.
    • At-the-money = harga kesepakatan sama dengan harga saham pada saat transaksi.
    • Out-of-the-money = harga kesepakatan lebih besar dari harga saham pada saat transaksi.
    • Pada opsi jual (put option):
    • In-the-money = harga kesepakatan lebih besar dari harga saham pada saat transaksi
    • At-the-money = harga kesepakatan sama dengan harga saham pada saat transaksi
    • Out-of-the-money = harga kesepakatan (strike price) kurang dari harga saham pada saat transaksi

    Near-the-money yaitu istilah yang digunakan baik pada opsi beli maupun opsi jual, untuk suatu harga kesepakatan yang mendekati harga nyata (harga aset acuan).

    Premi opsi

    Nilai premi opsi adalah jumlah antara nilai intrinsik dan nilai waktu, atau:

    Premi opsi = Nilai Intrinsik + Nilai Waktu

    Nilai premium opsi adalah terdiri dari 2 macam nilai yaitu :

    • Nilai intrisik : yang merupakan suatu nilai nyata dari premi sebuah opsi pada yang merupakan selisih antara harga kesepakatan dan harga aset acuan ( misalnya saham XXX harga saham pada saat ini adalah Rp. 1.000 dan harga kesepakatan (strike price) adalah Rp. 1.100,- maka nilai intrisiknya adalah Rp. 100). Suatu opsi yang mempunyai nilai intrisik ini disebut in-the-money.

    Nilai intrisik pada opsi beli adalah harga saham dikurangi harga kesepakatan

    Nilai intrisik pada opsi jual adalah harga kesepakatan dikurangi harga saham

    Jika selisinya adalah negatif maka nilai intrisik dianggal nol ( dan ini disebut out-of-the-money)

    • Nilai waktu atau time value yaitu harga yang bersedia dibayar oleh pembeli opsi dengan berdasarkan pada prediksi pembeli atas kemungkinan dari pergerakan harga aset acuan kearah yang menguntungkan pembeli opsi ( suatu nilai yang melebihi harga kesepakatan). Nilai waktu ini didapatkan dari pengurangan atas premi sebuah opsi dengan nilai intrisiknya. [3] Nilai waktu ini berhubungan langsung dengan sisa waktu yang dimiliki oleh suatu opsi sebelum tanggal jatuh temponya.

    Harga premi opsi

    Faktor harga premi dari suatu opsi dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk suplai dan permintaan pasar dimana opsi tersebut diperdagangkan sama seperti halnya harga saham. Sesuatu yang terjadi pada seluruh pasar investasi dan ekonomi global adalah merupakan dua faktor yang berpengaruh besar terhadap harga opsi. Instrumen yang digunakan sebagai acuan serta bagaimana tindak-tanduknya pada saat ini adalah merupakan faktor yang spesifik. Faktor gejolak harga juga merupakan suatu faktor yang penting dimana investor akan berusaha untuk memperkirakan pergerakan suatu opsi dalam in-the-money

    Jenis opsi

    Pada dasarnya jenis opsi terdiri sebagai berikut :

    • Opsi yang diperdagangkan di bursa atau biasa juga disebut listed options adalah merupakan suatu bentuk perdagangan derivatif. Opsi yang diperdagangkan di bursa ini memiliki suatu kontrak yang baku dan penyelesaiannya adalah melalui lembaga kliring dimana kepatuhan pelaksanaan kontrak dijamin oleh bursa. Oleh karena kontrak yang digunakan adalah baku maka harga yang akurat dari suatu opsi seringkali dapat diketahui. Opsi yang diperdagangkan di bursa ini meliputi:
    1. Opsi saham,
    2. Opsi komoditi
    3. Opsi obligasi dan opsi suku bunga lainnya
    4. Opsi indeks saham
    5. Opsi kontrak berjangka
    • Over-the-counter, atau opsi OTC adalah opsi yang diperdagangkan antara dua pihak yanpa didaftarkan di bursa. Opsi OTC ini tidak terlarang dan bentuknya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis antara dua pihak yang terlibat tersebut. Pada umumnya, terdapat sekurangnya satu pihak yang merupakan pemodal yang kuat. Opsi yang seringkali diperdagangkan pada perdagangan di luar bursa (OTC) ini adalah:
    1. Opsi suku bunga
    2. Opsi valuta asing
    3. Opsi swap atau biasa disebut swaptions
    • Opsi saham karyawan (Employee stock options) yang diterbitkan oleh perusahaan kepada karyawannya sebagai suatu kompensasi atau bonus.

    Gaya opsi

    Dilihat dari cara pelaksanaan sebuah opsi maka terdapat empat gaya yang dikenal saat ini yaitu :

    • Opsi Eropa : yaitu suatu kontrak opsi yang hanya bisa di laksanakan pada hari terakhir saat tanggal jatuh tempo masa berlakunya opsi tersebut.
    • Opsi Amerika : yaitu suatu kontrak opsi yang bisa dilaksanakan kapan saja di dalam masa berlakunya kontrak opsi.
    • Opsi Bermuda : yaitu suatu kontrak opsi yang dapat dilaksanakan pada saat tanggal jatuh tempo ataupun sebelum jatuh tempo. Ini merupakan kombinasi dari opsi Eropa dan opsi Amerika.
    • Opsi bersyarat atau biasa juga disebut barrier option yaitu suatu opsi yang mensyaratkan keharusan dicapainya suatu harga tertentu pada aset acuan sebelum pelaksanaan opsi dapat dilakukan.

    Bursa perdagangan opsi

    Terdapat 4 bursa di Amerika dimana opsi diperdagangkan yaitu pada bursa :

    Juga terdapat beberapa bursa regional yang memperdagang opsi yaitu pada :

    TERMINOLOGI DASAR OPSI

    Dan penjelasan opsi jual (put option) dan opsi beli (call option) di sub-bab sebelumnya, didapatkan beberapa istilah-istilah (terminologi) dasar yang digunakan di opsi. Istilah – istilah dasar opsi ini adalah sebagai berikut ini.

    1. Harga saham di pasar (stock price) yang diberi notasi P.
    2. Harga saham jika menggunakan opsi yang disebut dengan exercise price atau strike price dan diberi notasi E.
    3. Harga dan opsi yang dibeni notasi HO.
    4. Tanggal kadaluwarsa opsi yaitu tanggal terakhir opsi dapat digunakan yang disebut dengan expiration date

    Ada beberapa istilah-istilah dasar lagi yang berhubungan dengan nilai saham di pasar (P) dengan exercise price (E) untuk opsi beli (call option) sebagai berikut ini :

    1. Jika harga saham (P) lebih besar exercise price (E) dan opsi beli (call option), maka opsi beli (call option) mi disebut dengan in the money.
    2. Jika harga saham (P) sama dengan exercise price (E) dan opsi beli (call option), maka opsi beli (call option) ini disebut dengan at the money.
    3. Jika harga saham (P) lebih kecil exercise price (E) dan opsi beli (call option), maka opsi beli (call option) ini disebut dengan out the money.
    4. Jika harga saham (P) mendekati exercise price (E) dan opsi beli (call option), maka opsi beli (call option) maka opsi beli ini disebut dengan near the money

    PAYOFF DAN LABA DARI OPSI

    Payoff adalah keuntungan akibat menggunakan (exercise) dan opsi. Payoff masih menunjukkan keuntungan kotor dan selisih harga sahain di pasar dengan harga penggunaan opsi (exercise price). Laba (profit) adalah keuntungan bersih yaitu payoff dikurangi dengan harga pembelian opsi.

    Payoff dan Laba untuk Opsi Beli

    Ada dua pihak yang terlibat dalam opsi, yaitu pembeli dan penjual (writer) dan opsi. Laba dari pembeli adalah rugi bagi penjual dan sebaliknya. Untuk pembeli opsi beli, payoff dapat diperhitungkan sebagai berikut ini. Pembeli opsi beli ini akan menggunakan opsi untuk membeli saham pada harga yang sudah ditentukan (exercise price). Jika harga opsi tidak diperhitungkan, maka pembeli tidak akan menggunakan opsi untuk membeli saham jika harga saham di pasar lebih rendah atau sama dengan harga exercise. Jika harga saham di pasar (P) lebih rendah atau sama dengan nilai exercise (E) 0 opsi, maka akan lebih murah membeli saham langsung di pasar dibandingkan dengan menggunakan opsi. Untuk kasus (a) Payoff untuk pembeli opsi IwIi harga saham di pasar lebih rendah atau sama dengan harga exercise (P E), maka opsi tidak akan digunakan, sehingga Payoff(Rp) tidak terjadi payoff atau nilai payoff adalah nol.

    PENGGUNAAN OPSI UNTUK LINDUNG NILAI

    Hedge adalah sebagai suatu cara menggunakan turunan-turunan (derivative) untuk mengurangi atau kalau mungkin saling menghilangkan risiko dari aktiva yang akan dilindungi.

    Tujuan membeli opsi adalah untuk perlindungan (hedging) dari aktiva yang akan dilindungi dan untuk spekulasi. Melindungi nilai saham dengan suatu opsi mi disebut dengan hedge yang didefinisikan sebagai suatu cara menggunakan turunan-turunan (derivatives) untuk mengurangi atau kalau mungkin saling menghilangkan (offset) risiko dari aktiva yang akan dilindungi. Opsi jual (put option) digunakan untuk melindungi dari

    penurunan harga saharn yang dimiliki oleh investor. Karena opsi jual digunakan untuk memproteksi penurunan harga suatu saham, maka strategi penggunaan opsi untuk perlindungan ini disebut dengan protective put. Sebaliknya opsi beli (call

    option) digunakan untuk perlindungan kenaikan harga saham yang harus dibeli oleh investor yang melakukan transaksi penjualan pendek (short selling).

    Perlindungan Penurunan Harga Saham

    Jual terproteksi (protected put) adalah strategi lindung nilai harga saham dengan opsi jual. Investor membeli suatu saham dengan harapan harganya akan naik, sehingga jika dijual akan mendapatkan return yang positip. Kenyataannya harga saham tersebut dapat turun. Untuk menghindari kerugian yang besar dan penurunan harga saham ini, investor dapat menggunakan (men g-exercise) opsi jualnya. Dengan demikian, opsi jual (put option) dapat digunakan untuk memproteksi (hedge) penurunan harga saham. Strategi lindung nilai harga saham dengan opsi jual ini disebut dengan nama jual terproteksi (protectedput).

    Perlindungan kenaikan Harga Saham

    Opsi beli digunakan untuk melindungi harga saham yang naik. Opsi beli banyak digunakan untuk lindung nilai penjualan pendek (short sale). Untuk penjualan pendek (short sale), investor mengharapkan menjual terlebih dahulu suatu saham sementara harganya masih tinggi dan mernbelinya kembali nanti pada saat harga sahamnya turun, sehingga dapat diperoleh laba dan selisihnya. Di penjualan pendek (short sale), harapan investor harga saham akan turun untuk dibeli kembali, akan tetapi kenyataannya harga saham tersebut dapat naik. Jika investor mempunyai opsi beli (call option), untuk menghindari kerugian yang besar dan kenaikan harga saham ini, investor dapat menggunakan (meng-exercise) opsi belinya untuk membeli saham dengan harga yang tertentu yang lebih murah dan harga naiknya. Dengan demikian, opsi jual dapat digunakan untuk melindungi (hedge) dan penjualan pendek (short sale).

    Melindungi OPSI

    Covered call adalah strategi membeli terlebih dahulu sahamnya dan pada saat bersamaan menjual opsi jualnya. Penerbit opsi jual akan mengalami kerugian jika harga saham naik. Pembeli opsi akan menggunakan haknya untuk membeli sahamnya dengan harga lebih murah dibandingkan dengan pasar saham yang naik tersebut. Penjual opsi harus menyediakan saham ini dan membelinya di pasar dengan harga yang lebih tinggi. Untuk mengatasi kerugian ini, penjual opsi jual dapat membeli terlebih dahulu sahamnya dan pada saat bersamaan menjual opsi jualnya. Strategi lindung nilai mi disebut dengan covered call. Disebut dengan covered call karena membeli saham untuk menutup (covered) kenaikan harga saham pada saat menjual opsi jual.

    Spekulasi membeli Opsi Jual

    Spekulan membeli opsi jual (put option) dengan harapan harga saham yang diacunya akan turun. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa opsi jual digunakan untuk menjual saham yang diacu jika harga saham turun. Jika harga saham naik, maka pemegang opsi tidak akan menggunakannya tetapi akan menjual langsung ke pasar dengan harga yang tinggi. Jika harga saham turun, pemegang opsi tidak akan menjualnya di pasar dengan harga murah, tetapi akan menggunakan opsi untuk menjualnya dengan harga yang lebih tinggi yang ditetapkan di opsi sebagai exercise price. Jika harga saham turun, maka opsi jual akan mempunyai nilai (in the money). Dengan demikian, jika harga saham yang diacu turun, maka nilai opsi jual akan naik.

    Jika harga saham yang diacu turun, spekulan tidak akan menggunakannya untuk menjual sahamnya, karena spekulan membeli opsi tanpa membeli saham yang diacunya, tetapi spekulan akan menjual opsi jual mi dengan harga yang tinggi. Sebaliknya jika harga saham yang diacu naik, maka opsi jual tidak akan digunakan, sehingga opsi jual mi masih belum bernilai banyak (out the money) dan opsi jual akan bernilai nol jika sampai jatuh tempo.

    VALUASI DARI OPSI

    Mengetahui nilai sebenarnya (intrinsic value) dan suatu opsi adalah hal yang penting. Jika seseorang dapat menentukan nilai intrinsik ini, maka nilai pasar dan opsi akan dapat ditentukan. Kenyataannya, menentukan nilai inirinsik suatu opsi tidaklah sederhana, karena banyak ditentukan oleh faktor-faktor eksternal.

    Nilai Intrinsik Opsi Jual

    Nilai intrinsik opsi jual (put option) berlawanan dengan nilai intrinsik opsi beli. jika harga pasar saham (P) lebih kecil dan exercise price (E) dan opsi jual atau posisi opsi jual adalah in the money, maka nilai intrinsik opsi jual adalah E-P. Sebaliknya jika harga pasar saham (P) lebih besar dan exercise price (E) dan opsi jual atau posisi opsi jual adalah out the money, maka nilai intninsik opsi jual adalah 0, karena opsi jual tidak akan digunakan disebabkan menjual saham di pasar modal lebih tinggi.

    Nilai Waktu Opsi

    Nilai pasar dan opsi tidak mungkin lebih rendah dari nilai intrinsiknya. Jika ini terjadi maka arbitrageurs, yaitu spekulator-spekulator yang memanfaatkan keuntungan akibat penyimpangan tidak berisiko akibat penyimpangan, akan membeli opsi ini dan menggunakan (exercise) opsi tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Kalau banyak spekulator melakukannya, maka harga opsi akan naik, sehingga tidak akan terjadi arbritase lagi. Kebalikannya mungkin terjadi, yaitu harga suatu opsi (niai pasar opsi) akan lebih tinggi dari nilai intrinsiknya. Hal ini disebabkan karena adanya nilai waktu (time value). Waktu mempunyai nilai yang positip. Semakin pendek waktu jatuh tempo opsi, semakin kecil fluktuasi dan harganya dan semakin rendah harga dan opsi. Demikian juga sebaliknya, semakin panjang waktu jatuh tempo opsi, semakin besar fluktuasi dan harganya dan semakin tinggi nilai pasar opsi.

    MODEL BLACK – SCHOLES

    Dalam membangun modelnya, Black-Scholes menggunakan beberapa asumsi. Asumsi-asumsi ini adalah sebagai berikut ini.

    1. Saham yang dihubungkan dengan opsi tidak pernah membayar dividen selama umur dari opsi
    2. Tidak ada biaya transaksi untuk membeli dan menjual opsi

    1. Tingkat suku bunga bebas risiko (risk-free interest) konstan selama umur opsi.
    2. Pembeli saham dapat meminjam pinjaman jangka pendek dengan tingkat suku bunga bebas risiko.
    3. Penjualan pendek (short-selling) diijinkan dan penjual pendek akan menjual sahamnya dengan harga pasar saat itu.
    4. Opsi hanya dapat digunakan (exercise) pada saat jatuh tempo.
    5. Pasar likuid dan perdagangan semua sekuritas dapat terjadi terus menerus.
    6. Harga pasar saham-saham bergerak secara acak.

    PENENTU-PENENTU HARGA OPSI

    1. Harga saham bersangkutan.
    2. Exercise price
    3. Waktu sisa jatuh tempo opsi.
    4. Deviasi standar return saham
    5. Tingkat suku bunga
    6. Deviden kas

    KONTRAK FUTURES

    Pembeli maupun penjual kontrak mempunyai kewajiban melaksanakan kontrak tersebut, apapun kenyataan yang terjadi di kemudian hari (menguntungkan ataupun merugikan)

    Kontrak futures merupakan perjanjian antara pembeli dan penjual yang berisi :

    1. Pembeli futures setuju untuk membeli sesuatu (suatu komoditi atau asset tertentu) dari penjual futures dalam jumlah tertentu dengan harga tertentu pada waktu yang telah ditentukan dalam kontrak
    2. Penjual futures setuju untuk menjual suatu komoditi atau asset tertentu kepada pembeli futures dalam jumlah tertentu, dengan harga tertentu dan pada batas waktu yang ditentukan dalam kontrak
    1. Underlying asset : komoditi/asset yang disetujui oleh kedua pihak untuk dipertukarkan
    2. Settlement date / delivery date : tanggal yang ditetapkan untuk melakukan transaksi
    3. Futures price : harga yang disepakati oleh kedua belah pihak untuk melakukan transaksi
    4. Long position / posisi long futures : pihak yang menyetujui untuk membeli asset yang menjadi patokan di kemudian hari. Atau disebut sebagai pemilik kontrak futures
    5. Short position / posisi short futures : pihak yang menyetujui untuk menjual asset patokan tersebut di kemudian hari. Atau disebut sebagai penjual kontrak futures

    Manfaat kontrak futures

    1. Futures sebagai lindung nilai (hedging) : melindungi nilai asset yang dijadikan patokan dari ancaman risiko ketidakpastian perubahan harga di masa depan
    2. Futures sebagai saranan spekulasi : para spekulator mencari keuntungan dari perubahan harga yang terjadi.

    HEDGING, COVERED CALL, PROTECTIVE PUT, DAN PORTOFOLIO INSURANCE

    Lindung nilai (hedge) adalah suatu strategi yang diciptakan untuk mengurangi timbulnya risiko bisnis yang tidak terduga, di samping tetap dimungkinkannya memperoleh keuntungan dari invetasi tersebut.

    Covered Call adalah strategi dimana investor menjual Call Option untuk mendapatkan sejumlah premi (layaknya uang sewa) dengan menjaminkan sejumlah saham (layaknya properti sewaan) sebagai underlying assetnya.

    Jika pembelian put options ini digabungkan dengan pembelian saham tertentu maka posisi yang dihasilkan adalah protective put. Strategi protective put ini ibarat seorang investor membeli atas posisi sahamnya. Variasi lain yang hanya menggunakan put options adalah long puts. Posisi long puts sebenarnya baik untuk diterapkan menggantikan posisi short sell pada saham. Short sell sendiri adalah strategi trading dimana investor meminjam saham dari broker, yang biasanya dipegang jangka panjang investor lainnya, kemudian menjualnya dan membeli kembali pada saat harga rendah dan mengembalikan saham. Ketika pasar saham menurun protective put memberikan jalan keluar guna menghindari kerugian lebih besar dengan membatasi kerugian investor. Seseorang ketika membayar premi asuransi atas mobil, properti, atau bahkan nyawanya, ia tidak pernah akan tahu kapan persisnya ia sangat memerlukannya. Pada saat yang sangat diperlukan tentu seseorang pasti mengingat kembali ke masa lalu dan memuji diri sendiri atas tindakannya. Namun sebaliknya jika ia tidak memegang asuransi tentu besar penyesalannya.

    Asuransi Portofolio adalah metode lindung nilai portofolio saham terhadap risiko pasar dengan kontrak berjangka indeks penjualan saham pendek. Teknik lindung nilai ini sering digunakan oleh investor institusional ketika arah pasar tidak pasti atau volatile. Jual berjangka pendek indeks dapat mengurangi apapun downturns, tetapi juga menghalangi keuntungan. Portofolio asuransi merupakan strategi investasi di mana berbagai instrumnets keuangan seperti hutang dan ekuitas dan derivatif digabungkan sedemikian rupa sehingga degradasi nilai portofolio dilindungi. Ini adalah strategi lindung nilai dinamis yang menggunakan indeks saham di masa depan. Ini menyiratkan membeli dan menjual efek secara berkala untuk menjaga batas nilai portofolio. Kerja asuransi portofolio ini mirip dengan membeli opsi indeks menempatkan, dan juga dapat dilakukan dengan menggunakan opsi indeks terdaftar.

    Saham dan Obligasi Dilihat sebagai Opsi

    Di Options Trading, kita tidak memperdagangkan stocks itu sendiri. Sebaliknya, kita hanya memperdagangkan hak untuk memiliki atau menjual stocks tersebut, dan kontrak untuk menjual atau membeli stocks yang berada di bawah kontrak inilah yang dikenal sebagai Stock Options. Stock Options hanya membutuhkan biaya yang sedikit untuk membeli sementara memperbolehkan kita untuk mengatur keuntungan dari Stocks yang ada di bawahnya, seperti kita memiliki stocks tersebut sendiri. Hal ini sangat menyerupai pilihan untuk membeli (Option To Purchase) yang kita tandatangani sewaktu kita membeli rumah. Jika harga dari Stock menguat setelah kita membeli Stock Options, maka kita dapat menghasilkan keuntungan yang sama tanpa membeli stocks tersebut sama sekali.

    Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Dilihat dari hak penukaran/opsi, obligasi dibedakan menjadi:

    1. Convertible Bonds
    2. Exchangeable Bonds
    3. Callable Bonds
    4. Putable Bonds

    Paritas Put-Call

    Put-call parity yang dikembangkan oleh Stoll didefinisikan sebagai suatu hubungan antara harga opsi jual dan opsi beli. Rumus untuk menghitung paritas put-call adalah sebagai berikut:

    P(S,t) + S(t) = C(S,t) + K * B(t)

    Dan dapat menjadi:

    P(S,t) + S(t) = C(S,t) + K * e-r(T-t)

    P (S, t) = harga put option ketika harga saham saat ini (S) dan tanggal saat ini (t)

    S (t) = harga sekarang suatu saham (s)

    C (S, t) = harga opsi beli saat harga saham saat ini adalah S dantanggal saat ini t

    K = harga strike put option dan call option

    B (t) = harga ikatan bebas risiko

    r = tingkat bunga bebas risiko

    t = tanggal saat ini

    T = tanggal berakhirnya put option dan call option

    Penilaian Opsi

    Dilakukan untuk mengestimasi nilai intrinsic suatu opsi dan selanjutnya digunakan untuk menentukan harga sebuah opsi. Nilai intrinsik opsi adalah nilai ekonomis jika opsi tersebut dilaksanakan. Jika tidak ada nilai ekonomis yang positif dari suatu opsi maka nilai intrinsic opsi tersebut adalah nol.

    1. In the money : ketika sebuah opsi mempunyai nilai intrinsic positif
    2. Out of the money : ketika strike price suatu call option lebih besar dari harga saham
    3. At the money : bila strike price sama dengan harga saham

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Opsi :

    1. Harga aset saat ini dan harga eksekusi

    Untuk opsi call, keuntungan dari opsi adalah selisih antara harga aset dengan harga ekseskusi. Semakin besar selisih itu, semakin besar keuntungan dari opsi tersebut. Dengan demikian jika harga pasar aset meningkat, harga opsi call cenderung meningkat. Tetapi jika harga eksekusi meningkat, harga opsi call cenderung turun. Hal yang berkebalikan terjadi untuk opsi put.

    Semakin lama jangka waktu, semakin besar kemungkinan harga meningkat atau turun di masa mendatang. Dengan demikian semakin lama jangka waktu, semakin tinggi harga opsi call maupun harga opsi put.

    Semakin tinggi volatilitas, semakin tinggi kemungkinan harga aset untuk berubah, baik naik atau turun. Jika harga meningkat maka opsi call akan meningkat nilainya. Sebaliknya jika harga turun, maka opsi put akan meningkat nilainya. Jika kita membicarakan saham, kenaikan volatilitas akan menaikkan risiko saham. Hal semacam itu tidak berlaku untuk opsi. Volatilitas harga aset meningkatkan kemungkinan harga turun, sehingga nampaknya akan menurunkan nilai opsi call. Tetapi karena batas minimum opsi call adalah nol (atau sebesar premi opsi jika kita memperhitungkan premi opsi), maka risiko penurunan harga aset tersebut tidak relevan. Argumen yang sama juga berlaku untuk opsi put.

    1. Tingkat bunga bebas risiko

    Membeli opsi call bisa dianggap seperti membeli harga aset dengan harga eksekusi tertentu. Selisih antara kedua harga tersebut merupakan ‘tabungan’. Semakin besar tingkat bunga, semakin besar bunga tabungan, sehingga semakin tinggi tingkat bunga, akan semakin tinggi premi opsi call. Sebaliknya, opsi put bisa dianggap sebagai menunda penjualan saham. Jika tingkat bunga meningkat, maka investor kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendapatan bunga yang lebih tinggi. Karena itu semakin tinggi tingkat bunga, semakin rendah nilai opsi put.

    Jika dividen dibayarkan, ada kas yang keluar dari perusahaan. Sebagai akibatnya harga saham akan turun. Penurunan harga saham akan menurunkan nilai opsi call, tetapi sebaliknya akan menaikkan nilai opsi put.

    OPSI CALL, PUT, DAN DIAGRAM PAYOFF-NYA

    Opsi Call

    Opsi beli (call option) adalah suatu tipe kontrak yang memberikan hak kepada pembeli opsi untuk membeli (call) dari penjual opsi sejumlah lembar saham tertentu pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Kontrak opsi berisi dengan empat hal utama, yaitu sebagai berikut:

    • Nama perusahaan yang sahamnya dapat dibeli.
    • Jumlah lembar saham yang dapat dibeli.
    • Harga pembelian sahamnya yang disebut dengan exercise price atau strike price.
    • Tanggal opsi kadaluarsa yaitu tanggal terakhir opsi dapat digunakan yang disebut dengan expiration date.

    Pada opsi beli ini terdapat dua pihak yang disebut:

    • Pembeli opsi beli atau biasa disebut call option buyer atau juga long call.
    • Penjual opsi beli atau biasa juga disebut call option seller atau juga short call.

    Opsi Put

    Opsi jual (put option) yaitu suatu tipe kontrak yang memberikan hak kepada pembeli opsi untuk menjual (put) kepada penjual opsi sejumlah lembar saham tertentu pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Kontrak opsi juga berisi nama perusahaan yang sahamnya dapat dijual, jumlah lembar saham yang dapat dijual, harga penjualan sahamnya yang juga disebut dengan exercise price atau strike price dan tanggal kadaluarsa (expiration date) dari opsi. Pada opsi jual ini juga terdapat 2 pihak yang disebut :

    1. Pembeli opsi jual atau biasa disebut put option buyer atau juga long put.
    2. Penjual opsi jual atau biasa juga disebut put option seller atau juga short put.

    Nilai Kontrak Opsi

    Kontrak opsi adalah mempertemukan antara suatu perkiraan harga dari pihak penjual (penerbit opsi) dan pihak pembeli (pemegang opsi).

    1) In-the-money = harga kesepakatan (exercise price) kurang dari harga saham pada saat transaksi.

    2) At-the-money = harga kesepakatan sama dengan harga saham pada saat transaksi.

    3) Out-of-the-money = harga kesepakatan lebih besar dari harga saham pada saat transaksi.

    1) In-the-money = harga kesepakatan lebih besar dari harga saham pada saat transaksi.

    2) At-the-money = harga kesepakatan sama dengan harga saham pada saat transaksi.

    3) Out-of-the-money = harga kesepakatan (strike price) kurang dari harga saham pada saat transaksi.

    4) Near-the-money yaitu istilah yang digunakan baik pada opsi beli maupun opsi jual, untuk suatu harga kesepakatan yang mendekati harga nyata (harga aset acuan).

    Payoff dan Laba dari Opsi

    Payoff adalah keuntungan akibat menggunakan (excercise) opsi. Payoff masih menunjukkan keuntungan kotor dari selisih harga saham di pasar dengan harga penggunaan opsi (excercise price). Laba (profit) adalah keuntungan bersih yaitu payoff dikurangi dengan harga pembelian opsi.

    Payoff dan Laba untuk Opsi Beli

    Ada dua pihak yang terlibat dalam opsi, yaitu pembeli dan penjual (writer) dari opsi. Laba dari pembeli adalah rugi bagi penjual dan sebaliknya. Untuk pembeli opsi beli, payoff dapat diperhitungkan sebagai berikut. Pembeli opsi beli ini akan menggunakan opsi untuk membeli saham pada harga pada harga yang sudah ditentukan (exercise price). Jika harga opsi tidak diperhitungkan, maka pembeli tidak akan menggunakan opsi ini untuk membeli saham jika harga saham di pasar lebih rendah atau sama dengan harga exercise. Jika harga saham di pasar (P) lebih rendah atau sama dengan harga exercise (E) opsi, maka akan lebih murah membeli saham langsung di pasar dibandingkan dengan menggunakan opsi. Untuk kasus harga saham di pasar lebih rendah atau sama dengan harga exercise (P ≤ E), maka opsi tidak akan digunakan, sehingga tidak terjadi payoff atau nilai payoff adalah nol sebagai berikut:

    Payoff = 0 jika P ≤ E.

    Sebaliknya pembeli opsi beli akan dituntungkan menggunakan opsi jika harga pasar saham lebih besar dibandingkan dengan harga exercise dengan payoff sebesar:

    Payoff= (P-E) jika P>E

    Hasil penjelasan diatas akan terbalik untuk penjual opsi beli. Jika pembeli opsi diuntungkan dengan mendapatkan payoff sebesar (P-E), maka penjual opsi beli akan rugi sebesar nilai yang sama.

    Contoh:

    Seorang investor membeli sebuah opsi beli untuk membeli saham X dengan harga exercise sebesar Rp 1.000,- per lembar saham. Jika haarga saham X ini di pasar sama dengan atau lebih kecil dari Rp 1.000,- maka investor akan langsung membeli saham X di pasar, sehingga opsi ini tidak pernah digunakan. Jika harga saham di pasar (P) lebih tinggi dari Rp 1.000,- maka pembeli opsi ini akan menggunakan opsi ini dan mendapatkan payoff sebesar (P – Rp 1.000) sebagai berikut:

    P 600 800 1000 1200 1400
    Payoff 0 0 0 200 400

    Jika nilai-nilai ini digambarkan akan tampak sebagai berikut:

    Payoff dan Laba untuk Opsi Jual

    Untuk pembeli opsi (put option), payoff dapat diperhitungkan sebagai berikut. Pembeli opsi jual akan menggunakan opsi untuk menjual saham pada harga yang sudah ditentukan (exercise price). Jika harga opsi tidak diperhitungkan, maka pembeli tidak akan menggunakan opsi ini untuk menjual saham jika harga saham di pasar lebih tinggi atau sama dengan harga exercise. Jika harga saham di pasar (P) lebih tinggi atau sama dengan nilai exercise (E) opsi, maka akan lebih murah menjual saham langsung di pasar dibandingkan dengan menggunakan opsi jualnya. Untuk kasus ini, yaitu harga saham di pasar lebih tinggi atau sama dengan harga exercise (P ≤ E), maka opsi jual tidak akan digunakan, sehingga tidak terjadi payoff atau nilai payoff adalah nol sebagai berikut.

    Payoff = 0 jika P ≥ E

    Sebaliknya pembeli opsi jual akan diuntungkan menggunakan opsi jualnya jika harga pasar saham lebih kecil dibandingkan dengan exercise dengan payoff sebesar:

    Payoff = (E – P) jika P ≥ E

    Hasil penjelasan diatas akan terbalik untuk penjual opsi jual. Jika pembeli opsi jual diuntungkan dengan menggunakan payoff sebesar (E – P), maka penjual opsi jual akan rugi sebesar nilai yang sama.

    Contoh:

    Seorang investor membeli sebuah opsi jual untuk menjual saham X dengan harga exercise sebesar Rp 1.000,- per lembar saham. Jika harga saham X ini di pasar sama dengan atau lebih besar dari Rp 1.000,- maka investor akan langsung menjual saham X di pasar, sehingga opsi ini tidak pernah digunakan. Jika harga saham di pasar (P) lebih kecil dari Rp 1.000,- maka pembeli opsi ini akan menggunakan opsi ini dengan menjual sahamnya sebesar Rp 1.000,- dan mendapatkan payoff sebesar (Rp 1.000 – P) sebagai berikut:

    P 600 800 1000 1200 1400
    Payoff 400 200 0 0 0

    Jika nilai ini digambarkan akan tampak sebagai berikut:

    HEDGING, COVERED CALL, PROTECTIVE PUT, DAN PORTOFOLIO INSURANCE

    Penggunaan Opsi untuk Lindung Nilai (Hedging)

    Hedging adalah tindakan yang dilakukan untuk melindungi sebuah perusahaan dari exposure terhadap nilai tukar. Exposure terhadap fluktuasi nilai tukar adalah sejauh mana sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar. Melindungi satu saham dengan suatu opsi disebut dengan hedge yang didefinisikan sebagai suatu cara menggunakan turunan-turunan untuk mengurangi atau kalau mungkin saling menghilangkan risiko dari aktiva yang akan dilindungi.

    Opsi jual digunakan untuk melindungi dari penurunan harga saham yang dimiliki oleh investor. Karena opsi jual di gunakan untuk memproteksi penurunan harga suatu saham, maka strategi penggunaan opsi untuk perlindungan ini disebut dengan protective put. Sebaliknya opsi beli digunakan untuk perlindungan kenaikan harga saham yang harus dibeli oleh investor yang melakukan transaksi penjualan pendek.

    Teknik-Teknik Hedging Jangka Pendek

    Teknik-teknik yang biasanya dapat digunakan dalam meng-hedge sebagian atau seluruh transaksinya dalam jangka pendek, dijelaskan oleh Madura antara lain:

    1. Hedging memakai kontrak future

    Kontrak future adalah kontrak yang menetapkan penukaran suatu valuta dalam volume tertentu pada tanggal penyelesaian tertentu.

    1. Hedging memakai kontrak foward

    Suatu kontrak antara nasabah dan bank untuk melakukan sejumlah penjualan atau pembelian valuta terhadap valuta lainnya dimasa yang akan datang dengan rate yang telah ditentukan pada saat kontrak dibuat.

    Keuntungan foward antara lain:

    1) Menghindari dan memperkecil risiko kurs.

    2) Dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan nasabah.

    Tujuan dari foward adalah:

    1) Foward digunakan untuk mengkoversi risiko exchange rate untuk pembelian/penjualan valuta di masa mendatang.

    2) Jika ada suatu transaksi bisnis, foward kontrak dapat menghilangkan currency exposure karena kurs valuta untuk masa yang akan datang telah ditetapkan.

    3) Perhitungan kalkulasi biaya yang pasti.

    4) Untuk tujuan spekulasi.

    1. Hedging memakai instrumen pasar uang

    Hedging memakai instrumen pasar uang melibatkan pengambilan suatu posisi dalam pasar uang untuk melindungi posisi hutang atau piutang di masa depan.

    1. Hedging memakai opsi (option) valuta

    Opsi menyediakan hak untuk membeli atau menjual suatu valuta tertentu dengan harga tertentu selama periode waktu tertentu. Tujuan dari option ini untuk hedging.

    Teknik-Teknik Hedging Jangka Panjang

    Ada 3 teknik yang sering dipakai untuk meng-hedge exposure jangka panjang yaitu:

    1. Kontrak foward jangka panjang (Long foward)

    Long Foward adalah kontrak foward jangka panjang. Sama seperti kontrak foward jangka pendek, dapat dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan khusus dari perusahaan.

    Currency Swap adalah kesempatan untuk mempertukarkan satu valuta dengan valuta lain pada kurs dan tanggal tertentu dengan menggunakan bank sebagai perantara antara dua belah pihak yang ingin melakukan currency swap.

    Tujuan dari swap antara lain:

    1) Mengkoversi risiko exchange rate untuk pembelian/penjualan valuta.

    2) Transaksi swap akan menghilangkan currency exposure karena pertukaran kurs pada masa yang akan datang telah ditetapkan.

    3) Perhitungan kalkulasi biaya yang pasti.

    4) Untuk tujuan spekulasi.

    5) Strategi gapping.

    Keuntungan swap:

    1) Menghindari resiko pertukaran uang

    2) Tidak menganggu pos-pos di balance sheet

    c.Parallel Loan

    Parallel Loan adalah kredit yang melibatkan pertukaran valuta antara dua pihak, dengan kesepakatan untuk menukarkan kembali valuta-valuta tersebut pada kurs dan tanggal tertentu di masa depan. Parallel Loan bisa diidentikan dengan dua swap yang digabungkan menjadi satu, satu swap terjadi pada permulaan kontrak parallel loan dan satunya lagi pada tanggal tertentu di masa depan.

    Perlindungan Penurunan Harga Saham (Protected Put)

    Investor membeli suatu saham dengan harapan harganya akan naik sehingga jika dijual akan mendapatkan return yang positif. Kenyataan harga sahan dapat turun untuk menghindari kerugian besar dari penurunan harga saham ini investor dapat menggunakan opsi menjualnya. Dengan demikian opsi jual dapat digunakan untuk memproteksi penurunan harga saham. Strategi lindung nilai harga saham dengan opsi jual ini disebut dengan nama jual terproteksi (protected put).

    Melindungi Opsi (Covered call)

    Covered call adalah strategi membeli terlebih dahulu sahamnya dan pada saat besamaan menjual opsi jualnya. Kondisi ini terjadi jika penerbit opsi jual akan mengalami kerugian jika saham naik. Pembeli opsi akan menggunakan haknya untuk membeli sahamnya dengan harga lebih murah dibandingkan dengan harga pasar yang naik tersebut. Penjual opsi harus menyediakan saham ini dan membelinya di pasar dengan harga jual yang lebih tinggi. Untuk mengatasi kerugian ini penjual opsi jual dapat membeli terlebih dahulu dan pada saat bersamaan menjual opsi jualnya.

    Portfolio Insurance

    Portofolio insurance merupakan strategi investasi di mana berbagai instrumen keuangan seperti hutang dan ekuitas dan derivatif digabungkan sedemikian rupa sehingga degradasi nilai portofolio dilindungi. Ini adalah strategi lindung nilai dinamis yang menggunakan indeks saham di masa depan. Ini menyiratkan membeli dan menjual sekuritas secara berkala untuk mempertahankan batas dari nilai portofolio. Kerja dari portofolio asuransi ini mirip dengan membeli sebuah put option indeks, dan juga dapat dilakukan dengan menggunakan opsi indeks yang terdaftar.

    SAHAM DAN OBLIGASI DILIHAT SEBAGAI OPSI

    Saham

    Dalam Options Trading, kita tidak memperdagangkan saham itu sendiri. Sebaliknya, kita hanya memperdagangkan hak untuk memiliki atau menjual saham tersebut, dan kontrak untuk menjual atau membeli saham yang berada di bawah kontrak inilah yang dikenal sebagai Stock Options. Stock Options hanya membutuhkan biaya yang sedikit untuk membeli sementara memperbolehkan kita untuk mengatur keuntungan dari Stocks yang ada di bawahnya, seperti kita memiliki saham tersebut sendiri. Hal ini sangat menyerupai pilihan untuk membeli (Option To Purchase) yang kita tandatangani sewaktu kita membeli rumah. Jika harga dari saham menguat setelah kita membeli Stock Options, maka kita dapat menghasilkan keuntungan yang sama tanpa membeli saham tersebut sama sekali.

    Ada 2 tingkatan dari options yaitu Call Options dan Put Options.

    1. a) Call Option (Opsi Beli)

    Call Options adalah stock options yang memberikan sebuah hak, bukan kewajiban, untuk membeli saham yang berada di bawahnya dengan harga yang sudah ditentukan pada masa yang akan datang.

    1. b) Put Option (Opsi Jual)

    Put Options adalah stock options yang memberikan Hak, bukan kewajiban, untuk menjual saham yang berada dibawahnya dengan harga tertentu pada masa yang akan datang.

    Sebagai contoh, misalnya harga saham Telkom di bursa adalah Rp 5.000 per saham. Kalau Anda membeli call options untuk saham Telkom dengan harga tebus Rp 5.100 dan jatuh tempo tiga bulan dari sekarang, maka tiga bulan lagi Anda punya hak (bukan kewajiban) untuk membeli saham Telkom dari penjual opsinya seharga Rp 5.100 per saham.

    Jika tiga bulan telah berlalu dan harga saham Telkom saat itu ternyata menjadi Rp 5.200 per saham, maka Anda boleh menggunakan hak Anda (istilahnya Anda exercise opsi Anda) membeli saham Telkom dengan harga Rp 5.100 per saham. Kemudian, kalau mau, Anda bisa segera menjualnya di pasar dengan harga Rp 5.200 per saham, sehingga Anda untung Rp 100 per saham.

    Obligasi

    Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Dilihat dari hak penukaran/opsi, obligasi dibedakan menjadi:

    1. Convertible Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya.
    2. Exchangeable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya.
    3. Callable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
    4. Putable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.

    PARITAS PUT-CALL

    Put-call parity yang dikembangkan oleh Stoll didefinisikan sebagai suatu hubungan antara harga opsi jual dan opsi beli. Hubungan tersebut meliputi menghitung perbedaan harga call dan put serta inverstor dapat menghitung harga call bila tahu harga put, demikian pula sebaliknya. Rumus untuk menghitung paritas put-call adalah sebagai berikut:

    P(S,t) + S(t) = C(S,t) + K * B(t)

    Dan dapat menjadi:

    P(S,t) + S(t) = C(S,t) + K * e -r(T-t)

    Dimana:

    P (S, t) = harga put option ketika harga saham saat ini (S) dan tanggal saat ini (t)

    S (t) = harga sekarang suatu saham (s)

    C (S, t) = harga opsi beli saat harga saham saat ini adalah S dantanggal saat ini t

    K = harga strike put option dan call option

    B (t) = harga ikatan bebas risiko

    r = tingkat bunga bebas risiko

    t = tanggal saat ini

    T = tanggal berakhirnya put option dan call option

    Contoh:

    Gracio ingin melakukan transaksi opsi saham GZCO untuk periode 6 bulan pada harga Rp265,- per saham dimana harga saat ini senilai Rp255,- per saham. Tingkat bunga yang berlaku saat ini sebesar 10 % pertahun. Hitung harga paritas put-call dan juga harga call bila harga put senilai Rp9,5?

    C-P = 255-265*e -0.1*0.5

    Adapun harga paritas put-call senilai Rp2,9242. Bila harga put senilai Rp9,5 maka harga call senilai Rp12,4242

    VALUASI OPSI

    Untuk mengetahui nilai sebenarnya dari suatu opsi adalah hal yang penting. Jika seseorang dapat menentukan nilai intrinsik ini, naka nilai pasar dari opsi akan dapat di tentukan.kenyataanya menentukan nilai intrisik suatu opsi tidaklah sederhana, karena banyak ditentukan oleh faktor eksternal.

    Nilai Intrinsik Opsi Beli

    Jika harga pasar saham (P) lebih besar dari exercise price (E) atau opsi beli atau posisi opsi beli adalah in the money, maka nilai intrisik opsi beli adalah P-E . Sebaliknya jika harga pasar saham lebih kecil dari exercise price dari opsi beli adalah out the money, maka intrisik opsi beli adalah 0 ,karena opsi beli tidak akan digunakan disebabkan membeli saham di pasar modal lebih murah. Secara matematik hal ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

    Nilai intrisik opsi beli = maksimum

    Contoh:

    1. Harga suatu saham dipasar modal adalah @RP1200,-dan exercise saham ini disuatu opsi beli adalah @RP1100,- jadi nilai intrisik opsi beli adalah: (RP1200-RP1100=RP100,-) dengan nilai RP0,- sebesar 100
    2. Jika harga saham disuatu pasarmodal turun mencapai harga sebesar @RP800,- dan exercise saham ini disuatu opsi beli adalah @RP1100,- jadi nilai intrisik opsi beli adalah: (RP800-RP1100= -RP300) dengan nilai RP0,- sebesar 0

    Nilai Intrinsik Opsi Jual

    Nilai opsi jual adalah kebalikan dari nilai opsi beli dimana P E dari opsi jual adalah out the money maka nilai intrisik dari opsi jual 0. Karena opsi jual tidak akam digunakan desebabkan karena menjual saham di pasar modal lebih tinggi. Secara matematik dapat disimpulkan sebagai berikut:

    Nilai intrisik opsi beli = maksimum

    1. Harga saham disuatu pasar modal adalah RP 900 per lembar dengan tingkat exercise price dr suatu opsi adalah sebesar RP 1100 jadi nilai intrisik opsi jualnya adalah: (RP1100-RP900=RP200) dengan nilai RP0,- sebesar RP200
    2. Jika harga saham di suatu pasar modal naik mencapai RP1400 dan exercise price dari suatu opsi jual adalah RP1100 jadi nilai intrisik opsi jualnya adalah: (RP1400-RP1100=RP300) dengan nilai RP300,- sebesar RP0

    Nilai Waktu Opsi

    Nilai pasar dari opsi tidak mungkin lebih rendah dari nilai intrinsiknya. Jika ini terjadi maka arbitrageus, yaitu spekulator-spekulator yang memanfaatkan keuntungan akibat penyimpangan tidak berisiko akibat penyimpangan, akan akan membeli opsi tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Kalau banyak speculator melakukanya maka harga opsi akan naik sehingga tidak akan terjadi arbitase lagi.

    Kebalikan mungkin terjadi yaitu harga suatu opsi akan lebih tinggi dari nilai intrisiknya. Hal ini disebabkan karena adanya nilai waktu . waktu mempunyai nilai positif yaitu semakin pendek waktu jatuh temponya semakin kecil fliktuasi dari harganya dan semakin rendah harga dari opsi. Demikian juga sebaliknya, semakin panjang waktu jatuh tempo opsi semakin besar fluktuasi dari hargaya dan semakin tinggi nilai pasar opsi.

    Nilai dari waktu dapat dihitung sebagai perbedaan antara nilai pasar suatu opsi dengan nilai intrisiknya adalah sebagai berikut:

    Nilai waktu = nilai opsi – nilai intrisik

    Nilai pasar opsi = nilai intrisik + nilai waktu

    Nilai suatu opsi dijual di pasar sebesar Rp200,- dan nilai instrinsiknya sebesar Rp150,-. Maka nilai dari waktu adalah Rp200,- – Rp150,- = Rp50,-

    KONTRAK OPSI SAHAM DI BEI

    Kontrak Opsi Saham (KOS) adalah efek yang memuat hak beli (call option) atau hak jual (put option) atas saham induk (underlying stock) dalam jumlah dan harga pelaksanaan (strike price/exercise price) tertentu, serta berlaku dalam periode tertentu. Sebagaimana layaknya saham, KOS adalah surat berharga yang juga dapat diperjualbelikan, namun yang diperjualbelikan adalah hak beli atau hak jual.

    Hak beli (call option) adalah suatu kontrak dimana pembeli (taker call) KOS diberi hak oleh penjual (writer call) KOS untuk membeli saham acuan (underlying stock) dalam jumlah dan pada harga pelaksanaan (strike price/exercise price) tertentu dan berlaku dalam periode waktu tertentu. Taker call berhak sepenuhnya untuk meng-exercise hak belinya atau tidak, sampai dengan waktu jatuh tempo. Penjual call option (writer call), wajib untuk menyerahkan atau menjual saham acuan (underlying stock) dalam jumlah dan pada harga pelaksanaan (strike price/exercise price) dimaksud kepada pembeli call option (taker call) karena telah menerima call premium (harga call option) dari pembeli call option tersebut.

    Hak jual (put option) adalah suatu kontrak dimana pembeli (taker put) KOS diberi hak oleh penjual (writer put) KOS untuk menjual saham acuan (underlying stock) dalam jumlah dan harga pelaksanaan (strike price/exercise price) tertentu dan berlaku dalam periode waktu tertentu. Taker put berhak sepenuhnya untuk meng-exercise hak jualnya atau tidak, sampai dengan waktu jatuh tempo.

    Beberapa manfaat KOS bagi investor:

    1) Berfungsi sebagai sarana lindung nilai (hedging) investasi terhadap pada saham acuan (underlying stock).

    2) Bagi investor yang telah memiliki saham acuan (underlying stock option) dapat menerima tambahan income selain dari dividen, yaitu dengan menerbitkan call option (call option writer/seller) atas saham mereka, untuk itu investor memperoleh pasif income berupa call premium yang dibayarkan oleh taker call.

    Opsi jual adalah ” Opsi yang memberikan hak kepada pemegang nya untuk menjual sejumlah tertentu saham suatu perusahaan tertentu kepada penerbit opsi pada harga tertentu setiap waktu sampai suatu tanggal tertentu ( tanggal jatuh tempo )”.

    Pengertian opsi jual yg di kemukakan, pada dasarnya ada empat hal penting yang perlu di perhatikan dalam kontrak opsi jual, yaitu :

    1. Perusahaan yang saham nya akan di jual
    2. Jumlah saham yang akan di jual
    3. Harga Penjualan atau harga penyerahan (excercise price)
    4. Tanggal Jatuh tempo

    Contoh :

    pada tanggal 10 juni 2004 harga pasar saham PT A, adalah 2100 rupiah/lembar, pada tanggal tersebut B melakukan transaksi opsi jual saham PT A seharga 2000 rupiah/lembar hingga tanggal 10 agustus 2004. Harga opsi jual tersebut 300 rupiah/lembar.

    Didalam contoh tersebut harga penyerahan adalah 2000 rupiah, tanggal jatuh tempo adalah 10 agustus 2004 dan premi OPSI adalah 300 rupiah / lembar. jika B mengeksekusi opsi yang di milikinya, maka dia akan menerima 2000 rupiah per lembar saham, terlepas berapapun jg besarnya harga pasar saham PT A saham itu, dan menyerahkan saham opsi ke penerbit opsi.

    Keputusan melakukan opsi jual atau tidak, di tentukan oleh harga pasar saham opsi dan harga penyerahan nya.

    Pasar price jual opsi laba/rugi

    ( Rp) ( Rp ) ( Rp ) ( Rp ) ( Rp )

    1.300 2.000 700 300 400 ….. (1)

    1.500 2.000 500 300 200 …… (1)

    1.700 2.000 300 300 0 ….. (2)

    2.000 2.000 0 300 (300) …… (3)

    2.100 2.000 0 300 (300) …… (3)

    2.300 2.000 0 300 (300) …… (3)

    2.500 2.000 0 300 (300) …… (3)

    Dari tabel , tampak keuntungan maksimal dari opsi jual akan terjadi pada saat harga pasar optioned stock bernilai nol. Kerugian maksimal opti jual adalah sebesar harga opsi tersebut. Kerugian ini terjadi pada saat harga pasar saham sama dengan, atau lebih tinggi dari exercise price.

    Keterangan dari Tabel di atas :

    1. Pada saat harga pasar optioned stock(saham opsi) jauh lebih rendah dari exercise price (harga eksekusi), maka opsi jual bernilai positif (+) , & put holder(pemegang opsi jual) akan menggunakan haknya. Opsi ini disebut in the money. Dalam hal ini opsi jual merupakan selisih antara exercise price dengan harga pasar saham.

    OPSI JUAL = HARGA PENYERAHAN – HARGA PASAR SAHAM

    1. Pada saat harga pasar option stock lebih tinggi dari exercise price, maka opsi jual bernilai nol & put holder tidak akan menggunakan haknya, karena ia bisa menjual sahamnya dengan harga yang lebih tinggi di pasar.

    HARGA PASAR OPSI > HARGA PENYERAHAN = OPSI JUAL BERNILAI NOL

    Kerugian maksimal yang diderita put holder ( karena tidak menggunakan haknya ) akan identik dengan premium opsi (premi opsi) yang telah dibayarkan kepada put writer(penerbit opsi). Opsi ini disebut out of the money

    1. Pada saat harga pasar saham sama dengan exercise price, maka opsi jual bernilai nol & put holder akan menanggung kerugian sebesar premium opsi yang telah dibayarkan kepada put writer. Opsi ini disebut at the money.

    HARGA PASAR SAHAM = HARGA PENYERAHAN= OPSI JUAL BERNILAI NOL

    BAB III

    PENUTUP

    Options (Opsi) adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli (call options) atau menjual (put options) underlying assets pada harga tertentu yang ditetapkan sekarang (strike/exercise price atau harga patokan/tebus), untuk penyerahan pada waktu tertentu di masa yang akan datang (expiration date).

    Mekanisme perdagangan opsi yaitu pihak penjual call option (melalui broker yg ditunjuk) menyerahkan sejumlah saham yang dijadikan patokan kepada OCC dan pembeli opsi yang akan melaksanakan call option membeli saham tersebut dari OCC.

    DAFTAR PUSTAKA

    Brealey, Richard A.; Myers,s Stewart (2003), Principles of Corporate Finance (7th ed.), McGraw-Hill, Chapter 20

    Christhoper Pass, dkk. 1997. Kamus Lengkap Ekonomi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Edisi kedua.

    [1] Christhoper Pass, dkk. 1997. Kamus Lengkap Ekonomi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Edisi kedua.

    [2] Brealey, Richard A.; Myers, Stewart (2003), Principles of Corporate Finance (7th ed.), McGraw-Hill, Chapter 20

    Bagaimana cara memilih opsi biner yang tepat untuk Anda?

    Apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membeli opsi biner? Pertama, Anda harus mendaftar di situs web broker dan mendepositkan sejumlah uang yang akan Anda gunakan untuk membeli opsi. Itu saja dan kemudian Anda dapat mulai melakukan trading.

    Untuk membeli opsi, Anda harus memilih beberapa parameter:

    • Aset Dasar,
    • Harga,
    • Waktu dan periode validitas.

    Harga dan waktu sangat mudah untuk diperhitungkan, bahkan untuk para pemula sekalipun. Namun, modal adalah parameter yang harus lebih Anda perhatikan. Modal adalah hal pertama yang harus Anda tentukan.

    Ide pokok aset dasar

    Aset dasar menentukan objek yang diperdagangkan, misalnya apa yang akan diperdagangkan oleh para trader. Sederhananya, aset dasar merupakan penentuan objek yang akan terlihat pada diagram.

    Misalnya, broker opsi mana pun akan menawarkan sejumlah besar opsi yang akan membuat para pemula kebingungan. Namun, dalam kenyataannya semua itu lebih sederhana dan dapat diakses dengan mudah.

    Semua variasi dapat dibagi ke dalam beberapa kategori.

    Mata uang

    Mata uang biasanya diperdagangkan di Forex. Namun, mata uang juga ada di pasar opsi biner dan selalu berpasangan. Misalnya, IDR/USD.

    Saat Anda melihat kombinasi mata uang tersebut, Anda harus melakukan trading berdasarkan nilai tukar dari mata uang awal yang akan bergerak sehubungan dengan mata uang kedua. Misalnya, di awal trading, Rupiah lebih mahal 1.3022 kali daripada Dolar, dan kemudian diagram IDR/USD akan berada pada titik 1.3022. Trader dapat membuka posisi berikut: 13350 jika menurutnya diagram akan bergerak naik atau 1.3300 jika menurutnya diagram akan bergerak turun.

    Keuntungan atau kerugian yang akan diperoleh bergantung pada ketepatan perkiraan. Kelebihan opsi biner adalah trader tidak perlu memprediksi pertumbuhan harga yang tepat. Satu titik saja sudah cukup untuk mendapatkan pemasukan.

    Saham

    Saham dari berbagai perusahaan seperti HSBC atau Apple juga dapat diperdagangkan. Berbagai faktor mempengaruhi tren kenaikan dan mengubah nilai saham. Tugas utama trader adalah untuk memprediksi dengan tepat arah dari tren tersebut.

    Trading jenis ini lebih sederhana karena trader hanya menganalisa nilai saham dan tidak ada pasangan mata uang yang perlu diperdagangkan.

    Trading saham adalah salah satu pasar yang paling tua dan tradisional. Namun, kesulitannya adalah dalam pasar ini Anda harus memilih saham perusahaan yang tepat yang terpercaya. Ada beberapa perusahaan yang nilai sahamnya lebih menguntungkan dari pada beberapa mata uang tertentu.

    Indeks

    Nilai aset ditetapkan dengan indeks. Misalnya, jika suatu indeks mencakup dua aset (saham dari dua perusahaan) dengan nilai yang sama dan nilai dari salah satu asetnya turun secara drastis, dan nilai saham yang lainnya sedikit naik, indeks keseluruhan akan jatuh.

    Ada berbagai jenis indeks, tapi aturannya adalah, hanya yang paling populer saja yang diperdagangkan. Yang paling terkenal dan populer adalah indeks Dow Jones dan Nasdaq (AS). Indeks Dow Jones mencakup saham perusahaan-perusahaan teknologi tinggi dan indeks Nasdaq mencakup perusahaan-perusahaan terbesar di industri Amerika.

    Dalam praktiknya, saat trading indeks, trader akan melihat diagram fluktuasi. Tugas trader adalah untuk memprediksi tren indeks di masa yang akan datang.

    Komoditas

    Aset ini adalah yang paling sederhana dan mudah diakses. Tidak hanya mata uang dan saham yang diperdagangkan di pasar trading, komoditas ternyata juga termasuk. Sebagai contoh, komoditas yang diperdagangkan adalah minyak, logam mulia, kain, daging babi, atau gandum. Harganya juga terus berubah-ubah. Para trader berpeluang untuk meraup keuntungan dengan membeli opsi komoditas dan memperkirakan perubahan harganya.

    Peringkat broker opsi biner:
    Opsi biner dan forex
    Tinggalkan Balasan

    ;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: