Contoh Kasus Insider Trading Di Indonesia – Bali Siapkan RS Alternatif Terkait Corona, DKI Timbang

Peringkat broker opsi biner:

Kasus Insider Trading Saham Danamon, BEI Temui UBS Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menemui manajemen UBS Indonesia pada hari ini terkait terkuaknya kasus insider trading atau kecurangan transaksi saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk karena pendahuluan informasi yang dilakukan oleh mantan Country Head UBS Group AG.

Seperti diketahui, mantan Country Head UBS Group AG, Rajiv Louis, dinyatakan melakukan insider trading terkait transaksi saham Bank Danamon. Transaksi tersebut dilakukan oleh Rajiv Louis melalui broker di Singapura pada 2020.

“Siang ini kami akan menemui pihak UBS Indonesia. Kami mau menanyakan beberapa hal dan meminta informasi,” ujar Direktur Utama BEI, Tito Sulistio saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (16/10).

Tito menjelaskan, saat ini pihaknya tengah memulai penyelidikan terhadap kasus tersebut. Ia mengakui jika penyelidikan kali ini sulit dilakukan karena transaksi tersebut dilakukan oleh broker asing yang sesuai aturan tidak bisa secara mudah diungkap ke publik.

“Karena transaksi ini kan melalui broker asing yang tidak tahu siapa dan tidak di Indonesia. Intinya melalui pihak asing. Kita lagi mau penyelidikan siapa broker ini, kita coba cari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tito menyatakan bahwa UBS Indonesia tidak tersangkut secara langsung dengan kasus ini. Pasalnya, transaksi insider trading tersebut dilakukan oleh Rajiv melalui rekening bank istrinya di Singapura.

“Intinya kita ketemu dan tanya beberapa hal ke UBS. Bukan UBS (yang terkait langsung), kan itu pribadi. Bukan UBS,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam UU No. 8/1995 tentang Pasar Modal, disebutkan bagi mereka yang melakukan kegiatan yang tergolong perdagangan orang dalam dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar.

Lebih lanjut, kasus insider trading yang terjadi tiga tahun lalu tersebut muncul ke permukaan setelah The Monetary Authority of Singapore (MAS) mengumumkan perkara itu pada Rabu (14/10).

Peringkat broker opsi biner:

Seperti diberitakan Reuters, MAS mengganjar Rajiv Louis, dengan hukuman denda penalti sebesar S$434.912, atau setara dengan US$312.965, tanpa tuntutan hukum.

Aturan Segera Rampung, Anak Usaha BUMN Bakal Lebih Mudah IPO
Dirut BEI Sebut 21 Emiten Belum Patuhi Aturan Saham Publik
BEI Imbau Perusahaan Berutang ‘Jumbo’ untuk IPO

MAS membeberkan Louis membeli saham 1 juta lembar saham Bank Danamon pada Maret 2020 lewat akun bank milik istrinya di Singapura setelah mendapat informasi nonpublik atas rencana akuisisi saham Danamon oleh DBS Group Holdings Ltd di negeri Singa tersebut.

DBS kemudian mengumumkan penawarannya atas saham Bank Danamon pada April 2020. Hal itu membuat Rajiv meraup untung hingga S$173.965. Rajiv kemudian bergabung dengan Carlyle Group LP setahun kemudian sebagai managing director di tim pembelian kawasan Asia dan bertanggung jawab terhadap investasi di Indonesia.

Kepada Reuters, pihak Carlyle Group LP menyatakan telah memecat Rajiv terkait penetapannya sebagai pelaku dari kasus insider trading tersebut. (gir/gir)

Menilik Kasus Insider Trading di Indonesia

Anda pernah mendengar kasus mengenai insider trading di Indonesia? Apakah yang dimaksud dengan insider trading? Bagi anda yang sudah lama berkecimpung dalam dunia investasi tentu sudah pernah mendengar dan memahami istilah ini. Namun bagi anda yang pemula dalam investasi, ada baiknya kita mulai membahas kasus ini sebagai tambahan pengetahuan kita.

Secara harafiah insider trading diartikan sebagai perdagangan orang dalam. Maksudnya adalah perdagangan sekuritas perusahaan oleh orang-orang dalam perusahaan tersebut. Dalam konteks pasar modal dan hukum, istilah ini dilekatkan pada kegiatan ilegal dan pantas dikenai sanksi atau hukuman. Apa pasal? Perdagangan efek tersebut dilakukan karena adanya informasi penting dari orang dalam yang menginginkan keuntungan secara finansial. Orang dalam tersebut pastilah bisa mendapatkan informasi-informasi yang sebenarnya bersifat internal, seperti rencana dan keputusan perusahaan yang belum dibuka di publik. Informasi tersebut yang “dijual” bersamaan dengan penjualan sekuritas.

Praktik insider trading ini tentu saja merugikan bagi pasar uang suatu negara. Pasalnya, kepercayaan investor terhadap pasar tersebut tentu saja akan amat sangat berkurang. Bagaimana tidak, ada orang-orang yang memiliki informasi internal yang tak dimiliki sejumlah investor lainnya. Tentu saja orang dengan informasi internal tersebut bisa memperoleh keuntungan yang lebih besar dari pada investor lainnya. Belum ditambah dengan praktik insider trading ini melanggar asas paling penting dalam pasar modal, yaitu keterbukaan.

Insider Trading: Kasus di Indonesia

Di awal tadi sudah disinggung bahwa dari sekian banyak peraturan hukum di tiap negara di dunia, praktik ini termasuk ilegal, begitu juga di Indonesia. Regulasi yang mengatur, salah satunya, tentang praktik insider trading ini adalah UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Insider, dalam UU tersebut, disebutkan sebagai orang yang bekerja di emiten atau perusahaan publik dan mengetahui informasi dalam perusahaan yang tidak diketahui publik.

Salah satu kasus besar yang baru-baru ini terkuak (tahun 2020) adalah praktik insider trading yang melibatkan Rajiv Louis, mantan petinggi UBS Indonesia. Rajiv disebut-sebut memborong saham 1 juta lembar saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) pada Maret 2020. Dia mendapatkan informasi non-publik atas rencana akuisisi saham PT Bank Danamon Tbk oleh DBS Group Holdings Ltd di Singapura. Untuk melicinkan namanya, dia membeli saham tersebut menggunakan akun saham istri.

Tepat satu bulan setelah transaksi saham yang dilakukan, DBS mengumumkan penawaran atas saham PT Bank Danamon Tbk. Keuntungan yang diterima Rajiv tidak tanggung-tanggung, yaitu sebesar 173.965 Dollar Singapura. Rajiv kemudian diceritakan masuk sebagai managing director di Carlyle Group setahun kemudian. Dia bertanggung jawab atas investasi di Indonesia.

Bagai peribahasa “sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga,” Rajiv pun kena getahnya. Dia dikenai denda oleh otoritas The Monetary Authority of Singapore (MAS) sebesar 434.912 Dollar Singapura atau (saat itu) 312.965 Dollar Amerika Serikat tahun 2020 lalu.

Apa yang dilakukan oleh otoritas di Indonesia? Mendengar kasus tersebut, pihak BEI waktu itu dikabarkan sedang mengawali penyelidikan. Masalahnya, penyelidikan ini dianggap sulit ditempuh karena transaksi dilakukan oleh broker asing (Singapura) dan tidak dilakukan di Indonesia. Penyelidikan menjadi terhampat karena terbentur aturan.

Berbagai pihak, baik dari BEI maupun dari pengamat hukum, melihat bahwa penyelidikan mengenai praktik insider trading ini sulit untuk dibuktikan. Salah satu pembuktian yang sulit adalah apakah betul ada informasi dari orang dalam yang digunakan pihak investor untuk melakukan transaksi yang nantinya akan merugikan pihak lain. Pasalnya, informasi itu bisa saja berbentuk lisan yang tentu saja bukan bukti fisik, yang punya kekuatan hukum yang rendah.

Hal ini dikuatkan juga oleh para pakar hukum pasar modal. Menurut informasi yang ada kesulitan pembuktian itu juga karena UU Pasar Modal yang dianggap sudah ketinggalan jaman. Artinya, cara orang-orang untuk mempraktikkan hal ilegal tersebut sudah sangat canggih, sementara UU Pasar Modal yang menjadi pengawas dari perilaku tersebut tidak mendapatkan pembaruan yang dibutuhkan.

Namun apapun yang menjadi halangannya, tentu kita pantas berharap agar praktik-praktik seperti ini dapat diungkap semua dengan terang. Pada dasarnya pasar modal punya prinsip keterbukaan, publik bisa menilai mana yang paling tepat untuk digunakan investasi, publik juga punya kesempatan yang sama untuk menanamkan danaya pada saham tertentu. Maka upaya dari pihak berwenang untuk mengoptimalkan pembuktian sudah barang tentu diharap-harapkan oleh para investor di negeri ini.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: