Forex Dapat Mengubah Hidup Anda Trading binary options using macd indicator

Peringkat broker opsi biner:

Menggunakan MACD Untuk Trading Binary Options

Dibaca Normal 9 menit

MACD adalah salah satu indikator yang bisa mengkonfirmasi arah dan kekuatan tren. Indikator ini ternyata juga sangat bermanfaat untuk trading di binary options.

Follow the trend adalah salah satu prinsip yang dianut oleh banyak trader dalam mencapai kesuksesan. Banyak peluang tercipta dari tren harga, dan mengikuti pergerakannya untuk mendapatkan analisa yang tepat merupakan salah satu cara trading yang banyak diadopsi oleh trader, baik di spot forex maupun binary options. Meskipun tampak mudah, trader kadang masih perlu menerapkan strategi trend trading untuk membantu mengenali, menganalisa, dan menempatkan option sesuai dengan tren yang sedang terjadi.

Pada pembahasan mengenai strategi trend trading, telah disebutkan tentang penggunaan analisa teknikal dan jenis trading. Salah satu indikator teknikal yang dapat mengidentifikasi tren, Moving Average (MA), merupakan suatu perangkat yang sangat diandalkan oleh trend trader. Selain mengenali tren, analisa pada strategi trend trading juga melibatkan tahap konfirmasi tren. Mengapa hal ini perlu?

Pada kenyataannya, MA saja tidak cukup untuk mengkonfirmasi arah tren dan mengetahui kekuatan pergerakannya. Trader perlu menganalisa apakah tren masih akan terus berlanjut atau segera berakhir agar dapat menempatkan option dan expiry time dengan benar. Salah satu indikator yang banyak digunakan sebagai konfirmator adalah Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang sering diaplikasikan bersamaan dengan MA.

Sekilas Tentang MACD

MACD adalah salah satu indikator yang dapat menunjukkan arah trend dan juga momentum pasar. Kerap dimasukkan ke dalam kategori oscillator, trader sering memanfaatkan indikator ini untuk mengkonfirmasi arah dan mengetahui kekuatan suatu tren. MACD terdiri dari 2 komponen, yaitu garis sinyal dan area MACD. MACD dihasilkan dari selisih Exponential Moving Average (EMA) 12 dengan EMA 26, sedangkan garis sinyal merupakan Simple Moving Average (SMA) 9 dari nilai MACD itu sendiri.

Sinyal indikator ini diambil dari posisi area MACD terhadap garis 0. Jika area MACD berada di atas garis 0 (di zona positif), maka dapat dijadikan sebagai konfirmator uptrend. Sebaliknya, downtrend dapat terkonfirmasi jika MACD berada di zona negatif (di bawah garis 0). Lebar area MACD bisa digunakan sebagai penanda kekuatan tren. Semakin lebar area MACD, atau semakin jauh bar-bar MACD dari garis 0, maka semakin kuat pula tren yang sedang terjadi.

Selain itu, trader juga bisa mengambil sinyal overbought dan oversold dari MACD. Indikasi tersebut bisa dianalisa dari perpotongan garis sinyal dengan area MACD. Kondisi oversold terjadi apabila MACD memotong garis sinyal dari bawah, sedangkan posisi overbought terkonfirmasi saat MACD memotong garis sinyal dari arah atas.

Trading Binary Options Dengan MACD

Dalam binary options, trader perlu mengetahui kekuatan tren agar bisa menempatkan option “call” atau “put” dengan lebih meyakinkan. Selain itu, analisa pada kekuatan tren juga diperlukan agar trader bisa memperkirakan expiry time yang tepat. Meski trader sudah membuka option sesuai dengan arah tren, posisi tersebut tetap bisa berakhir out-of-the-money jika option ditutup saat tren harga mengalami perubahan.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, konfirmasi arah dan kekuatan tren dengan MACD perlu dilakukan. Secara sederhana, trader dapat memperhatikan momentum persilangan MACD dengan garis sinyal untuk membuka option sesuai arah tren.

Pada grafik di atas, tampak bahwa jika option “put” dibuka berdasarkan indikasi MACD yang memotong garis sinyal dari atas di nomor (1),(3), dan (5), posisi tersebut akan berakhir in-the-money. Peluang option “call” juga muncul pada indikasi nomor (2) dan (4), dimana MACD terlihat memotong garis sinyal dari arah bawah.

Peringkat broker opsi biner:

Beberapa strategi trading binary options yang mengaplikasikan penggunaan MACD juga melibatkan beberapa jenis indikator tren seperti 2 jenis MA yaitu SMA dan EMA. Disamping itu, MACD juga bisa difungsikan dalam trading boundary di binary options.

Trend Trading Dengan MACD
Sesuai dengan fungsinya, MACD berperan sebagai konfirmator gambaran tren yang sudah teridentifikasi di chart oleh indikator lain. Dalam hal ini, trader bisa menggunakan SMA, EMA, ataupun Parabolic SAR sebagai indikator tren utama.

  • Kombinasi SMA dengan MACD

SMA adalah salah satu jenis MA yang sangat populer di kalangan trader. Meski terhitung memiliki respon yang lebih lambat dari EMA, indikator ini sering dipilih karena menghasilkan false signal yang lebih sedikit. Salah satu contoh penggunaan SMA dengan MACD dapat dilihat pada setup grafik di bawah ini:

Strategi tersebut dirancang oleh James Ayetemimowa, dan telah banyak dipublikasi ulang di berbagai situs binary options. Time frame yang digunakan di chart tersebut adalah 5 menit. Trader bisa menggunakan time frame manapun karena strategi ini tidak terbatas di time frame 5 menit saja. Tampak bahwa pada chart harge, ada 2 garis SMA yang dipasang dengan periode 50 dan 100.

Tren bullish teridentifikasi ketika SMA 50 (garis hijau) berada di atas SMA 100 (garis merah). Hal yang sebaliknya berlaku untuk tren bearish. Pergerakan harga di atas menunjukkan downtrend yang ditandai dengan posisi SMA 50 di bawah SMA 100. Untuk entry di posisi yang tepat, trader bisa memperhatikan perpotongan MACD dengan garis sinyal, atau posisi harga yang terkoreksi di atas garis-garis MA. Poin-poin overbought yang ditandai dengan area pink di atas bisa dijadikan sebagai sinyal “put” yang efektif.

  • Kombinasi EMA dengan MACD

Pada penggunaan EMA, sinyal option diambil dari persilangan EMA yang dikonfirmasi dengan perpindahan MACD dari area positif ke negatif atau sebaliknya.

Contoh gambar di atas menampilkan penggunaan EMA 7 dan EMA 26, indikasi option “call” muncul ketika EMA 7 memotong EMA 26 dari bawah ke atas. Di saat yang bersamaan, MACD bergerak meninggalkan zona negatif dan kemudian berpindah ke atas level 0.

Meski dengan penggunaan EMA yang berbeda periode, cara analisa yang sama masih bisa diterapkan:

Kali ini, EMA yang digunakan adalah EMA 4 dan EMA 10. Downtrend harga terkonfirmasi ketika EMA 4 memotong EMA 10 dari atas dan area MACD berpindah ke zona negatif (1). Akan tetapi, ketika MACD memotong garis sinyal dari bawah (2), sinyal “call” yang muncul tidak terlalu meyakinkan karena harga tidak menunjukkan perubahan tren dan masih berada di bawah EMA. Sinyal option baru tampak lagi(put) ketika EMA 4 memotong EMA 10 dari arah atas lagi, dan MACD kembali bergeser ke zona negatif (3).

Trader yang menginginkan setup lain bisa menambahkan RSI atau jenis oscillator lainnya untuk melengkapi konfirmator sinyal entry option. Selain itu, trader juga bisa menyesuaikan sendiri penggunaan MACD dengan sistem trading yang telah diterapkannya.

Boundary Trading Dengan MACD
Selain mengkonfirmasi tren, MACD juga bisa difungsikan untuk mengenali harga yang sedang sideways. Kondisi ini bisa membantu trader untuk bisa menempatkan option dengan boundary trading.

Pada grafik di atas, tampak bahwa pergerakan MACD yang masih berada dalam jangkauan tersebut menunjukkan harga yang juga bergerak secara sideways. Agar pengaturan indikator dan penempatan option bisa berjalan dengan baik, trader bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Untuk memberikan range atau batasan yang mengindikasikan pergerakan sideways, trader perlu menambahkan level 0.0005 dan -0.0005 pada indikator MACD.
  2. Setelah sideways teridentifikasi dari area MACD yang pergerakannya terbatas di range tersebut, trader bisa mencari support dan resistance dari pergerakan harga saat ini.
  3. Boundary trading bisa dilakukan sesuai dengan range harga broker dan support-resistance harga. Option “in” dapat dipilih jika range harge broker tidak lebih jauh dari support dan resistance. Sebaliknya, option “out” bisa dipilih apabila range harga broker ternyata berada diluar batasan support dan resistance.
  4. Pada broker yang tidak menentukan range harga, trader bisa dengan mudah mengatur range atas dan bawah sesuai support dan resistance lalu memilih opsi “in”. Sementara jika masih kurang yakin jika harga akan bertahan di range tersebut saat expiry time habis, Anda bisa memilih option “out” dengan pengaturan range yang sama.

Selain untuk boundary trading, penggunaan MACD yang dipasangi range ini juga bisa diterapkan untuk trading breakout. Bila MACD bergerak keluar range bawah -0.0005, trader bisa mengambil sinyal breakout itu dengan membuka option “put”. Di sisi lain, breakout MACD dari range atas 0.0005 dapat dimanfaatkan dengan menempatkan option “call”. Tentunya, jenis trading yang digunakan di sini adalah high/low.

Menentukan Expiry Time

Setelah mengetahui cara entry option dengan teknik-teknik MACD di atas, trader binary options kemudian perlu menentukan expiry time yang tepat agar option bisa berakhir in-the-money. Tidak ada aturan baku dalam menyusun strategi exit di sini, karena expiry time umumnya ditentukan sesuai jangka waktu trading dan time frame yang digunakan. Karena MACD bisa diterapkan pada time frame apapun, maka penyesuaian expiry time bisa dicocokkan dengan jangka waktu trading saja.

Expiry time yang ditetapkan 3 kali lebih besar dari time frame dinilai dapat membatasi durasi option dengan waktu yang paling proporsional. Misalnya, pada time frame 15 menit, expiry time bisa ditetapkan pada 45 menit. Namun, hal ini tidak selalu mutlak diterapkan pada setiap option. Jika dalam prosesnya harga menunjukkan pergerakan yang kurang menjanjikan, trader masih bisa menggunakan fasilitas broker untuk menambah (rollover) atau mempercepat (early closure) waktu expiry time. Kedua fasilitas ini sebaiknya digunakan dengan perhitungan yang lebih teliti, karena pemakaian yang kurang tepat akan beresiko membatasi keuntungan dan menambah komisi trading.

Kesimpulan Dan Saran

Penggunaan MACD tidak hanya populer di kalangan trader forex, tetapi juga untuk trader binary options. Meski hanya menjadi alat konfirmator, MACD memiliki peranan penting dalam analisa trading di binary options. Indikator ini bisa mengkonfirmasi tren, menentukan kekuatan tren, menemukan posisi entry yang tepat, dan membantu mengenali peluang trading dari kondisi sideways. Untuk mendapatkan analisa tren terbaik, indikator yang paling sering dipasangkan dengan MACD adalah tipe-tipe Moving Average. Meski demikian, trader juga bisa menggabungkan MACD dengan oscillator dan indikator tren lain seperti Parabolic SAR.

Teknik membatasi MACD dengan range bisa dijadikan acuan untuk boundary trading ataupun breakout trading. Namun, trader tetap disarankan untuk tidak hanya menggunakan range tersebut sebagai satu-satunya panduan dalam menentukan jenis trading dan option yang tepat. Karena resiko false signal yang masih ada, akan lebih baik jika trader menggunakan konfirmasi dengan indikator lain sebelum mengambil keputusan trading.

Namun, hal tersebut tidak lantas menghindarkan option dari potensi kegagalan. Kesalahan sinyal tetap mungkin terjadi, sehingga trader sebaiknya memastikan dulu efektivitas penggunaan MACD di akun demo. Anda bisa memanfaatkan platform trading demo dari broker-broker yang menyediakan akun demo gratis untuk menguji strategi trading ini. Selain itu, menerapkan money management juga perlu dilakukan untuk membatasi angka kerugian dari option yang gagal.

Indikator Terbaik dan Akurat untuk Trading Forex

5 / 5 ( 3 ) Bicara indikator terbaik dan akurat untuk trading forex mungkin sudah menjadi pencarian yang sudah sangat lama, bahkan usang. Soalnya banyak juga yang sudah menjadi trader lebih dari 3 tahun atau lebih masih mencari indikator terbaik dan akurat untuk trading forex.
Memang yang namanya trader gak pernah bosen untuk melakukan kegiatan yang satu ini, maklum mencari memang saat-saat yang paling indah, apalagi jika telah menemukan sesuatu yang baru. Lagi anget-anget tahi ayam kata orang, bikin kita bahagia banget. Dipacari sementara, tapi lama-lama ketika bosen, ya mencari pacar baru lagi. Entah kenapa, orang koq sering bosen ya, apalagi jika melihat ada yang lebih baik dan lebih ‘cling’ lagi… hihihihi.

Anehnya, setiap trader saya rasa sudah menggunakan indikator terbaik menurut versi mereka, karena setiap trader juga sudah melakukan pencarian indikator terbaik dan digunakannya… tetapi koq ya masih loss dan MC… kenapa ya? Banyak strategi di blog-blog, mereka si owner blog juga bilang, “simple dan profitable” tetapi mengapa user dan follower tidak juga profit konsisten?
Indikator MACD begini begini begini….
Indikator Bolinger Banda begini-begini begini….
Indikator RSI begini begini begini….
Indikator custom bla bla bla….
Akhirnya download ……….

Ada banyak trader juga sudah mempelajari bagaimana cara kerja indikator grafik pada umumnya. Lebih baik lagi, mereka sudah bisa menggabungkan beberapa indikator dan melihat bagaimana sinyal perdagangan mereka berjalan dengan baik. Hal ini pun sudah dilakukan tetapi pada akhirnya? Masih sering loss juga dibanding profitnya…
Kemudian ganti lagi indikatornya dan ganti pula strateginya…. Entah di “kota mana” akan tertambat hatinya dan berhenti diperempatan batas lalu mencintai selamanya. Khakhakhakhakha.. Ujung-ujungnya; masih seperti dulu…”kecewa”.
Ternyata sobat, masalahnya adalah bahwa kita tidak hidup di dunia yang sempurna, dan masing-masing indikator memiliki ketidaksempurnaan. Itulah sebabnya banyak trader menggabungkan berbagai indikator secara bersama sehingga mereka dapat “mengisi” satu sama lain. Mereka mungkin memiliki 3 indikator yang berbeda dan mereka tidak akan memasuki pasar kecuali 3 indikator tersebut memberikan sinyal yang sama. Bahkan lagi, sudah digabung-gabung, juga masih sering memberikan sinyal flase-nya. Lalu trader merasa: serba salah…
Kemudian dibuang indikator-indikator itu, lalu berganti dengan pola candle dan naked trading. Belajar lagi lebih tekun, alasan utamanya karena ‘menarik’ dan tidak akan terjebak yang namanya indikator lagi…, tidak semua trader bisa trading naked.

Mereka mendalami, serius…. apa yang terjadi kemudian…? Lho, koq ya masih loss dan MC lagi.
Dengan alasan belajar dan belajar, trader ini melanjutkan semangatnya… bahwa “forex mesti bisa ditaklukkan!” hehehehehe
Setelah babak belur dengan naked trading, kembali melirik-lirik indikator… soalnya melihat kawannya mengggunakan indikator tertentu dan profitable. Akhirnya, ya come back. hahahahahaha

Anda melanjutkan perjalanan Anda sebagai seorang trader, Anda meyakini telah menemukan indikator baru yang paling cocok untuk Anda. Setiap trader di luar sana telah berusaha untuk menemukan “kombinasi ajaib” indikator yang akan memberikan sinyal yang tepat sepanjang waktu, tetapi kenyataannya? Kembali Anda tidak menemukan sesuatu yang Anda cari, yang holygrail…! Ya, karena kenyatannya adalah bahwa tidak ada hal yang seperti yang Anda inginkan itu.
Apa yang telah anggap sebagai indikator “kombinasi ajaib” pun akhirnya ajaib beneran… sekali “cling. ” Hilang. Dan tidak ada gunanya lagi…bagi Anda.

Beralih ke EA…
Awal-awal yang baik untuk sesuatu yang menghasilkan dalam trading forex. Pada saatnya, nasibnya juga ternyata sama… “tidak ada kesempurnaan di dunia ini”. Meski konsep sesungguhnya tentang EA ini adalah: “Tergantung pribadi masing-masing…! EA dibuat untuk mempermudah perdagangan kita ini sama halnya jika kita memiliki usaha dan kita sudah memiliki systemnya maka kita hanya membutuhkan asisten untuk mempermudah pekerjaan kita….. EA sebenarnya bukanlah sesuatu yg buruk…. Trading adalah perdagangan, dan indikator sama halnya dengan sebuah timbangan dalam perdagangan, sedangan EA sama halnya asisten yang mewakili diri kita….! Bahkan contest EA sendiri berhadiah lebih besar ketimbang contest forex….!” Demikian kata guru saya: Vdj Valas.
Hemmm…. akhirnya saya banyak belajar dari kesimpulan perjalanan seorang trader, “Ketika orang mencari kesempurnaan di dunia ini, ujungnya adalah kekecewaan. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan”
Nah sekarang, trader mau mencari apa. Dari tadi koq disalahkan mulu….
Oh gak Boss…! Saya gak menyalahkan trader…! Apa yang pernah Anda jalani, saya juga mungkin lebih dulu mengalaminya koq… !
Piss…..

Coba kalau sekarang saya mau ngomong seperti ini… “Boss…. saya sudah bilang, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Mari kita berbuat yang terbaik meski tidak sempurna dan bersyukur kita masih memiliki otak dan akal. Jadi yang tidak sempurna itu kita lengkapi bagaimana agar ‘paling tidak’ mendekati sempurna.

Nah. saya ingin mendorong Anda untuk mempelajari setiap indikator yang Anda gunakan sampai Anda mengetahui bagaimana kecenderungan relatif terhadap pergerakan harga, kemudian dengan kombinasi Anda sendiri yang Anda mengerti dan yang sesuai dengan gaya trading Anda. Yang penting ketika trader menggunakan indikator, dia gunakan otaknya dulu untuk memahami dan mengerti apa fungsi indikator itu, cara kerjanya seperti apa dan informasi apa yang akan didapatkan menggunakan indikator itu. Indikator yang tidak menjadi perdebatan ya indikator otak. Artinya, gunakan Indikator Terbaik kita yakni OTAK ini saat menggunakan indikator-indikator itu.
Biar kita ngerti dan mendapatkan informasi yang berguna buat trading saat menggunakan indikator apapun. Mungkin ini PR besarnya seorang trader ketika membaca tulisan ini. Yang penting tetap belajar dan berlatih, maksimalkan Potensi OTAK kita untuk mengetahui “PERILAKU MARKET”. Yang saya yakini, akan ada hasilnya jika kita tetap semangat dan berusaha. Insya allah.”

Optimalkan Otak kita dalam bertrading, karena itu Anugerah Tuhan yang telah diberikan kepada kita. Terus belajar dan belajar ilmu profitnya…!
Apa Anda masih bingung juga cara mengoptimalkan kerja otak? Khakhakahkahahaa… Setelah menjadi trader, lebih banyak ‘sering bingung’ nih…! Lebih gampang kalau cengar-cengir…
Ya, bahasan tentang hal ini masih panjang sebenarnya… tapi apa ente seneng baca? Jika ente seneng membacanya kan saya yang gak seneng nulisnya…’capek, tahuuuuu!’

Begini saja: Pahami bahwa otak kita pada akhirnya menjadi indikator terbaik dalam mengambil keputusan apapun (termasuk dalam hal ini keputusan OP). Jangan salahkan indikator Anda jika Anda loss atau MC…! Mosok mau meng-error-kan otak sendiri…? Ya jangan menuding-nuding otak Anda sendiri bahwa dia sumber malapetaka buat hidup Anda… ! Waspadai “trader gemblung” khakhakahkahaa….
Akhirnya, tidak bisa dipungkiri, otak lah yang paling baik untuk menganalisa market, karena kalau tidak salah semua indikator yang ada di trading ini adalah buatan dari manusia semua. tetapi selain itu yang harus kita ingat ada banyak faktor X-nya juga yang menghambat pemikiran kita, yaitu emosi setiap trader itu masing – masing.
Sebenarnya masalah ini belum selesai, tetapi tulisan ini harus selesai, sebelum gemblung. Gemblung karena selalu mencari indikator terbaik dan akurat untuk trading forex khakhakhakhaaa…!

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: