Forex Serakah Ketakutan, Cfd tipsters

Peringkat broker opsi biner:

Perbedaan Trading Forex Dan CFD

Dibaca Normal 4 menit

Trading Forex dan CFD sepintas terlihat hampir sama. Namun, jika kita ‘kuliti’ lagi, terdapat sekian perbedaan menyolok, antara lain dari aspek jenis produk dan layanan trading, faktor yang mempengaruhi pasar trading, serta aspek alasan para investor dalam memilih bertrading

Dalam melakukan trading Forex (Foreign Exchange) dan CFD (Contract For Difference), kedua transaksi instrumen investasi ini sepintas terlihat hampir sama. Keduanya sama-sama melibatkan proses eksekusi trading yang sama, menggunakan spread sebagai ‘cost of trading’, platform yang digunakan pun sama (metode harga dan grafiknya), keduanya pun diperdagangkan secara OTC (Over-The-Counter).

Namun, jika kita ‘kuliti’ lagi, terdapat sekian perbedaan menyolok antara trading forex dan CFD. Beberapa aspek yang membedakan trading forex dan CFD antara lain dari aspek jenis produk dan layanan trading, faktor yang mempengaruhi pasar trading, serta aspek alasan para investor dalam memilih bertrading forex atau CFD, yang diuraikan berikut ini.

1. Produk Dan Layanan Trading

Trading Forex telah spesifik memfokuskan pada perdagangan mata uang asing (valas). Metode trading forex mengkalkulasikan selisih ‘pairing’ valas yang diperdagangkan.

Sementara, CFD menyajikan bervariasi produk dan layanan trading berupa kontrak derivatif dari beberapa instrumen finansial seperti komoditas energi dan logam, saham, indeks, ekuitas, dan termasuk forex juga. Jadi, Anda bebas memilih kontrak atau trading dengan beragam mata uang dan nilai kenaikan (increment value) tergantung pada wilayah negara di mana aset-aset trading CFD berasal (Baca juga: Daftar Broker Penyedia CFD Saham).

2. Faktor Yang Mempengaruhi Pasar

Dalam bertrading forex maupun CFD, terdapat dinamika pasar yang dipengaruhi beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut cenderung berbeda untuk trading forex dan CFD.

Dalam trading forex, bursa tradingya secara umum terjadi dinamika (fluktuasi) yang biasanya dipengaruhi oleh situasi dan peristiwa global. Trading yang melibatkan kurs valas ini sangat dipengaruhi oleh faktor kondisi perpolitikan dan keamanan internasional, bencana alam maupun perang, kesejahteraan dan pembangunan perekonomian global, tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai faktor produksi ekonomi suatu negara yang bertrading forex.

Untuk trading CFD, faktor-faktor yang mempengaruhi bursa tradingnya lebih spesifik mengarah ke kondisi permintaan dan penawaran komoditi atau perubahan tren dari sektor bisnis komoditi yang diperdagangkan melalui kontrak CFD. Contoh faktor-faktor yang berdampak pada trading CFD yaitu fluktuasi bursa saham dan obligasi, lalu adanya perubahan harga internasional untuk produk atau komoditi yang paling tinggi permintaannya.

3. Alasan Investor Bertrading

Perbedaan antara trading forex dan CFD juga terletak pada alasan investor dalam memilih berinvestasi dalam bentuk forex atau CFD. Mayoritas investor memilih trading forex, disebabkan oleh beberapa alasan seperti untuk tujuan ‘hedging’, spekulasi, namun yang paling utama ialah untuk kegiatan investasi dan perdagangan internasional.

Perdagangan valas ini dilakukan oleh bank sentral, para investor institusional, dan para spekulator kecil (ritel). Forex juga diperdagangkan di pasar CFD, namun mayoritas diperdagangkan bank dan broker forex. Para investor atau trader kecil biasanya memilih kontrak forex yang tersedia dalam unit mini dan mikro.

Peringkat broker opsi biner:

Kemudian, alasan bagi para investor yang bertrading CFD umumnya didasari atas ketertarikan akan spekulasi finansial atau ‘hedging’. CFD dieksekusi dengan perpindahan dana dari tangan ke tangan, tapi tidak terdapat hak kepemilikan atas aset pokok yang disalurkan.

Posisi trading CFD baik ‘short positions’ maupun ‘long positions’ dapat dibuka tergantung pada sentimen aset dari seorang trader. Alasan investor bertrading CFD yang ditujukan untuk ‘hedging’ yakni untuk melindungi nilai investasi ekuitas dan komoditasnya menggunakan kontrak CFD tersebut. Walaupun bisa juga investor bermotivasi spekulasi, karena ingin bisa bertrading saham-saham dari negara lain tanpa modal besar.

Itulah beberapa poin yang membedakan trading forex dan CFD yang masih ‘kabur’ bagi sebagian trader. Maka, uraian dapat menjadi referensi anda para trader untuk memutuskan pilihan bijak untuk melangsungkan aktivitas trading anda, forex atau CFD. Selamat bertrading!

Keserakahan Dan Ketakutan Dalam Trading Forex

Dibaca Normal 3 menit

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa bisa dengan begitu mudah untuk membaca grafik ketika Anda tidak dalam transaksi? Atau, di sisi lain, betapa sulitnya membaca market ketika transaksi sudah mulai berjalan?Jika demikian, berarti Anda sedang terkena sindrom emosi trading. Dan artikel ini akan menggambarkan bagaimana trader sukses dapat mengontrol emosi dengan cara yang berbeda.

Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa bisa begitu mudah membaca grafik ketika Anda tidak sedang bertransaksi? Atau, di sisi lain, betapa sulitnya membaca market ketika transaksi sudah mulai berjalan?

Jika demikian, berarti Anda sedang terkena sindrom emosi trading. Dan artikel ini akan menggambarkan bagaimana trader sukses dapat mengontrol emosi dengan cara yang berbeda. Metode pengontrolan emosi tersebut biasanya dilakukan dengan mengontrol dua emosi negatif: keserakahan dan kekhawatiran.

Menurut seorang hedge fund manajer, Gordon Gekko, “Keserakahan mengakibatkan kerugian yang besar, sedangkan rasa takut akan rugi sebenarnya sudah menempatkan seseorang pada setengah dari proses menuju ambang kerugiannya”. Ia menjelaskan, faktor rasa takut membuat trader menumpuk keuntungan dengan berulang kali membuka trading dengan target profit yang kecil, bukannya mengincar keuntungan besar sekaligus.

Keserakahan dan ketakutan adalah emosi alami yang dimiliki setiap manusia. Namun keserakahan dan ketakutan dalam trading harus dikendalikan agar tidak menjadi kenyataan. Seorang trader profesional baru merasa takut ketika kerugian yang dialaminya melewati batas toleransi yang sudah ditetapkannya. Oleh karena itu, trader profesional bisa mentoleransi kerugian-kerugian kecil. Namun, bila kerugian itu sampai melewati batas kerugian yang telah dianut, maka trader pro tidak akan membiarkannya terlalu lama.

Trader pemula sering bersikap rakus ketika dia mengira prediksinya tepat, atau diberitahu orang lain tentang strategi yang kemungkinan berhasilnya besar. Padahal semua itu masih tidak pasti. Itu adalah sikap rakus yang perlu disingkirkan.

Trader pro juga bisa rakus, dan terkadang trader pro malah lebih rakus dari trader biasa. Namun, kerakusan trader pro mengenal waktu. Jika sudah sesuai keyakinan dan sistem yang telah dianut, maka trader pro akan dengan serakah berusaha untuk mendapatkan profit yang besar. Inilah sebabnya mereka selalu berpegang teguh pada sistem dan peraturan yang telah dibuatnya. Walaupun misalnya ada trading yang cukup mudah dibaca, tapi bila itu tidak sesuai dengan sistem, maka trader pro akan meninggalkan trading tersebut. Mereka akan selalu konsisten pada sistem yang telah didirikannya sendiri. Terlepas dari pandangan market lebih mudah diprediksi, mereka lebih menitikberatkan terhadap sistem yang dimilikinya.

Kesimpulan
Berhentilah menjadi seorang penakut yang khawatir melakukan transaksi hanya karena sejumlah kerugian kecil. Apabila terjadi kerugian besar, evaluasi sistem Anda, dan perbaiki agar potensi profitnya meningkat. Tetapi Anda juga perlu berhati-hati agar tidak menjadi trader yang rakus. Taatilah sistem Anda. Bila sistem menyebutkan agar Anda stop trading, maka berhentilah walaupun mungkin pasar masih bullish. Disiplin mentaati sistem akan membantu Anda menaklukkan pasar forex.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: