Form Pengiriman Uang Valas Pengumuman Dokumen Underlying Untuk Transaksi Forex – Bank Resona

Peringkat broker opsi biner:

Form Pengiriman Uang Valas Pengumuman Dokumen Underlying Untuk Transaksi Forex – Bank Resona Perdania

Pengumuman Dokumen Underlying Untuk Transaksi Forex

Pengumuman Dokumen Underlying Untuk Transaksi Forex

Kepada Yth.
Seluruh Nasabah Setia
PT Bank Resona Perdania

Sebagaimana diatur dalam PADG mengenai Transaksi Valuta Asing terhadap Rupiah antara Bank dengan Pihak Domestik, dengan ini kami sampaikan kembali beberapa hal sebagai berikut:

  1. Untuk transaksi pembelian valuta asing terhadap Rupiah melalui Transaksi Spot selama 1 (satu) bulan, lebih dari USD25.000 atau ekuivalen dalam mata uang asing lain atau melalui transaksi derivatif lebih dari USD100.000 atau ekuivalen dalam mata uang asing lain, nasabah wajib menyampaikan Surat Pernyataan Pembelian/Penjualan Valas dan dokumen underlying kepada Bank.
  2. Jenis dokumen underlying antara lain sbb:
    a. Dokumen kredit.
    b. Fotokopi perjanjian royalti.
    c. Letter of Credit (L/C)
    d. Fotokopi PIB atau PEB.
    e. Invoice atau commercial invoice dengan masa berlaku sampai dengan tanggal jatuh waktu.
    Dalam hal invoice telah melebihi tanggal jatuh waktu, dapat digunakan paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal jatuh waktu dengan melengkapi:
    1) MT103 berisi informasi mengenai invoice terkait, atau formulir permohonan pengiriman uang yang ditandatangani Nasabah atau instruksi elektronik yang dapat divalidasi oleh Bank untuk pendebetan dana, yang memuat informasi yang sama dengan MT103; dan
    2) Pernyataan dari Nasabah bahwa pembayaran valuta asing belum pernah dilakukan atas dasar invoice dimaksud.
    Dalam hal invoice tidak memiliki tanggal jatuh waktu, maka tanggal penerbitan dapat dianggap sebagai tanggal jatuh waktu.
  3. Bank yang melanggar ketentuan di atas dapat dikenakan sanksi berupa teguran tertulis maupun kewajiban membayar sebesar 1% (satu persen) dari nominal transaksi dengan jumlah sanksi paling sedikit Rp10,000,000,- (sepuluh juta Rupiah) dan paling banyak Rp1,000,000,000,- (satu miliar Rupiah).

Menu
  • HOME

Jumat 19 Sep 2020 12:00 WIB

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menyempurnakan aturan transaksi valuta asing (valas) yang mewajibkan penggunaan underlying. Kewajiban memiliki underlying berlaku untuk setiap transaksi valas terhadap rupiah yang dilakukan bank dengan pihak domestik dan asing di atas jumlah tertentu (threshold).

Penyempurnaan PBI dilakukan untuk mendukung transaksi lindung nilai (hedging). Aturan yang disempurnakan tentang transaksi valas terhadap rupiah antara bank dan pihak domestik dan asing. Penyempurnaan juga dilakukan untuk aturan transaksi lindung nilai kepada bank dan aturan transaksi swap lindung nilai kepada BI. Sebelumnya, BI, Kementerian Keuangan, dan lembaga negara terkait telah menyepakati pedoman standar (standard operation procedure/SOP) lindung nilai.

Pedoman standar dibuat untuk mendorong perusahaan BUMN melakukan lindung nilai sehingga menstabilkan nilai tukar rupiah. Perusahaan pun tidak mengalami kerugian karena volatilitas nilai tukar.

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter BI Elisabeth Sukowati mengatakan, aturan transaksi valas disempurnakan dengan kewajiban memakai underlying dan diperkenankannya netting. “Underlying wajib dipenuhi jika melakukan netting dengan transaksi penjualan di atas satu juta dolar AS, pembelian valas di atas 100 ribu dolar AS, dan kegiatan transaksi antarbank dengan nasabah,” ujar Elisabeth di Jakarta, Kamis (18/9).

Peringkat broker opsi biner:

Untuk transaksi antarbank atau antarbank dengan BI tidak wajib memakai underlying. Underlying untuk transaksi valas terhadap rupiah oleh bank, di antaranya meliputi perdagangan barang dan jasa serta investasi berupa investasi langsung, investasi portofolio, pinjaman, modal, dan investasi lain, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, underlying yang dilarang digunakan, yaitu penempatan dana pada bank, seperti tabungan, giro, deposito, dan negotiable certificate deposit (NCD). Larangan itu juga berlaku untuk underlying berupa kegiatan pengiriman uang oleh perusahaan transfer dana dan penggunaan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) untuk transaksi derivative. Pada transaksi valas terhadap rupiah dengan pihak asing, kewajiban underlying tidak berlaku untuk penyelesaian transaksi derivatif awal melalui perpanjangan transaksi (roll over), percepatan penyelesaian transaksi (early termination), dan pengakhiran transaksi (unwind).

Transaksi lindung nilai kepada bank diwajibkan menggunakan underlying yang jangka waktu dan nominalnya sesuai underlying bersangkutan. Sedangkan, transaksi swap lindung nilai kepada BI menggunakan underlying transaksi yang dimiliki oleh bank berupa declared dana usaha.

Aturan lindung nilai bagi perusahaan BUMN dinilai positif bagi pasar valas Tanah Air. Senior Resident Representative Dana Moneter Internasional di Indonesia, Benedict Bingham, menilai bahwa kebijakan lindung nilai bagi BUMN akan memperbesar fleksibilitas pengelolaan valas. “Kebijakan hedging valas diharapkan membantu memperdalam pasar valas di Indonesia,” kata Bingham. rep:satya festiani ed: nur aini

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: