Indikator Perdagangan Frekuensi Tinggi – Indikator digital definisi, jenis dan berdasarkan strategi

Peringkat broker opsi biner:

Digital Marketing Adalah

Latar Belakang

Daftar Isi Artikel Ini :

Digital Marketing Adalah – Pengertian, Konsep, Jenis Dan Contoh – Dalam era media yang canggih dan teknologi, di mana pelanggan dibanjiri dengan pesan dari pemasaran sepanjang waktu, telah menjadi sangat sulit bagi perusahaan untuk meningkatkan efisien perusahan tanpa pemasaran terutama digital marketing di karenakan penyesuaian yang cepat dari internet dan penggunaan perangkat lainnya. Dengan investasi yang cukup kecil pada website dan pemasaran berbasis web, banyak pasar baru dan pelanggan dapat tertarik melalui teknik pemasaran ini.

Teknologi dan pemasaran sebagai hal yang dapat dikaitkan sebagai pola yang saling memberi keuntungan satu sama lain. Jika tidak ada teknologi maka pemasaran akan menjadi terbelakang dan tidak akan maju untuk memenuhi tuntutan zaman. Maka dalam hal ini perlu adanya pengetahuan peran dan dampak teknologi dalam kaitannya di bidang pemasaran.

Ekonomi saat ini memaksa setiap orang untuk mencari penawaran terbaik yang bisa mereka menemukan.Biasanya penawaran ini ditemukan di internet.Pemasaran digital membantu perusahaan untuk meningkatkan eksposur kepada konsumen yang aktif mencari produk atau jasa Anda, sehingga jauh lebih efektif daripada bentuk-bentuk lain dari iklan.Meningkatkan eksposur perusahaan Anda melalui pemasaran digital setara dengan McDonald hanya menunjukkan Anda iklan Big Mac ketika Anda lapar Hal ini ditargetkan, efektif, dan relevan.

Digital marketing atau pemasaran digital merupakan suatu bentuk usaha mempromosikan dan memasarkan sebuah merek “brand” dengan menggunakan media digital, seperti internet. Digital marketing kini merupakan strategi yang sangat populer dan digunakan oleh hampir sebagian besar marketers di seluruh dunia. Hal ini merupakan dampak dari meningkatnya dunia internet dan teknologi sehingga membuat internet menjadi market yang sangay prospektif.

Pengertian Digital Marketing

Menurut (Gary, Wong, Philip Kotler, & John Saunders, 2008) Pemasaran adalah mengelola hubungan pelanggan dengan menguntungkan.Tujuan ganda dari pemasaran adalah untuk menarik pelanggan baru dengan menjanjikan nilai superior dan mempertahankan pelanggan saat ini dan tumbuh dengan memberikan kepuasan.

E-Marketingatau Digital Marketing menurut (Chaffey & Mayer, 2009) adalah pemasaran yang memiliki lingkup lebih luas karena mengacu pada media digital seperti web, e-mail dan media nirkabel, tetapi juga meliputi pengelolaan data pelanggan digital, dan juga bagaimana Internet dapat digunakan bersama dengan media tradisional untuk memperoleh dan memberikan layanan kepada pelanggan.

Saat ini semuanya menjadi elektronik.marketer menggunakan teknologi untuk melakukan kegiatan usaha. E-marketing menciptakan, berkomunikasi, dan memberikan proses nilai kepada pelanggan yang menggunakan sistem teknologi informasi, dan untuk mengelola dan memelihara hubungan dengan pelanggan untuk mendapatkan manfaat bagi organisasi atau perusahaan dengan para stakeholder (J.a.F.R.Strauss, 2009). E-marketing menggunakan metode teknologi informasi ke dalam prinsip-prinsip pemasaran tradisional.

Dalam jurnal (Hidayat & Tobing, 2020) di katakan bahwa pemasaran dengan digital marketing mempunyai kaitan yang sangat kuat. jika seseorang mulai mengeksplorasi bisnis pemasaran melalui internet ia akan segera menemukannya bahwa daripada mencari beberapa pelanggan, dia sekarang akan memiliki kemampuan untuk mencapai jutaan pelanggan dari pendekatan global dan kelompok yang lebih spesifik dan juga dari pelanggan yang lebih dekat dengannya juga, daya tarik juga lebih luas daripada bisnisnya yang di miliki sebelumnya. Dia bisa menggunakan media sosial sebagai pasar, dan juga memiliki pasar yang ditargetkan.

Pengertian Digital Marketing Menurut Para Ahli

Adapun pengertian digital marketing menurut para ahli yang diantaranya yaitu:

Peringkat broker opsi biner:

Digital marketing menggunakan internet dan teknologi informasi untuk memperluas dan meningkatkan fungsi marketing tradisional. Definisi ini berkonsentrasi pada seluruh marketing tradisional. Kita juga dapat menyatakan bahwa pendapat seperti “interactive marketing”, one-to-one marketing dan “e-marketing” erat kaitannya dengan “digital marketing”.

  • Menurut Coviello, Milley And Marcolin “2001:26”

Digital marketing ialah penggunaan internet dan penggunaan teknologi interaktif lain untuk membuat dan menghubungkan dialog antara perusahaan dan konsumen yang telah teridentifikasi.

  • Menurut Ridwan Sanjaya & Josua Tarigan “2009:47”

Digital marketing ialah kegiatan marketing termasuk branding yang menggunakan berbagai media berbasis web seperti blog, web site, e-mail, adwords, ataupun jejaring sosial. Tentu saja digital marketing bukan hanya berbicara tentang marketing internet.

  • Menurut Heidrick & Struggless “2009:1”

Perkembangan dari digital marketing melalui web, telepon genggam dan perangkat games, menawarkan akses baru periklanan yang tidak digembor-gemborkan dan sangat berpengaruh. Jadi mengapa para marketer di seluruh Asia tidak mengalihkan penggunaan budget dari marketing tradisional seperti TV, radio dan media cetak ke arah media teknologi baru dan media yang lebih interaktif.

  • Menurut Kleindl & Burrow “2005”

Proses perencanaan dan pelaksanaan dari ide atau pemikiran konsep, harga, promosi dan distribusi. Marketing dapat diartikan lebih sederhana yakni pembangunan dan pemeliharaan hubungan yang saling memuaskan antara perusahaan dan konsumen.

Tujuan Digital Marketing

Menurut (Meyliana, 2020)dalam jurnalnya yang berjudul “Analisa Strategi E-marketing dan Implementasinya pada Rental Company” mengatakan e-marketing merupakan bagian dari e-commerce yang merupakan sistem perdagangan melalui internet, dimana internet akan terus memberikan sifat yang up to date, maka perusahaan dapat memberikan layanan informasi produk yang ditawarkan secara jelas dan mudah.

Hal ini akan memberikan dampak yang baik untuk kemajuan perusahaan jika sistem ini bisa dijalankan dengan baik. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan e-marketing adalah proses dan aktivitas pemasaran produk barang dan jasa perusahaan dengan menggunakan media elektronik seperti internet. Tujuan yang terdapat pada e-marketing mencakupi aspek: tugas, apa aja yang harus dicapai; jumlah yang terukur, berapa banyak, kapan.

Sebagian besar digital marketing bertujuan untuk mencapai berbagai tujuan, seperti :

  1. meningkatkan pangsa pasar;
  2. meningkatkan jumlah komentar padasebuah blog atau website;
  3. meningkatkan pendapatan penjualan;
  4. mengurangi biaya, misalnyabiaya distribusi atau promosi;
  5. mencapai tujuanmerek, seperti meningkatkan kesadaran merek;
  6. meningkatkan ukuran database;
  7. mencapai tujuan Customer Relationship Management, sepertimeningkatkan kepuasan pelanggan, frekuensi pembelian, atau tingkat referensi pelanggan;
  8. memperbaiki manajemen rantai suplai, seperti dengan meningkatkan koordinasi anggota, menambahkan mitra, atau mengoptimalkan tingkat persediaan.

Jenis-Jenis Digital Marketing

Secara umum dikenal ada dua jenis digital marketing, yaitu:

Push digital marketing

Jenis digital marketing yang satu ini mengacu pada berbagai upaya mempromosikan produk atau jasa tanpa persetujuan awal dari calon konsumen.

Beberapa strategi marketing yang masuk dalam kategori ini adalah pembuatan blog, website, beriklan di berbagai website, pengiriman email promosi ke email konsumen dan juga pengiriman SMS berisi promosi produk ke nomor ponsel orang-orang.

Kelebihan dari digital marketing ini adalah menyediakan data yang lebih lengkap, mampu mentarget calon konsumen yang sesuai, bisa berlangsung secara konsisten dan juga bisa mengirim konten promosi tepat waktu.

Kekurangannya sendiri meliputi biaya yang cukup tinggi, target calon konsumen yang tidak terlalu besar serta ada kemungkinan untuk sulit ditemukan.

Pull digital marketing

Tidak seperti jenis push digital marketing dimana calon konsumen berada pada sisi pasif atau hanya sebagai penerima, jenis pull digital marketing mengacu pada keaktifan calon konsumen dalam mencari informasi mengenai produk atau jasa yang mereka butuhkan.

Para konsumen mencari informasi ini melalui website atau blog yang menyediakan informasi yang mereka cari. Aktivitas SEO atau Search Engine Optimization yang bertujuan untuk memaksimalisas penggunaan mesin pencari merupakan hal yang erat kaitannya dengan jenis marketing yang satu ini.

SEO memungkinkan website atau blog dari sebuah produk berada pada halaman pertama hasil pencarian mesin pencari, yang akan memperbesar kemungkinan untuk dikunjungi. Dengan menggunakan tekhnik SEO, para marketer akan bisa menjawab kebutuhan para konsumen dalam mencari apa yang mereka butuhkan di internet, dan secara tidak langsung menyukseskan strategi pull digital marketing.

Kelebihan dari jenis digital marketing ini adalah ukuran konten yang tidak terbatas serta fleksibilitas dalam menyimpan dan menampilkan konten.Kekurangannya sendiri meliputi tingkat kesulitan yang cukup besar agar para konsumen bisa menemukan konten yang sudah dibuat serta adanya kemungkinan blocking bila konten yang ada tercampur baur.

Manfaat Digital Marketing

Adapun manfaat digital marketing diantaranya yaitu:

  • Pemasaran Digital menghubungkan kalian dengan konsumen di Internet.
  • Pemasaran Digital menghasilkan penjualan yang tinggi.
  • Pemasaran Digital membuat kalian lebih hemat.
  • pemasaran Digital mengaktifkan layanan pelanggan real-time.
  • Pemasangan Digital menghubungkan kalian dengan konsumen yang menggunakan perangkat Mobile.
  • Pemasaran Digital membantu menghasilkan pendapatan tinggi.
  • Pemasaran Digital memberikan Roi yang lebih tinggi dari kampanye kalian.
  • Pemasaran Digital menjaga posisi kalian terhadap pesaing.
  • Pemasaran Digital membantu kalian bersaing dengan perusahaan besar.
  • Pemasaran Digital mempersiapkan kalian untuk era internet of things.

Strategi Digital Marketing Dan Marketing

Dalam perkembangannya, sebuah bisnis selalu mengaitkan sosial media sebagai salah satu alat yang paling efektif untuk berpromosi.Banyangkan saja jika bisnis yang kita jalankan tanpa adanya dukungan dari media sosial, pastinya marketing atau pemasaran tidak dapat berjalan dengan efektif dan sempurna.

Sosial media marketing sangat penting bagi perkembangan bisnis terlebih lagi di era digital sekarang ini, karena selain mudah digunakan, biaya yang dibutuhkan pelaku bisnis untuk menjalankan bisnis melalui sosial media juga murah.

Dalam ledakan teknologi dan sosial media ini muncul strategi marketing yang sedang trend dan perlu untuk kita perhatikan. Berikut ini adalah strategi digital marketing yang perlu dikuasai oleh pelaku bisnis untuk membantu pemasaran produk :

Content marketing

Konten marketing sekarang ini menjadi fokus utama oleh banyak merek mengingat peran penting dan cara kerjanya dalam sosial media, multimedia, search dan mobile. Banyak perusahaan yang masih belum memahami pentingnya trend dan bagaimana konten marketing melandasi hampir seluruh digital marketing.Konten merupakan dasar dari semua digital marketing dan sangat penting untuk menciptakan brand awareness serta merambah keramaian.

Mobile marketing

Terus meningkatnya para pengguna ponsel pintar dan juga tablet, menjadikan pesan pemasaran serta konten untuk platform mobile menjadi sebuah keharusan. Dari perangkat kecil tersebut banyak konsumen yang membaca konten, menerima email bahkan membeli produk.Oleh sebab itu, perusahaan dituntut untuk segera mendesain ulang website dan blog agar responsif dengan perangkat bergerak.

Integrated digital marketing

Media sosial dan konten memiliki peranan penting pada hasil pencarian.Google telah menciptakan Google+ dengan berbagai alasan termasuk salah satunya adalah untuk menangkap sinyal sosial.Untuk itu pastikan bahwa setiap pendekatan yang dilakukan memberikan kemungkinan untuk mengikat mereka semua secara bersamaan demi mencapai suatu efektivitas yang maksimum.

Continuous marketing

Seorang marketing harus menyadari bahwa strategi marketing yang kuat sedang marak dan disebut dengan continuous marketing.Namun, hal ini bukan berarti Anda tidak boleh melakukan pemasaran produk atau promosi secara offline. Kenyataannya adalah segala sesuatu yang ditemukan secara online melalui media sosial, twitter stream serta penelusuran melalui Google membutuhkan aktivitas SEO yang konstan, publishing, penciptaan konten dan marketing.

Personalized marketing

Pendekatan marketing yang biasa terjadi di media tradisional dan televisi menjadi kurang efektif karena adanya kejenuhan media. Kita bisa melihat bagaimana adanya personalized marketing di situs e-commerce, email dan website yang menyesuaikan dengan iklan dan user interface demi kepentingan konsumen yang relevan.

Ketika mengunjungi bisnis online sekali dan kemudian berkunjung lagi, website akan tahu siapa Anda. Email yang datang berikutnya juga telah dipersonalisasi dengan produk yang telah Anda kunjungi ketika berbelanja online. Web akan menangkap kebiasaan Anda seperti membaca data, menyajikan informasi yang relavan dan menerapkan intelegensi. Trend yang satu ini didorong oleh teknologi dengan menggunakan “big data” sehingga dapat meningkatkan efektivitas marketing.

Visual marketing

Pertama kali kita melihat lanskap visual marketing adalah beberapa tahun yang lalu ketika YouTube hadir.Sejak saat itulah visual marketing terus bermunculan seperti Instagram, Pinteres dan juga Slideshare.Dalam waktu 6 bulan terakhir ini, visual marketing sudah berada ditingkat yang baru. Anda harus bisa memanfaatkan trend marketing ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keterlibatan secara online.

Menurut Kotler, Armstrong (2008, p10), lima konsep strategi pemasaran, yaitu:

  1. Konsep Produksi Ide bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dan sangat terjangkau dan karena itu organisasi harus berfokus pada peningkatan produksi dan efisiensi distribusi.
  2. Konsep Produk Ide bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan kualitas, kinerja, dan fitur terbaik dan oleh karena itu organisasi.harus menguras energinya untuk membuat peningkatan produk yang berkelanjutan.
  3. Konsep Penjualan Ide bahwa konsumen tidak akan membeli produk perusahaan kecuali jika produk itu dijual dalam skala penjualan dan usaha promosi yang besar.
  4. Konsep Pemasaran Filosofi manajemen pemasaran yang menyatakan bahwa pencapaian tujuan organisasai tergantung pada pengetahuan akan kebutuhan dan keinginan target pasar dan memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih baik daripada pesaing.
  5. Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial Prinsip pemasaran yang menyatakan bahwa perusahaan harus mengambil keputusan pemasaran yang baik dengan memperhatikan keinginan konsumen, persyaratan perusahaan, kepentingan jangka panjang konsumen, dan kepentingan jangka panjang masyarakat.

Menurut Jagdish N.S. &Sharma, A. (2005) dalam jurnalnya yang berjudul “International E-Marketing: Opportunities and Issues.” mengatakan e-marketingstrategy memerlukan pemanfaatkan jaringan komunikasi yang ada dan muncul dan data untuk memberikan komunikasi pribadi dan tidak terputus antara perusahaan dan pelanggan dan memberikan nilai di atas jaringan tradisional Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan strategi digital marketing adalah strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran secara online.

Menurut Chaffey, dan Smith (2008, P. 51) menentukan strategi pemasaran bisa menggunakan konsep marketingmix yang artinya suatu kerangka kerja yang menyiapkan konseptual membantu pemasar untuk menstruktur pendekatan mereka kepada setiap pasar.Ini harus diterapkan kembali dalam dunia online. Marketing mix ini dibagi menjadi 7P yaitu sebagai berikut :

  1. Product(Content, Customisation, Community)

Pelayanan yang baru melalui media Digital Marketing yang sudah dibangun dapat memberikan pengalaman yang baguspada pelangganmengenai merekyang dijual perusahaan, contohnya penyediaan pelayanan pelanggan secara online, penyediaan informasi yang lengkap tentang produkdan membentuknya komunitas melalui media internet, dan juga menambah nilaipada produk/jasa yang ditawarkan.

Penawaran harga yang lebih murah dalam melalui media internet , seperti memberi diskon pada barang yand di beli secara Online atau layanan extra dalam pembelian pada jumlah tertentu.

Media internetdapat menyediakan channel yang baru dan relatif lebih praktis untuk digunakan dalam berinteraksi dan juga berkomunikasi dengan perusahaan.

Media Internet telahmenyediakan kesempatan dan juga kemudahan kepada perusahaan untuk melakukan promosi dengan cepat, murah dan juga dapat menjangkau masyarakat yang luas secara efektif. Yang terutama dalam mix promosi ini adalah mengkombinasikan alatyang sudah tersedia untuk dapat membantu keberhasilan digital marketingyang telah diluncurkan.

  1. Physical evidence, People, Process

Poin marketing mix berikut ini merupakan sangat penting perannya karena dalam membentuk pengalamanbagi pelanggan. People iniberperan penting karena dalam mensukseskan pelayanan pelanggan, processdan Physical berperan penting dalam mengembangan digital marketing di karenakan kualitas proses dan feedback dari pelanggannya. Sehingga dalam mengembangkan digital marketing yang baik, marketing mix ini harus di perhatikan dan di utamakan.

Taktik (Metode) Digital Marketing

  1. Search Engine Optimization (SEO)

Sebuah proses untuk mengoptimasi website Anda ke ‘ranking’ yang lebih tinggi di search engine result pages, hal ini dapat meningkatkan jumlah traffic yang akan diterima website anda.

  1. Content Marketing

Membuat dan mempromosikan aset konten dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap brand Anda, penumbuhan traffic, lead generation, atau pelanggan.

  1. Inbound Marketing

Inbound marketing mengarah pada pendekatan ‘full-funnel’ untuk menarik, menukar, menutup, dan menyenangkan customer menggunakan konten online.

  1. Sosial Media Marketing

Praktik dari mempromosikan brand dan konten Anda di channel sosial media adalah untuk meningkatkan kesadaran brand, menambah traffic, dan menghasilkan leads untuk bisnis anda.

Salah satu metode untuk menaikan traffic ke website Anda adalah dengan membayar penerbit setiap kali iklan yang Anda klik.PPC yang paling umum digunakan adalah Google AdWords.

  1. Affiliate Marketing

Sebuah tipe iklan performance-based dimana Anda menerima komisi setelah mempromosikan produk orang lain di website Anda.

  1. Native Advertising

Native advertising mengacu pada iklan yang umumnya ‘content-led’ dan memiliki fitur yang berdampingan, konten tak berbayar. Postingan yang disponsori Buzzfeed adalah contoh yang baik, tapi banyak orang yang mempertimbangkan bahwa iklan sosial media menjadi periklanan ‘asli’ seperti iklan di facebook dan iklan di instagram.

  1. Marketing Automation

Marketing automation mengacu pada software yang telah ada dengan tujuan agar aksi marketing menjadi otomatis. Banyak departemen marketing harus membuat beberapa task otomatis seperti email, media sosial, dan aksi-aksi website lain.

  1. Email Marketing

Perusahaan menggunakan email marketing sebagai jalan untuk berkomunikasi dengan audiens mereka. Email banyak digunakan untuk mempromosikan konten, diskon dan event, sama seperti untuk mengarahkan seseorang langsung ke website.Anda dapat menggunakan MailTarget sebagai penyedia layanan email marketing automation berbasiskan cloud computing

Online PR adalah praktek dari mengamankan cakupan online yang dihasilkan melalui publikasi digital, blogs, dan website content-based yang lain. Lebih seperti tradisional PR, tetapi pada ranah online.

Perbedaan Digital Marketing Dan Inbound Marketing

Sekilas, dua hal tersebut tampak sama : keduanya pada umumnya terjadi secara online, dan keduanya memiliki fokus pada pembuatan konten digital bagi orang-orang untuk dikonsumsi. Jadi, apa bedanya?

Kata ‘digital marketing’ tidak berbeda dengan dorong dan tarik-taktik pemasaran (atau yang mungkin saat ini kita tahu metode ‘inbound’ dan ‘outbound’).Keduanya masih berada dibawah naungan digital marketing.

Taktik digital outbound menempatkan pesan marketing langsung diatas sebanyak mungkin kepada orang di ruang online tanpa mempertimbangkan apakah relevan atau diterima.Contohnya, banner iklan menyolok yang Anda lihat pada bagian atas kebanyakan website mencoba untuk mendorong atau push sebuah produk atau promosi kepada orang-orang yang tidak terlalu membutuhkannya.

Sebaliknya, marketer yang menggunakan taktik inbound menggunakan konten online untuk menarik target pelanggan mereka untuk mengunjungi website dengan menawarkan aset yang akan membantu mereka. Salah satu yang simpel tetapi juga paling kuat dalam aset inbound digital marketing adalah blog, yang mengijinkan website Anda untuk menunjukkan sesuatu yang pelanggan Anda cari.

Terakhir, inbound marketing adalah sebuah metode yang digunakan aset digital marketing untuk menarik, mengubah, menutup, dan menyenangkan pelanggan online.Digital marketing, disisi lain, sederhananya adalah istilah umum untuk mendeskripsikan taktik pemasaran online. Tidak peduli apakah itu inbound atau outbound.

Digital Marketing Bekerja Untuk Semua Bisnis

Digital marketing dapat bekerja pada bisnis dalam industri apapun. Tanpa memperhitungkan apa yang perusahaan Anda jual, digital marketing masih terlibat dalam membangun buyer personas untuk mengidentifikasi apa yang audience butuhkan, dan membuat nilai konten online. Bagaimanapun, hal tersebut tidak dapat dikatakan bahwa semua bisnis mengimplementasikan strategi digital marketing dengan cara yang sama.

  • Untuk B2B (Business to business)

Jika perusahan Anda adalah B2B, upaya digital marketing yang dapat anda lakukan lebih seperti berpusat disekitar online lead generation, dengan tujuan akhir agar seseorang dapat berbicara dengan salesperson.Untuk alasan tersebut, peran dari strategi marketing Anda adalah untuk menarik dan mengubah kualitas tertinggi pada bagian pemasaran via website Anda dan mendukung channel digital.

Di luar website, Anda mungkin memilih untuk fokus pada upaya channel business-focused seperti LinkedIn dimana demografis Anda adalah menghabiskan waktu mereka online.

  • Untuk B2C (Bussiness to Consumer)

Jika perusahaan Anda jenis B2C, tergantung pada harga dari produk Anda, sepertinya tujuan dari upaya digital marketing Anda adalah untuk menarik orang-orang membuka website Anda dan membuat mereka menjadi pelanggan tanpa butuh berbicara dengan salesperson.

Dengan alasan tersebut, Anda mungkin lebih sedikit fokus terhadap ‘leads’ dalam pengertian tradisional, dan lebih banyak fokus pada membangun dan mempercepat perjalanan pembeli, pada saat seseorang mengunjungi website Anda, pada saat itu juga mereka membeli. Hal ini sering membuktikan bahwa fitur produk pada konten meningkat dalam saluran marketing dibandingkan dengan hal ini dalam bisnis B2B, dan Anda mungkin membutuhkan calls-to-action (CTAs) yang lebih kuat.

Untuk perusahaan B2C, channel seperti Instagram dan Pinterest lebih sering bernilai dibandingkan dengan business-focused platform seperti LinkedIn.

Keuntungan Digital Marketing

Dalam dunia usaha, siapa yang tidak bisa mengikuti arus perkembangan zaman akan tertinggal semakin jauh. Bahkan bisa saja usahanya tetap stagnan atau bangkrut.Sama halnya dengan pemanfaatan teknologi yang ada.Karena saat ini sudah masuk pada era digital untuk langkah bisnis online bagi pemula sangat mudah, maka setiap pengusaha pastinya wajib mengikuti arus digital ini.

Digital marketing banyak memiliki keuntungan bagi pihak pengusaha, misalnya saja seperti :

  1. Mampu menghubungkan produsen dengan konsumen melalui internet.
  2. Menghasilkan tingkat penjualan yang lebih tinggi karena semakin sempitnya batasan jarak dan waktu.
  3. Biaya digital marketing jauh lebih hemat daripada biaya iklan di media lain (misalnya cetak, televisi, atau radio).
  4. Digital marketing juga membuat penjual bisa memberikan pelayanan real time kepada pelanggannya.
  5. Menghubungkan penjual/pengusaha dengan pelanggannya melalui perangkat mobile dimanapun dan kapanpun.
  6. Menghasilkan keuntungan yang jauh lebih besar daripada biaya iklan/promosi yang telah dikeluarkan.
  7. Membantu menstabilkan posisi sebuah brand/merk di mata konsumen dari merk/brand lain sebagai pesaingnya.
  8. Membantu para pengusaha mikro untuk mampu bersaing dengan perusahaan makro.
  9. Mempersiapkan para pengusaha mikro atau pemula terhaadap era internet of things dimana semua hal atau apapun yang diinginkan bisa diperoleh melalui internet.
  10. Memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pengusaha untuk melakukan branding terhadap produknya sehingga dikenal dan mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat. Sehingga masyarakat tidak mudah beralih ke produk lain.

    Keuntungan Pertama Dari Digital Marketing

    Tidak seperti kebanyakan upaya offline marketing, digital marketing mengijinkan para pebisnis untuk melihat hasil yang akurat saat itu juga. Jika Anda pernah beriklan di koran, Anda akan memahami sulitnya memperkirakan berapa banyak orang yang sebenarnya membuka halaman tersebut dan memperhatikan iklan Anda. Tidak ada cara pasti untuk mengetahui iklan Anda diminati oleh para pembaca.

    Disisi lain, dengan digital marketing, Anda dapat memastikan ROI (Return On Invesment) dalam banyak aspek dari upaya marketing Anda.

    Berikut adalah contohnya :

    1. Website traffic

    Dengan digital marketing, Anda dapat melihat angka berapa banyak orang yang mengunjungi website Anda dengan pasti menggunakan digital analytics software. Anda juga dapat melihat berapa banyak halaman yang mereka kunjungi, device apa yang mereka gunakan, dan dari mana mereka berasal.

    1. Content Performance dan Lead Generation

    Bayangkan Anda menciptakan sebuah brosur produk dan mengirimnya melalui kotak surat orang-orang. Masalahnya, Anda tidak tahu berapa banyak orang yang membuka brosur Anda atau berapa banyak yang melemparnya segera ke tempat sampah.

    Sekarang bayangkan Anda memiliki brosur di website Anda. Anda dapat memastikan berapa banyak orang yang melihat brosur Anda, dan Anda dapat mengambil informasi detail kontak dari mereka yang tertarik dengan brosur Anda. Tidak hanya Anda dapat memasatikan jumlah orang yang tertarik dengan konten Anda, tetapi juga menghasilkan kontak berkualitas saat orang-orang mendownloadnya.

    1. Attribution Modeling

    Sebuah strategi digital marketing yang efektif dipadukan dengan tools dan teknologi yang benar mengiinkan Anda mengikuti jejak pelanggan sejak pertama mengunjungi website Anda. Kami menyebutnya attribution modeling, dan hal ini mengiinkan Anda untuk mengidentifikasi trend bagaimana orang-orang mencari dan membeli produk Anda, membantu Anda untuk membuat keputusan terhadap bagian mana dari strategi Anda yang membutuhkan lebih banyak perhatian, dan bagian mana yang perlu dihilangkan.

    Kelemahan Digital Marketing

    Meskipun menjanjikan segudang kelebihan, tapi ternyata digital marketing juga memiliki beberapa kelemahan seperti :

    1. Konsep pemasaran online ini mudah sekali ditiru oleh orang lain.
    2. Era e-commerce juga memunculkan banyak sekali pesaing, karena sudah tidak ada batasan teritori lagi yang bisa menghambat suatu perusahaan memasarkan produknya. Banyak perusahaan bisa saja memasarkan produknya di dalam lingkup area geografis yang sama.
    3. Ada berbagai produk tertentu yang belum tentu cocok jika dipasarkan melalui media online.
    4. Jika ada reaksi balik yang negatif dari konsumen yang muncul di internet, ini bisa merusak reputasi perusahaan dengan cepat.
    5. Digital marketing terlalu bergantung pada teknologi.
    6. Belum semua kalangan saat ini melek teknologi internet. Digital marketing hanya bisa diterapkan maksimal pada generasi usia produktif yang mayoritas melek teknologi.
    DAFTAR PUSTAKA
    http://ecomorce.blogspot.co.id/
    http://rissafitriana.mhs.blog.mercubuana.ac.id/2020/10/22/tugas-uts-multimedia-trend-kewirausahaan-berbasis-multimedia-era-2020-digital-marketing/
    https://seomarket.id/pengertian-digital-marketing-kelebihan-dan-kelemahannya/
    http://kursusinternetmarketingjakarta.com/jenis-jenis-digital-marketing/
    https://www.kompasiana.com/christianindrawan/digital-marketing_5518bd4da33311a910b6597a
    https://blog.hubspot.com/marketing/what-is-digital-marketing

    Demikianlah pembahasan mengenai Digital Marketing Adalah – Pengertian, Konsep, Jenis Dan Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. �� �� ��

    Risiko Adalah

    Latar Belakang

    Daftar Isi Artikel Ini :

    Risiko Adalah – Pengertian, Tahapan, Jenis Dan Klasifikasinya – Manajemen risiko merupakan salah satu elemen penting dalam menjalankan bisnis perusahaan karena semakin berkembangnya dunia perusahaan serta meningkatnya kompleksitas aktivitas perusahaan mengakibatkan meningkatnya tingkat risiko yang dihadapi perusahaan. Sasaran utama dari implementasi manajemen risiko adalah melindungi perusahaan terhadap kerugian yang mungkin timbul. Lembaga perusahaan mengelola risiko dengan menyeimbangkan antara strategi bisnis dengan pengelolaan risikonya sehingga perusahaan akan mendapatkan hasil optimal dari operasionalnya.

    Kita harus bisa menemukan kerugian potensial yang mungkin terjadi dan mencari cara untuk menangani risiko tersebut. Dunia bisnis pun tak luput dari ketidakpastian. Ketidakpastian dalam dunia bisnis akan menyebabkan terjadinya risiko bisnis. Perusahaan merencanakan untuk menggencarkan promosi produknya dengan harapan penjualanya dapat meningkat. Dengan analisis yang mendalam diperkirakan penjualan setelah adanya promosi besar-besaran tersebut dapat meningkat sebanyak 20%.

    Tetapi kenyataanya penjualan hanya dapat meningkat 10%. Ini merupakan salah satu bentuk risiko yang terjadi dalam dunia bisnis. Risiko dalam bisnis tidak bisa diabaikan begitu saja. Perusahaan perlu menganalisis kemungkinan kerugian potensi dalam bisnisnya tersebut kemudian mengevaluasi dan mencari cara untuk menanggulanginya. Dengan demikian diharapkan bisnis yang dijalaninya dapat sukses meraih tujuan dengan mudah. Risiko merupakan sesuatu yang pasti akan terjadi ketika kita melakukan suatu tindakan. Risiko adalah berbagai kemungkinan yang terjadi pada periode tertentu. Risiko sering dikaitkan dengan kerugian. Jadi risiko adalah ketidakpastian yang mungkin melahirkan kerugian atau peluang terjadi sesuatu yang bad outcame.

    Setiap organisasi perusahaan selalu menanggung risiko. Risiko, bisnis, kecelakaan kerja, bencana alam, perampokan, dan pencurian, kebangkrutan adalah beberapa contoh dari risiko yang lazim terjadi di berbagai perusahaan. Terutama perusahaan yang tidak melakukan tindakan apa-apa, bahkan tindakan preventif pun tidak dilakukan. Perusahaan ini tidak melakukan tindakan untuk pencegahan risiko yang akan timbul nantinya.

    Untuk kali kami akan mencoba untuk mengulas mengenai pengertian risiko “risk” yang dikemukan oleh beberapa ahli. Untuk istilah risiko sendiri sudah biasa dipakai dalam kehidupan kita sehari-hari, yang umumnya sudah dipahami secara intuituf. Tetapi untuk pengertian secara ilmiah dari risiko sampai saat ini masih tetap beragam, nah untuk lebih jelasnya mengenai pengertian risiko menurut para ahli simak ulasannya dibawah.

    Pengertian Risiko

    Risiko adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, ada pepatah mengatakan tak ada hidup tanpa risiko. Risiko dapat ditafsirkan sebagai bentuk ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi nantinya (future) dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini.

    Pada dasarnya risiko tidak dapat dihindari dari aktivitas bisnis perusahaan, sehingga diperlukan manajemen risiko untuk mengatasi permasalahan ini. Manfaat perusahaan mengimplementasikan manajemen risiko antara lain (Lam, 2007:6) memberikan peran dalam pengelolaan risiko kepada manajer perusahaan, mengingat manajer perusahaan memiliki akses penuh terhadap informasi dan dukungan dari para profesional manajemen risiko.

    Menurut Wikipedia bahasa Indonesia menyebutkan bahwa manajemen resiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: penilaian resiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi resiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumber daya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan resiko kepada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek negatif resiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi resiko tertentu. Manajemen resiko tradisional terfokus pada resiko- resiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, dan tuntutan hukum).

    Menurut Vibiznews.com, manajemen resiko adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur resiko, serta membentuk strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang tersedia. Strategi yang dapat digunakan antara lain mentransfer resiko pada pihak lain, menghindari resiko, mengurangi efek buruk dari resiko dan menerima sebagian maupun seluruh konsekuensi dari resiko tertentu.Sedangkan menurut COSO, manajemen resiko (risk management) dapat diartikan sebagai “a process, effected by an entity’s board of directors, management and other personnel, applied in strategy setting and across the enterprise, designed to identify potential events that may affect the entity, manage risk to be within its risk appetite, and provide reasonable assurance regarding the achievement of entity objectives.

    Manajemen resiko adalah bagian penting dari strategi manajemen semua perusahaan. Proses di mana suatu organisasi yang sesuai metodenya dapat menunjukkan resiko yang terjadi pada suatu aktivitas menuju keberhasilan di dalam masing-masing aktivitas dari semua aktivitas. Fokus dari manajemen resiko yang baik adalah identifikasi dan cara mengatasi resiko. Sasarannya untuk menambah nilai maksimum berkesinambungan (sustainable) organisasi. Tujuan utama untuk memahami potensi upside dan downside dari semua faktor yang dapat memberikan dampak bagi organisasi.

    Manajemen resiko meningkatkan kemungkinan sukses, mengurangi kemungkinan kegagalan dan ketidakpastian dalam memimpin keseluruhan sasaran organisasi.Manajemen resiko seharusnya bersifat berkelanjutan dan mengembangkan proses yang bekerja dalam keseluruhan strategi organisasi dan strategi dalam mengimplementasikan. Manajemen resiko seharusnya ditujukan untuk menanggulangi suatu permasalahan sesuai dengan metode yang digunakan dalam melaksanakan aktifitas dalam suatu organisasi di masa lalu, masa kini dan masa depan.

    Manajemen resiko harus diintegrasikan dalam budaya organisasi dengan kebijaksanaan yang efektif dan diprogram untuk dipimpin beberapa manajemen senior. Manajemen resiko harus diterjemahkan sebagai suatu strategi dalam teknis dan sasaran operasional, pemberian tugas dan tanggung jawab serta kemampuan merespon secara menyeluruh pada suatu organisasi, di mana setiap manajer dan pekerja memandang manajemen resiko sebagai bagian dari deskripsi kerja. Manajemen resiko mendukung akuntabilitas (keterbukaan), kinerja pengukuran dan reward, mempromosikan efisiensi operasional dari semua tingkatan.

    Pengertian Risiko Operational

    Risiko operational merupakan risiko yang umumnya bersumber dari masalah internal perusahaan, dimana risiko tersebut terjadi disebabkan oleh lamanya sistem kontrol manajemen (management controlsystem). Yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan. Misalnya risiko operational adalah risiko pada komputer karena telah terserang virus, kerusakan maintenance pabrik, kecelakaan kerja, kesalahan dalam pencatatan pembelian barang dan tidak adanya kesepakatan bahwa barang yan dibeli dapat ditukar kembali dan sebagainya.

    Risiko operasonal dapat menimbulkan kerugian keuangan secara langsung maupun tidak langsung dan kerugian potensial atas hilangnya kesempatan memperoleh keuntungan. Risiko ini merupakan risiko yang melekat (inherent) pada setiap aktivitas fungsional Bank, seperti kegiatan perkreditan (penyediaan dana), tresuri dan investasi, operasional dan jasa, pembiayaan perdagangan, pendanaan dan instrumen utang, teknologi sistem informasi dan sistem informasi manajemen, dan pengelolaan sumber daya manusia.Risiko operasional bukanlah hal baru walaupun disadari merupakan risiko yang paling akhir terdefinisikan dalam Basel II.

    Definisi risiko operasional dalam Basel II adalah termasuk risiko hukum, namun tidak mencakup risiko bisnis, strategis dan reputasi.Menurut (Mamduh:2009) risiko operational merupakan tipe risiko yang paling tua, tetapi yan paling sedikit dipahami dibandingkan dengan tipe risiko lainnya. (misalkan risiko pasar ataupun risiko tingkat bunga). Perusahaan sudah mengenali risiko operational meskipun dengan nama yang berbeda.

    Sebagai contoh perusahana selalu berusaha memperbaiki sistem, prosedur, atau proses bisnis melalui manajemen kualitas, perusahaan memberikan training kepada karyawannya agar mereka semakin terlatih dan semakin sedikit membuat kesalahan. Dalam konteks manajemen risiko, upaya terseut dipandag sebagai upaya untuk mengelola atau menurunkan risiko operational.

    Pengukuran Risiko Operational

    Salah satu teknik untuk mengukur resiko operasional adalah dengan menggunakan dua klasifikasi, yaitu:

    1. Frekuensi atau probabilitas terjadinya resiko.
    2. Tingkat keseriusan kerugian atau impact dari resiko tersebut.

    Dengan menggunakan dua dimensi tersebut, kita bisa membuat matriks frekuensi/tingkat untuk resiko-resiko yang ada, termasuk resiko operasional. Berikut contoh aplikasi matriks termasuk untuk gagal bayar dan kesalahan pemrosesan transaksi.

    Bagan diatas menunjukkan bagan metriks dengan dimensi frekuensi di sumbu horizontal dan dimensi severity pada sumbu vertical. Resiko-resiko bisa diklasifikasi berdasarkan dimensi-dimensi tersebut. Misalnya, resiko gagal bayar dari debitur perusahaan besar biasanya jarang terjadi. Karena itu resiko itu diklasifikasi sebagai dengan frekuensi rendah. Tetapi jika terjadi, kerugian yang timbul bisa sangat besar. Karena itu resiko tersebut diklasifikasi dengan severity tinggi.

    Gabungan antara frekuensi rendah dengan severity tinggi terlihat pada titik B pada bagan diatas. Sebaliknya, kesalahan pemrosesan atau kesalahan pencatatan transaksi akan sering terjadi (apalagi jika proses pencatatan masih secara manual). Tetapi tingkat severity dari kesalahan tersebut tidak terlalu tinggi. Karena itu kesalahan pemrosesan berada pada titik A. dengan proses semacam itu, kita bisa memperoleh gambaran mengenai frekuensi dan severity dari suatu resiko, yang selanjutnya mempunyai implikasi pada bagaimana mengelola resiko tersebut. Sebagai contoh, berikut ini strategi menghadapi resiko berdasarkan metrics severity/frequency.

    Perhatikan bahwa matriks likelihood (frekuensi) dan significance (severity) dikelompokan dalam empat kuadran, yaitu:

    1. Signifikansi (severity) rendah dan likelihood (frekuensi) rendah
    2. Signifikansi (severity) tinggi dan likelihood (frekuensi) rendah
    3. Signifikansi (severity) rendah dan likelihood (frekuensi) tinggi
    4. Signifikansi (severity) tinggi dan likelihood (frekuensi) tinggi

    Penentuan tinggi rendah severity atau frekuensi bisa dilakukan melalui beberapa cara. Misalnya severity atau frekuensi yang lebih besar dibandingkan dengan median atau rata-rata dari resiko yang ada (dalam daftar) dikelompokkan kedalam severity atau frekuensi tinggi, dan sebaliknya. Penentuan tinggi rendah tersebut dapat dilakukan melalui perhitungan angka absolute atau bias melalui survey terhadap menajer-manajer perusahaan. Melalui pertanyaan-pertanyaan seperti itu teridentifikasi letak masing-masing resiko berdasarkan dimensi signifikansi dan kemungkinan. Selanjutnya, strategi yang tepat bisa dirumuskan untuk mengelola resiko tersebut.

    • Signifikansi (severity) rendah dan likelihood (frekuensi) rendah: low control.

    Perusahaan dapat menerapkan pengawasan yang rendah terhadap resiko pada kategori ini. Pengawasan yang terlalu berlebihan pada jenis resiko ini akan menimbulkan biaya yang lebih besar dibandingkan manfaatnya, sehingga akan lebih optimal jika perusahaan tidak melakukan pengawasan yang berlebihan.

    • Signifikansi (severity) tinggi dan likelihood (frekuensi) rendah: detect and monitor.

    Tipe resiko seperti ini lebih menantang untuk dihadapi. Jika resiko seperti ini muncul, perusahaan bisa mengalami kerugian yang cukup besar, dan barang kali dapat mengakibatkan kebangkrutan. Tetapi frekuensi resiko tersebut relative jarang, sehingga tidak mudah ditemui atau dikenali oleh perusahaan. Karena itu resiko tipe ini paling sulit dipahami karakteristiknya, dan sulit diprediksi kapan datangnya. Misalnya, Baring gagal melakukan pengawasan terhadap trading yang diluar batas oleh salah seorang tradernya, kemudian terjadi kerugian yang mengakibatkan kebangkrutan perusahaan tersbut. Frekuensi resiko semacam ini relative jarang ditemui.

    • Signifikansi (severity) rendah dan likelihood (frekuensi) tinggi:

    Tipe resiko semacam ini seringkali muncul tapi besarnya kerugian relative kecil. Biasanya resiko semacam ini muncul sebagai akibat perusahaan menjalankan bisnisnya. Dengan kata lain, resiko semacam ini merupakan konsekuensi perusahaan menjalankan bisnisnya. Misalnya, untuk perusahaan supermarket, ada resiko shoplifting (pencurian oleh pembeli), pencurian oleh karyawan, barang dagangan rusak karena busuk atau karena botol pecah, resiko semacam ini lebih mudah dikenali, dan perusahaan bisa menghitung resiko tersebut.

    Kemudian perusahaan bisa menganggapnya sebagai biaya dari kegiatan bisnis, dan perusahaan bisa memasukannya dalam komponen harga. Kebanyakan perusahaan memasukan biaya seperti itu ke dalam struktur harga mereka. Perusahaan bisa memonitor resiko-resiko tersebut untuk memastikan bahwa resiko tersebut masih berada pada wilayah normal. Jika resiko tersebut bergerak melebihi batas tertentu, maka perusahaan perlu melakukan tindakan untuk menangani resiko tersebut. Misalnya, jika frekuensi pencurian oleh pembeli supermarket menunjukkan kecenderungan menin gkat maka manajer perlu melakukan perbaikan.

    Perbaikan-perbaikan tersebut pada intinya memperbaiki prosedur dan proses bisnis. Misalnya, pada kasus pencurian diatas, manajer supermarket bisa meminta pembeli untuk meninggalkan tas, memasang supermarket di supermarket, memasang barcode pada setiap produk yang dipajang (sehingga jika tidak di lepas dan melewati tiang scanner akan berbunyi).

    • Signifikansi (severity) tinggi dan likelihood (frekuensi) tinggi: prevent at source.

    Tipe resiko seperti ini tidak releven lagi dibicarakan, karena jika situasi semacam ini terjadi, berarti perusahaan tidak lagi bisa mengendalikan resiko, dan bisa berakibat pada kebangkrutan. Misalnya, jika perusahaan tidak bisa mengendalikan penggelapan uang dengan jumlah besar oleh karyawannya (tipe resiko ini berada dalam kuadran frekuensi rendah/signifikansi tinggi), maka ada kemungkinan resiko ini berubah menuju kuadran frekuensi tinggi/signifikansi tinggi). Jika hal ini terjadi, maka perusahaan praktis akan bangkrut dalam waktu singkat. Dengan perspektif semacam ini, maka tugas manajemen resiko adalah mencegahnya migrasi resiko-resiko yang ada ke dalam kuadran frekuensi tinggi/signifikansi tinggi.

    Strategi untuk menghadapi resiko di wilayah-wilayah tersebut sebagai berikut:

    • Wilayah 1. Severity tinggi dan frekuensi tinggi: Immediate Action

    Untuk wilayah ini, perusahaan haruas melakukan penanganan yang agresif dan segera (Immediate Action).

    • Wilayah 2: Severity tinggi dan frekuensi agak tinggi: Immediate Attention

    Untuk wilayah ini, perusahaan harus mengawasi resiko ini (ImmediateAttention).

    • Wilayah 3: severity agak tinggi dan frekuensi agak tinggi: Periodic Attention

    Untuk wilayah ini, perusahaan harus bisa melakukan pengawasan secara berkala (periodic attention).

    • Wilayah 4: serity rendah dan frekuensi rendah: Annual Evaluation

    Untuk wilayah ini, perusahaan ini bisa lebih longgar, yaitu melakukan pengawasan dengan jangka waktu panjang, misalnya tathunan. (annual evaluation).

    Aspek dinamika resiko juga perlu diperhatikan. Resiko bisa berubah dari wilayah 4 ke wilayah lainya, misal ke wilayah 2. Misalnya, resiko tuntutan hokum barangkali tidak begitu kelihatan di masa lalu. Tetapi dengan semakin sadarnya masyarakat akan hak dan kewajibanya, resiko tersebut bisa berubah menjadi resiko yang semakin pentin.

    Pengukuran resiko oprasional dapat kita lakukan dengan penempatan tingkatan dari setiap bentuk resiko yang terjadi. Yaitu semakin tinggi resiko maka semakin tinggi kem ungkinan untuk memperoleh retrun yang di harapkan, dengan asumsi resiko dan retrun besifat linier.

    Pengertian Risiko Menurut Para Ahli

    Adapun pengertian risiko menurut para ahli diantaranya yaitu:

    • Menurut Arthur Williams Dan Richard, M.H.

    Resiko merupakan suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama priode tertentu.

    Resiko merupakan ketidaktentuan “uncertainty” yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian “loss”.

    Risiko merupakan ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa.

    Resiko merupakan probabilitas suatu hasil yang berbeda dengan yang diharapkan.

    • Menurut Prof Dr.Ir. Soemarno, M.S.

    Suatu kondisi yang timbul karena ketidakpastian dengan seluruh konsekuensi tidak menguntungkan yang mungkin terjadi disebut resiko.

    • Menurut Sri Redjeki Hartono

    Resiko merupakan suatu ketidakpastian di masa yang akan datang tentang kerugian.

    Resiko kewajiban memikul kerugian yang disebabkan karena suatu kejadian diluar kesalahan salah satu pihak.

    Resiko merupakan derjat penyimpangan sesuatu nilai disekitar suatu posisi sentral atau di sekitar titik rata-rata.

    Resiko merupakan kemungkinan terjadinya peristiwa yang dapat merugikan perusahaan.

    Resiko merupakan bahaya yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang.

    Dari definisi-definsi tersebut dapat disimpulkan bahwa risiko dalam hal ini selalu dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan yang tidak diduga/tidak diinginkan. Dengan demikian risiko mempunyai karakteristik yaitu:

    • Merupakan ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa.
    • Merupakan ketidakpastian bila terjadi akan menimbulkan kerugian.

    Wujud dari risiko itu dapat bermacam-macam antara lain yaitu:

    • Berupa kerugian atas harta/kekayaan atau penghasilan, misalnya diakibatkan oleh kebakaran, pencurian, pengangguran dan sebagainya.
    • Berupa penderitaan seseorang misalnya sakit/cacat karena kecelakaan.
    • Berupa tanggung jawab hukum, misalnya risiko dari perbuatan atau peristiwa yang merigikan orang lain.
    • Berupa kerugian karena perubahan keadaan pasar, misalnya terjadinya perubahan harga, perubahan selera konsumen dan sebagainya.

    Untuk lebih jelasnya bisa kita lihat dalam gambar di bawah ini:

    Pada gambar diatas dapat kita pahami bahwa terdapat suatu hubungan kuat antara expected return / E(R) dan Risk (σ). Dimana setiap titik-titik dan wilayah tersebut dapat kita jelaskan sebagai berikut:

    • Posisi 1 adalah dimana E(R) berada di posisi tertinggi dan σ juga berada di posisi yang tertinggi dalam artian semakin tinggi pengharapan pada E(R) maka semakin tinggi kemungkinan terjadinya σ. Atau dengan kata lain disini kondisi maksimalitas E(R) bersifat searah (linier) dengan resiko yang akan diterima. Misalnya, pada saat suatu perusahaan merencanakan untuk menambah kapasitas atau profit perusahaan akan mengalami peningkatan, namun ini juga berakibat pada terjadinya peningkatan pada proses produksi untuk mampu meningfkatkan jumlah produksi per unitnya yaitu jika sebelumnyya perusahaan bisa memproduksi 4.000 unit maka sekarang harus ditingkatkan menjadi 4.700 unit. Kondisi ini akan menimbulkan beberapa dampak pada resiko operasional perusahaan seperti:
    1. Mesin produksi akan mengalami masa penyusutan dengan cepat karena dipakai dalam waktu lebih lama dan bersifat mengejar target produksi.
    2. Kebutuhan bahan baku yang di butuhkan akan mengalami peningkatan yang tinggi dan tidak boleh berhenti karena akan mempengaruhi kelancaran produksi secara tepat waktu.
    • Posisi II adalah dimana E( R) berada pada posisi rendah dan σ berada pada posisi yang tinggi atau dengan kata lain E(R) dan σ bersifat tidak searah (non melakukan antisipasi dan menetapkan strategi yang maksimal guna menghindari semakin terjadinyapergerakan terjadinya kenaikan resiko yang lebih tinggi,karena semakin tingginya resiko yang terjadi akan menyebabkan beberapa hal pada perusahaan, misalnya:
    1. Peningkatan kerugin perusahaan akan terus bertambah dan lebih jauh dana cadangan akan lebih banyak terkuras
    2. Jika resiko kerugian ini di biarkan terus menerus maka akan menyebabkan perusahaan berada dalam kondisi financial distress (kesulitan keuangan).
    3. Posisi III adalah dimana E(R) berada pada posisi rendah dan σ juga berada pada posisi yang rendah, atau dengan kata lain E(R) dan σ bersifat searah (linier).
    • Pisisi IV adalah dimana E(R) berada pada posisi tinggi dan σ berada pada posisi yang rendah atau dengan kata lain E(R) dan σ bersifat tidak searah (non linier) pada kondisi yang seperti ini ada beberapa kondisi dan situasi yang perlu di cermati:
    1. Resiko sangat sulit diprediksi tapi jika terjadi mampu menempatkan posisi perusahaan berada pada titik posisi II
    2. Kondisi dan situasi ini terjadi pada saat control resiko (risk control) menjadi lemah karena perusahaan selama ini terbuai oleh profit yang terus menerus mengalami kenaikan.
    3. Semangat kerja under pressure yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan tidak lagi seperti berada pada posisi II, dan ini bisa berdampak pada penurunan kedisiplinan kerja serta target pekerjaan yang harus dikerjakan.

    Baca Juga : Restoran adalah

    Perubahan Karakteristik Risiko Operational

    Setiap risiko bisa berubah karateristiknya dari waktu ke waktu. Misalkan pada jaman dulu pencatatan transaksi dilakukan secara manual ( karyawan menuliskan harga dan jumlah unit yang diperdagangkan di kertas ), cara tersebut dapat memunculkan risiko kesalahan pencatatan. Frekuensi kesalahan cukup sering karena karyawan sering lelah namun biasanya mengakibatkan kerugian yang relative kecil.

    Sekarang ini sudah banyak cara manual seperti itu diganti dengan pencatatan terkomputerisasi dengan demikian frekuensi kesalahan dapat diturunkan namun akan muncul jenis risiko baru. Apabila terjadi kegagalan atau kelemahan pada system komputer maka kerugian yang muncul akan sangat besar.

    Era globalisasi telah memberi perubahan besar bagi konsep bisnis pada seluruh sektor bisnis, baik financial maupun non financial, sehingga menciptakan konsep produk dibuat untuk bisa menampung keinginan globalisasi tersebut. Karena itu, perusahaan dituntut untuk menerapkan manajemen yang berbasis konsep global yang secara tidak langsung mekanisme operational perusahaan juga harus bersifat global.

    Otomatisasi ini menurunkan risiko yang berkaitan dengan manusia (misal kesalahan dalam pencatatan karena kelelahan). Tetapi otomatisasi semacam itu memunculkan risiko yang baru yaitu risiko kegagalan sistem dan semacamnya. Risiko ini cenderung lebih sulit untuk dideteksi dan jika terjadi maka perusahaan akan mengalami kerugian yan signifikan.

    • Terlalu mengandalkan teknologi

    Apabila terlalu mengendalikan teknologi maka akan ada risiko baru yang akan dialami, walaupun dengan menggunakna teknologi memudahkan dalam membantu proses bisnis yang akan lebih cepat.

    Outsourcing merupakan tren bisnis akhir – akhir ini. Outsourcing berarti menggunakan jasa pihak luar untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaan perusahaan. Outsourcing dilakukan dengan pertimbangan efisiensi ( bisa menurunkan biaya ). Jika melakukan pekerjaan sendiri , karena sesuatu hal ( misalkan keahlian yang tidak ada atau skala ekonomi yang kurang ), bagi perusahaan, akan lebih menguntungkan jika menggunakan jasa dari pihak luar untuk pekerjaan tertentu.

    • Perubahan budaya masyarakat

    Masyrakat semakin lama semakin pandai, semakin sadar kan hak dan kewajibannya. Kesadaran tersebut cenderung meningkatakan risiko litigasi, dimana masyarakat akan berusaha menuntut apabila merasa dirugikan. Perubahan budaya masyarakat bisa meningkatkan risiko gugatan hukum.

    • Biaya untuk risiko Operational

    Untuk mengatasi risiko operational suatu perusahaan harus membuat analisa mencakup:

    1. Menghitung dan memetakan bentuk risiko yang sedang dan akan dihadapi
    2. Memperhitung biaya yang harus dialokasikan menyangkut pengelolaan risiko
    3. Memutuskan pembentukan mekanisme seperti apa yang layak diterappkan untuk mengelola risiko
    4. Memutuskan dari manasumberdana yang dapat dialokasikan untuk mendukung penyelesaian operational risk ini.

    Strategi Dalam Risiko Pengadaan Barang dan Jasa

    Berhubungan dengan anggaran pemerintahan dalam sebuah kerja sama pengadaan barang dan jasa sangat rentan dengan aspek KKN. Konsekuensinya, akan berbenturan dengan hukum yang berlaku. Kerentanan tersebut, menjadikan hukum dan aturan yang ditetapkan pun jadi semakin ketat untuk menghindari segala kemungkinan tindakan KKN. Nah, bagi Anda yang terlibat dalam usaha pengadaan barang dan jasa instansi pemerintah tentu harus mengerti seputar aturan, hukum, dan cara mengantisipasinya agar tidak terkena risiko pidana. Bagaimanakah caranya?

    Harus selalu disadari bahwa risiko tindak pidana tidak dapat dihilangkan. Risiko hanya dapat dikurangi kemungkinan terjadinya dengan mengimplementasikan strategi yang tepat. Menyuap auditor bukan merupakan cara menyelesaikan masalah yang tepat. Justru sebaliknya, akan menambah masalah. Salah satu strateginya ialah melalui metode risk transfer atau memindahkan risiko kepada pihak atau perusahaan lain. Penerapannya ialah dengan meminjam bendera perusahaan lain untuk melaksanakan pengadaan barang/jasa.Bagi pengelola pengadaan barang dan jasa, strategi risk transfer dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.

    1. Meminta penjelasan secara tertulis (fatwa) untuk hal-hal yang belum jelas kepada lembaga yang kompeten dan relevan, misalnya BPK, LKPP, Mendagri, atau Menkeu. Dengan memiliki penjelasan tertulis, risiko secara otomatis akan berpindah kepada lembaga yang mengeluarkan fatwa tersebut.
    2. Meminta persetujuan tertulis kepada manajemen atau lembaga yang lebih tinggi. Praktik ini pernah terjadi pada pengadaan peralatan penyadapan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui mekanisme Penunjukan Langsung. Hal ini dilakukan KPK dengan meminta persetujuan presiden untuk melaksanakan pengadaannya melalui mekanisme Penunjukan Langsung, tanpa melalui lelang. Pasalnya, jika pagunya di atas 200 juta rupiah, aturan undang-undangnya mesti melalui sistem lelang. Dengan demikian, KPK terbebas dari risiko tindak pidana dalam melaksanakan pengadaan peralatan penyadapan melalui mekanisme Penunjukan Langsung tersebut.

    Secara lebih lengkapnya lagi mengenai mekanisme, aturan, dan strategi pengadaan barang dan jasa ini akan dijelaskan dalam buku Aman dari Risiko dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Buku ini ditulis oleh Suswinarno Ak., MM untuk memberikan pemahaman yang baik dan tepat tentang manajemen risiko pengadaan barang dan jasa pemerintah agar bisa mengantisipasinya.Buku terbitan VisiMedia ini dibagi ke dalam enam penjelasan pokok, yaitu mulai dari manajemen risiko, proses manajemen, identifikasi risiko pada pengadaan barang dan jasa pemerintah, mengukur risiko tindak pidana pada pengadaan barang dan jasa pemerintah, strategi mengantisipasi risiko pidana, hingga tip dan trik menghadapi audit dan auditor.

    Resiko Pengadaan

    Dalam opini mendefinisikan barang dan jasa, kuantitas, kualitas, waktu, tempat dan harga akan menentukan seberapa kompleks proses yang harus dilakukan dalam mendapatkan barang dan jasa. Seperti yang diutarakan Samsul, mana yang lebih kompleks mengukur benda atau tindakan? Jawabannya adalah lebih mudah mengukur benda ketimbang mengukur tindakan. Karena benda sifatnya tangible (berwujud) sedangkan tindakan sifatnya intangible (tidak berwujud).

    Dengan kerangka pikir diatas tentu lebih sederhana mendapatkan barang dibanding mendapatkan jasa.Kerangka berpikir ini juga akan membawa kita pada rantai logika yang sama ketika dihadapkan pada kompleksitas barang/jasa versus penyedia. Skala kompleksitas menilai barang/jasa tentu lebih sederhana dibanding menilai penyedianya. Mengkompetisikan banyak penyedia yang mampu menyediakan barang adalah cara yang paling tepat.

    Dalam mengenal karakteristik penyedia, penting juga untuk mengenal Krajilc Box Method yang memposisikan barang/jasa kedalam empat kotak berdasarkan karakteristik barang/jasa dikaitkan dengan potensi resiko dan potensi nilai belanja. Karakteristik ini dapat dijadikan peta dalam pengambilan keputusan penetapan metode pengadaan dikaitkan dengan skala kompleksitas.

    Barang/jasa Laverage mempunyai karakteristik resiko kecil tapi nilai pembelian tinggi yang diutamakan adalah memaksimalkan penghematan. Contoh: laptop berada pada pasar persaingan sempurna dimana jumlah penyedia dan jumlah barang baik jenis maupun kuantitas tersedia di pasar secara luas dan banyak sehingga faktor yang jadi pertimbangan hanyalah harga yang terendah.

    Barang/jasa Routine adalah barang resiko rendah dengan nilai pembelian yang rendah yang diutamakan adalah meminimalkan waktu dan sumber daya. Contoh: alat tulis kantor, pasti diperlukan setiap tahun dalam jumlah yang kecil dan terpecah-pecah dalam item-item kemudian dari sisi barang dan penyedia tersedia luas.

    Barang/Jasa Bottleneck mempunyai karakteristik resiko tinggi tapi nilai pembelian rendah fokus kepada jaminan pasokan agar tidak terhenti. Kontrak jangka panjang dengan eskalasi terpantau dan dinegosiasikan secara berkala. Contoh : obat-obatan, bersifat urgen dalam artian kalau tidak tersedia dalam waktu yang dibutuhkan akan mengakibatkan hambatan pada organisasi, spesifikasi khusus dan jumlah penyedia terbatas. Nilai pembelian terbatas dan terbagi atas item-item kecil.

    Barang/jasa Critical mempunyai karakteristik resiko tinggi dan dengan nilai pembelian yang tinggi memperhitungkan semua biaya langsung maupun tidak langsung dan maksimalisasi pencapaian Nilai Manfaat Uang (Value for Money). Contoh: Mesin Pembangkit Tenaga Listrik dari sisi spesifikasi sangat khusus, jumlah penyedia terbatas, bersifat urgen dan nilai pembelian tinggi.

    Dalam Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2020 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dikenal beberapa metode pemilihan pada penyedia barang/jasa. Pengadaan barang, jasa lainnya, dan pekerjaan konstruksi, terdapat beberapa metode, yakni pelelangan umum, pelelangan terbatas, pemilihan langsung, penunjukan langsung, dan pengadaan langsung; untuk pengadaan jasa konsultan terdapat beberapa metode, yakni seleksi umum, seleksi sederhana, penunjukan langsung, pengadaan langsung, dan sayembara. Metode-metode tersebut dilakukan dengan langkah-langkah yang cukup rumit dan multitafsir. Pusing bukan. Cukup sudah.

    Demikianlah pembahasan mengenai Risiko Adalah – Pengertian, Tahapan, Jenis Dan Klasifikasinya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. �� �� ��

    Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: