Indikator Terbaik Forex Untuk Pembalikan Tren

Peringkat broker opsi biner:

Indikator Untuk Trading Trend Forex Terbaik

Dibaca Normal 4 menit

Ada dua indikator untuk trading trend forex yang paling populer digunakan, yaitu Andrew’s Pitchfork dan Trendline Channel. Bagaimana menggunakannya dan mana yang terbaik?

Banyak indikator yang bisa digunakan untuk trading trend forex (trend trading). Di antara banyak pilihan, Trendline Channel atau Andrew’s Pitchfork adalah pilihan paling populer. Keduanya adalah indikator untuk trading trend forex tingkat dasar, jadi pasti dapat ditemukan dengan mudah pada beragam platform trading. Namun, dalam situasi tertentu, ada pertimbangan tertentu di mana salah satu tool trend trading lebih unggul daripada tool saingannya. Yuk, biar jelas kita kupas lebih dalam, mana yang lebih baik, Trendline Channel atau Andrew’s Pitchfork?

Kegunaan Dasar Indikator Untuk Trading Trend Forex

Pada dasarnya, Trendline Channel dan Andrew’s Pitchfork memiliki fungsi serupa; menyorot dan mengisolasi rentang pergerakan trend dalam forex. Maksudnya, kedua indikator untuk trading trend tersebut dapat membantu trader untuk mengetahui arah trend terkini dan memberikan bantuan visual di mana harga akan bergerak memantul (koreksi, reversal) atau menembus (breakout) batas garis pergerakan harga.

Misalnya, pada chart USD/JPY timeframe daily di bawah ini:

Bila dilihat sekilas, pergerakan harga terlihat belum menampakkan trend yang jelas atau kesannya masih berada dalam keadaan sideways (konsolidasi). Namun, dengan bantuan indikator untuk trading trend seperti Trendline Channel dan Andrew’s Pitchfork, maka arah trend umum mulai terlihat.

Mana Yang Lebih Baik?

Supaya lebih jelas, mari kita bandingkan satu per satu aspek masing-masing indikator untuk trading trend forex tersebut:

1. Kemudahan Penggunaan.

Bila dibandingkan, Trendline Channel dan Andrew’s Pitchfork sama-sama mudah untuk digunakan. Bedanya hanya dari tata cara menarik garisnya saja. Singkatnya, menarik garis Trendline Channel sedikit lebih mudah daripada Pitchfork karena kanal trendline ditarik dari dua titik saja (titik high tertinggi dan low terendah), sedangkan pada pitchfork diperlukan tiga titik (handle, first reaction high dan first reaction low).

Kedua indikator untuk trading trend forex tersebut biasanya merupakan tool built-in, alias sudah terdapat dalam platform trading, jadi Anda tidak perlu lagi repot-repot meng-install plugin tambahan dari luar.

2. Tingkat Akurasi.

Kedua indikator untuk trading tren forex tersebut dasarnya bersifat subyektif. Maksudnya, penempatan titik-titik penting dalam menarik garis Trendline Channel dan Pitchfork akan bergantung sepenuhnya terhadap pilihan pengguna. Dampaknya, wajar saja jika ada perbedaan dari masing-masing trader dalam menggunakan kedua indikator tersebut.

Peringkat broker opsi biner:

Misalnya pada Trendline Channel, penempatan swing high dan swing low yang berbeda akan menghasilkan channel berbeda pula.

Hal serupa juga terjadi pada Pitchfork, meskipun titik first reaction high dan low-nya sama tapi jika penempatan titik handle-nya berbeda maka sudut kemiringan dalam menyorot arah trend akan terpaut cukup jauh.

Namun, perbedaan paling mencolok adalah adanya beberapa median line pada Pitchfork yang tidak ditemukan pada Trendline Channel. Dengan bantuan median line, akurasi sinyal reversal atau breakout pada Pitchfork relatif lebih tinggi daripada Trendline Channel. Atau dengan kata lain, Andrew’s Pitchform memungkinkan Anda lebih tepat memprediksi apakah harga akan lanjut dalam trend lamanya, atau justru berbalik.

Pada chart EUR/USD timeframe D1 di atas, terlihat bahwa candlestick bergerak sekitar 80% di dalam median 0.5 (merah) dan sisanya di dalam median 1 (hijau). Dengan demikian, Pitchfork lebih nampu memberikan “rambu-rambu” lebih akurat di mana harga akan bounce atau breakout di dalam median-median-nya daripada Trendline Channel.

3. Fleksibilitas.

Pada umumnya, Andrew’s Pitchfork digunakan pada pasar saham atau komoditas dengan pergerakan trend stabil. Sedangkan pada pasar Forex, trend dapat berubah arah seketika lalu berkonsolidasi sampai berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu lamanya. Dalam keadaan pasar sideways atau ranging, pitchfork nyaris tidak berguna.

Berbeda halnya dengan Trendline Channel, meskipun kondisi pasar relatif ranging, garis kanal atas dan bawah Trendline Channel masih bisa berfungsi dengan baik sebagai batas resistance dan support. Contohnya seperti pada chart USD/JPY(D1) di atas; di situ tampak bahwa garis sudut Pitchfork terlalu miring (bukan kesalahan penggunaan, namun karena pergerakan trend memang sedang ranging).

Kesimpulan

Trendline Channel dan Andrew’s Pitchfork merupakan indikator untuk trading trend forex tingkat dasar yang dapat digunakan pada segala macam platform trading, sehingga trader dapat dengan mudah mengakses keduanya dalam situasi yang tepat.

Andrew’s Pitchfork cocok digunakan selama arah trend forex terbentuk dengan jelas dan kuat. Median-mediannya akan membantu Anda untuk menangkap dengan akurat di mana harga akan mengalami bounce atau breakout. Sedangkan Trendline Channel lebih tepat digunakan untuk keadaan pasar relatif ranging atau sideways karena garis atas dan bawah kanal dapat digunakan sebagai batas support dan resistance.

Apakah Anda suka trading trend? Jangan lewatkan juga artikel 5 Tips Jitu Untuk Trading Mengikuti Trend.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.

Indikator Terbaik dan Akurat untuk Trading Forex

5 / 5 ( 3 ) Bicara indikator terbaik dan akurat untuk trading forex mungkin sudah menjadi pencarian yang sudah sangat lama, bahkan usang. Soalnya banyak juga yang sudah menjadi trader lebih dari 3 tahun atau lebih masih mencari indikator terbaik dan akurat untuk trading forex.
Memang yang namanya trader gak pernah bosen untuk melakukan kegiatan yang satu ini, maklum mencari memang saat-saat yang paling indah, apalagi jika telah menemukan sesuatu yang baru. Lagi anget-anget tahi ayam kata orang, bikin kita bahagia banget. Dipacari sementara, tapi lama-lama ketika bosen, ya mencari pacar baru lagi. Entah kenapa, orang koq sering bosen ya, apalagi jika melihat ada yang lebih baik dan lebih ‘cling’ lagi… hihihihi.

Anehnya, setiap trader saya rasa sudah menggunakan indikator terbaik menurut versi mereka, karena setiap trader juga sudah melakukan pencarian indikator terbaik dan digunakannya… tetapi koq ya masih loss dan MC… kenapa ya? Banyak strategi di blog-blog, mereka si owner blog juga bilang, “simple dan profitable” tetapi mengapa user dan follower tidak juga profit konsisten?
Indikator MACD begini begini begini….
Indikator Bolinger Banda begini-begini begini….
Indikator RSI begini begini begini….
Indikator custom bla bla bla….
Akhirnya download ……….

Ada banyak trader juga sudah mempelajari bagaimana cara kerja indikator grafik pada umumnya. Lebih baik lagi, mereka sudah bisa menggabungkan beberapa indikator dan melihat bagaimana sinyal perdagangan mereka berjalan dengan baik. Hal ini pun sudah dilakukan tetapi pada akhirnya? Masih sering loss juga dibanding profitnya…
Kemudian ganti lagi indikatornya dan ganti pula strateginya…. Entah di “kota mana” akan tertambat hatinya dan berhenti diperempatan batas lalu mencintai selamanya. Khakhakhakhakha.. Ujung-ujungnya; masih seperti dulu…”kecewa”.
Ternyata sobat, masalahnya adalah bahwa kita tidak hidup di dunia yang sempurna, dan masing-masing indikator memiliki ketidaksempurnaan. Itulah sebabnya banyak trader menggabungkan berbagai indikator secara bersama sehingga mereka dapat “mengisi” satu sama lain. Mereka mungkin memiliki 3 indikator yang berbeda dan mereka tidak akan memasuki pasar kecuali 3 indikator tersebut memberikan sinyal yang sama. Bahkan lagi, sudah digabung-gabung, juga masih sering memberikan sinyal flase-nya. Lalu trader merasa: serba salah…
Kemudian dibuang indikator-indikator itu, lalu berganti dengan pola candle dan naked trading. Belajar lagi lebih tekun, alasan utamanya karena ‘menarik’ dan tidak akan terjebak yang namanya indikator lagi…, tidak semua trader bisa trading naked.

Mereka mendalami, serius…. apa yang terjadi kemudian…? Lho, koq ya masih loss dan MC lagi.
Dengan alasan belajar dan belajar, trader ini melanjutkan semangatnya… bahwa “forex mesti bisa ditaklukkan!” hehehehehe
Setelah babak belur dengan naked trading, kembali melirik-lirik indikator… soalnya melihat kawannya mengggunakan indikator tertentu dan profitable. Akhirnya, ya come back. hahahahahaha

Anda melanjutkan perjalanan Anda sebagai seorang trader, Anda meyakini telah menemukan indikator baru yang paling cocok untuk Anda. Setiap trader di luar sana telah berusaha untuk menemukan “kombinasi ajaib” indikator yang akan memberikan sinyal yang tepat sepanjang waktu, tetapi kenyataannya? Kembali Anda tidak menemukan sesuatu yang Anda cari, yang holygrail…! Ya, karena kenyatannya adalah bahwa tidak ada hal yang seperti yang Anda inginkan itu.
Apa yang telah anggap sebagai indikator “kombinasi ajaib” pun akhirnya ajaib beneran… sekali “cling. ” Hilang. Dan tidak ada gunanya lagi…bagi Anda.

Beralih ke EA…
Awal-awal yang baik untuk sesuatu yang menghasilkan dalam trading forex. Pada saatnya, nasibnya juga ternyata sama… “tidak ada kesempurnaan di dunia ini”. Meski konsep sesungguhnya tentang EA ini adalah: “Tergantung pribadi masing-masing…! EA dibuat untuk mempermudah perdagangan kita ini sama halnya jika kita memiliki usaha dan kita sudah memiliki systemnya maka kita hanya membutuhkan asisten untuk mempermudah pekerjaan kita….. EA sebenarnya bukanlah sesuatu yg buruk…. Trading adalah perdagangan, dan indikator sama halnya dengan sebuah timbangan dalam perdagangan, sedangan EA sama halnya asisten yang mewakili diri kita….! Bahkan contest EA sendiri berhadiah lebih besar ketimbang contest forex….!” Demikian kata guru saya: Vdj Valas.
Hemmm…. akhirnya saya banyak belajar dari kesimpulan perjalanan seorang trader, “Ketika orang mencari kesempurnaan di dunia ini, ujungnya adalah kekecewaan. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan”
Nah sekarang, trader mau mencari apa. Dari tadi koq disalahkan mulu….
Oh gak Boss…! Saya gak menyalahkan trader…! Apa yang pernah Anda jalani, saya juga mungkin lebih dulu mengalaminya koq… !
Piss…..

Coba kalau sekarang saya mau ngomong seperti ini… “Boss…. saya sudah bilang, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Mari kita berbuat yang terbaik meski tidak sempurna dan bersyukur kita masih memiliki otak dan akal. Jadi yang tidak sempurna itu kita lengkapi bagaimana agar ‘paling tidak’ mendekati sempurna.

Nah. saya ingin mendorong Anda untuk mempelajari setiap indikator yang Anda gunakan sampai Anda mengetahui bagaimana kecenderungan relatif terhadap pergerakan harga, kemudian dengan kombinasi Anda sendiri yang Anda mengerti dan yang sesuai dengan gaya trading Anda. Yang penting ketika trader menggunakan indikator, dia gunakan otaknya dulu untuk memahami dan mengerti apa fungsi indikator itu, cara kerjanya seperti apa dan informasi apa yang akan didapatkan menggunakan indikator itu. Indikator yang tidak menjadi perdebatan ya indikator otak. Artinya, gunakan Indikator Terbaik kita yakni OTAK ini saat menggunakan indikator-indikator itu.
Biar kita ngerti dan mendapatkan informasi yang berguna buat trading saat menggunakan indikator apapun. Mungkin ini PR besarnya seorang trader ketika membaca tulisan ini. Yang penting tetap belajar dan berlatih, maksimalkan Potensi OTAK kita untuk mengetahui “PERILAKU MARKET”. Yang saya yakini, akan ada hasilnya jika kita tetap semangat dan berusaha. Insya allah.”

Optimalkan Otak kita dalam bertrading, karena itu Anugerah Tuhan yang telah diberikan kepada kita. Terus belajar dan belajar ilmu profitnya…!
Apa Anda masih bingung juga cara mengoptimalkan kerja otak? Khakhakahkahahaa… Setelah menjadi trader, lebih banyak ‘sering bingung’ nih…! Lebih gampang kalau cengar-cengir…
Ya, bahasan tentang hal ini masih panjang sebenarnya… tapi apa ente seneng baca? Jika ente seneng membacanya kan saya yang gak seneng nulisnya…’capek, tahuuuuu!’

Begini saja: Pahami bahwa otak kita pada akhirnya menjadi indikator terbaik dalam mengambil keputusan apapun (termasuk dalam hal ini keputusan OP). Jangan salahkan indikator Anda jika Anda loss atau MC…! Mosok mau meng-error-kan otak sendiri…? Ya jangan menuding-nuding otak Anda sendiri bahwa dia sumber malapetaka buat hidup Anda… ! Waspadai “trader gemblung” khakhakahkahaa….
Akhirnya, tidak bisa dipungkiri, otak lah yang paling baik untuk menganalisa market, karena kalau tidak salah semua indikator yang ada di trading ini adalah buatan dari manusia semua. tetapi selain itu yang harus kita ingat ada banyak faktor X-nya juga yang menghambat pemikiran kita, yaitu emosi setiap trader itu masing – masing.
Sebenarnya masalah ini belum selesai, tetapi tulisan ini harus selesai, sebelum gemblung. Gemblung karena selalu mencari indikator terbaik dan akurat untuk trading forex khakhakhakhaaa…!

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: