Instrumen Saham

Peringkat broker opsi biner:

SahamOK.com

Investasi Saham Indonesia Lebih Realistis

Instrumen pasar modal (saham, obligasi, derivatif)

Produk pasar modal atau instrumen pasar modal adalah semua surat berharga (efek) yang terdiri dari saham, obligasi dan derivatif ( turunan dari saham dan atau obligasi ). Menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, efek adalah setiap surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, sekuritas kredit, tanda bukti utang, setiap right, waran, opsi, atau derivatif dari efek, atau setiap instrumen yang ditetapkan sebagai efek.

Ingin Punya Produk Pasar Modal? Gabung Dengan Broker Pilihan Kami

Untuk memiliki produk pasar modal seperti saham, obligasi, dan derivatif, Anda tentunya harus bergabung dengan perusahaan sekuritas/broker. Mencari broker, tidak hanya untuk pelayanan membuka rekening di awal. Ketika Anda bertransaksi saham, Anda memerlukan komunikasi yang intens dengan broker yang melayani transaksi Anda.

Nah, tim SahamOK telah menganalisis banyak broker-broker dan telah memilih beberapa di antaranya sebagai yang terbaik. Anda bisa bergabung dengan broker pilihan kami tersebut pada tabel di bawah ini. Pastikan juga Anda telah mendownload dan mengaktifkan VPN.

Broker Forex Terbaik

  • Broker
  • Info
  • Peringkat
  • Link Buka Akun
  • jual beli lebih dari 2,000 jenis saham
  • Bisa mengikuti cara investor sukses
  • Regulasi terjamin

Reviews

  • Daftar dalam 30 detik
  • $10 Deposit awal
  • Bertransaksi dengan profitabilitas tinggi

Reviews

  • Investasi cerdas
  • $10 Deposit awal
  • $1,000 di akun demo

Reviews

  • $25 Welcome Bonus
  • Leverage sampai 400:1
  • Materi edukasi

Reviews

Instrumen pasar modal atau produk pasar modal

1. Saham – Instrumen pasar modal

Salah satu produk pasar modal atau instrumen pasar modal yang umumnya dijual di pasar modal ( bursa efek ) adalah saham. Saham adalah tanda penyertaan modal pada suatu Perseroan Terbatas ( PT ).

Manfaat yang diperoleh dari pemilikan saham adalah sebagai berikut :

  1. Deviden : bagian dari keuntungan yang dibagikan kepada pemilik saham.
  2. Capital gain : keuntungan yang diperoleh dari selisih positif harga beli dan harga jual saham.
  3. Manfaat nonfinansial, yaitu mempunyai hak suara dalam aktivitas perusahaan.

1.1 Macam saham berdasarkan penerbitannya

Saham yang diterbitkan emiten ada 2 macam, yaitu

  1. saham biasa (common stock)
  2. saham istimewa (preffered stock)

Perbedaan saham ini berdasarkan pada hak yang melekat pada saham tersebut. Hak ini meliputi hak atas menerima deviden, memperoleh bagian kekayaan jika perusahaan dilikuidasi setelah dikurangi semua kewajiban-kewajiban perusahaan.

Ciri-ciri saham istimewa adalah :

  1. Hak utama atas deviden, artinya saham istimewa mempunyai hak terlebih dahulu dalam hal menerima deviden.
  2. Hak utama atas aktiva perusahaan, artinya dalam hal likuidasi berhak menerima pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham istimewa setelah semua kewajiban perusahan dilunasi.
  3. Penghasilan tetap, artinya pemegang saham istimewa memperoleh penghasilan dalam jumlah yang tetap.
  4. Jangka waktu yang tidak terbatas, artinya saham istimewa yang diterbitkan mempunyai jangka waktu yang tidak terbatas, akan tetapi dengan syarat bahwa perusahaan mempunyai hak untuk membeli kembali saham istimewa tersebut dengan harga tertentu.
  5. Tidak mempunyai hak suara, artinya pemegang saham istimewa tidak mempunyai suara dalam RUPS ( Rapat Umum Pemegang Saham ).
  6. Saham istimewa kumulatif, artinya deviden yang tidak dibayarkan oleh perusa-haan kepada pemegang saham tetap menjadi hak pemegang saham istimewa tersebut. Jika suatu saat perusahaan tidak membagikan deviden, maka pada periode yang lain jika perusahaan tersebut membagikan deviden, maka perusahaan harus membayarkan deviden terutang tersebut sebelum membagikannya kepada pemegang saham biasa.

1.2 Nilai saham

Pada suatu saham terdapat 3 ( tiga ) macam nilai :

  • Nilai nominal adalah nilai yang tercantum pada saham tersebut.
  • Nilai efektif adalah nilai yang tercantum pada kurs resmi kalau saham tersebut diperdagangkan di bursa, sedangkan
  • Nilai instrinsik adalah nilai saham pada saat diperdagangkan.

Pembedaan yang lain mengenai saham adalah :

Peringkat broker opsi biner:

  • Saham atas nama ( register stocks ) adalah yang berhak atas nilai saham sesuai dengan nama yang tercantum dalam saham tersebut.
  • Saham unjuk ( bearer stocks ) adalah orang yang memiliki ( memegang ) saham tersebut. Saham unjuk relatif lebih mudah dipindahtangankan dibandingkan dengan saham atas nama.

2. Obligasi – Instrumen pasar modal

Produk pasar modal atau instrumen pasar modal obligasi adalah surat pengakuan hutang suatu perusahaan yang akan dibayar pada waktu jatuh tempo sebesar nilai nominalnya. Penghasilan yang diperoleh dari obligasi berupa tingkat bunga yang akan dibayarkan oleh perusahaan penerbit obligasi tersebut pada saat jatuh tempo.

  • Obligasi atas unjuk ( bearer bonds ) berarti pemegang obligasi dianggap sebagai pemilik atas hak obligasi tersebut.
  • Obligasi atas nama ( registered bonds ) berarti yang berhak atas sejumlah nilai uang atas obligasi tersebut adalah sesuai dengan nama yang tertera pada obligasi tersebut.

3. Surat berharga turunan ( derivative )

Selain dari dua jenis efek yang telah diuraikan di atas yang sudah banyak digunakan sebagai media hutang di bursa efek Indonesia, terdapat beberapa jenis efek yang juga merupakan produk pasar modal atau instrumen pasar modal, yang dapat digunakan sebagai media hutang, seperti option, warrant, dan right.

3.1 Option ( Opsi )

Instrumen pasar modal Option adalah surat pernyataan yang dikeluarkan oleh seseorang/lembaga ( tetapi bukan emiten ) untuk memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham ( call option ) dan menjual saham ( put option ) pada harga yang telah ditentukan sebelumnya.

3.2 Warrant

Instrumen pasar modal Warrant adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan dengan persyaratan yang telah ditentukan sebelumnya. Persyaratan tersebut biasanya mengenai harga, jumlah, dan masa berlakunya warrant tersebut.

3.3 Right

Instrumen pasar modal Right adalah surat yang diterbitkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya ( pemilik saham biasa ) untuk membeli tambahan saham pada penerbitan saham baru. Sering juga dikenal dengan HMETD ( Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu ).

3.4 Reksa dana

Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

UU nomor 8 tahun 1995 bab IV mengatur tentang Reksa Dana. Dalam peraturan tersebut, instrumen investasi ini disebut dengan “Reksa Dana” bukan “Reksadana”. Secara harfiah, Reksa berarti Wadah, Dana berarti ( kumpulan ) Uang. Reksa Dana berarti suatu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana masyarakat dan selanjutnya digunakan untuk tujuan investasi. Kata Reksa Dana juga lebih sesuai dengan padanan kata “Mutual Fund” yang terdiri dari 2 kata bukan 1 kata.

4 Instrumen Pasar Modal yang Harus Diketahui oleh Investor Pemula

Beberapa waktu yang lalu, kita sudah kenalan dengan instrumen pasar uang, yang memang belum semuanya populer ya? Ada deh beberapa yang memang kurang populer, atau hanya dikenal oleh kalangan tertentu. Nah, begitu juga dengan instrumen pasar modal, yang akan kita bahas kali ini.

Ada beberapa instrumen pasar modal yang memang sudah sangat akrab, bahkan bagi yang sehari-hari juga enggak banyak terlibat dengan dunia keuangan. Tapi, ada juga yang mungkin baru pertama kali ini denger or baca.

Well, kalau kamu memang mau berniat mencemplungkan diri ke dunia investasi sekarang ini, ada bagusnya untuk kenalan dulu dengan berbagai instrumennya. Kenapa? Karena tak kenal maka tak sayang. Dih, basi. Tapi bener kan? Karena enggak kenal, kita bisa jadi ngeblank saat pengin milih produk investasi apa yang cocok untuk kita beli. Bisa jadi, salah memilih produk, akibatnya … sudah pasti bisa ditebak sih. Bukan cuan yang didapat, tapi kebuntungan. Aduh, syedih.

Makanya, mari kita lihat beberapa instrumen pasar modal yang ada ini dulu, untuk kemudian bisa kamu pilih sebagai instrumen investasimu.

1. Saham

Yups, saham adalah salah satu instrumen pasar modal yang paling populer, dan paling seru diperdagangkan. Yang enggak pernah bergelut di dunia keuangan sehari-hari pun pasti sudah kenal saham itu apa.

Bahkan saking populernya, kalau sedang ngomongin soal ‘pasar modal’ pasti identiknya ke ‘saham’. Padahal ya instrumen pasar modal itu ya enggak cuma saham doang.

Tapi, apa sih arti saham itu sebenarnya?

Saham adalah satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Dengan menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pendanaan jangka panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis – saham (efek ekuitas) – dengan imbalan uang tunai.

Kalau dari Bursa Efek Indonesia, saham adalah surat tanda bukti kepemilikan seseorang pada suatu perusahaan. Dengan kata lain, kalau kita beli saham, berarti kita membeli hak milik terhadap perusahaan tertentu yang sahamnya kita beli itu.

Dengan demikian, kita juga berhak atas keuntungan-keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Inilah yang disebut dengan dividen. Selain mendapat keuntungan dari dividen, kita sebagai investor juga bisa mendapatkan keuntungan dari capital gain, atau keuntungan selisih harga saham saat kita beli dan kemudian menjualnya.

Wah, banyak ya, untungnya! Iya, tapi risikonya juga besar, karena pasar saham sangat amat fluktuatif setiap harinya. Bahkan dalam hitungan jam, hingga menit, harga saham bisa jatuh drop karena berbagai sebab. Kadang penyebabnya jatuhnya juga enggak banget, bikin KZL bin ZBL.

Sebagai investor, kita dituntut untuk selalu memonitor pergerakan instrumen pasar modal ini. Belajar banyak dulu kalau memang mau nyemplung ke instrumen investasi satu ini ya, meliputi belajar analisis fundamental dan juga analisis teknikal, agar kamu bisa memilih saham mana yang paling sesuai dengan tujuan finansialmu, dan juga bisa mendatangkan cuan.

Oh iya. Saham ini ternyata juga terbagi atas dua macam:

  • Saham biasa, yaitu saham yang biasa kita lihat diperjualbelikan di Bursa Efek, yang keuntungannya bisa berupa dividen dan capital gain.
  • Saham preferen, yaitu saham yang punya prioritas lebih dari saham biasa untuk pembagian dividennya, bersifat kumulatif, dan bisa ditukar dengan saham biasa dengan syarat tertentu.

Kategori saham ini juga ada beberapa, yaitu blue chip stocks, income stocks, growth stocks, speculative stocks, cyclical stocks, emerging growth stocks, dan defensive stocks.

Sekarang mari kita lihat instrumen pasar modal yang lain dulu.

2. Obligasi

Nah, instrumen pasar modal yang satu ini, belakangan agak ngehits. Lebih populer daripada sebelumnya. Ini terkait dengan kampanye-kampanye yang sering wira-wiri di media sosial, bahwa dengan membeli obligasi–yang dikeluarkan oleh pemerintah–berarti kita sudah ikut berpartisipasi secara langsung dalam pertumbuhan Indonesia.

Ciyeeeh. Bener enggak sih, gitu? Siapa nih yang kemarin barusan borong SBR 008, dan juga SBR angkatan sebelumnya? Coba sharing bagaimana perasaannya setelah ikut mendukung program pemerintah membangun Indonesia?

Obligasi pada dasarnya adalah surat utang. Nah, tak hanya perseorangan atau perusahaan saja yang bisa membuat surat utang–yang dibuat setelah mereka meminjam sejumlah dana sebagai modal usaha–negara pun bisa membuat surat utang, yang kemudian diperjualbelikan sebagai instrumen pasar modal.

Pembelinya siapa? Ya, kita-kita ini. Saya, kamu, siapa saja yang mau “merelakan” uangnya dipinjam oleh negara untuk menutup sebagian defisit APBN.

Keuntungan instrumen pasar modal satu ini adalah dari kupon yang terbagi atas fixed coupon dan floating coupon. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dari harga beli.

Kupon obligasi ini lebih besar ketimbang bunga deposito lo! Jadi, bisa banget kamu pertimbangkan untuk dijadikan investasi jangka menengah deh.

Meski keuntungannya besar, tapi risiko obligasi juga tetap ada lo. Bahkan jika obligasi ini dikeluarkan oleh pemerintah dan dilindungi oleh undang-undang dalam pembayaran pokok dan kuponnya. Tapi dibandingkan dengan saham, obligasi tetap lebih sangat aman, sehingga cocok banget buat kamu, para investor pemula yang baru mulai coba nyemplung ke pasar modal.

3. Reksa dana

Nah, instrumen pasar modal yang ketiga ini adalah yang “paling ramah” untuk dicoba oleh investor pemula. Kita tinggal percayakan saja sejumlah dana pada manajer investasi, biar mereka yang bekerja untuk mengembangkannya. Kalau performa kurang oke, kita bisa “memecat”-nya dan mengalihkan dana ke manajer investasi yang lain.

Reksa dana ada 4 jenis:

  • Reksa dana pasar uang: yang dananya akan diinvestasikan ke produk-produk pasar uang, seperti deposito, SBI, dan sebagainya.
  • Reksa dana pendapatan tetap: 80% dana akan dibelanjakan untuk instrumen investasi berupa sukuk atau obligasi.
  • Reksa dana campuran: investasinya ke saham dan obligasi, sisanya baru pasar uang
  • Reksa dana saham: 80% dana akan diinvestasikan ke produk saham.

Masing-masing jenis reksa dana punya term dan keuntungan serta risiko yang berbeda. So, sediakan waktu untuk mempelajarinya.

Namun, enggak seperti saham, kamu bisa agak nyantai sih kalau di reksa dana, karena kalau enggak parah banget, kamu pasti tetap bisa mendapatkan untung kok. So, pilihlah manajemen investasi yang bereputasi baik ya.

4. Derivatif

Derivatif adalah surat berharga turunan dari saham atau obligasi. Pada umumnya derivatif ini digunakan oleh para manajer investasi untuk melindungi nilai investasi terhadap risiko yang timbul akibat pergerakan harga saham, suku bunga, nilai tukar rupiah, dan beberapa faktor penyebab pergerakan harga di pasar modal yang lain, tanpa memengaruhi nilai produk acuan.

Derivatif ini ada beberapa jenis:

  • Opsi: surat pernyataan dari pihak yang memberikan hak pada pemegang saham untuk menjual sahamnya sesuai harga yang disepakati.
  • Right: surat berharga yang menyatakan mengenai pemberian hak bagi pemodal untuk membeli saham baru dengan harga dan waktu yang disepakati.
  • Warrant: surat yang dikeluarkan oleh perusahaan yang menyatakan bahwa pemegangnya mempunyai hak untuk membeli saham dengan syarat-syarat yang sudah disepakati.

Contoh derivatif ini misalnya nih. Kita punya surat pernyataan bahwa kita bisa membeli saham A di tanggal 14 September dengan harga Rp2.000. Nah, saat tanggal 14 September tiba, ternyata harga sahamnya sudah jadi Rp2.300. Dengan adanya derivatif ini, kita boleh membeli saham dengan tetap seharga Rp2.000.

Paham kan ya? Itu contoh paling gampang sih.

Jadi, gimana? Sudah pernah ngulik yang mana saja, dari keempat instrumen pasar modal di atas? Saham, reksa dana pasti sudah. Obligasi kemungkinan besar juga sudah ya? Derivatif mungkin yang belum terlalu familier.

Semoga bermanfaat ya, dan bikin makin semangat berinvestasi. Sampai ketemu di artikel berikutnya ya!

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: