Jika Dilakukan Order Forex, 4 Macam Jenis Pending Order Dalam Dunia Trading Forex – DIDIMAX

Peringkat broker opsi biner:

Jenis – Jenis Order Dalam Trading Forex

Dibaca Normal 8 menit

Umumnya trader hanya mengenal Market Order dan Pending Order. Namun, sebenarnya ada banyak sekali jenis order dalam trading forex.

Mirip dengan pengertian “order” di restoran; dalam trading Forex, kata order mengisyaratkan bagaimana kita ingin “memesan” sesuatu, tepatnya apa yang dipesan, dan mau pesan untuk sekarang atau nanti. Apakah akan Buy/Sell pada harga berapa, bagaimana posisi trading akan ditutup, dan seterusnya. Setiap orang bisa menentukan metode berbeda-beda dalam menentukan cara pembukaan dan penutupan posisi, sehingga tersedialah berbagai jenis order dalam trading forex.

Pada umumnya, trader hanya mengenal Market Order dan Pending Order saja. Namun, jika dibahas secara terperinci, sebenarnya ada banyak sekali jenis order dalam trading forex. Berikut bahasan selengkapnya.

1. Market Order

Ini jenis order dalam trading forex yang paling sederhana. Market Order adalah tipe order Buy/Sell pada harga terbaik yang tersedia di pasar. Contohnya, harga pada USD/JPY saat ini berada pada 109.838. Jika kita ingin Buy USD/JPY pada harga pasar, maka itu akan “dijual” pada kita dengan harga 109.852 (Ask Price). Kita akan klik “buy” di platform trading, dan platform akan langsung mengeksekusi order buy pada harga tersebut. Gambaran nyatanya bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

Perhatikan posisi harga saat ini (109.838) yang berlatar warna hijau lumut, serta harga Buy pada 109.852 yang berlatar warna hitam di dekatnya. Inilah Market Order. Simpel bukan? Ini seperti membeli barang di online shop; hanya saja yang kita beli bukan baju baru.

2. Limit Entry Order

Limit Entry Order adalah jenis order dalam trading forex yang ditempatkan untuk Buy di bawah harga pasar sekarang, atau Sell di atas harga pasar sekarang.

Contohnya, USD/JPY saat ini ditradingkan pada harga 109.858. Kita ingin buka posisi Buy jika harga telah turun hingga mencapai 108.800. Untuk melakukannya, kita bisa saja menunggu hingga entah kapan harga mencapai 108.000, lalu baru meng-klik Buy dengan Market Order. Namun, kita juga bisa memasang Buy dengan Limit Entry Order sekarang, kemudian ditinggal pergi. Kalau nanti harga memang turun sampai 108.800, maka platform trading akan secara otomatis membuka posisi sell pada harga terbaik saat itu.

Perhatikan, pada gambar nampak bahwa posisi harga Buy (108.800) berada lebih rendah dari harga pasar sekarang (109.858). Limit Entry Order seperti ini merupakan salah satu tipe Pending Order. Trader bisa memanfaatkannya, jika meyakini bahwa harga akan berbalik setelah mencapai level tertentu, atau menurut istilah kerennya, reversal.

3. Stop Entry Order

Stop Entry Order juga termasuk salah satu jenis Pending Order, tetapi fungsinya berbeda dengan Limit Entry Order. Stop Entry Order bisa digunakan apabila kita ingin membuka posisi Buy di atas harga pasar sekarang, atau melakukan Sell di bawah harga pasar sekarang. Ini dipakai kalau kita memperkirakan harga akan terus bergerak ke satu arah yang sama.

Contohnya, USD/JPY saat ini ditradingkan pada 109.846 dan nampak bergerak ke atas. Kita berpikir bahwa harga akan naik makin cepat dan meninggi lagi apabila sudah menyentuh 111.412. Selanjutnya, kita bisa tunggu sampai harga mencapai 111.412 lalu baru klik Buy dengan Market Order, atau sekarang juga kita pasang Stop Entry Order pada 111.412. Nantinya, karena sudah ada Stop Entry Order, maka posisi trading Buy bakal langsung tereksekusi otomatis ketika mencapai harga yang ditentukan, walaupun saat itu kita tidak sedang memelototi komputer.

Peringkat broker opsi biner:

4. Stop Loss Order

Stop Loss Order bukan digunakan untuk membuka posisi trading, melainkan dipakai untuk mencegah Loss lebih parah kalau harga bergerak ke arah yang tidak diduga. Jenis order ini dipasang setelah atau bersamaan dengan ketika kita membuka Buy ataupun Sell dengan tipe order apapun, dan akan terus berlaku hingga Stop Loss Order tersebut dicabut atau posisi trading kita tertutup.

Untuk contohnya, mari kita perhatikan kembali gambar Market Order pada nomor satu tadi. Bersamaan dengan ketika kita membuka posisi trading Buy, kita juga menentukan Stop Loss pada harga 108.838 dan Target Profit pada 111.411. Ekspektasi kita tentu harga akan naik hingga mencapai target. Akan tetapi, pasar forex sangat tidak pasti. Apabila harga ternyata tidak naik terus, melainkan berbalik turun hingga mencapai 108.838, maka platform trading akan otomatis menutup posisi trading saat itu juga dengan hasil kita Loss (merugi).

“Posisi trading ditutup otomatis dengan hasil merugi” itu kedengarannya memang jelek. Namun, bisa jadi itu lebih baik dibanding kalau katakanlah harga ternyata bergerak sampai 107.000, dan kita tidak pasang Stop Loss sama sekali, lalu ternyata rugi lebih parah! Stop Loss Order ini sangat berguna kalau kita tidak ingin duduk di depan monitor, mengawasi sepanjang hari, setelah buka posisi. (Baca juga: Panduan Memasang Stop Loss)

5. Trailing Stop

Trailing Stop merupakan variasi Stop Loss Order yang ditempatkan pada suatu posisi trading, tetapi dapat berpindah seiring dengan fluktuasi harga. Sekali Trailing Stop berpindah, maka level yang baru berubah menjadi Stop Loss untuk posisi trading tersebut. Perpindahan ini akan terus berlanjut selama harga bergeser sesuai interval yang telah ditentukan. Pada skenario Buy, Trailing Stop tidak dapat turun setelah berpindah naik; sedangkan pada skenario Sell, Trailing Stop tidak dapat naik setelah berpindah turun.

Katakanlah ada posisi Buy USD/JPY pada 109.852, dengan interval Trailing Stop 20 pip. Ini artinya, Stop Loss awal adalah pada 109.652. Jika harga ternyata berjalan naik ke 110.252, maka Trailing Stop akan pindah dan terkunci pada 110.052. Jadi, misalkan harga kemudian berbalik turun lagi hingga 110.200 misalnya, maka posisi akan tetap pada 110.052. Andaikan harga turun lagi ke 110.000, tak perlu khawatir karena posisi trading otomatis ditutup pada 110.052 dan Anda sudah berhasil mengamankan profit sampai level tersebut. (Baca juga: Penggunaan Trailing Stop Pada Metatrader)

6. Jenis Order Yang Tak Umum Digunakan

Uraian di atas tadi adalah jenis order dalam forex yang biasa digunakan oleh trader. Namun, bilamana seorang trader sudah lebih berpengalaman dan punya modal lebih besar, maka bisa saja menggunakan beberapa jenis order lain yang tidak umum dipakai. Diantaranya:

  • Good ‘Till Cancelled (GTC)
    Order GTC akan tetap aktif di pasar hingga kita memutuskan untuk membatalkannya. Broker tidak akan membatalkan order itu secara sepihak. Karenanya, kita harus berhati-hati dalam menerapkannya dan mengingat baik-baik jika telah menjadwalkan order ini dalam trading.
  • Good for the Day (GFD)
    Order GFD akan aktif di pasar hingga hari trading itu berakhir. Tetapi karena pasar forex berlangsung 24 jam, maka ada baiknya mengecek ke broker untuk mengetahui pukul berapa tepatnya hari trading diakhiri.
  • One-Cancels-the-Other (OCO)
    Order OCO bisa dikatakan gabungan antara dua order plus Stop Loss. Dua order dengan harga dan durasi berbeda ditempatkan di atas dan di bawah harga saat ini. Ketika salah satu ordernya dieksekusi, maka order satunya lagi dibatalkan.
    Umpamanya, harga EUR/USD saat ini 1.2040. Kita ingin melakukan Buy pada 1.2095, atau Sell jika nanti harga jatuh ke 1.1985. Nah, setelah OCO dipasang, ternyata harga naik dan mencapai 1.2095. Saat itu, order Buy secara otomatis berjalan, sedangkan perintah Sell di 1.1985 dibatalkan.
  • One-Triggers-the-Other(OTO)
    Ini kebalikannya OCO, karena order akan berjalan hanya setelah order awal dijalankan.
    Contohnya, USD/CHF saat ini ditradingkan pada 1.2100. Kita berpikir, setelah menyentuh 1.2100, pair itu akan berbalik dan menurun hingga 1.1900. Nah, masalahnya, kita tidak ingin memelototi komputer terus. Karenanya, agar tetap bisa “menangkap” peluang meski tidak di depan komputer, kita bisa pasang Sell Limit pada 1.2000, sekaligus pasang Buy Limit pada 1.1900, serta untuk jaga-jaga, Stop Loss pada 1.2100. Sebagai order OTO, Buy Limit dan Stop Loss-nya baru akan ditempatkan kalau order pertama Anda untuk Sell pada 1.2000 berjalan.

Yang perlu diingat, tidak semua broker menyediakan semua jenis order ini. Jadi, jika kita ingin menggunakan suatu jenis order, pastikan broker kita menyediakan jenis order itu.

Nah, kalau masih bingung tentang bagaimana menggunakan berbagai jenis order dalam trading forex? Praktik langsung saja dengan dana virtual di akun demo. Dapatkan akses ke berbagai akun demo trading disini. Tetaplah trading di akun demo sembari belajar sampai kita merasa nyaman dan bisa mengembangkan sistem yang menguntungkan, sebelum membuka akun riil dan menanamkan modal nyata dalam trading forex.

Ada alternatif lain untuk mempelajari berbagai jenis order ini, yaitu langsung dari broker. Terdapat beberapa broker yang menyajikan fasilitas belajar trading gratis bagi kliennya, termasuk mengenai cara mengoperasikan macam-macam jenis order yang tersedia pada platform tradingnya.

Jika Dilakukan Order Forex, 4 Macam Jenis Pending Order Dalam Dunia Trading Forex – DIDIMAX

Order lebih dikenal dengan istilah entry, open position, atau juga open price. Selain dapat dilakukan dalam dua arah; ‘buy’ dan ‘sell’, order juga dapat dilakukan dengan berbagai cara. Masing-masing cara atau tipe order ini dapat digunakan sesuai dengan strategi dan keadaan tertentu. Adapun tipe-tipe order tadi adalah sebagai berikut:

Market Order atau Direct Order

Market order atau Direct Order adalah suatu order untuk membeli atau menjual dengan harga terbaik yang tersedia di pasar.

Sebagai contoh, harga Bid untuk EUR / USD saat ini di 1,2140 dan harga ask di 1,2142. Jika Anda ingin membeli EUR / USD di pasar, maka akan dijual kepada Anda pada harga ask 1,2142. Anda akan klik buy dan platform trading Anda langsung akan mengeksekusi perintah beli pada harga yang sekarang.

Sesuai dengan artinya yaitu tertunda, pending order ini adalah order yang dilakukan pada saat tertentu namun tertunda eksekusinya guna mendapatkan posisi transaksi yang lebih ideal dari harga pasar yang terjadi pada saat itu. Pending order ini terbagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu; limit order dan stop order.

  • Limit Order

Limit order adalah perintah yang ditempatkan untuk buy di bawah harga pasar atau sell di atas harga pasar pada harga tertentu.

Sebagai contoh, EUR / USD saat ini diperdagangkan pada 1,2050. Anda ingin Short sell jika harga mencapai 1,2070. Anda bisa duduk di depan monitor anda dan tunggu sampai harga menyentuh 1,2070 (pada titik dimana Anda akan klik sell market order), atau Anda dapat mengatur Sell limit order pada harga 1,2070 (maka anda bisa pergi jauh dari komputer Anda untuk menghadiri kelas menari).

Jika harga naik ke 1,2070, platform trading anda secara otomatis akan mengeksekusi Sell Order pada harga tersebut.

Anda menggunakan jenis order ini bila Anda percaya bahwa harga akan turun setelah menyentuh harga yang Anda tentukan!

  • Stop Order

Stop order adalah perintah untuk buy di atas pasar atau sell di bawah harga pasar pada harga tertentu.

Misalnya, GBP / USD saat ini diperdagangkan pada 1,5050 dan sedang menuju ke atas. Anda percaya bahwa harga akan terus naik jika menyentuh harga 1,5060. Anda dapat melakukan salah satu dari hal-hal ini: duduk di depan komputer Anda dan buy dengan market order ketika harga mencapai 1,5060 ATAU menggunakan buy stop order di harga 1,5060. Anda menggunakan stop order ketika Anda percaya harga akan bergerak ke satu arah!

Perintah stop-loss adalah tipe order terkait dengan perdagangan untuk tujuan mencegah kerugian yang banyak jika harga berlawanan dengan order anda. INGAT JENIS ORDER INI. Stop loss-order tetap berlaku sampai posisi tersebut dilikuidasi atau Anda membatalkan Stop loss-order.

Misalnya, Anda Buy Long (beli) EUR / USD pada 1,2230. Untuk membatasi kerugian maksimum Anda, Anda menetapkan stop loss-order pada 1,2200. Ini berarti jika Anda sudah salah langkah dan EUR / USD turun menjadi 1,2200 bukannya bergerak naik, platform trading Anda secara otomatis akan mengeksekusi perintah menjual pada harga 1,2200 dan menutup posisi Anda dengan kerugian 30-pip (eww!).

Stop-loss sangat berguna jika anda tidak ingin duduk di depan monitor Anda sepanjang hari khawatir bahwa Anda akan kehilangan semua uang Anda. Anda hanya dapat mengatur stop loss-order pada setiap posisi order sehingga Anda tidak akan kehilangan keranjang uang Anda dan anda masih bisa mengikuti kelas menenun atau bermain polo gajah.

Trailing Stop
Trailing stop adalah jenis stop Loss-order yang bergerak sewaktu harga berfluktuasi.

Katakanlah bahwa Anda telah memutuskan untuk short USD / JPY di 90,80, dengan trailing stop 20 pips. Ini berarti bahwa awalnya, stop loss Anda berada di 91,00. Jika harga turun dan mencapai 90.50, trailing stop Anda akan pindah ke 90,70.

Dan ingat, meskipun stop loss Anda akan berhenti pada harga ini. Ia tidak akan kembali jika harga bertentangan dengan Anda. Kembali ke contoh, dengan trailing stop 20 pips, jika USD / JPY mencapai harga 90.50, kemudian stop loss Anda akan pindah ke 90,70. Namun, jika harga tiba-tiba berubah ke 90,60, stop loss Anda akan tetap di harga 90,70.

order Anda akan tetap terbuka selama harga tidak bergerak melawan anda 20 pips. Setelah harga mencapai trailing stop Anda, stop loss order akan terpicu dan posisi Anda akan ditutup.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: