Karena Pengeluaran Kas Melibatkan Countertrade Bukan Merupakan Pilihan Untuk Perusahaan Kecil

Peringkat broker opsi biner:

Begini Cara Mencatat Jurnal Transaksi Penerimaan dan Pengeluaran Kas

Penerimaan dan pengeluaran kas selalu terjadi dalam bisnis.

Lalu bagaimana cara mengelola kas yang baik sehingga akan mendukung perkembangan sebuah bisnis?

Untuk mempermudah pemahaman terhadap konsep Penerimaan dan Pengeluaran Kas, pembahasan akan dibagi dalam 2 bagian, yaitu :

  1. Penerimaan Kas dan
  2. Pengeluaran Kas.

Yuk ditelisik pembahasannya satu per satu.

01: Penerimaan Kas

A: Pengertian Penerimaan Kas

Penerimaan kas (Cash Receipt) adalah transaksi penerimaan uang secara tunai yang menyebabkan bertambahnya aset perusahaan berupa KAS.

Yang termasuk dalam transaksi penerimaan kas antara lain:

  • penjualan tunai,
  • penerimaan pembayaran piutang,
  • penjualan aktiva,
  • penerimaan sewa dan
  • penerimaan lain-lain.

B: Cara Membuat Pencatatan Jurnal Penerimaan Kas

Transaksi penerimaan kas dicatat dalam jurnal penerimaan kas (Receipt Cash Journal).

Agar lebih jelasnya perhatikan contoh transaksi dan analisis pencatatan jurnal penerimaan kas berikut ini:

Penerimaan Kas #1: Penjualan Tunai

Perhatikan contoh pencatatan jurnal Penerimaan Kas Penjualan Tunai berikut ini:

Berikut ini adalah contoh penerimaan kas perusahaan dagang:

Peringkat broker opsi biner:

Pada tanggal 10/04/2020 PT Manajemen Keuangan Network menjual tunai 2 unit komputer bekas seharga Rp. 2.250.000 dengan nomor faktur FP-001.

Pencatatan Jurnal dari transaksi penjualan tunai tersebut adalah sebagai berikut:

(Debit) Kas Rp. 2.250.000
(Kredit) Penjualan Rp. 2.025.000
(Kredit) PPn keluaran Rp. 225.000

Penerimaan Kas #2: Penerimaan piutang

Berikut ini contoh Pencatatan Jurnal Penerimaan Kas tansaksi Penerimaan piutang

Pada tanggal 11/04/2020 PT Manajemen Keuangan Network menerima pembayaran piutang dari Toko ABC sebesar Rp. 400.000, atas pelayanan service jaringan pada bulan Juni 2020.

Pencatatan Jurnal dari transaksi peneriman piutang adalah sebagai berikut :

(Debit) Kas Rp. 400.000
(Kredit) Piutang Dagang Rp. 400.000

Penerimaan Kas #3: Penerimaan Sewa

Perhatikan contoh Pencatatan Jurnal Penerimaan Kas transaksi Penerimaan Sewa

Pada tanggal 15/04/2020 PT Manajemen Keuangan Network menerima pembayaran sewa dari Pak Joko sebesar Rp. 1. 750.000 atas ruang usaha untuk bulan Juli 2020.

Pencatatan jurnal dari transaksi peneriman sewa tersebut adalah sebagai berikut :

(Debit) Kas Rp. 1.750.000
(Kredit) Pendapatan Sewa Rp. 1.750.000

Penerimaan Kas #4: Penerimaan Lain-lain

Perhatikan contoh Pencatatan Jurnal Penerimaan Kas dari transaski Penerimaan Lain-lain

Pada tanggal 20/04/2020 PT Manajemen Keuangan Network menerima uang Rp 750.000 dari Sekolah Tinggi XYZ sebesar Rp 750.000 atas kontribusinya sebagai narasumber workshop jaringan.

Pencatatan jurnal dari transaksi peneriman uang tersebut adalah :

(Debit) Kas Rp. 750.000
(Kredit) Pendapatan lain-lain Rp. 750.000

02: Pengeluaran Kas

A: Pengertian Pengeluaran Kas

Pengeluaran kas (Cash Payment) adalah transaksi pengeluaran uang secara tunai yang menyebabkan berkurangnya aset perusahaan berupa kas, bank atau setara kas lainnya.

Transaksi pengeluaran kas adalah:

  • pembayaran utang,
  • pembelian barang dagangan,
  • pembelian bahan baku,
  • pembelian bahan pembantu,
  • pembelian perlengkapan kantor,
  • pembentukan dana kas kecil.

B: Cara Pencatatan Jurnal Pengeluaran Kas

Transaksi pengeluaran kas dicatat dalam jurnal pengeluaran kas (Payment Cash Journal).

Perhatikan contoh transaksi pengeluaran kas dan pencatatan jurnal berikut ini:

Pengeluaran Kas #1: Pembelian Perlengkapan Kantor

Contoh Pencatatan jurnal pembelian dan pengeluaran kas pembelian perlengkapan kantor.

Pada tanggal 05/04/2020 PT MCC membeli meja kantor senilai Rp. 850.000 dibayar secara tunai, dengan nomor faktur pembelian FB-001.

Pencatatan jurnal transaksi pengeluaran kas tersebut adalah sebagai berikut:

(Debit) Perlengkapan Kantor Rp. 850.000
(Kredit) Kas Rp. 850.000

Pengeluaran Kas #2: Pembayaran Utang

Perhatikan contoh soal jurnal pengeluaran kas transaksi pembayaran utang berikut ini:

Pada tanggal 06/07/2020 PT MCC membayar utang kepada Toko Jaya Berkah secara tunai sebesar Rp. 1.500.000 dengan nomor kwitansi K-001.

Pencatatan jurnal dari pembayaran utang tersebut adalah sebagai berikut :

(Debit) Hutang Dagang Rp.1.500.000
(Kredit) Kas Rp. 1.500.000

Pengeluaran Kas #3: Pembayaran biaya-biaya

Perhatikan contoh jurnal pengeluaran kas kecil untuk transaksi Pembayaran biaya-biaya.

Pada tanggal 20/04/2020 PT MCC membayar listrik secara tunai sebesar Rp. 750.000.

Pencatatan jurnal dari pembayaran biaya tersebut adalah sebagai berikut :

(Debit) Biaya Listrik Rp.750.000
(Kredit) Kas Rp. 750.000

Pengeluaran Kas #4: Pembelian Barang Dagangan

Berikut ini contoh transaksi pengeluaran kas pembelian barang dagangan:

Tanggal 25 April 2020, PT Distributor Sembako Jaya membeli barang dagangan berupa rempah-rempah dari pemasok luar pulau senilai Rp 100.000.000.

Biaya transportasi dari luar pulau ke Surabaya adalah sebesar Rp 5.000.000.

Pencatatan jurnal transaksi pembelian barang dagangan tersebut adalah sebagai berikut:

[Debit] Persediaan Barang Dagangan Rp 100.000.000
[Debit] Biaya Transportasi Rp 5.000.000
[Kredit] Kas Rp 105.000.000

Pengeluaran Kas #5: Pembelian Bahan Baku

Berikut ini contoh transaksi pengeluaran kas pembelian bahan baku:

Pada tanggal 1 April 2020, PT Masker Jaya membeli bahan baku masker karena peningkatan permintaan akibat pandemi Coronavirus.

Nilai pembelian bahan baku tersebut sebesar Rp 25.000.000

Untuk mencatat jurnal transaksi pembelian bahan baku masker tersebut adalah sebagai berikut:

[Debit] Persediaan Bahan Baku Rp 25.000.000
[Kredit] Kas Rp 25.000.000

Pengeluaran Kas #6: Pembelian Bahan Pembantu

Perhatikan contoh pembelian bahan pembantu berikut ini:

Selain pembelian bahan baku, PT Masker Jaya juga menambah pembelian bahan pembantu Rp 5.000.000

Transaksi pembelian bahan pembantu tersebut dicatat sebagai berikut:

[Debit] Persediaan Bahan Pembantu Rp 5.000.000
[Kredit] Kas Rp 5.000.000

Pengeluaran Kas #7: Pembentukan Dana Kas Kecil

Contoh berikutnya adalah pencatatan pembentukan dana kas kecil.

Ada 2 (dua) metode pembentukan dana kas kecil, yaitu metode imprest dan metode fluktuatif.

Bagaimana cara melakukan pencatatan jurnal pembentukan dana kas kecil?

Berikut ini contohnya:

Pada tanggal 25 April 2020, PT Masker Jaya menambah dana kecil senilai Rp 10.000.000.

Penambahan dana kacil ini dicatat sebagai berikut:

[Debit] Pembentukan Dana Kas Kecil Rp 10.000.000
[Kredit] Kas Pusat Rp 10.000.000

Dari 7 (tujuh) contoh pencatatan jurnal transaksi pengeluaran ini, mudah-mudahan semakin menambah pemahaman dan wawasan Anda.

Dan melengkapi pembahasan tentang jurnal penerimaan dan pengeluaran kas, berikut ini saya sajikan video pendek tentang penerimaan kas.

03: Kesimpulan

Sebuah entitas usaha pasti melakukan mekanisme transaksi penerimaan dan pengeluaran kas.

Penerimaan kas adalah penambahan aset atau aktiva entitas usaha dari aktivitas penjualan, penerimaan piutang dan pendapatan lain-lain,

Sedangkan Pengeluaran kas adalah penurunan aset kas entitas usaha karena aktivitas pembelian, pembayaran beban, dan pembayaran biaya lain-lain.

Proses pencatatan jurnal transaksi penerimaan dan pengeluaran uang berpedoman pada prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Transaksi penerimaan kas akan meningkatkan nilai kas.

Peningkatan nilai kas dicatat pada sisi DEBIT, sedangkan rekening yang terpengaruh di sisi Kredit.

Sedangkan transaksi pengeluaran kas akan menurunkan nilai kas.

Penurunan nilai kas tersebut dicatat pada sisi KREDIT, sedangkan pos yang terpengaruh dicatat di sisi Debit.

Cukup jelas dan simpel ya…

Demikian yang dapat saya bagikan pembahasan mengenai penerimaan kas dan pengeluaran kas, pencatatan jurnalnya beserta contoh-contohnya.

Mudah-mudahan bermanfaat. Terima kasih. *****

Softskill Yuda Driantama

39113524 / 1B116136

Sistem Informasi Akuntansi Pengeluaran Kas

# SISTEM AKUNTANSI PENGELUARAN KAS

Pengeluaran kas dalam perusahaan dilakukan dengan dua system yakni system pengeluaran kas menggunakan cek dan system pengeluaran kas dengan uang tunai melalui system dana kas kecil. Pengeluaran kas yang tidak dapat dilakukan dengan cek ( biasanya karena jumlah relative kecil). Dilaksanakan melalui dana kas kecil yang diselenggarakan dengan salah satu diantara 2 sistem : fluctuating-fund-balance system dan imprest system

#SYSTEM AKUNTANSI PENGELUARAN KAS DENGAN CEK

Pengeluaran kas dengan cek memiliki kebaikan ditinjau dari pengendalian intern berikut ini:

  1. Pengeluaran kas dengan cek menjamin diterimanya cek tersebut oleh pihak yang dimaksud oleh pihak pembayar.
  2. Pengeluaran kas dengan cek direkam juga oleh bank yang secara periodic mengirimkan rekening Koran bank (bank statement) kepada perusahaan nasabahnya. Rekening Koran bank inilah yang dapat digunakan oleh perusahaan yang direkam dalam jurnal penerimaan dan pengeluaran kas.
  3. Jika system perbankan mengembalikan cancelled check kepada check issuer. Pengeluaran kas dengan cek memberikan manfaat tambahan bagi perusahaan yang mengeluarkan cek dengan dapat digunakan cancelled check sebagai tanda terima kas dari pihak yang menerima pembayaran.

# Dokumen yang Digunakan

Adapun Dokumen yang digunakan dalam system akuntansi pengeluaran kas dengan cek adalah:

  • Bukti kas keluar

Dokumen ini berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas kepada bagian kasa sebesar yang tercantum dalam dokumen. Disamping itu dokumen ini berfungsi sebagai surat pemberitahuan yang dikirim kepada kreditur dokumen sumber bagi pencatatan berkurangnya utang.

Cek merupakan dokumen yang digunakan untuk memerintahkan bank melakukan pembayaran sejumlah uang kepada orang atau organisasi yang namanya tercantum pada cek. Ada 2 pilihan dalam penggunaan cek untuk pembayaran

Check issuer membuat cek atas nama

Check issuer membuat cek atas unjuk

  • Permintaan cek

# Catatan Akuntansi yang Digunakan

Catatan akuntansi yang digunakan dalam system akuntansi pengeluaran kas dengan cek adalah:

  • Jurnal pengeluaran kas

Dokumen sumber yang digunakan dalam jurnal pengeluaran kas adalah faktur dari pemasok yang telah dicap “lunas” oleh fungsi kas. Dalam pencatatan utang dengan account payable system, untuk mencatat transaksi pembelian digunakan jurnal pembelian dan untuk mencatat pengeluaran kas digunakan jurnal pengeluaran kas.

Register cek digunakan untuk mencatat cek-cek perusahaan yang dikeluarkan untuk pembayaran para kreditur perusahaan atau pihak lain. Dalam pencatatan utang dengan voucher payable system, transaksi untuk mencatat transaksi pembelian digunakan 2 jurnal yaitu register bukti kas keluar dan register cek.

#Fungsi yang Terkait

Fungsi yang terkait dalam system akuntansi pengeluaran kas dengan cek adalah:

  • Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas

Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas (misalnya untuk pembelian jasa dan untuk biaya perjalanan dinas), fungsi ini mengajukan permintaan cek kepada fungsi akuntansi (bagian utang). Setelah mendapatkan persetujuan dari kepala fungsi yang bersangkutan.Jika perusahaan menggunakan voucher payable system bagian utang kemudian membuat bukti kas keluar (voucher) untuk memungkinkan bagian kasa mengisi cek sejumlah permintaan yang diajukan oleh fungsi yang memerlukan pengeluaran kas

Fungsi ini bertanggung jawab dalam mengisi cek, memintakan otorisasi atas cek, dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau membayarkan langsung kepada kreditur.

  • Fungsi akuntansi

Fungsi ini bertanggung jawab atas :

  1. Pencatatan pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan persediaan.
  2. Pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek
  3. Pembuatan bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada fungsi kas dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut.
  4. Melakukan verifikasi kelengkapan dan kesahihan dokumen pendukung yang dipakai sebagai dasar pembuatan bukti kas keluar
  • Fungsi pemeriksaan intern

Fungsi ini bertanggung jawab untuk :

  1. Melakukan penghitungan kas secara periodic dan mencocokan hasil perhitungannya dengan saldo kas menurut catatan akuntansi (rekening kas dalam buku besar)
  2. Melakukan pemeriksaan secara mendadak terhadap saldo kas yang ada ditangan dan membuat rekonsiliasi bank secara periodic.

# Jaringan Prosedur yang Membentuk System

  • System akuntansi pengeluaran kas dengan cek yang tidak memerlukan permintaan cek, terdiri dari jaringan prosedur berikut ini:
  1. Prosedur pembuatan bukti kas keluar
  2. Prosedur pembayaran kas
  3. Prosedur pencatatan pengeluaran kas

Jika pengeluaran kas timbul dari transaksi pembelian, system akuntansi pembelian telah mengumpulkan dokumen-dokumen pendukung seperti surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok ditangan bagian utang. Selanjutnya bagian utang membuat bukti kas keluar atas dasar dokumen pendukung tersebut. Pada saat utang kepada pemasok jatuh tempo bukti kas keluar dipakai sebagai perintah kepada bagian kasa untuk membuat cek. Selanjutnya bagian kasa mengisi cek, mendapat otorisasi atas cek dari penjabat yang berwenang dan kemudian mengirimkan cek tersebut kepada kreditur.

  • System akuntansi pengeluaran kas dengan cek yang memerlukan permintaan cek, terdiri dari jaringan prosedur berikut ini :
  1. Prosedur Permintaan Cek. Dalam prosedur ini fungsi yang mengeluarkan pengeluaran kas mengajukan permintaan pengeluaran kas dengan mengisi permintaan cek. Dokumen ini dimintakan otorsasi dari kepala fungsi yang bersangkutan dan dikirimkan ke fungsi akuntansi (Bagian Utang) sebagai dasar fungsi yang terakhir ini dalam pembuatan bukti kas keluar.
  2. Prosedur Pembuatan Bukti Kas Keluar. Berdasarkan dokumen pendukung yang dkumpulkan melalui sitem pembelian atau berdasarkan permintaan cek yang diterima oleh fungsi akuntansi (Bagian Utang), dalam prosedur pembuatan bukti kas keluar, Bagian Utang membuat bukti kas keluar. Bukti kas keluar ini berfungsi sebagai perintah kepada fungsi kas untuk mengisi cek sebesar jumlah rupih yang tercantum pada dokumen tersebut dan mengirimkan cek tersebut kepada kreditur yang namanya ditulis dalam dokumen tersebut.
  3. Prosedur Pembayaran Kas. Dalam prosedur ini, fungsi kas mengisi cek, meminta tanda tangan atas cek kepada pejabatyang berwenang, dan mengirimkan cek tersebut kepada kreditur yang namanya tercantum pada bukti kas keluar.
  4. Prosedur Pencatatan Pengeluaran Kas. Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi mencatat pengeluaran kas didalam jurnal pengeluaran kas atau register cek. di samping fungsi akuntansi mencatat pengeluaran kas di dalam jurnal pengeluaran kas, pendebitan yang timbul dari transaksi pengeluaran dicatat dalam buku pembantu (dalam kartu biaya dan kartu persediaan).
  • Unsur Pengendalian Intern
  1. Organisasi
  2. System Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
  3. Praktek Yang Sehat

# SISTEM DANA KAS KECIL

Penyelenggaraan dana kas kecil untuk pengeluaran kas dengan uang tunai dapat di lakukan dengan dua cara, yaitu :

  • Sistem saldo berfluktuasi (fluctuating fund balance system)

Penyelenggaraan dana kas kecil dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Pembentukan dana kas kecil dicatat dengan mendebit rekening Dana Kas Kecil.
  2. Pengeluaran dana kas kecil dicatat dengan mengkredit rekening Dana Kas Kecil, sehingga setiap saat saldo rekening ini berfluktuasi.
  3. Pengisian kembali dana kas kecil dilakukan dengan jumlah sesuai dengan keperluan, dan dicatat dengan mendebit rekening Dana Kas Kecil.
  • Imprest System

Penyelenggaraan dana kas kecil dilakukan sebagai berikut:

  1. Pembentukan dana kas kecil dilakukan dengan cek dan dicatat dengan mendebit rekening Dana Kas Kecil. Saldo rekening Dana Kas Kecil ini tidak boleh berubah dari yang telah ditetapkan sebelumnya, kecuali jika saldo tersebut dinaikkan atau dikurangi.
  2. Pengeluaran dana kas kecil tidak dicatat dalam jurnal.
  3. Pengisian kembali dana kas kecil dilakukan dengan cek dan dicatat dengan mendebit rekening Biaya dan mengkredit rekening Kas.
Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: