Layanan Disabilitas Strategi Keragaman Budaya Dan Bahasa, Merekrut Dan Mempekerjakan Disabilitas

Peringkat broker opsi biner:

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP ++

Kumpulan Makalah dan Artikel Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

Monday, 12 January 2020

Kali ini kita akan membahas tentang Fungsi dan Peran Keragaman Sosial Budaya dalam Pembangunan Nasional. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Fungsi dan Peran Keragaman Sosial Budaya dalam Pembangunan Nasional

Kain batik yang telah menjadi warisan budaya bangsa Indonesia, memiliki corak yang beraneka ragam dari berbagai daerah. Warisan budaya kain batik tersebut telah diakui dunia, dan menjadi salah satu promosi pariwisata Indonesia. Batik menjadi kebanggaan Indonesia, mengangkat derajat bangsa Indonesia, dan menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat Indonesia. Apakah kalian dapat menemukan keragaman lain yang dimiliki bangsa Indonesia ? Pada artikel sebelumnya, kalian telah mempelajari berbagai keragaman sosial budaya bangsa Indonesia, seperti: keragaman suku bangsa, bahasa, budaya, dan religi.

Apakah semua keragaman tersebut memiliki fungsi dan peran dalam pembangunan nasional ? Uraian berikut ini akan membantumu memahami bagaimana fungsi dan peran keragaman sosial budaya dalam pembangunan nasional.

1. Fungsi dan Peran Keragaman Suku Bangsa

Setiap suku bangsa memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Contoh: suku bangsa yang tinggal di Pulau Jawa, rata-rata pandai dalam bidang pertanian. Suku bangsa di daerah kepulauan, pandai dalam bidang pelayaran. Keragaman suku bangsa, akan menyebabkan keragaman budaya, bahasa, teknologi, dan sebagainya. Dengan demikian, sesungguhnya keragaman suku bangsa di Indonesia merupakan potensi pembangunan bangsa Indonesia.

Setiap suku bangsa memiliki keahlian, teknologi, dan kebudayaan bawaan yang diturunkan oleh nenek moyang. Dapatkah kalian mengidentifikasi jenis-jenis pekerjaan yang banyak dikerjakan oleh masyarakat dari berbagai suku bangsa tersebut ?
Untuk membantu kalian lebih memahami berbagai keunggulan yang dimiliki setiap suku bangsa di Indonesia, kalian kerjakan aktivitas kelompok berikut ini.

Aktivitas Kelompok

  1. Bentuklah kelompok dengan anggota 3-4 orang.
  2. Amatilah jenis pekerjaan yang biasa dilakukan penduduk dari berbagai macam etnis.
  3. Diskusikan keunggulan keahlian penduduk tersebut dalam kegiatan ekonomi.
  4. Tuliskan hasilnya pada tabel.
  5. Presentasikan hasil pekerjaan kalian di depan kelas.

Setelah kalian melakukan aktivitas kelompok di atas, tentu kalian semakin memahami bahwa perbedaan suku bangsa yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan potensi. Setiap suku bangsa, memiliki keunggulan masing-masing. Berbagai keunggulan tersebut, harus dikelola dengan baik. Setiap suku bangsa, saling mengisi dan melengkapi sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan hebat.

2. Fungsi dan Peran Keragaman Bahasa

Pada saat ini, bangsa Indonesia telah memiliki bahasa nasional dan bahasa persatuan, yaitu: bahasa Indonesia. Bahasa daerah masih tetap dijunjung tinggi, karena merupakan salah satu hasil budaya bangsa yang bernilai sangat tinggi. Sejak lahir, manusia telah melakukan kontak dengan lingkungan di sekelilingnya. Kontak manusia dengan manusia, dilakukan dengan bahasa simbol dan lisan. Bahasa lisan, merupakan bahasa yang paling mudah dipelajari dan dipahami. Bagaimana peran dan fungsi bahasa bagi kehidupan manusia ?

Peringkat broker opsi biner:

a. Bahasa sebagai alat komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau beberapa orang, menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat berhubungan dan berinteraksi dengan sesama manusia. Melalui bahasa, manusia dapat menyampaikan segala pesan yang ada didalam akal pikiran. Di sekolah, guru menyampaikan informasi pembelajaran kepada peserta didik, menggunakan bahasa.

b. Bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri
Apa yang terucap pada dirimu, apabila kalian: senang, sedih, geli, cemas, dan sebagainya. Bahasa yang terucap merupakan bentuk ekspresi untuk mengungkapkan perasaan manusia. Bahasa, merupakan sarana untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang, baik berbentuk perasaan, pikiran, gagasan, dan keinginan yang dimilikinya. Manusia mengungkapkan semua yang diingat, dipikirkan, dan diinginkan, melalui bahasa. Ingatan, pikiran, dan keinginan manusia, meliputi semua bidang kehidupan manusia. Untuk memahami suatu masyarakat, seseorang harus memahami bahasa yang digunakan masyarakat tersebut. Puisi yang sedang dibaca oleh seorang siswa, juga merupakan salah satu ekspresi diri seseorang.

c. Bahasa sebagai alat kontrol sosial
Sebagai alat kontrol sosial, bahasa sangat efektif diterapkan pada individu atau masyarakat. Berbagai informasi dan pendidikan, disampaikan melalui bahasa. Buku-buku pelajaran dan buku-buku panduan, adalah salah satu contoh penggunaan bahasa sebagai alat kontrol sosial. kalian tentu sering menemukan berbagai tulisan yang bersifat himbauan atau larangan dalam berperilaku di tengah-tengah masyarakat.

Bangsa Indonesia memiliki aneka ragam bahasa yang digunakan disetiap masyarakat. Untuk menerapkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi, sebagai sarana ekspresi diri, dan sebagai kontrol sosial, tentu memiliki banyak hambatan. Sesama masyarakat yang tinggal di satu pulau, kadang memiliki bahasa yang berbeda-beda. Sebagai contoh, masyarakat di Pulau Jawa memiliki bahasa Jawa dan bahasa Sunda.
Bagaimana menerapkan ketiga fungsi bahasa dalam perbedaan bahasa disetiap masyarakat Indonesia ? Peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, merupakan kunci penting bangsa Indonesia mengatasi keragaman bahasa di Indonesia. Para-pemuda menerima perbedaan berbagai bahasa di Indonesia, tetapi mereka sepakat menjunjung tinggi bahasa nasional, yakni: bahasa Indonesia. Pada saat ini, bahasa Indonesia juga merupakan Bahasa Negara seperti tercantum dalam UUD 1945, Bab XV, Pasal 36. Dengan demikian, bahasa Indonesia mempunyai kedudukan, baik sebagai bahasa nasional maupun bahasa negara.
Kedudukan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia memiliki empat fungsi. Keempat fungsi tersebut, ialah sebagai: 1) lambang identitas nasional, 2) lambang kebanggaan nasional, 3) alat pemersatu berbagai masyarakat yang mempunyai latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda, dan 4) alat perhubungan antarbudaya dan daerah.

Berkaitan dengan statusnya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai: 1) bahasa resmi negara, 2) bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan, 3) bahasa resmi dalam perhubungan tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan, dan 4) bahasa resmi didalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Setelah kalian mempelajari bagaimana peranan bahasa dalam kehidupan masyarakat, bagaimana pendapatmu dengan fungsi dan peran keragaman bahasa di Indonesia dalam pembangunan nasional ?
Keragaman bahasa adalah potensi besar bagi bangsa Indonesia. Potensi tersebut memiliki fungsi dan peran penting bagi pembangunan nasional. Beberapa fungsi dan peran keragaman bahasa dalam pembangunan nasional, adalah sebagai berikut.

a. Keragaman bahasa sebagai wujud kekayaan budaya bangsa Indonesia

Bahasa adalah salah satu wujud kebudayaan. Keragaman bahasa, selayaknya selalu dibanggakan bangsa Indonesia, karena mencerminkan kehebatan nenek moyang bangsa Indonesia dalam melahirkan budaya berupa bahasa.
Kekayaan bahasa di Indonesia, memungkinkan terjadinya penyerapan unsur-unsur bahasa daerah menjadi bahasa nasional. Contoh: penyerapan berbagai kosa kata dari bahasa-bahasa daerah yang kemudian menjadi bahasa Indonesia. Apakah kalian dapat menemukan contoh kosa kata yang diserap dari bahasa daerah ? Untuk menemukan beberapa kosa kata yang merupakan serapan dari bahasa daerah, kalian lakukan aktivitas kelompok di bawah ini.

Aktivitas Kelompok

  1. Bentuklah kelompok dengan anggota 2-3 orang.
  2. Carilah kosa kata dalam bahasa Indonesia yang merupakan serapan dari bahasa daerah.
  3. Tuliskan hasilnya pada tabel.
  4. Presentasikan hasil pekerjaan kalian di depan kelas.

b. Keragaman bahasa mengandung nilai-nilai penting budaya bangsa

Kamu telah mempelajari salah satu fungsi nbahasa sebagai sarana ekspresi diri. Ekspresi yang dilahirkan manusia, dapat berupa: pemikiran, kesenian, ajaran, dan sebagainya. Bahasa yang dimiliki masyarakat diberbagai daerah, bukan sekedar sebagai alat komunikasi belaka, tetapi didalamnya juga terkandung nilai-nilai budaya tinggi. Contoh: masyarakat Jawa memiliki bahasa Jawa yang sistemnya bertingkat: ngoko, kromo alus, dan kromo inggil. Menyebut kata ganti “kamu” untuk anak kecil, sangat berbeda dengan menyebut “kamu” untuk teman sebaya atau untuk orang yang lebih tua. Sikap menghormati masyarakat Jawa terhadap orangtua sangat tinggi, sehingga mereka membedakan bahasa untuk teman sebaya dan orang yang lebih tua. Artinya, bahasa bukan sekedar sebagai alat komunikasi, melainkan juga mencerminkan nilai-nilai kebudayaan yang sangat tinggi.

Kamu dapat menemukan berbagai karya sastra dilingkungan tempat tinggalmu, yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Nilai-nilai tersebut, dapat berupa: peringatan, nasehat, hiburan, dan sebagainya. Nilai yang terkandung dalam berbagai karya seni dan sastra di berbagai daerah, menjadi pendorong semangat bangsa Indonesia untuk terus maju.

Perhatikan pantun berikut:

Ilmu manusia setitik embun
Tiada umat sepandai nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati

Pesan-pesan apa yang disampaikan dalam pantun di atas ? Untuk memperdalam pemahamanmu tentang fungsi dan peran bahasa dalam menumbuhkan semangat dalam pembangunan nasional, kerjakan aktivitas kelompok berikut ini.

Aktivitas Kelompok

  1. Bentuklah kelompok dengan anggota 3-4 orang.
  2. Carilah karya seni dan sastra dari berbagai daerah yang mengandung pesan-pesan nilai kehidupan.
  3. Kalian dapat melakukan pencarian di internet dan perpustakaan sekolah.
  4. Diskusikan dalam kelompok, apa pesan nilai dalam karya seni dan sastra tersebut.
  5. Tuliskan hasilnya pada tabel.
  6. Presentasikan hasil pekerjaan kalian di depan kelas.

Setelah kalian mengerjakan aktivitas kelompok di atas, tentu kalian semakin paham bagaimana peranan keragaman bahasa sebagai pendorong semangat masyarakat dalam pembangunan nasional.

c. Bahasa sebagai media kontrol sosial

Bahasa daerah atau lebih dikenal sebagai bahasa ibu bagi masyarakat yang setiap hari menggunakannya, memiliki fungsi dan peran penting dalam melakukan kontrol sosial. Dalam bidang pendidikan, bahasa memiliki peran penting untuk melakukan transfer pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Tidak semua pesan, dapat diterjemahkan dalam bahasa nasional. Contoh: tidak semua bahasa daerah untuk upacara adat, dapat diganti dengan bahasa nasional.
Setelah mempelajari materi tersebut, kalian tentu dapat menyimpulkan bahwa bahasa daerah tetap berperan penting dalam pembangunan nasional. Bahasa daerah, tidak lebih rendah daripada bahasa nasional. Keduanya memiliki persamaan derajat, sehingga harus tetap terus dijaga keberadaannya.

3. Fungsi dan Peran Keragaman Budaya

Indonesia memiliki lebih dari 100 tarian daerah yang tersebar di seluruh Nusantara. Kekayaan tersebut, menggambarkan keberagaman budaya Indonesia. Kekayaan kesenian berupa tarian daerah, menjadi salah satu daya pikat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Tarian daerah bukan hanya sekedar tarian untuk dilihat, tetapi didalamnya mengandung makna sangat penting bagi bangsa Indonesia. Tarian daerah merupakan ekspresi jiwa seniman Indonesia masa lalu, dan menggambarkan nilai-nilai penting yang dapat menjadi inspirasi dan teladan masyarakat masa sekarang. Seni tari Indonesia, tidak lepas dari pesan-pesan nilai moral dan keagamaan, sebagai ciri khas bangsa Indonesia.

Tarian hanya sebagian dari keragaman budaya bangsa Indonesia. Keragaman budaya daerah, dapat dikenali melalui bentuk-bentuk pakaian adat, lagu daerah, tarian daerah, rumah adat, alat musik, seni pertunjukan, upacara adat, dan lain-lain. Untuk memahami lebih dalam fungsi dan peran keragaman budaya dalam pembangunan nasional, kalian kerjakan aktivitas kelompok berikut.

Aktivitas Kelompok

  1. Bentuklah kelompok dengan anggota 3-4 orang.
  2. Carilah sumber dari buku atau internet, tentang contoh fungsi dan peran keragaman budaya di Indonesia.
  3. Tuliskan kesimpulanmu.
  4. Presentasikan hasil simpulan di depan kelas.
  5. Tuliskan simpulan hasil diskusi kelas, dan bagikan ke seluruh siswa.

Sudahkah kalian selesai mengerjakan aktivitas kelompok ? Simpulan yang kalian peroleh terkait dengan fungsi dan peran keragaman budaya dalam pembangunan nasional, adalah sebagai berikut.

a. Sebagai daya tarik bangsa asing
Indonesia adalah salah satu tujuan wisata dari berbagai negara. Salah satu daya tarik wisatawan mancanegara, adalah: kekayaan budaya bangsa Indonesia. Contoh: kebudayaan yang masih berkembang di Bali, merupakan salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke sana. Banyaknya wisatawan yang berkunjung, membantu kegiatan perekonomian masyarakat Bali. Berbagai barang dan jasa, diperjualkan di Pulau Dewata tersebut. Ratusan hotel, rumah makan, biro perjalanan, produksi cindera mata, seni kerajinan, dan sebagainya, tumbuh subur di Bali.

b. Mengembangkan kebudayaan nasional
Kebudayaan nasional, adalah puncak dari kebudayaan-kebudayaan daerah. Kebudayaan daerah, akan memperkaya kebudayaan nasional. Kebudayaan nasional merupakan suatu kebudayaan yang didukung oleh sebagian besar warga suatu negara dan memiliki syarat mutlak bersifat khas dan dibanggakan, serta memberikan identitas terhadap warga.
Budaya nasional adalah budaya yang dihasilkan oleh masyarakat bangsa tersebut, sejak zaman dahulu hingga kini, sebagai suatu karya yang dibanggakan yang memiliki kekhasan bangsa tersebut, dan memberi identitas warga serta menciptakan suatu jati diri bangsa yang kuat. Pakaian batik merupakan salah satu contoh budaya nasional. Semula, batik adalah hasil budaya lokal. Kemudian, beberapa daerah di Indonesia dapat menciptakan batik dengan corak khas yang berbeda-beda. Batik kemudian diangkat menjadi salah satu pakaian nasional. Dengan demikian, budaya lokal menjadi budaya nasional.

Wawasan
Batik Indonesia sebagai keseluruhan etnik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Menurut Soerjono Soekanto, terdapat 7 unsur budaya yang dianggap sebagai cultural universal, yaitu:

  1. Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transportasi, dan sebagainya).
  2. Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi (pertanian, sistem produksi, sistem distribusi, dan sebagainya).
  3. Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, dan sistem perkawinan).
  4. Bahasa (lisan dan tertulis).
  5. Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak, dan sebagainya).
  6. Sistem pengetahuan.
  7. Religi (sistem kepercayaan).

Renungkan

Batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang diakui dunia. Sebagai generasi penerus, sepantasnya bangsa Indonesia bangga dengan mahakarya bangsa Indonesia tersebut. Pakaian batik, bukan sekedar pakaian yang bermanfaat untuk melindungi tubuh dan memperindah penampilan saja, tetapi juga mengandung makna nilai-nilai moral bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia harus bangga dan selalu mengembangkan serta menggunakan pakaian batik.

c. Tertanamnya sikap toleransi
Kekayaan budaya bangsa Indonesia, memberikan pendidikan positif dalam menanamkan sikap toleransi masyarakat Indonesia. Setiap budaya, ingin dikembangkan. Karena itu, muncul sikap kebersamaan untuk saling memberi kesempatan kebudayaan lain untuk berkembang. Kebudayaan Indonesia, bukan milik satu suku bangsa tetapi milik seluruh rakyat Indonesia.

d. Saling melengkapi hasil budaya
Kebudayaan sebagai hasil pemikiran dan kreasi manusia, tidak pernah sempurna. Keanekaragaman budaya di Indonesia, justru memberikan kesempatan untuk saling mengisi antar-kebudayaan. Contoh: seni membatik pada masa lalu, lebih banyak dikembangkan oelh masyarakat suku Jawa, khususnya Jawa Tengah, dengan corak atau motif batik Jawa. Pada saat ini, masyarakat diberbagai daerah memiliki motif batik yang diambil dari motif karya seni di daerah tersebut.

e. Mendorong inovasi kebudayaan
Inovasi kebudayaan merupakan pembaharuan kebudayaan untuk menjadi lebih baik. Contoh: kebudayaan berupa teknologi pertanian yang telah diwariskan nenek moyang. Setiap masyarakat memiliki cara bercocok tanam yang kadang berbeda, perbedaan ini tentu didasari oleh berbagai penyebab. Dengan terjadinya komunikasi kebudayaan cara bertani, maka akan memperbaiki kebudayaan yang telah berkembang. Bentuk-bentuk inovasi kebudayaan dapat terjadi karena akulturasi dan asimilasi. Contoh: menara masjid Kudus dan Bale Kulkul Ayun Bali, merupakan akulturasi Hindu, Buddha, dan Islam. Hal tersebut membuktikan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia, sangat kreatif dan sangat terbuka. Interaksi budaya tersebut, menunjukkan sikap toleransi masyarakat pada masa lalu.

4. Fungsi dan Peran Keragaman Agama

Agama merupakan pedoman hidup manusia dalam mencapai cita-cita hidup, di dunia dan di akhirat. Untuk memahami lebih dalam, fungsi dan peran keragaman agama dalam pembangunan nasional, kalian kerjakan aktivitas kelompok berikut.

Aktivitas Kelompok

  1. Bentuklah kelompok dengan anggota 3-4 orang.
  2. Carilah sumber dari buku atau internet, tentang contoh fungsi dan peran keragaman agama dalam pembangunan.
  3. Tuliskan kesimpulanmu di dalam kertas.
  4. Presentasikan hasil simpulan di depan kelas.

Sudahkah kalian selesai mengerjakan aktivitas kelompok ? Jika sudah, tentu simpulan yang kalian peroleh terkait dengan fungsi dan peran keragaman agama dalam pembangunan nasional, antara lain adalah:

a. Pendidikan
Fungsi dan peran agama berkaitan dengan pengajaran pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang harus dimiliki manusia. Setiap agama, pasti mengajarkan berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan kehidupan di dunia dan akhirat. Agama juga mengajarkan nilai-nilai atau sikap yang seharusnya dilakukan umat manusia dalam berhubungan dengan Tuhan dan sesama manusia. Ajaran agama juga berkaitan dengan bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagai alat pendidikan, agama dapat mewujudkan peranannya sebagai motivator dan inspirasi masyarakat untuk berkreasi.

b. Penyelamat
Agama adalah sebagai petunjuk manusia untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat, karena itu, agama juga disebut sebagai penyelamat. Kitab suci adalah panduan yang selalu memberikan jalan hidup atau petunjuk bagaimana manusia dapat selamat dunia akhirat.

c. Kontrol Sosial
Sebagai kontrol sosial, agama berfungsi mengatur bagaimana pranata hubungan sosial. Setiap agama memiliki norma-norma yang harus dipatuhi oleh para-penganutnya. Agama mengajarkan bagaimana menghormati orangtua, bersikap dengan orang lain, berhubungan didalam masyarakat, dan sebagainya. Dalam agama Islam, mengatur bagaimana norma berpakaian, bertingkah laku, dan sebagainya.

Setiap agama memiliki pranata dalam melakukan perkawinan antarmanusia. Hal tersebut menggambarkan, agama sebagai kontrol sosial, sangat kuat bagi kehidupan manusia. Terdapat berbagai perintah dan larangan, yang harus ditaati manusia.

Setelah kalian mempelajari bagaimana fungsi dan peran agama bagi kehidupan manusia, kalian perlu memahami bagaimana peran keberagaman agama di Indonesia dalam pembangunan nasional.

a. Agama sebagai spirit pembangunan
Setiap agama, selalu mengajarkan kebaikan dan cita-cita mulia dan menekankan bagaimana manusia menyembah Tuhan serta selalu memperjuangkan kehidupan manusia. Semua amal usaha yang dilakukan, adalah untuk memperoleh pahala atau kebaikan dari Tuhan YME. Setiap agama yang dianut masyarakat Indonesia, selalu mengajarkan cara berhubungan dengan Tuhan dan berhubungan dengan sesama manusia.

Walaupun masyarakat Indonesia memiliki agama yang berbeda, tetapi semua masyarakat memiliki cita-cita sama untuk membangun bangsa dan negara Indonesia. Keberagaman agama tersebut, tidak membuat perpecahan masyarakat, tetapi justru menjadi spirit masyarakat Indonesia untuk maju bersama.

Perhatikan Sumpah Presiden RI berikut ini.
Sumpah Presiden (Wakil Presiden):
Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa
Sumpah di atas menggambarkan bahwa seorang presiden di Indonesia, menjalankan tugasnya karena untuk beribadah kepada Tuhan YME. Dia akan takut melanggar hukum dan amanah, bukan karena takut kepada manusia tetapi takut kepada Tuhan.

b. Kontrol masyarakat dalam berperilaku
Keragaman agama di Indonesia, memiliki persamaan dalam memandang perbuatan baik dan buruk. Setiap agama juga mengajarkan bagaimana manusia menghormati pemeluk agama lain, mengajak manusia lain berbuat baik, amanah pada tugas dan tanggung jawab, bersikap adil, saling menolong, dan sebagainya.
Setiap ajaran agama mengandung perintah dan larangan yang sangat sesuai dengan kebutuhan umat manusia. Contoh: seorang koruptor yang dijatuhi hukuman, karena melakukan pencurian uang negara. Tindakan koruptor tersebut, bukan hanya melanggar hukum negara, tetapi juga hukum agama apapun.

Tuhan menciptakan manusia dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya saling mengenal. Sesungguhnya, setiap manusia memiliki derajat yang sama di mata Tuhan YME. Karena itu, keberagaman sosial budaya pada masyarakat Indonesia merupakan karunia Tuhan YME. Bangsa Indonesia, harus bersyukur dan mengelola perbedaan tersebut sebagai modal pembangunan nasional.

Let’s Sail Pirates !

Smile! It’s a shodaqoh

STRATEGI PEMBELAJARAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Pada dasarnya setiap anak berpotensi mengalami problema dalam belajar, hanya saja problema tersebut ada yang ringan dan tidak memerlukan perhatian khusus dari orang lain karena dapat diatasi sendiri oleh anak yang bersangkutan dan ada juga yang problem belajarnya cukup berat sehingga perlu mendapatka perhatian dan bantuan dari orang lain. Anak luar biasa atau disebut sebagai anak berkebutuhan khusus (children with special needs), memang tidak selalu mengalami problem dalam belajar. Namun, ketika mereka diinteraksikan bersama-sama dengan anak- anak sebaya lainnya dalam system pendidikan regular, ada hal-hal tertentu yang harus mendapatkan perhatian khusus dari guru dan sekolah untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal.

Pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus (student with special needs) membutuhkan suatu strategi tersendiri sesuai dengan kebutuhan masing – masing . Dalam penyusunan progam pembelajaran untuk setiap bidang studi hendaknya guru kelas sudah memiliki data pribadi setiap peserta didiknya. Data pribadi yakni berkaitan dengan karateristik spesifik, kemampuan dan kelemahanya, kompetensi yang dimiliki, dan tingkat perkembanganya. Karakteristik spesifik student with special needs pada umumnya berkaitan dengan tingkat perkembangan fungsional . Karaktristik spesifik tersebut meliputi tingkat perkembangan sensori motor, kognitif, kemampuan berbahasa, ketrampilan diri, konsep diri, kemampuan berinteraksi social serta kreativitasnya.

Untuk mengetahui secara jelas tentang karakteristik dari setiap siswa seorang guru terlebih dahulu melakukan skrining atau asesmen agar mengetahui secara jelas mengenai kompetensi diri peserta didik bersangkutan. Tujuannya agar saat memprogamkan pembelajaran sudah dipikirkan mengenbai bentuk strategi pembelajaran yanag di anggap cocok. Asesmen di sini adalah proses kegiatan untuk mengetahui kemampuan dan kelemahan setiap peserta didik dalam segi perkembangan kognitif dan perkembangan social, melalui pengamatan yang sensitive. Kegiatan ini biasanya memerlukan penggunaan instrument khusus secara baku atau di buat sendiri oleh guru kelas.

Model pembelajaran terhadap peserta didik berkebutuhan khusus yang di persiapkan oleh guru di sekolah, di tujukan agar peserta didik mampu berinteraksi terhadap lingkungan social. Pembelajaran tersebut disusun secara khusus melalui penggalian kemampuan diri peserta didik yang didasarkan pada kurikulum berbasis kompetensi. Kompetensi ini terdiri atas empat ranah yang perlu diukur meliputi kompetensi fisik, kompetensi afektif, kompetensi sehari- hari dan kompetensi akademik. [1]Dalam makalah ini akan dibahas mengenai ”Strategi Pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus”

  1. 2. Rumusan Masalah
    1. Apakah definisi dari anak berkebutuhan khusus?
    2. Bagaimana jenis dan karakteristik anak berkebutuhan khusus?
    3. Bagaimana strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus?
  1. 3. Tujuan
    1. Menjelaskan definisi dari anak berkebutuhan khusus.
    2. Mengidentifikasi jenis dan karakteristik anak berkebutuhan khusus.
    3. Menjelaskan strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus.
  1. B. PEMBAHASAN
  2. 1. Definisi Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik.[2] Anak dengan kebutuhan khusus adalah anak yang secara signifikan mengalami kelainan/ penyimpangan (fisik, mental-intelektual, sosial, dan emosional) dalam proses pertumbuhkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus.[3]

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah lain untuk menggantikan kata “Anak Luar Biasa (ALB)” yang menandakan adanya kelainan khusus. Anak berkebutuhan khusus mempunyai karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi mereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaan menjadi tulisan Braille dan tunarungu berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Anak berkebutuan khusus biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kekhususannya masing-masing. SLB bagian A untuk tunanetra, SLB bagian B untuk tunarungu, SLB bagian C untuk tunagrahita, SLB bagian D untuk tunadaksa, SLB bagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk cacat ganda.

  1. 2. Jenis Dan Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus yang paling banyak mendapat perhatian guru antara lain[4] :

a.Tunagrahita (Mental retardation)

Ada beberapa definisi dari tunagrahita, antara lain:

  1. American Association on Mental Deficiency (AAMD) dalam B3PTKSM, (p. 20) mendefinisikan retardasi mental/tunagrahita sebagai kelainan yang meliputi fungsi intelektual umum di bawah rata-rata (sub-average), yaitu IQ 84 ke bawah berdasarkan tes individual; yang muncul sebelum usia 16 tahun; dan menunjukkan hambatan dalam perilaku adaptif.
  2. Japan League for Mentally Retarded (1992: p.22) dalam B3PTKSM (p. 20-22), mendefinisikan retardasi mental/tunagrahita ialah fungsi intelektualnya lamban, yaitu IQ 70 ke bawah berdasarkan tes intelegensi baku; kekurangan dalam perilaku adaptif; dan terjadi pada masa perkembangan, yaitu antara masa konsepsi hingga usia 18 tahun.
  3. The New Zealand Society for the Intellectually Handicapped menyatakan tentang tunagrahita adalah bahwa seseorang dikatakan tunagrahita apabila kecerdasannya jelas-jelas di bawah rata-rata dan berlangsung pada masa perkembangan serta terhambat dalam adaptasi tingkah laku terhadap lingkungan sosialnya.
  4. Definisi tunagrahita yang dipublikasikan oleh American Association on Mental Retardation (AAMR). Di awal tahun 60-an, tunagrahita merujuk pada keterbatasan fungsi intelektual umum dan keterbatasan pada keterampilan adaptif. Keterampilan adaptif mencakup area : komunikasi, merawat diri, home living, keterampilan sosial, bermasyarakat, mengontrol diri, functional academics, waktu luang, dan kerja. Menurut definisi ini, ketunagrahitaan muncul sebelum usia 18 tahun.
  5. Menurut WHO seorang tunagrahita memiliki dua hal yang esensial yaitu fungsi intelektual secara nyata di bawah rata-rata dan adanya ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan norma dan tututan yang berlaku dalam masyarakat.[5]

Adapun cara mengidentifikasi seorang anak termasuk tunagrahita yaitu melalui beberapa indikasi sebagai berikut:

  1. Penampilan fisik tidak seimbang, misalnya kepala terlalu kecil/besar,
  2. Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usia,
  3. Perkembangan bicara/bahasa terlambat
  4. Tidak ada/kurang sekali perhatiannya terhadap lingkungan (pandangan kosong),
  5. Koordinasi gerakan kurang (gerakan sering tidak terkendali),
  6. Sering keluar ludah (cairan) dari mulut (ngiler).
    1. b. Tunalaras (Emotional or behavioral disorder)
  • Nilai standarnya 4

Tunalaras adalah individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial. individu tunalaras biasanya menunjukan prilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku disekitarnya. Tunalaras dapat disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal yaitu pengaruh dari lingkungan sekitar.

Menurut Eli M. Bower (1981), anak dengan hambatan emosional atau kaelainan perilaku, apabila menunjukkan adanya satu atau lebih dari lima komponen berikut:

  1. Tidak mampu belajar bukan disebabkan karena factor intelektual, sensori atau kesehatan.
  2. Tidak mampu untuk melakukan hubungan baik dengan teman-teman dan guru-guru.
  3. Bertingkah laku atau berperasaan tidak pada tempatnya.
  4. Secara umum mereka selalu dalam keadaan pervasive dan tidak menggembirakan atau depresi.
  5. Bertendensi kea rah symptoms fisik: merasa sakit atau ketakutan berkaitan dengan orang atau permasalahan di sekolah.

Anak yang mengalami gangguan emosi dan perilaku juga bisa diidentifikasi melalui indikasi berikut:[6]

  1. Bersikap membangkang,
  2. Mudah terangsang emosinya,
  3. Sering melakukan tindakan aggresif,
  4. Sering bertindak melanggar norma social/norma susila/hukum.
    1. c. Tunarungu Wicara (Communication disorder and deafness)

Tunarungu adalah individu yang memiliki hambatan dalam pendengaran baik permanen maupun tidak permanen. Klasifikasi tunarungu berdasarkan tingkat gangguan pendengaran adalah:[7]

  1. Gangguan pendengaran sangat ringan(27-40dB),
  2. Gangguan pendengaran ringan(41-55dB),
  3. Gangguan pendengaran sedang(56-70dB),
  4. Gangguan pendengaran berat(71-90dB),
  5. Gangguan pendengaran ekstrim/tuli(di atas 91dB).

Karena memiliki hambatan dalam pendengaran individu tunarungu memiliki hambatan dalam berbicara sehingga mereka biasa disebut tunawicara. Cara berkomunikasi dengan individu menggunakan bahasa isyarat, untuk abjad jari telah dipatenkan secara internasional sedangkan untuk isyarat bahasa berbeda-beda di setiap negara. saat ini dibeberapa sekolah sedang dikembangkan komunikasi total yaitu cara berkomunikasi dengan melibatkan bahasa verbal, bahasa isyarat dan bahasa tubuh. Individu tunarungu cenderung kesulitan dalam memahami konsep dari sesuatu yang abstrak.

Berikut identifikasi anak yang mengalami gangguan pendengaran[8]:

  1. Tidak mampu mendengar,
  2. Terlambat perkembangan bahasa,
  3. Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi,
  4. Kurang/tidak tanggap bila diajak bicara,
  5. Ucapan kata tidak jelas,
  6. Kualitas suara aneh/monoton,
  7. Sering memiringkan kepala dalam usaha mendengar,
  8. Banyak perhatian terhadap getaran,
  9. Keluar nanah dari kedua telinga,
  10. Terdapat kelainan organis telinga.
  • Nilai standarnya 7.
  1. d. Tunanetra (Partially seing and legally blind)

Tunanetra adalah individu yang memiliki hambatan dalam penglihatan. tunanetra dapat diklasifikasikan kedalam dua golongan yaitu: buta total (Blind) dan low vision. Definisi Tunanetra menurut Kaufman & Hallahan adalah individu yang memiliki lemah penglihatan atau akurasi penglihatan kurang dari 6/60 setelah dikoreksi atau tidak lagi memiliki penglihatan. Karena tunanetra memiliki keterbataan dalam indra penglihatan maka proses pembelajaran menekankan pada alat indra yang lain yaitu indra peraba dan indra pendengaran. Oleh karena itu prinsip yang harus diperhatikan dalam memberikan pengajaran kepada individu tunanetra adalah media yang digunakan harus bersifat taktual dan bersuara, contohnya adalah penggunaan tulisan braille, gambar timbul, benda model dan benda nyata. sedangkan media yang bersuara adalah tape recorder dan peranti lunak JAWS. Untuk membantu tunanetra beraktivitas di sekolah luar biasa mereka belajar mengenai Orientasi dan Mobilitas. Orientasi dan Mobilitas diantaranya mempelajari bagaimana tunanetra mengetahui tempat dan arah serta bagaimana menggunakan tongkat putih (tongkat khusus tunanetra yang terbuat dari alumunium).

Berikut identifikasi anak yang mengalami gangguan penglihatan:[9]

  1. Tidak mampu melihat,
  2. Tidak mampu mengenali orang pada jarak 6 meter,
  3. Kerusakan nyata pada kedua bola mata,
  4. Sering meraba-raba/tersandung waktu berjalan,
  5. Mengalami kesulitan mengambil benda kecil di dekatnya,
  6. Bagian bola mata yang hitam berwarna keruh/besisik/kering,
  7. Mata bergoyang terus.
  • Nilai standarnya adalah 6, artinya bila anak mengalami minimal 6 gejala di atas, maka anak termasuk tunanetra.
  1. e. Tunadaksa (physical disability)

Tunadaksa adalah individu yang memiliki gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuro-muskular dan struktur tulang yang bersifat bawaan, sakit atau akibat kecelakaan, termasuk celebral palsy, amputasi, polio, dan lumpuh. Tingkat gangguan pada tunadaksa adalah ringan yaitu memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik tetap masih dapat ditingkatkan melalui terapi, sedang yaitu memilki keterbatasan motorik dan mengalami gangguan koordinasi sensorik, berat yaitu memiliki keterbatasan total dalam gerakan fisik dan tidak mampu mengontrol gerakan fisik.

Berikut identifikasi anak yang mengalami kelainan anggota tubuh tubuh/gerak tubuh:[10]

  1. Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh,
  2. Kesulitan dalam gerakan (tidak sempurna, tidak lentur/tidak terkendali),
  3. Terdapat bagian anggota gerak yang tidak lengkap/tidak sempurna/lebih kecil dari biasa,
  4. Terdapat cacat pada alat gerak,
  5. Jari tangan kaku dan tidak dapat menggenggam,
  6. Kesulitan pada saat berdiri/berjalan/duduk, dan menunjukkan sikap tubuh tidak normal,
  7. Hiperaktif/tidak dapat tenang.
  • Nilai standarnya 5.
  1. f. Tunaganda (Multiple handicapped)

Menurut Johnston & Magrab, tunaganda adalah mereka yang mempunyai kelainan perkembangan mencakup kelompok yang mempunyai hambatan-hambatan perkembangan neurologis yang disebabkan oleh satu atau dua kombinasi kelainan dalam kemampuan seperti intelegensi, gerak, bahasa, atau hubungan pribadi di masyarakat.

Walker (1975) berpendapat mengenai tunaganda sebagai berikut:

  1. Seseorang dengan dua hambatan yang masing-masing memerlukan layanan-layanan pendidikan khusus.
  2. Seseorang dengan hambatan-hambatan ganda yang memerlukan layanan teknologi.
  3. Seseorang dengan hambatan-hambatan yang memerlukan modifikasi khusus.
    1. g. Kesulitan Belajar (Learning disabilities)

Anak dengan kesulitan belajar adalah individu yang memiliki gangguan pada satu atau lebih kemampuan dasar psikologis yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa, berbicara dan menulis yang dapat memengaruhi kemampuan berfikir, membaca, berhitung, berbicara yang disebabkan karena gangguan persepsi, brain injury, disfungsi minimal otak, dislexia, dan afasia perkembangan. individu kesulitan belajar memiliki IQ rata-rata atau diatas rata-rata, mengalami gangguan motorik persepsi-motorik, gangguan koordinasi gerak, gangguan orientasi arah dan ruang dan keterlambatan perkembangan konsep.

Berikut adalah karakteristik anak yang mengalami kesulitan belajar dalam membaca, menulis dan berhitung[11]:

  1. Anak yang mengalami kesulitan membaca (disleksia)
  2. Perkembangan kemampuan membaca terlambat,
  3. Kemampuan memahami isi bacaan rendah,
  4. Kalau membaca sering banyak kesalahan
  • Nilai standarnya 3.
  1. Anak yang mengalami kesulitan menulis (disgrafia)
  2. Kalau menyalin tulisan sering terlambat selesai,
  3. Sering salah menulis huruf b dengan p, p dengan q, v dengan u, 2 dengan 5, 6 dengan 9, dan sebagainya,
  4. Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca,
  5. Tulisannya banyak salah/terbalik/huruf hilang,
  6. Sulit menulis dengan lurus pada kertas tak bergaris.
  • Nilai standarnya 4.
  1. Anak yang mengalami kesulitan berhitung (diskalkula)
  2. Sulit membedakan tanda-tanda: +, -, x, :, >,

    [1] Greenspan, 1997: 131, dalam smith et al., 2002: 95.

    [4] Kauffman dan Hallahan. Th. 2005: 28-45.

    Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: