Mata Uang Digital Termahal – Daftar Mata Uang Digital Termahal Di Dunia

Peringkat broker opsi biner:

10 Mata Uang Tertinggi di Dunia

10 Mata Uang Tertinggi di Dunia – Yang dimaksud dengan Currency atau Mata Uang adalah alat pembayaran transaksi ekonomi yang digunakan oleh suatu Negara. Misalnya Mata Uang Indonesia adalah Rupiah, Mata Uang Singapura adalah Dollar, Mata Uang Malaysia adalah Ringgit, Mata Uang Thailand adalah Baht dan lain sebagainya. Hampir setiap Negara memiliki mata uang masing-masing.

Harga/nilai mata uang suatu Negara yang diukur atau dinyatakan dengan mata uang Negara lainnya disebut dengan istilah Kurs. Kurs sering diartikan juga dengan Nilai Tukar Mata Uang. Sedangkan yang dimaksud dengan Mata Uang Tertinggi (atau Termahal) adalah mata uang suatu Negara yang satuannya berharga tinggi jika dibandingkan dengan mata uang Negara lainnya.

Mata Uang Tertinggi (atau Termahal) adalah mata uang suatu Negara yang satuannya berharga tinggi jika dibandingkan dengan mata uang Negara lainnya. Saat ini, Mata Uang dengan nilai tertinggi atau Mata Uang Termahal di Dunia adalah Mata Uang Kuwait yaitu Kuwaiti Dinar yang disingkat dengan kode KWD. 1 Kuwaiti Dinar (KWD) sama dengan 3.30 Dollar Amerika Serikat (USD). Jika dibanding dengan Rupiah Indonesia, maka 1 Kuwaiti Dinar sama dengan 47.795,48 Rupiah (IDR). Di urutan kedua sebagai Mata Uang Tertinggi adalah mata uang Bahrain yang disebut dengan Dinar. 1 Dinar Bahrain (BHD) adalah setara dengan 2,65 Dolar Amerika Serikat (USD) atau sama dengan Rp. 36.809,68.

Daftar 10 Mata Uang Tertinggi di Dunia

Berikut ini adalah Daftar 10 Mata Uang dengan nilai Tertinggi di Dunia. Nilai Tukar Mata Uang yang dijadikan pembanding adalah Dolar Amerika Serikat (USD) dan Rupiah Indonesia (IDR). Nilai Tukar dibawah ini berdasarkan Google Financial Currency per tanggal 07 Januari 2020.

1. DINAR KUWAIT

Kode : KWD
Negara : Kuwait
Benua : Asia (Timur Tengah)
Nilai Tukar dengan Dolar AS : USD. 3,30
Nilai Tukar dengan Rupiah : Rp. 45.795,48

2. DINAR BAHRAIN

Kode : BHD
Negara : Bahrain
Benua : Asia (Timur Tengah)
Nilai Tukar dengan Dolar AS : USD. 2,65
Nilai Tukar dengan Rupiah : Rp. 36.809,68

3. RIAL OMAN

Kode : OMR
Negara : Oman
Benua : Asia (Timur Tengah)
Nilai Tukar dengan Dolar AS : USD. 2,60
Nilai Tukar dengan Rupiah : Rp. 36.042,79

4. DINAR YORDANIA

Kode : JOD
Negara : Yordania
Benua : Asia (Timur Tengah)
Nilai Tukar dengan Dolar AS : USD. 1,41
Nilai Tukar dengan Rupiah : Rp.19.573,59

5. POUND STERLING INGGRIS

Kode : GBP
Negara : Inggris Raya
Benua : Eropa
Nilai Tukar dengan Dolar AS : USD. 1,32
Nilai Tukar dengan Rupiah : Rp. 18.831,85

6. DOLLAR CAYMAN ISLANDS

Kode : KYD
Negara : Kepulauan Cayman
Benua : Amerika
Nilai Tukar dengan Dolar AS : USD. 1,20
Nilai Tukar dengan Rupiah : Rp.16.644,03

Peringkat broker opsi biner:

7. EURO EROPA

Kode : EUR
Negara : Uni Eropa
Benua : Eropa
Nilai Tukar dengan Dolar AS : USD. 1,12
Nilai Tukar dengan Rupiah : Rp. 15.532,64

8. FRANC SWISS

Kode : CHF
Negara : Swiss
Benua : Eropa
Nilai Tukar dengan Dolar AS : USD. 1,03
Nilai Tukar dengan Rupiah : Rp. 14.398,50

9. DOLAR AMERIKA SERIKAT

Kode : USD
Negara : Amerika Serikat
Benua : Amerika Utara
Nilai Tukar dengan Dolar AS : 1
Nilai Tukar dengan Rupiah : Rp. 13.880,20

10. DOLAR KANADA

Kode : CAD
Negara : Kanada
Benua : Amerika Utara
Nilai Tukar dengan Dolar AS : 0,77
Nilai Tukar dengan Rupiah : Rp. 10.705,49

10 Uang Digital atau Cryptocurrency Termahal di Dunia (Update Maret 2020)

Mungkin Anda familiar dengan nama Bitcoin, namun apakah Anda tahu ada lebih dari 1300 mata uang virtual atau cryptocurrency di dunia?

Di artikel ini akan dipaparkan 10 cryptocurrency termahal per Maret 2020.

Pasar Investasi Cryptocurrency

Sejak 2020, cryptocurrency menjadi topik perbincangan yang amat populer di kalangan masyarakat dunia.

Cryptocurrency sendiri merupakan sebuah teknologi pembuatan mata uang virtual yang menggunakan ilmu kriptografi agar pembuatannya tidak dapat dipalsukan dan sebagai alat untuk menjamin keamanan transaksi.

Mata uang virtual ini digandrungi karena transaksinya yang sangat cepat, di mana orang-orang antarnegara dapat transfer uang tanpa perantara bank.

Percaya atau tidak, kini cryptocurrency tumbuh sangat pesat. Saat ini saja terdapat sekitar 1300 mata cryptocurrency yang ada di dunia.

Masyarakat dari seluruh dunia berbondong-bondong memburu beragam jenis cryptocurrency untuk dijadikan instrumen investasi, dan tentu yang paling diburu adalah Bitcoin.

Bitcoin, yang diciptakan pada tahun 2009, merupakan cryptocurrency dengan sistem terdesentralisasi pertama yang mampu mempertahankan dirinya sebagai mata uang virtual termahal di seluruh dunia.

Cryptocurrency lainnya yang juga populer adalah Bitcoin Cash, Ethereal, Dash, Ripple, Litecoin, Maker, Byteball Bytes atau Monero.

Perjalanan Cryptocurrency di Dunia Investasi

Setiap cryptocurrency berjalan melalui teknologi blockchain, database transaksi publik yang berfungsi sebagai buku besar di dunia maya.

Pasar teknologi blockchain sendiri diproyeksikan akan tumbuh lebih dari US$2 miliar (setara dengan Rp27,5 triliun) pada tahun 2021.

Popularitas cryptocurrency yang sungguh tinggi membuat instrumen investasi ini diminati oleh para investor.

Hal tersebut menyebabkan terjadinya lonjakan harga mata uang digital di paruh kedua tahun 2020.

Harga Bitcoin, misalnya, mengalami kenaikan dari sekitar US$371 (Rp5,1 juta) pada Januari 2020 menjadi lebih dari US$13 ribu (Rp179 juta) pada Desember 2020.

Kapitalisasi pasar Bitcoin pun turut meningkat, dari yang awalnya hanya US$40 juta (Rp551 miliar) pada kuarter pertama 2020 menjadi lebih dari US$230 miliar (Rp3.169 triliun) di kuarter keempat 2020.

Popularitas cryptocurrency yang terlalu tinggi membuat pemerintah dan regulator perbankan di berbagai dunia memutuskan untuk campur tangan dan memperingatkan bahwa Bitcoin bisa menjadi gelembung ekonomi berikutnya.

Larangan dan regulasi dari pemerintah dan otoritas berbagai negara pun memicu harga cryptocurrency anjlok.

Mengutip Kompas.com (16/01/18), pada Januari lalu penurunan tajam sempat terjadi pada harga Bitcoin.

Data dari Coindesk.com menunjukkan, harga Bitcoin sempat turun ke level di bawah US$12.000 untuk pertama kalinya sejak Desember 2020, di mana Bitcoin hanya dihargai US$11.685 per koin atau setara dengan Rp156,579 juta.

Tak sampai di situ, di awal Februari 2020, Bitcoin bahkan diperdagangkan pada level US$6.777 (Rp93,4 juta) menurut data Coinbase.com. Kemerosotan ini tercatat sebesar 65% dari rekor tertingginya US$19.511 (Rp268,9 juta) pada akhir tahun 2020.

Kemerosotan Bitcoin ini sekaligus menyeret harga koin kripto alternatif atau Altcoin seperti Ripple, Ethereum, serta Litecoin.

Meski sempat mengalami masa-masa kritis, harga Bitcoin dan kawan-kawannya secara general mengalami kenaikan pada akhir bulan Februari hingga pertengahan Maret 2020 ini.

Kenaikan harga cryptocurrency ini cukup mengejutkan di tengah kondisi pasar saham yang sedang lesu.

Berikut ini adalah 10 cryptocurrency dengan harga termahal bulan Maret 2020 versi Statista.com:

#1 Bitcoin (BTC)

Bitcoin merupakan jenis cryptocurrency yang levelnya paling tinggi di bulan Maret 2020, yakni mencapai US$10.885 (setara dengan Rp150 juta).

Mata uang ini menciptakan kapitalisasi pasar hingga US$3,3 miliar (Rp42 triliun).

Jika ditanya apa itu Bitcoin, maka penjelasan yang paling sederhana adalah: Bitcoin merupakan sistem kas transaksi global yang terdesentralisasi.

Penemu Bitcoin Satoshi Nakamoto menguraikan tujuan proyek tersebut saat Bitcoin diluncurkan pada 2009.

Ia menyatakan bahwa Bitcoin adalah “versi peer-to-peer dari uang elektronik yang memungkinkan pembayaran online dikirim langsung dari satu pihak ke pihak lainnya tanpa melalui lembaga keuangan.”

Sementara Nakamoto menyebut Bitcoin sebagai uang elektronik, banyak orang yang menyebutnya “emas digital” karena Bitcoin memiliki karakteristik yang sama seperti emas.

#2 Bitcoin Cash (BCH)

Bitcoin Cash atau akronimnya BCH merupakan produk modifikasi dari Bitcoin.

Resmi meluncur pada 1 Agustus 2020 lalu, mata uang digital ini muncul setelah adanya kelompok pengembang yang mencoba meningkatkan kecepatan transaksi dan menekan biaya transaksi Bitcoin.

Bitcoin Cash telah menjadi tren di akhir tahun 2020 sebagai alternatif ketika harga Bitcoin turun.

Sejak 2020, sejumlah praktisi trading memprediksi harga BCH akan meningkat di 2020 dan bisa saja menggantikan Bitcoin.

Dan rupanya benar, BCH menempati peringkat kedua di antara cryptocurrency lainnya dengan harga US$1.271,36 (Rp17,5 juta).

#3 Maker (MKR)

Maker atau MKR adalah uang digital yang juga merupakan platform kontrak cerdas yang terletak dalam blockchain Ethereal.

Tujuan dari MKR adalah untuk menstabilkan nilai ikatan melalui smart contracts yang juga disebut sebagai Collateralized Debt Positions (CDP).

Ketika masa kontrak cerdas berakhir, token MKR akan hilang.

Mata uang satu ini bisa dikirim dan diterima oleh akun Ethereum manapun, atau kontrak cerdas apa pun yang diprogram untuk menggunakan fungsi transfer MKR.

MKR memiliki nilai lebih stabil daripada kebanyakan uang digital di pasaran, terlihat harganya yang cukup tinggi yaitu US$1.012,53 (setara dengan Rp13,9 juta).

#4 Ethereum (ETH)

Ethereum merupakan mata uang dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia.

Mata uang yang diciptakan oleh seorang jenius bernama Vitalik Buterin ini memiliki kapitalisasi pasar senilai US$131,5 miliar (setara dengan Rp1.812,33 triliun).

Berbeda dengan cryptocurrency lainnya, Ethereum bukan hanya bisa memproses transaksi, namun juga kontrak dan program yang kompleks.

Secara sederhananya, Ethereum sebenarnya merupakan platform software. Artinya seorang programmer dapat membuat sebuah aplikasi baru dengan Ethereum ini.

Cryptocurrency yang berjalan dengan platform Ethereum disebut Ether (ETH). Ether ini dapat diperjualbelikan seperti layaknya mata uang digital lainnya.

Nilai Ethereum di awal Maret 2020 mencapai level US$860,33 (setara dengan Rp11,8 juta).

Harga ini mengalami penurunan sekitar 40% dari harga tertingginya sejak pertama kali diluncurkan, yakni US$1.417,38 per koin atau setara dengan Rp 19,5 juta.

Jika dibandingkan dengan nilai Ethereum saat pertama kali diluncurkan tahun 2020, harga Ethereum tercatat naik 13.000%.

#5 DASH

Dilansir dari Wikipedia.com, DASH atau Digital Cash adalah platform perangkat lunak mata uang kripto yang bersifat Open-Source.

Menggunakan sistem transaksi peer-to-peer, Evan Duffield pencipta DASH bertujuan untuk menjadikan mata uang ini sebagai mata uang paling user-friendly dan paling on-chain-scalable di dunia.

Mata uang yang pada awal kemunculannya di 2020 bernama Darkcoin ini memiliki sistem dan fitur yang berbeda dengan Bitcoin.

DASH memiliki fitur InstantSend (Transaksi Instan), PrivateSend (Transaksi Pribadi), serta mengoperasikan model Self-Governing dan Self-Funding, yang memungkinkan jaringan DASH memberikan reward kepada individu dan bisnis untuk melakukan kegiatan guna menambah nilai pada jaringan.

Sederhananya, DASH menggunakan algoritma yang digadang-gadang lebih cepat dan menggunakan kinerja komputer yang lebih efisien. Artinya, transaksinya akan lebih cepat diproses dibandingkan Bitcoin.

Sistem tata kelola dan penganggaran DASH yang terdesentralisasi menjadikannya sebagai Organisasi Otonomi yang Terdesentralisasi (Decentralized Autonomous Organization /DAO).

DASH berhasil menciptakan kapitalisasi pasar sebesar US$15 juta (Rp195 miliar). Dan kini harganya berada pada level US$603,82 (Rp8,3 juta).

#6 Byteball (GBYTE)

Byteball adalah sebuah sistem pembayaran pintar terdesentralisasi yang bisa digunakan untuk sarana kontrak cerdas serta memungkinkan penyimpanan bukti transaksi apapun, termasuk data yang mewakili jumlah harta, properti, utang, saham, dan lain-lain.

Fitur lain yang disediakan termasuk dompet cryptocurrency, pasar bot, serta produk mata uang digital yang disebut Bytes. Bytes digunakan untuk membayar biaya transaksi di jaringan ini.

Lewat platform ini, siapapun dapat menukar Bitcoinnya ke Bytes serta sebaliknya.

Keunggulan dari Byteball adalah inovasi cryptocurrency yang bukan menggunakan teknologi blockchain konvensional, tapi menggunakan protokol mengadopsi sistem Directed Acyclic Graph (DAG).

Hal ini memungkinkan platform untuk menghindari masalah skalabilitas seperti yang saat ini dihadapi oleh jaringan Bitcoin.

Byteball sendiri merupakan inisiatif dari tim developer asal Rusia, Moskow, yang diluncurkan pada hari Natal 2020 kemarin.

#7 Zcash

Zcash merupakan mata uang digital yang diluncurkan pada akhir tahun 2020.

Zcash menawarkan kerahasiaan total pembayaran, sementara tetap mempertahankan jaringan desentralisasi menggunakan blockchain publik.

Tidak seperti Bitcoin, transaksi Zcash otomatis menyembunyikan pengirim, penerima, dan nilai dari semua transaksi pada blockchain tersebut.

Hanya mereka dengan kunci pandangan yang benar bisa melihat isi. Pengguna memiliki kontrol penuh dan dapat ikut serta untuk memberikan orang lain dengan kunci pandangan mereka pada kebijaksanaan mereka.

#8 Litecoin

Litecoin mungkin saingan terberat dari Bitcoin dalam hal penggunaannya.

Menurut situs resmi Litecoin.org, Litecoin atau dikenal dengan satuan LTC secara keseluruhan hampir sama dengan Bitcoin (BTC), yaitu mata uang terdesentralisasi berbasis blockchain yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi di seluruh dunia dengan menghilangkan pihak ketiga (perantara), atau biasa disebut dengan Peer-to-Peer (antarindividu), sehingga jaminan keamanan transaksi dapat didapatkan secara penuh.

Litecoin bersifat Open-Source (terbuka untuk pengembangan umum), dan merupakan jaringan pembayaran global yang sepenuhnya terdesentralisasi tanpa otoritas pusat.

Algoritma matematika yang rumit mengamankan jaringan dan memberdayakan individu untuk mengendalikan keuangan mereka sendiri.

Litecoin memiliki waktu konfirmasi transaksi yang lebih cepat dan efisiensi penyimpanan yang lebih baik daripada mata uang kriptografis terkemuka lainnya.

Litecoin diciptakan dan dirilis oleh Charles Lee, seseorang yang pernah menjadi karyawan Google, pada tanggal 7 Oktober 2020 melalui client Open-Source di GitHub.

Menurut Charles Lee, penemu Litecoin, jenis cryptocurrency ini dapat digunakan untuk pembayaran yang lebih cepat daripada Bitcoin.

Dikutip dari Kontan.co.id, Lee memaparkan beberapa perbedaan antara Litecoin dan Bitcoin:

“Litecoin sangat mirip dengan Bitcoin. Tapi Koin Litecoin empat kali lebih banyak. Litecoin juga empat kali lebih cepat.”

Lee juga menambahkan:

“Saya pikir Litecoin lebih ditargetkan terhadap pembayaran, transaksi lebih cepat dan biaya yang lebih rendah.”

Transaksi Litecoin nyatanya hanya memakan waktu sekitar 2,5 menit.

Tentu durasi tersebut jauh lebih cepat dibandingkan durasi konfirmasi transaksi Bitcoin yang rata-rata mencapai 10 menit.

Sementara itu, jumlah sirkulasi Litecoin di market saat ini sudah mencapai 54.293.533, sedangkan untuk Bitcoin sudah mencapai 16.740.175.

Sirkulasi Litecoin akan terus beredar dengan target mencapai 84 juta Litecoin. Sementara itu, sirkulasi Bitcoin tidak akan melebihi 21 juta.

#9 Monero

Monero diluncurkan pada bulan April 2020 dan langsung menarik minat yang besar di antara komunitas pencinta cryptocurrency. Perkembangan Monero, berbasis pada sumbangan dan kesepakatan komunitas.

Cryptocurrency ini memiliki algoritma yang diciptakan untuk memberikan privasi yang hilang dalam Bitcoin.

Dengan konsep ring-signatures, algroritma ini mampu menutupi kelemahan transaksi dalam Bitcoin.

Popularitasnya menanjak hingga puncaknya pada musim panas 2020 di mana Darknetmarkets menerimanya sebagai mata uang.

Hal ini berefek pada peningkatan harganya yang stabil, meski penggunaannya masih sangat sedikit.

#10 DigixDAO (DGD)

DigixDAO adalah Digix Decentralized Autonomous Organisation, kelompok terdesentralisasi yang membuat cryptocurrency baru yang memiliki nilai emas sebenarnya. Cryptocurrency yang mereka buat disebut dengan DGX.

Mekanismenya, para peserta dapat membeli token DGD yang dijual lewat blockchain Ethereum. Setelah memiliki DGD, peserta bisa memberikan kontribusi untuk pengembangan platform DigixDAO.

Peserta yang telah berkontribusi berhak menerima hadiah berupa DGX, sebuah token yang bernilai 1 gram emas. Hadiah ini berasal dari hasil penjualan DGX dan biaya transaksi.

Tujuan dari dibuatnya token DGD dan DGX oleh DigixDAO adalah untuk menciptakan nilai riil dalam cryptocurrency.

Berbeda dengan Bitcoin yang sering digadang-gadang sebagai emas digital, DGX mendigitalkan kepemilikan Anda atas emas yang sebenarnya.

Tertarik Berinvestasi Cryptocurrency?

Walaupun investasi cryptocurrency terlihat menggiurkan, Anda harus waspada karena bubble Bitcoin bisa pecah kapan saja.

Semoga artikel ini dapat membantu Anda mempertimbangkan keuntungan serta risiko investasi cryptocurrency yang sedang marak banyak .

Bagikan artikel ini kepada rekan Anda yang membutuhkan informasi investasi cryptocurrency.

Bagaimana? Anda tertarik untuk berinvestasi cryptocurrency? Berikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini!

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: