Memata-matai Strategi Opsi Mingguan Jasa Titip Trading Forex, Flow trading strategies

Peringkat broker opsi biner:

3 Strategi Trading Terbaik Penghasil Profit Konsisten

Penulis: Nabilah ( October 23, 2020 – 11:25 pm ) Filed Under: Teknik Trading Tagged With: forex, profit, trading

Strategi Trading Terbaik ForexSaat ini informasi tentang trading forex sudah bisa ditemukan dimana-mana termasuk di Indonesia. Orang tidak awam lagi mengenai bisnis ini karena sudah cukup banyak yang bisa menikmati profit trading dengan konsisten.

Sistem trading forex yang baik dan selalu menghasilkan profit mulai diminati oleh banyak orang. Dengan berbagai macam metode, mereka mulai mengembangkan teknik trading nya agar dapat menemukan strategi trading forex yang bisa menghasilkan profit dengan konsisten. Secara umum strategi trading terbaik forex yang dapat memberikan profit dengan konsisten dibagi menjadi 3, yaitu Scalping, Daily Trading dan Swing Trading.

STRATEGI TRADING SCALPING

Scalping merupakan pembukuan dan penutupan transaksi jual beli yang biasa dilakukan dalam tempo waktu yang singkat dan dalam jumlah target pips yang cukup kecil. Sehingga ini adalah kelebihan dari scalping, karena memungkinkan trader untuk membuka open posisi (OP) bisa berkali-kali dalam waktu sehari, dengan mengambil sedikit pips setiap open posisi (OP). Dalam kondisi ini diharapkan trader bisa cepat memperoleh hasil dan cepat keluar dari market. Biasanya trader akan mengambil momen saat tidak ada berita fundamental sehingga pergerakan nya bisa di kontrol dan tidak terlalu fluktuatif.

Kelemahan dari strategi scalping adalah sulit untuk mengatur money management sebab cenderung tidak menggunakan stop loss pada setiap open posisi. Strategi scalping juga membutuhkan ketelitian karena seringnya trader keluar masuk pasar.

Faktor Terpenting Saat Akan Menerapkan Scalping

Saat menggunakan strategi scalping, trader hanya perlu menghabiskan waktu 30 menit sampai 1 jam untuk menyelesaikan target hariannya, kecuali sideways. Setelah target harian tercapai maka trader sudah tidak akan dibuat pusing oleh kondisi chart dan keadaan floating. Agar saat menerapkan scalping Anda terhindar dari volatilitas market, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut:

Semua trader telah sepakat bahwa untuk menerapkan strategi apapun, money management akan menjadi salah satu penentu keberhasilan melakukan trading. Money management memiliki cakupan cukup luas, namun Anda tidak perlu memahami semuanya, minimal Anda memahami mengenai margin level, leverage, balance, equity dan juga perhitungan lot.

Psikologi adalah hal yang tidak memiliki acuan strandar tertentu. Namun biarpun begitu, psikologi adalah faktor yang juga akan sangat berperan penting mempengaruhi strategi trading scalping. Trader sebaiknya menjaga psikologi nya agar tetap bisa di kontrol dan tidak terbawa emosi. Beberapa tips agar Anda bisa menjaga kondisi psikologi:

Peringkat broker opsi biner:
  1. Pergunakanlah money management dengan tepat.
  2. Saat sedang menganalisa jangan terlalu terburu-buru.
  3. Hilangkan perasaan ingin membalas dendam saat terkena loss trading.
  4. Sebaiknya jangan membuka chart saat pikiran sedang kacau.
  • Goal

If you fail to plan, you are planning to fail”- Benjamin Franklin

Sebuah perencanaan adalah hal yang cukup krusial, tidak hanya dalam masalah bisnis, tapi dalam hal apapun. Saat melakukan trading, hal yang harus Anda miliki adalah planning yang sangat jelas. Bagaimana strateginya, berapa profit yang diinginkan. Sehingga akan mengacu pada goal yang jelas.

STRATEGI DAILY TRADING

Strategi daily trading adalah strategi yang bisa melakukan open posisi relative lebih tenang jika dibandingkan dengan scalping. Trader biasanya akan melakukan trading dalam beberapa jam atau beberapa hari, sehingga dinamakan daily trading. Pada umumnya trader dengan menggunakan daily trading akan melakukan open posisi dan juga close posisi rata-rata dalam 1 sampai 2 hari.

Daily trading mempunyai beberapa kelebihan yaitu saat open posisi akan lebih sedikit jika dibandingkan scalping. Sehingga tingkat resiko akan semakin berkurang. Trader juga akan lebih mudah melihat dan mengatur money management seperti target profit karena pergerakan nya yang lebih tenang.

Sedangkan kekurangan strategi ini adalah membutuhkan waktu lebih lama untuk bisa mencapai target profit nya. Sehingga jika harga bergerak secara fluktuatif akan sangat mempengaruhi pada psikologi trader.

STRATEGI SWING TRADING

Strategi trading yang terakhir adalah swing trading. Strategi ini biasa digunakan oleh trader professional yang mempunyai dana lebih besar. Biasanya dilakukan oleh perusahaan keluarga atau banker.

Saat menjalankan strategi swing trading, seorang trader biasanya akan memakai timeframe D1 ke atas. Trader juga akan membaca indikator dengan teknikal atau berita fundamental secara mendalam. Swing trader biasanya akan menjadi pengamat ekonomi dari suatu negara secara makro agar dapat memberikan prediksi pergerakan harga 1 minggu atau 1 bulan ke depan.

Kelebihan dari scalping trading adalah pergerakan akan lebih teratur dan tidak terlalu banyak menimbulkan noise yang mengganggu saat akan membaca sinyal trading. Dengan timeframe yang lebih besar, data fundamental harian juga akan sedikit mempengaruhi. Biasanya akan kembali pada tren makro setelah data ekonomi kembali mendukung pergerakan harganya secara makro.

Sedangkan kekurangan dari swing trading adalah membutuhkan waktu cukup lama untuk mengambil keputusan. Baik saat akan membukan posisi atau saat akan menutup posisi. Dana yang dibutuhkan dalam strategi ini juga akan relatif lebih besar, karena berhubungan dengan kekuatan dana dan juga margin untuk menghadapi pergerakan harga yang fluktuatif.

Strategi Trading Terbaik: Poin Penting Dalam Swing Trading Ala Frankie Law

Frankie Law adalah seorang trader yang yang memulai aktivitas trading forex pada tahun 1987. Awal terjun dalam dunia forex Frankie tidak langsung mendapatkan profit. Ia harus mengalami kegagalan secara berulang. Frankie Law juga telah menyadari kesalahan nya dalam penggunaan swing trading. Berikut adalah poin penting yang diambil dari kesalahan swing trading Frankie Law.

  • Hindari penggunaan Stop Loss

Pada praktek nya posisi trading tidak akan sesuai dengan prediksi. Banyak situasi yang tidak dapat dihindari saat posisi berjalan. Oleh sebab itu, stop loss adalah hal yang yang paling tidak berguna untuk bisa menghentikan adanya kerugian sebelum benar-benar menghabiskan modal.

  • Hindari penggunaan Average Down

Aksi average down adalah proses untuk menyuntikan dana segar dalam akun agar membuka posisi buy kembali setelah harga jatuh dari posisi buy sebelumnya. Di atas kertas average down bisa saja memberikan keuntungan jika harga ternyata telah bergerak naik kembali, berdasar asumsi bahwa trader terus melakukan pembelian harga rata-rata menurun. Namun pada praktek nya hal tersebut justru malah akan memperburuk adanya kerugian, karena harga akan terus mengalami penurunan sedangkan margin sudah tidak mampu menanggung drawdown dalam jumlah lebih besar. Strategi trading terbaik selanjutnya adalah support dan resistansi.

Sangat penting untuk bisa mengetahui kapan harga akan menyentuh support dan resistansi. Jika Anda adalah swing trader maka biasanya posisi buy akan dibuka saat harga menyentuh batas support dari suatu uptrend. Begitupun sebaliknya, posisi sell yang digelar saat harga menyentuh batas resistansi dari downtrend yang sebelumnya. Ekspektasi dari posisi ini yaitu perubahan arah harga kembali sebelum masuk pada tahap konsolidasi.

Itulah 3 strategi trading terbaik penghasil profit yang dapat Anda ketahui dan juga praktekan dalam melakukan aktivitas trading. Keberhasilan suatu strategi akan bergantung pada seberapa memahaminya Anda pada strategi tersebut.

Dasar-Dasar Strategi Trading Dengan Price Action

Dibaca Normal 5 menit

Formasi bar pada price action mencerminkan sentimen para pelaku pasar, dan bisa memberikan petunjuk awal atau sinyal arah pergerakan harga selanjutnya.

Pada dasarnya price action adalah rentetan pergerakan harga dari waktu ke waktu, dan analisa price action dilakukan dengan mengamati formasi bar candlestick.

Berikut ini beberapa istilah dalam trading dengan price action:

Disebut juga dengan ‘bullish bar’, yaitu bar dengan level high yang lebih tinggi dari high sebelumnya (higher high) dan level low yang lebih tinggi dari low sebelumnya (higher low). Rentetan dari up bar pada gambar diatas menunjukkan pergerakan uptrend. Pada umumnya harga penutupan dari up bar tersebut lebih tinggi dari harga pembukaannya, tetapi bisa juga lebih rendah seperti yang tampak pada bar candlestick berwarna hitam pada rentetan up bar gambar diatas. Meski demikian bar tersebut termasuk dalam up bar karena level tertinggi dan terendahnya masih lebih tinggi dari level tertinggi dan terendah bar sebelumnya. Rentetan up bar tersebut menunjukkan bahwa saat itu buyer atau ‘the bulls’ sedang mengendalikan pasar.

Disebut juga dengan ‘bearish bar’, yaitu bar dengan level high yang lebih rendah dari high sebelumnya (lower high) dan level low yang juga lebih rendah dari low sebelumnya (lower low). Rentetan down bar pada gambar diatas menunjukkan pergerakan downtrend, dan menunjukkan bahwa saat itu seller atau ‘the bears’ sedang mengendalikan pasar.

Inside Bar adalah bar dengan level high yang lebih rendah dari high sebelumnya dan level low yang lebih tinggi dari low sebelumnya. Banyak trader yang menganggap bar dengan level high atau low yang sama dengan bar sebelumnya sebagai inside bar. Formasi bar yang seperti ini menunjukkan ketidak-pastian pasar atau keadaan konsolidasi dimana buyer dan seller saling menunggu, jika menembus level tertinggi bar sebelumnya maka buyer yang menang dan sebaliknya jika menembus level low bar sebelumnya maka seller yang menang dan mengendalikan pasar.

Outside Bar disebut juga dengan ‘mother bar’, yaitu bar yang ‘menelan’ inside bar, atau pada formasi engulfing bar adalah bar yang ‘menelan’ bar sebelumnya. Pada prinsipnya outside bar adalah bar dengan level high yang lebih tinggi dari level high bar sebelumnya atau bar sesudahnya, dan level low yang lebih rendah dari level low bar sebelumnya atau bar sesudahnya.

Dalam istilah candlestick, kombinasi formasi outside bar dan inside bar sering disebut juga dengan ‘harami’. Pada contoh diatas level penutupan outside bar lebih tinggi dari level pembukaannya yang menunjukkan buyer sedang mengendalikan pasar sebelum terjadi konsolidasi.

Sinyal Trading Dari Price Action

Formasi bar pada price action mencerminkan sentimen para pelaku pasar, dan bisa memberikan petunjuk awal atau sinyal arah pergerakan harga selanjutnya. Sinyal atau isyarat dari price action biasanya ditunjukkan oleh terbentuknya pin bar yang merupakan bar dengan ekor (sumbu) yang lebih panjang dari body-nya. Semakin panjang ekor berarti semakin kuat sentimen penolakan pada level harga tertentu.

Dalam keadaan pasar yang sedang trending, pin bar biasanya mengisyaratkan akan terjadinya pergerakan reversal atau yang berlawanan dengan trend saat ini, dan pin bar tersebut sering dinamakan pin bar reversal. Berikut beberapa pin bar reversal dimana salah satunya gagal (failed) atau merupakan sinyal trading yang salah (false signal):

Faktor-Faktor Pendukung Sinyal Trading Dari Price Action

Untuk menghindari kemungkinan kesalahan seperti pada gambar di atas, maka diperlukan faktor-faktor pendukung yang mengkonfirmasi sinyal trading dari price action tersebut. Sehingga, trader bisa memilih sinyal yang probabilitasnya paling tinggi, yaitu yang dikonfirmasi oleh beberapa faktor pendukung.

Konfirmator atau faktor pendukung tersebut adalah level-level support dan resistance, arah trend serta indikator teknikal. Indikator yang sering digunakan adalah moving average untuk mengkonfirmasikan arah trend. Berikut contoh sinyal trading (pin bar) dengan 3 faktor pendukung:

Tampak pin bar yang terbentuk dikonfirmasi oleh 3 faktor, yaitu: arah trend (downtrend), penolakan oleh resistance garis horisontal (gagal menembus resistance tersebut), dan juga penolakan oleh resistance dinamis yaitu area antara kurva indikator exponential moving average (EMA) 21 dan ema 8. Dengan demikian probabilitas keberhasilan entry sell setelah pin bar adalah tinggi.

Jika tidak dalam kondisi trending pasar sedang berkonsolidasi. Pola-pola konsolidasi yang umum adalah sideways (ranging), segitiga (triangle), pennant dan lainnya. Ada kalanya pasar bergerak dalam range yang sempit dengan pola yang tidak menentu, keadaan ini dinamakan choppy yang sulit untuk diprediksi dan sebaiknya dihindari. Berikut contoh sinyal trading dari price action untuk kondisi trending dan ranging:

Tampak harga menembus level terendah outside bar yang berarti seller kembali mengendalikan pasar. Hal ini juga didukung oleh penembusan level support.

Bila Anda ingin memahami lebih jauh tentang price action, mendapatkan penjelasan yang lebih praktis, Anda bisa menonton video berikut:

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: