Membeli Strategi Forex Rendah Jual Tinggi – Buy The Dip Dan Sell The Rally

Peringkat broker opsi biner:

Mengenal Istilah Buy dan Sell, Buy Stop dan Sell Stop, Buy Limit dan Sell Limit

4.88 / 5 ( 26 ) Transaksi forex dilakukan dengan cara Buy atau Sell lalu kemudian melikuidasinya. Open BUY atau biasa disebut Long merupakan posisi di mana seorang trader membeli suatu mata uang pada harga tertentu dan bertujuan untuk menjualnya kemudian pada harga yang lebih tinggi. Jadi investor tersebut mendapatkan keuntungan dari market yang naik. Contohnya anda membeli di posisi 1.1500 kemudian menjual di 1.1525 maka anda akan mendapatkan keuntungan sebanyak 25 poin/pips.

LONG atau open BUY mengharapkan harga pasangan mata uang (pair) NAIK agar profit. Misalnya : Long (BUY) eur/usd maka anda mengharapkan grafik eur/usd adalah NAIK. Jika ternyata benar naik, maka anda mendapat untung.

Naiknya harga suatu pair juga bisa diartikan bahwa mata uang di DEPAN pair tersebut menguat terhadap mata uang di belakang pair tersebut. Contoh: Grafik harga Pair eur/usd NAIK maka artinya euro menguat terhadap usd. Harga yang digunakan sewaktu OPEN BUY/LONG adalah harga beli (ASK) dan harga yang digunakan waktu anda menutup/liquid adalah harga jual (BID).

Open SELL atau biasa disebut Short merupakan posisi di mana seorang trader menjual suatu mata uang pada harga tertentu dan bertujuan untuk membeli kemudian pada harga yang lebih rendah. Jadi investor tersebut mendapatkan keuntungan dari market yang turun (grafik pair turun).

Posisi SHORT atau open SELL ini mengharapkan harga pasangan mata uang (pair) TURUN agar profit. Misalnya: Short (SELL) eur/usd maka anda mengharapkan grafik eur/usd adalah TURUN atau euro melemah terhadap usd. Turunnya harga suatu pair juga dapat anda artikan mata uang di DEPAN pair tersebut melemah terhadap mata uang di belakang pair tersebut. Contoh : Grafik harga Pair eur/usd TURUN maka artinya euro melemah terhadap usd. Harga yang digunakan sewaktu OPEN SELL / SHORT adalah harga jual (BID) dan harga yang digunakan waktu anda menutup/liquid adalah harga beli (ASK).

Untuk mempermudah biasanya Posisi LONG seringkali disingkat BUY. Sedangkan Posisi SHORT disingkat menjadi SELL.

Bagi kita warga indonesia , secara instan BUY = Beli dan SELL = jual. Jadi jika kita melihat grafik harga suatu pair akan naik, maka kita lakukan BUY. Ketika harga sudah tinggi kita bisa menutup posisi itu. Maka kita mendapatkan profit. Begitu pula sebaliknya, ketika kita melihat grafik suatu pair akan menurun, yang kita lakukan adalah SELL. Setelah harga sudah rendah, kita tutup posisi SELL tadi, maka kita untung .

Dalam aktifitas forex trading dikenal juga istilah Buy Stop, Buy Limit, Sell Stop, dan Sell Limit. Berbagai istilah tersebut sangat penting agar dapat dikuasai oleh para trader, tentunya agar dapat mendukung bisnis forex yang dijalankan.

Pengertian istilah Buy Stop
Buy stop merupakan kondisi posisi Buy melebihi harga yang sedang berjalan. Dengan menerapkan posisi ini, maka trader berharap bila grafik running price mengalami kenaikan ke arah titik tertentu, maka dengan otomatis akan menerapkan posisi Buy. Harapannya dengan posisi ini akan terjadi kenaikan lagi yang lebih besar dengan begitu penghasilan yang didapatkan oleh trader juga semakin besar. Sebagai contoh jika harga Buy EURUSD sekarang ini adalah 1,3525, kemudian membuka posisi Buy. Jika harga kemudian melonjak naik misalkan hingga 20 pips dari harga yang sedang berjalan, maka anda dapat memilih Order Buy Stop. Anda dapat memasukkan nilai itu pada bagian at price dengan mengetikkan angka 1,3545. Apabila harga telah mencapai angka 1,3545, maka pesan order tersebut akan dieksekusi atau berada dalam posisi terbuka dengan nilai Buy berlangsung pada harga 1,3545.

Peringkat broker opsi biner:

Pengertian istilah Sell Stop
Posisi Sell Stop terjadi jika Sell di bawah harga yang sedang berjalan. Harapannya dengan posisi ini, grafik running price akan bergerak turun menuju posisi tertentu. Pada posisi tersebut dengan otomatis akan terpasang posisi Sell, maka harapannya jika grafik terjadi penurunan nilai, maka trader akan mendapatkan profit yang diinginkannya. Sebagai contoh harga Sell EURUSD yang sedang berjalan ada di posisi 1,3525, kemudian trader ingin melakukan pembukaan posisi Sell. Jika harga terjadi penurunan mencapai 30 pips dari harga berjalan, maka trader dapat menerapkan Order Sell Stop. Untuk itu anda dapat memasukkan nilai tersebut pada bagian at price dengan nilai 1,3495. Kemudian ketika harga telah menyentuh nilai 1,3495, maka pending order dapat dieksekusi atau berada dalam posisi terbuka dengan posisi Sell di harga 1,3495.

Pengertian istilah Buy Limit
Buy Limit merupakan memasang (dengan mengorder) BUY dibawah harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak turun ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Buy dengan harapan agar setelah itu grafik dapat bergerak naik agar mendapatkan keuntungan. Sebagai contohnya jika harga Buy EURUSD sekarang ini adalah 1,3525, lalu akan membuka posisi Buy. Jika harga turun misalkan hingga 20 pips dari harga yang sedang berjalan, maka anda dapat memilih Order Buy Limit. Anda bisa memasukkan nilai itu pada bagian at price dengan mengetikkan angka 1.3525. Apabila harga telah mencapai angka 1.3525, maka pesan order tersebut akan dieksekusi atau berada dalam posisi terbuka dengan nilai Buy berlangsung pada harga 1.3505.

Pengertian istilah Sell Limit
Posisi Sell Limit merupakan memasang (dengan mengorder) SELL diatas harga yang sekarang sedang berjalan, dengan harapan bila grafik running price bergerak naik ke suatu titik tertentu, dan di titik tersebut akan otomatis dipasang Sell dengan harapan agar setelah itu grafik dapat bergerak turun agar mendapatkan keuntungan. Sebagai contoh apabila harga Sell EURUSD yang sedang berjalan adalah di posisi 1,3525, lalu trader ingin melakukan pembukaan posisi Sell. Jika harga terjadi lonjakan mencapai 30 pips dari harga berjalan, maka trader bisa menerapkan Order Sell Limit. Untuk itu anda bisa memasukkan nilai tersebut pada bagian at price dengan nilai 1,3555. Lalu jika harga sudah menyentuh nilai 1,3555, maka pending order bisa dieksekusi atau berada dalam posisi terbuka dengan posisi Sell di harga 1,3555.

Buy The Dip Dan Sell The Rally

Dibaca Normal 3 menit

Trader selalu berusaha untuk beli pada harga yang diperkirakan paling rendah dan jual pada harga yang diperkirakan paling tinggi. Istilah ini lazim disebut dengan buy the dip, sell the rally.

Pada umumnya kita akan membeli sebuah barang bila harganya murah dan menjualnya bila harganya telah tinggi. Jika Anda tahu harga barang yang akan Anda beli hari ini besok akan turun, maka Anda tentu akan menunggu hingga besok untuk membelinya. Demikian pula jika Anda tahu harga barang yang akan Anda jual besok akan lebih tinggi, tidak ada salahnya Anda menunggu hingga besok.

Dalam trading, baik di pasar forex, saham, komoditi atau futures, trader selalu berusaha untuk beli pada harga yang diperkirakan paling rendah dan jual pada harga yang diperkirakan paling tinggi. Istilah ini lazim disebut dengan buy the dip, sell the rally. Artikel ini akan membahas cara menentukan momentum atau waktu yang tepat untuk buy pada harga terendah atau sell pada harga tertinggi.

Jika Anda belum tahu akan buy the dip atau sell the rally, berikut 3 tahapan untuk melakukannya:
1. Menentukan arah trend
2. Memilih indikator oscillator
3. Menyaring sinyal sesuai dengan arah trend yang sedang terjadi

Menentukan arah trend
Ketika harga pasar bergerak dalam arah uptrend ataupun downtrend, terdapat titik-titik swing (swing points) yang merupakan titik-titik referensi untuk identifikasi arah trend. Cara yang paling dasar untuk menentukan trend adalah dengan melihat pola yang dibentuk oleh titik-titik swing.

Untuk uptrend titik-titik swing akan membentuk pola higher high atau level high yang lebih tinggi dari level high sebelumnya dan higher low atau level low yang lebih tinggi dari level low sebelumnya. Untuk downtrend titik-titik swing akan membentuk pola lower high atau level high yang lebih rendah dari level high sebelumnya dan lower low atau level low yang lebih rendah dari level low sebelumnya.

Memilih indikator oscillator
Indikator oscillator digunakan untuk mengetahui level overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual). Pada level-level tersebut ada kemungkinan harga akan mengalami koreksi. Indikator oscillator yang sering digunakan adalah RSI, MACD dan stochastic. Pilihlah satu diantaranya yang paling cocok atau yang biasa Anda gunakan.

Menyaring sinyal sesuai dengan arah trend yang sedang terjadi
Setelah arah trend diketahui, tentunya Anda akan membuka satu posisi saja (buy atau sell) setelah pergerakan harga mengalami koreksi. Misal ketika uptrend Anda hanya ingin membuka posisi buy pada setiap kali level terendah muncul, dan ketika downtrend Anda hanya sell setiap kali pada level tertingginya. Untuk mengetahui titik-titik buying atau selling Anda bisa menyaring pergerakan harga tersebut dengan indikator oscillator.

Berikut contoh pada pergerakan harga yang sedang uptrend dengan indikator RSI sebagai penyaringnya:

Pada contoh diatas Anda bisa entry buy pada level yang terendah (buy the dip) dengan konfirmasi level-level oversold indikator RSI. Sebaliknya untuk pergerakan harga downtrend, Anda akan entry sell pada level tertinggi (sell the rally) dengan konfirmasi level-level overbought indikator RSI.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: