Memperdagangkan Indikator Ekonomi Apakah bisnis forex itu haram

Peringkat broker opsi biner:

Tanya Jawab: Hukum Bisnis Forex Online

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, pak ustadz, Saya ingin menanyakan hukum tentang bisnis valas secara online yang biasa disebut dengan “Forex”? Dimana bisnis ini pada dasarnya mengambil keuntungan dari penjualan suatu mata uang, kalau di dunia nyata mungkin mirip dengan money changer. atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Jawaban:

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Langsung saja, dalam syari’at islam, bisnis mata uang (valas) secara garis besar dibolehkan, hanya saja ada dua ketentuan yang harus diindahkan. Kedua ketentuan tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas perekonomian masyarakat luas. Kedua persyaratan tersebut bertujuan agar mata uang yang merupakan standar harga bagi barang-barang lain tidak dapat dipermainkan oleh orang-orang yang serakah. Berikut kedua ketentuan tersebut:

1. Bila mata uang yang diperdagangkan sama jenis, misal : Uang rupiah pecahan Rp 100.000,- ditukar dengan uang rupiah pecahan Rp 1.000,- maka pada kondisi semacam ini ada dua persaratan yang harus dipenuhi:

  • Penukaran dilakukan dengan cara kontan, sehingga ketika kedua belah pihak yang mengadakan transaksi telah menyetujui akad penukaran tersebut, masing-masing harus segera melakukan pembayaran dengan cara kontan dan lunas, tanpa ada pembayaran yang tertunda walau hanya Rp 1,- (satu rupiah).
  • Nominasi kedua uang tersbeut berjumlah sama, tanpa ada yang dilebihkan. Dengan demikian pada contoh kasus di atas, yaitu uang rupiah pecahan Rp. 100.000,- bila ditukar dengan uang rupiah pecahan Rp. 1.000,- maka pemilik pecahan Rp 100.000,- harus benar-benar mendapatkan pecahan Rp 1.000,- sebanyak 100 (seratus) lembar. Tidak boleh ada pengurangan sedikitpun.

2. Bila mata uang yang dipertukarkan berbeda jenis, misalnya mata uang dolar amerika ditukar dengan rupiah indonesia, maka pada kondisi semacam ini proses tukar menukar harus memenuhi syarat pertama dari kedua persyaratan di atas, yaitu pembayaran dilakukan dengan kontan dan lunas, tanpa ada yang terhutang sedikitpun. Dengan demikian bila anda menukar uang dolar sebesar $ 100 dengan rupiah sebesar Rp. 10.400.000,-, maka pembayaran antara anda berdua harus dilakukan dengan kontan dan lunas, tanpa ada yang terhutang sedikitpun.

الذهب بالذهب والفضة بالفضة والبر بالبر والشعير بالشعير والتمر بالتمر والملح بالملح مثلا بمثل، سواء بسواء، يدا بيد، فمن زاد أو استزاد فقد أربى. رواه مسلم

“Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, korma dijual dengan korma, dan garam dijual dengan garam, (takaran/timbangannya) harus sama dan kontan. Barang siapa yang menambah atau meminta tambahan maka ia telah berbuat riba.” (HRS Muslim dalam kitabnya As Shahih)

Dan para ulama’ zaman sekarang telah menyatakan bahwa berbagai mata uang yang ada di zaman sekarang berperan sebagai mata uang yang ada pada zaman dahulu yaitu dinar atau dirham.

Dengan demikian seluruh hukum yang berlaku pada penukaran mata uang dinar dengan dinar atau dirham dengan dirham atau dinar dengan dirham berlaku pula pada pernukaran mata uang yang ada pada zaman sekarang.

Peringkat broker opsi biner:

Bila demikian adanya, maka bisnis valas secara online yang disebut dengan forex adalah bisnis yang diharamkan. Yang demikian itu karena pembayaran pada bisnis cara ini tidak dilakukan dengan kontan dan lunas, akan tetapi pembeli hanya membayarkan beberapa persen dari total valas yang ia beli sebagai jaminan, dan pada penutupan pasar valas di akhir hari atau pada akhir tempo yang disepakati oleh keduanya, mereka berdua mengadakan perhitungan untung atau rugi selaras dengan pergerakan nilai tukar kedua mata uang yang diperdagangkan.

Wallahu Ta’ala a’alam bisshowab.

Ustadz Dr. Muhammad Arifin bin Badri, MA.

Punya Pertanyaan Masalah Hukum Perdagangan?

Bergabunglah di Milis Fatwa Perdagangan [email protected], milis ini disediakan bagi anggota milis pengusahamuslim.com yang ingin bertanya tentang berbagai masalah hukum perdagangan dengan Ustadz Pembina milis pengusahamuslim.com.

Untuk Bergabung, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk bertanya, kirim pertanyaan ke: [email protected]

Mohon bersabar jika pertanyaan tidak langsung dijawab, karena kesibukan Ustadz Pembina dan karena diperlukannya waktu untuk menyusun jawaban dan pencarian dalil-dalil yang mendukung jawaban.

16 Indikator Ekonomi Penting (1)

Dibaca Normal 8 menit

Penting bagi kita sebagai pelaku pasar untuk mengetahui indikator ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, agar bisa mengambil keputusan yang tepat dalam trading.

Para pakar dan analis selalu membicarakan arah perekonomian berdasarkan pembacaan atas indikator-indikator ekonomi penting, dan itu memang pekerjaan mereka. Namun, seperti yang Anda ketahui, sering kali prediksi mereka salah.

Sebagai contoh, kepala The Fed Ben Bernanke pada tahun 2007 pernah memprediksikan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengalami resesi. Saat itu, ia mengatakan bahwa pasar saham dan perumahan sangat menjanjikan. Tetapi, perkiraan Bernanke tersebut ternyata keliru.

Karena prediksi para pakar tidak selalu benar, maka penting bagi kita sebagai pelaku pasar untuk mengerti dan memperhatikan perkembangan ekonomi dan faktor-faktor yang bisa mempengaruhinya. Sehingga, kita bisa mengambil keputusan yang tepat dalam investasi jangka panjang maupun trading forex.

Secara umum, indikator ekonomi penting yang perlu kita ketahui, dapat dibagi dua:

  1. Indikator-indikator leading (leading indicators), yaitu indikator yang akan berubah mendahului keadaan sebenarnya, dan indikator leading ini digunakan untuk memprediksikan trend pada waktu yang akan datang.
  2. Indikator-indikator lagging (lagging indicators), yaitu indikator yang berubah setelah trend terbentuk. Meski tidak menunjukkan arah pergerakan ekonomi, indikator lagging mengkonfirmasi perubahan yang telah terjadi, dan mengindikasikan perubahan kondisi ekonomi dalam jangka panjang.

Indikator Ekonomi Penting Bersifat Leading

Karena indikator leading sangat potensial untuk memprediksikan arah perekonomian, maka penentu kebijakan fiskal (pemerintah) dan moneter (bank sentral) menggunakannya sebagai acuan, dalam mengatur kebijakannya untuk menghindari resesi atau dampak negatif lain dalam perekonomian. Indikator ekonomi penting bersifat leading yang sering diperhatikan ada tujuh jenis.

1. Pasar Saham

Meski pasar saham bukan indikator yang paling penting, tetapi indeks harga saham adalah yang pertama kali dilihat pelaku pasar untuk mengetahui perkembangan ekonomi saat ini. Harga saham mencerminkan harapan perolehan badan-badan usaha milik negara maupun perusahaan swasta sebagai salah satu pelaku yang memegang kendali arah perekonomian.

Jika harga-harga saham (terutama saham Blue-Chips) naik, maka pendapatan pelaku ekonomi akan meningkat sehingga secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan naik. Sebaliknya, jika pendapatan perusahaan merosot terus menerus, maka dalam jangka waktu tertentu diperkirakan akan terjadi resesi.

Namun demikian, kita tidak bisa hanya mengandalkan pada indikator pasar saham. Mengapa? Karena ada dua hal:

  • Perkiraan pendapatan sebuah perusahaan bisa saja meleset.
  • Harga saham cenderung rawan untuk dimanipulasi. Istilah yang sering kita dengar adalah “digoreng”. Hal ini tidak hanya terjadi di bursa saham negara-negara berkembang tetapi juga di negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang.

Di bursa Wall Street (AS) pernah terjadi “window dressing” (semacam manipulasi terhadap kinerja perusahaan) terhadap sejumlah saham Blue-Chip, hingga volume perdagangan saham tersebut meningkat dengan pesat. Dalam hal ini, jelas harga saham yang dimanipulasi tersebut tidak mencerminkan kekuatan harga yang sebenarnya (strength of value).

Selain itu, harga-harga saham cenderung untuk menggelembung (bubbles). Kondisi bubble biasanya mengindikasikan sedang terjadi penggorengan saham besar-besaran, atau mencerminkan kelatahan para pelaku pasar untuk cenderung membeli saham-saham yang harganya sedang meningkat, tanpa mempedulikan faktor pendukung dari indikator ekonomi lainnya.

Keadaan ini akan sangat rentan dengan koreksi yang pada akhirnya bisa menyebabkan crash di pasar saham, seperti yang terjadi tahun 1929-1930 (The Great Depression). Terakhir kali kita tahu hal semacam ini terjadi pada tahun 2008, meski tidak separah tahun 1929-1930.

2. Aktivitas Manufaktur

Indikator ekonomi penting ini akan mempengaruhi pertumbuhan atau GDP (Gross Domestic Product). Aktivitas manufaktur yang meningkat akan menunjukkan naiknya permintaan, yang pada akhirnya menggerakkan roda perekonomian. Selain itu, aktivitas manufaktur yang meningkat dengan pesat menandakan ekspansi ekonomi, mengakibatkan bertambahnya tenaga kerja, dan meningkatnya pendapatan masyarakat.

Permintaan produk manufaktur tidak hanya dari dalam negeri, melainkan juga dari negara partner dagang. Oleh karena itu, aktivitas manufaktur yang meningkat juga bisa mempengaruhi volume ekspor negara tersebut, serta pada akhirnya berdampak pada neraca perdagangan. Seperti diketahui, neraca perdagangan yang surplus akan cenderung memperkuat nilai mata uang negara tersebut.

3. Level Persediaan Barang (Inventory Level)

Persediaan barang yang meningkat menunjukkan dua kemungkinan:

  • naiknya permintaan hingga wholesaler atau distributor harus menambah persediaan barang, atau
  • merosotnya permintaan hingga persediaan menumpuk akibat bertambahnya pasokan dari pabrik, sementara permintaan dari retailer berkurang.

Pada kemungkinan pertama, persediaan sengaja ditambah untuk mengantisipasi permintaan yang meningkat. Jika sesuai dengan perkiraan, maka level persediaan barang yang tinggi akan meningkatkan keuntungan distributor dan produsen, sehingga berdampak positif pada perekonomian. Sebaliknya, bila kemungkinan kedua yang terjadi, maka pasokan melebihi permintaan. Selain menyebabkan turunnya harga barang, biaya penyimpanan dan operasional bisa merugikan distributor dan produsen.

Kedua kemungkinan tersebut juga bisa diketahui dari perubahan indikator penjualan ritel (Retail Sales) dan indeks kepercayaan konsumen. Sehingga, laporan level persediaan jarang diperhatikan. Para pelaku lebih cenderung mengamati penjualan retail. Namun, data level persediaan barang sangat berarti bagi produsen dan tak kalah pentingnya dari data penjualan ritel.

4. Penjualan Retail (Retail Sales)

Seperti telah disebutkan sebelumnya, indikator ekonomi penting ini sangat berhubungan dengan level persediaan barang dan aktivitas manufaktur. Barang-barang retail berhubungan langsung ke konsumen dan sangat berdampak pada tingkat inflasi. Untuk memilah kategori barang manufaktur yang mempengaruhi inflasi, indikator ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • penjualan retail inti (Core Retail Sales) yang tidak memperhitungkan penjualan otomotif, dan
  • penjualan retail total (Retail Sales).

Para analis sering menyimpulkan bahwa peningkatan data penjualan retail akan ikut menyumbang kenaikan GDP, yang pada akhirnya akan memperkuat nilai tukar mata uang. Namun, data ini tetap ada kekurangannya.

Kekurangan dari data Penjualan Retail antara lain adalah tidak menyebutkan bagaimana konsumen membeli barang-barang tersebut, misalnya apakah konsumen mendapatkan barang tersebut dengan berhutang atau dengan dana yang diperoleh dari pinjaman. Jika sebagian besar konsumen membayar dengan kredit, atau dengan uang hasil pinjaman, maka potensi kredit macet bisa saja terjadi dan menimbulkan masalah ekonomi lainnya. Namun demikian, pada umumnya meningkatnya data penjualan retail akan berdampak positif pada perekonomian.

5. Building Permits (Ijin Pendirian Bangunan)

Building Permits atau ijin pekerjaan konstruksi dan pembangunan perumahan baru menunjukkan prediksi ketersediaan bangunan atau real estate untuk waktu yang akan datang. Bertambahnya jumlah Building Permits mengindikasikan tumbuhnya industri konstruksi yang tentunya akan diikuti oleh pertambahan kebutuhan tenaga kerja dan meningkatnya pendapatan perusahaan konstruksi dan perumahan, yang juga akan menyumbang kenaikan angka GDP.

Namun demikian, seperti halnya level persediaan barang (inventory level); jika makin banyak rumah baru yang dibangun hingga melebihi kebutuhan konsumen, maka level pasokan rumah akan lebih besar dari permintaan pasar. Surplus dapat mengakibatkan merosotnya harga. Pada gilirannya, tidak hanya perumahan baru yang harganya merosot, melainkan juga perumahan atau bangunan yang sudah eksis.

6. Pasar Perumahan (Housing Market)

Turunnya harga perumahan adalah koreksi dari inflasi pasar perumahan, akibat penggelembungan harga (bubble). Jika pasar perumahan sedang lesu, maka akan berdampak negatif pada perekonomian karena kekayaan pemilik rumah akan berkurang akibat merosotnya harga. Selain itu, tenaga kerja di bidang konstruksi dan pemasaran rumah atau bangunan akan berkurang, dan meyebabkan bertambahnya angka pengangguran. Pendapatan pemerintah dari pajak perumahan dan bangunan juga akan berkurang, dan hal ini akan berdampak pada kondisi fiskal pemerintah.

Sebaliknya, inflasi pasar perumahan yang sangat tinggi bisa membahayakan perekonomian, seperti yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 2007 silam. Housing bubble sering disebut-sebut sebagai biang kerok resesi yang terjadi di AS saat itu. Oleh karena itu, pelaku pasar biasanya mengamati bermacam-macam data perumahan sekaligus di setiap periode.

Jika dituangkan secara efektif dalam infografi, berikut adalah dampak data perumahan terhadap ekonomi:

7. Jumlah Bisnis Baru (New Businesses Startups)

Biasanya, yang dimaksud dengan New Business Startups adalah tumbuhnya bisnis-bisnis baru skala kecil dan menengah, termasuk home industries dan sektor informal. Jenis bisnis semacam ini selalu tumbuh silih berganti seiring dengan pendapatan masyarakat.

Dari survei yang pernah dilakukan, jumlah perekrutan tenaga kerja pada sektor ini dalam suatu periode tertentu lebih besar dari perusahaan yang lebih besar, sehingga ikut memberi kontribusi dalam mengurangi tingkat pengangguran.

Di negara-negara sedang berkembang, bisnis skala kecil dan menengah memberikan kontribusi yang signifikan pada Gross Domestic Product (GDP). Ide, inovasi dan produk yang dihasilkan bisa meningkatkan volume perdagangan. Bahkan di negara maju seperti Jepang, pemerintahnya sangat memperhatikan perkembangan bisnis baru skala kecil dan menengah yang sedang tumbuh.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: