Ninjatrader Penipu Pentingnya stop loss dalam trading plan

Peringkat broker opsi biner:

Ninjatrader Penipu Pentingnya stop loss dalam trading plan

Target pertama bukan dapat untung sebesar-besarnya, tapi adalah supaya Anda bisa profit konsisten dan Anda menekan kerugian dengan konsisten. cut loss sebesar 5% terlihat cukup berat, namun setidaknya Anda belajar terlebih dahulu. Setelah Anda sudah mulai memahami pasar, Anda sudah tahu batasan2 cut loss dan take profit. Anda bisa menurunkan batasan cut loss lebih rendah dengan take profit lebih besar. ANda bisa menaikkan 2x liat take profit: cut loss = 2:1. Berikut adalah saran take profit dan cut loss jika Anda sudah mulai memahami kondisi pasar dan seluk beluk trading.

Jika Anda sudah mahir, Anda bisa meningkatkan take profit Anda dan meminimalkan persentase cut loss. Dan tentu saja, inilah akhir dari tujuan dari setiap orang untuk trading dan sekaligus menjadi tujuan akhirnya yaitu memaksimalkan profit dan meminimalkan kerugian sekecil-kecilnya.

Jika Anda bertanya kembali: “Seberapa lama kira2 seseorang dapat dikatakan mahir untuk menjadi seorang pro dan bisa handal dalam memaksimalkan keuntungan dan menekan kerugian?”

Tidak ada patokan pasti. Namun, kalau Anda baru berkecimpung di dunia saham 2-3 tahun, maka saya pastikan Anda belum cukup kuat untuk bisa naik ke posisi pro.. Coba Anda bayangkan, seorang Christiano Ronaldo (CR). CR bisa bermain di klub2 besar, seperti Manchester United dan Real Madrid, mencetak banyak gol2 spektakuler dengan skill yang menawan, apakah CR hanya butuh berlatih selama 2 tahun? Tentu tidak kan? CR butuh berlatih bertahun-tahun, bahkan mungkin sejak dia masih usia dini.

Sama juga dengan trading saham. Kalau Anda ingin mahir, mulailah dengan belajar, mulailah dengan membuat trading plan. Kembali lagi ke bahasan poin kelima maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

“Take profit dan cut loss harus ditentukan berdasarkan trading plan Anda, bukan berdasarkan antrian bid-offer”. Anda harus sudah memiliki trading plan dan Anda harus berusaha untuk mematuhi trading plan Anda sendiri.

Keenam. Disiplin dan konsisten. Ini adalah bagian paling sulit untuk diterapkan. Kalau Anda beli saham, Anda menetapkan take profit sebesar 5%, lalu harganya tiba2 naik 5%, segera tak profit. Itu adalah arti dari disiplin dan konsisten.

Banyak trader yang terjebak dalam kondisi pasar. Mereka sesungguhnya sudah memiliki trading plan, karena mereka melihat harga saham yang naik cepat, mereka terus ngarep, dan akhirnya mereka yang harusnya sudah profit malah rugi. Sayang sekali bukan?

“Tapi Pak, saya sudah disiplin dan konsisten menjalankan trading plan, kok malah banyak cut loss-nya ya?”

Peringkat broker opsi biner:

Kalau Anda terus2-an cut loss, berarti ada yang salah dengan salah satu trading plan Anda. KEMUNGKINAN TERBESAR adalah: Kesalahan Anda membaca indikator, kurang peka dalam memprediksi pergerakan market, indikator yang Anda gunakan tidak cocok dengan karakter Anda, atau bahkan Anda malah beli saham2 yang tidak likuid . Jadi, kalau Anda terus2 an cut loss, segera perbaiki cara analisis Anda.

Kemudian Anda masih belum puas dan kembali menimpal: “Hahaha cut loss? buat apa? Toh harganya nanti juga naik, rugi lah kalau cut loss, ntar malah rugi.”

Cut loss adalah bagian dari trading plan. Kalau Anda tidak melakukan cut loss, waktu dan modal Anda akan hilang. Mengapa? Karena dengan cut loss sedini mungkin:

1. Anda menyelamatkan modal Anda.
2. Anda bisa memindahkan/membeli saham di harga yang rendah dan bagus.

Dibandingkan menahan saham nyantol yang bisa Anda jual, kenapa tidak Anda alihkan saja ke saham2 yang bisa mencetak profit? Baca juga psos: Penyebab Saham ‘Nyantol’: Trader Tidak Mau Cut Loss. “

Itulah kira2 cara membuat trading plan yang saya sarankan kepada Anda. Ingat itu tadi adalah saran. Sesuaikan sendiri dengan kondisi Anda.

Jadi Pak, Apakah ketika kita membuat trading plan, maka kita bisa mencetak keuntungan2 spektakuler.

Silahkan simak jawabannya di pos lanjutan: Membuat Trading Plan (Pemula – Expert) Part II (Konsistensi Trading Plan).

Stop Loss Dan Take Profit, 2 Aspek Penting Dalam Trading Forex

Banyak istilah-istilah penting yang perlu Anda pelajari ketika masih dalam tahap belajar trading forex. Namun untuk mendapatkan pemahaman dengan lebih baik, Anda bisa belajar untuk mengenali istilah-istilah yang mudah dipahami dulu. Nah, sebagai pemula, stop loss dan take profit merupakan istilah yang wajib Anda pelajari dalam materi pengantar forex. Mengapa demikian? Untuk lebih jelasnya, langsung saja kita simak pada pembahasan lebih lanjut tentang stop loss dan take profit di sini.

Apa Itu Stop Loss?

Ada yang mengatakan stop loss adalah salah satu jenis order close (penutupan), ada pula yang lebih senang menganggap stop loss sebagai fitur spesial untuk membatasi kerugian. Keduanya tidak salah, karena stop loss memang merupakan order close trading yang secara otomatis menutup posisi Anda di level tertentu.

Contoh mudahnya begini, Anda membuka order buy EUR/USD di harga 1.1280. Posisi tersebut akan terus berjalan selama Anda belum menjalankan perintah close order secara manual. Dalam konteks cara trading pada umumnya, untuk mendapatkan profit tentu Anda harus menutup posisi tersebut ketika harga EUR/USD bergerak naik di atas 1.1280. Namun bagaimana bila harga bukannya naik, dan malah terus turun di bawah level open Anda?

Sebelum margin tergerus habis oleh kerugian karena penurunan harga, maka Anda perlu segera menutup posisi buy tersebut. Akan tetapi, jika mengandalkan cara close order secara manual, maka Anda harus senantiasa memantau chart harga secara terus-menerus. Nah, Anda bisa menggunakan stop loss order guna mengatasi masalah tersebut.

Stop loss order berfungsi untuk menutup secara otomatis posisi terbuka yang sedang loss. Menariknya, level penutupan itu bisa Anda tentukan sendiri. Katakanlah dalam posisi buy EUR/USD di atas Anda menentukan stop loss di 1.1260 (jarak 20 pips dari level open), maka ketika harga bergerak turun dan menyentuh level tersebut, posisi Anda akan ter-close secara otomatis. Dengan demikian, stop loss bisa disebut sebagai salah satu jenis close order yang bermanfaat untuk melindungi trading Anda. Bayangkan apabila Anda lalai memantau chart dan tidak menggunakan stop loss. Jika harga terus turun melewati level 1.1260, tentu kerugian Anda akan lebih besar dari sekedar 20 pips.

Mengenal Take Profit

Jika stop loss menjalankan fungsinya untuk menutup otomatis suatu posisi yang sedang merugi, maka take profit memiliki kegunaan sebaliknya. Dengan take profit, Anda bisa mengatur level tertentu agar posisi trading yang sedang untung ditutup pada level tersebut. Jadi misalkan pada order buy EUR/USD di 1.1280 tadi Anda menetapkan take profit di 1.3000 (jarak 20 pip lebih tinggi dari open), maka ketika harga melesat naik dan menyentuh level tersebut, order buy Anda akan tertutup secara otomatis.

Lalu bagaimana apabila harga ternyata masih terus naik sampai ke level 1.1320? Bukankah itu namanya membatasi profit? Faktanya memang seperti itu. Namun jika ditelaah lagi, fungsi utama take profit ini sebenarnya adalah untuk mengambil keuntungan yang sudah cukup sesuai target Anda, sekaligus melindungi profit dari risiko kerugian jika harga tiba-tiba berbalik turun.

Anda bisa saja mengabaikan fitur take profit dan membiarkan posisi terbuka terus karena sepertinya harga akan terus naik. Namun pergerakan harga tidak bisa diprediksi semudah itu. Bahkan dengan analisa yang sudah tersusun rapi pun, selalu ada peluang kesalahan prediksi. Jadi untuk mengantisipasi risiko tersebut, take profit memungkinkan Anda untuk mengamankan profit yang telah tercapai, agar tidak ‘termakan’ oleh risiko loss dari penurunan harga yang bisa saja terjadi.

Kesimpulan

Stop loss dan take profit pada dasarnya adalah pilihan close order otomatis untuk membantu Anda mencegah kerugian lebih banyak dan mengamankan profit dari risiko perubahan arah harga. Penggunaan kedua order tersebut opsional, namun eksistensinya begitu penting sehingga fitur stop loss dan take profit selalu ada di setiap platform trading broker forex terbaik. Selain itu, operasi trading otomatis, termasuk yang menggunakan robot trading forex terbaik pun banyak yang mengaplikasikan setting stop loss serta take profit.

Dalam menentukan level stop loss dan take profit, ada tips-tips khusus agar Anda dapat memanfaatkan kedua fitur tersebut sebagai cara mengatur manajemen risiko. Untuk mendapatkan info selengkapnya tentang hal tersebut, mari simak pelajaran selanjutnya di Manajemen Risiko Dan 4 Metodenya Untuk Belajar Trading Forex.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: