Pemasaran Strategi Diversifikasi Pertumbuhan – Investigasi persaingan forex

Peringkat broker opsi biner:

Pengertian Strategi

SeputarIlmu.Com – Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Strategi.

Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Strategi? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

Table of Contents

Pengertian Strategi

Strategi merupakan salah satu tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus, yang dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang tujuan yang diharapkan.

Strategi berasal dari turunan kata dalam Bahasa Yunani yaitu Strategos, yang berarti ‘Komandan Militer’ pada zaman demokrasi Athena.

Karena pada awalnya kata ini dipergunakan untuk kepentingan militer saja tetapi kemudian berkembang ke berbagai bidang yang berbeda seperti strategi bisnis, olahraga (misalnya sepak bola dan tenis), catur, ekonomi, pemasaran, perdagangan, manajemen strategi, dsb.

Konsep Strategi

  • Perencanaan untuk semakin memperjelas arah yang ditempuh oleh organisasi, dengan cara yang rasional dalam mewujudkan tujuan jangka panjang.
  • Acuan yang berkenan dengan penilaian konsistensi, atau inkonsistensi perilaku dan juga tindakan, yang dilakukan oleh sebuah organisasi.
  • Sudut yang diposisikan oleh organisasi dalam memunculkan aktivitasnya.
  • Sebuah perspektif yang menyangkut visi yang terintegrasi diantara organisasi, dan lingkungannya yang menjadi batas bagi aktivitasnya.
  • Rincian langkah taktis organisasi yang isinya adalah informasi untuk mengelabui para pesaing.

Tingkatan Strategi

1. Strategi Korporasi (Corporate Strategy)

Strategi korporasi merupakan salah satu strategi yang mencerminkan seluruh arah perusahaan, dengan tujuan menciptakan pertumbuhan bagi perusahaan secara keseluruhan dan manajemen berbagai macam bisnis lini produk.

Jenis – Jenis Strategi Korporasi

  • Strategi Pertumbuhan (Growth Strategy) ialah sebuah strategi berdasarkan terhadap tahap pertumbuhan yang sedang dilalui perusahaan.
  • Strategi stabilitas (Stability Strategy) yaitu suatu strategi dalam menghadapi kemerosotan penghasilan yang sedang dihadapi oleh suatu perusahaan.
  • Retrenchment Strategy merupakan salah satu strategi yang diterapkan untuk memperkecil atau mengurangi usaha yang dilakukan perusahaan.

2. Strategi Bisnis (Business Strategy)

Peringkat broker opsi biner:

Strategi bisnis yaitu sebuah strategi yang terjadi pada tingkat produk atau unit bisnis dan merupakan strategi yang menekankan pada perbankan posisi bersaing produk atau jasa pada spesifik industri atau segmen pasar tertentu.

3. Strategi Fungsional (Functional Strategy)

Strategi fungsional yakni berbagai suatu strategi yang terjadi di level fungsional seperti, operasional, pemasaran, keuangan, sumber daya manusia.

Riset dan pengembangan dimana strategi ini akan meningkatkan area fungsional perusahaan sehingga mendapat keunggulan bersaing.

Tipe – Tipe Strategi

1. Strategi Integrasi

  • Integrasi ke Depan (Forward Integration)

Integrasi ke depan (forward integration) ialah beberapa upaya memiliki atau meningkatkan kendali atas distributor atau pengecer.

Saat ini semakin banyak perusahaan manufaktur (pemasok) yang menjalankan strategi integrasi kedepan dengan cara mendirikan situs web untuk menjual produk-produk mereka secara langsung kepada konsumen. Strategi tersebut menyebabkan gejolak di sejumlah industri.

  • Integrasi ke Belakang (Backward Integration)

Integrasi ke belakang (backward integration) yaitu berbagai strategi untuk mencoba memiliki atau meningkatkan kontrol terhadap perusahaan pemasok.

Strategi ini sangat tepat di gunakan ketika perusahaan pemasok saat ini tidak dapat diandalkan, terlalu mahal, atau tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Persaingan global juga memacu perusahaan untuk mengurangi jumlah pemasoknya dan menuntut pelayanan dan mutu yang lebih baik dari yang ada sekarang ini.

  • Integrasi Horizontal (Horizontal Integration)

Strategi pertumbuhan integrasi horizontal dapat dilakukan melalui akuisisi perusahaan pesaing yang memiliki line of business yang sama.

Yang dapat dilakukan dalam strategi ini adalah dengan meningkatkan ukuran perusahaan, meningkatkan penjualan, keuntungan dan pasar potensial dari perusahaan.

2. Strategi Intensif

  • Penetrasi Pasar (Market Penetration)

Strategi penetrasi pasar berusaha meningkatkan pangsa pasar untuk produk dan jasa yang sudah ada di pasar melalui usaha pemasaran yang gencar.

Strategi ini sering di gunakan sendirian atau di kombinasikan dengan strategi lainnya.

Penetrasi pasar dapat terdiri dari upaya menambah jumlah pramuniaga, menambah belanja iklan, melakukan promosi penjualan ekstensif, atau meningkatkan upaya publisitas.

  • Pengembangan Pasar (Market Development)

Pengembangan pasar terdiri dari upaya memperkenalkan produk atau jasa yang ada ke wilayah geografis baru.

Pengembangan Produk (Product Development)

Pengembangan produk adalah strategi yang berupaya meningkatkan penjualan dengan memperbaiki atau memodifikasi produk/jasa yang sudah ada.

Pengembangan produk biasanya memerlukan biaya yang besar untuk penelitian dan pengembangan.

3. Strategi Diversifikasi

Diversifikasi Konsentris

  • Ketika organisasi bersaing dalam industri yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya lambat.
  • Ketika menambah produk baru, namun masih terkait, akan meningkatkan penjualan produk yang ada saat ini secara signifikan.
  • Ketika produk baru, namun masih terkait, dapat di tawarkan dengan harga yang sangat bersaing.
  • Ketika produk baru, namun masih terkait mempunyai fluktuasi penjualan musiman yang menyeimbangkan fluktuasi penjualan perusahaan tersebut saat ini.
  • Ketika produk-produk organisasi saat ini dalam tahap daur hidup produk yang menurun.
  • Ketika organisasi mempunyai tim manajemen yang kuat.

Diversifikasi Horisontal (Horizontal Diversification)

Menambah produk atau jasa baru yang tidak terkait untuk pelanggan yang sudah ada disebut diversifikasi horizontal (Horizontal diversification).

Risiko strategi ini tidak sebesar diversifikasi konglomerat karena perusahaan pasti sudah mengenal pelanggan yang sudah ada.

Diversifikasi Konglomerat (Conglomerate Diversification)

  • Perusahaan di dalam industri yang pertumbuhannya lambat mengakuisisi perusahaan yang berada dalam industri yang berkembang cepat dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan total.
  • Perusahaan yang memiliki kelebihan uang cash sering mendapatkan bahwa investasi dalam industri yang berbeda merupakan strategi yang sangat menguntungkan.
  • Perusahaan yang mengakuisisi memiliki kemampuan manajemen, finansial dan teknik serta pemasaran yang bisa diaplikasikan kepada perusahaan yang lebih lemah sehingga dapat meningkatkan kemampuan laba perusahaan yang lemah tersebut.
  • Perusahaan dapat melakukan diversifikasi dengan maksud membagi-bagi risiko ke dalam beberapa industri.

4. Strategi Defensif

  • Rasionalisasi Biaya (Retrenchment)

Rasionalisasi biaya (retrenchment) terjadi ketika suatu organisasi melakukan restrukturisasi melalui penghematan biaya dan aset untuk meningkatkan kembali penjualan dan laba yang sedang menurun.

Rasionalisasi biaya dirancang untuk memperkuat kompetensi pembeda dasar organisasi.

  • Divestasi (Divestiture)

Menjual suatu divisi atau bagian dari organisasi disebut divestasi (Divestiture).

Divestasi sering digunakan untuk meningkatkan modal yang selanjutnya akan digunakan untuk akuisisi atau investasi strategis lebih lanjut.

Divestasi dapat menjadi bagian dari strategi rasionalisasi biaya menyeluruh untuk melepaskan organisasi dari bisnis yang tidak menguntungkan, yang memerlukan modal terlalu besar atau tidak cocok dengan aktivitas lainnya dalam perusahaan.

  • Likuidasi (Liquidation)

Likuidasi (liquidation) adalah menjual semua aset sebuah perusahaan secara bertahap sesuai nilai nyata aset tersebut.

Likuidasi merupakan pengakuan kekalahan dan akibatnya bisa merupakan strategi yang secara emosional sulit dilakukan.

Contoh Strategi

  1. Produsen Obat Tradisional (Jamu), menggunakan sebuah strategi untuk memenuhi keinginan masyarakat akan obat yang berkhasiat tinggi. Taktik berupa penawaran harga yang murah, dalam jumlah pembelian tertentu akan mendapatkan kalender, dsb.
  2. Strategi pemasaran yang bisa bikin produk cepat laku yakni buy 1 get 1. Anda bisa menjual sabun cuci pakaian dan mengratiskan softener pada pelanggan.

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai √ Strategi : Pengertian, Konsep, Tingkatan dan Tipe Terlengkap . Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

Strategi Pemasaran : Mengenal Beberapa Strategi Produk

MARKETING STRATEGY – PRODUCT STRATEGY

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen baik yang berbentuk fisik atau nyata (tangible) maupun yang tidak berbentuk fisik atau tidak nyata (intangible).

Secara konseptual, produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan kepada konsumen sebagai usaha untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pemenuhan kebutuhan dan keingian konsumen.

Secara lebih rinci sebuah produk akan meliputi barang, kemasan, merek, label, pelayanan jaminan dan lain-lain yang merupakan atribut sebuah produk.

Dalam strategi pemasaran, ada beberapa strategi dasar yang berhubungan dengan produk atau dikenal sebagai strategi produk atau strategi pemasaran produk, diantaranya adalah :

  • Strategi positioning produk
  • Strategi repositioning produk
  • Strategi produk baru
  • Strategi desain produk
  • Strategi overlapping produk
  • Strategi lingkup produk
  • Strategi eliminasi produk
  • Strategi diversifikasi produk

# 1 : STRATEGI POSITIONING PRODUK

Positioning adalah posisi produk (merek) di benak konsumen, artinya adalah bagaimana atau sebagai apa sebuah produk akan diingat oleh konsumen sasaran.

Jadi strategi prositioning adalah strategi untuk menciptakan diferensiasi yang unik di benak konsumen yang menjadi target market, sehingga tercipta citra (image) merek atau produk yang lebih menonjol dibandingkan merek produk lain

Tujuan strategi positioning adalah untuk menempatkan merek produk sedemikian rupa sehingga produk tersebut terpisah atau terbedakan dari yang lain (merek pesaing), dan agar merek produk bisa menyampaikan kepada pelanggan mengenai ‘what you stand for, what you are, how you would like customers to evaluate you’.

Ada beberapa pendekatan strategi positioning yang bisa dikerjakan perusahaan, diantaranya adalah :

Positioning yang didasarkan pada atribut, artinya positioning dengan menciptakan asosiasi produk dengan atribut tertentu, karakteristik tertentu, manfaat tertentu, dan lain sebagainya.

Positioning berdasarkan harga dan kualitas, positioning dengan menciptakan kesan atau citra akan kualitas yang tinggi melalui harga yang tinggi dan kualitas produk yang tinggi, atau dengan menberikan kesan produk yang berkualitas dengan harga bersaing.

Positioning berdasarkan aspek penggunaan, artinya perusahaan memposisikan produk tersebut pada aspek penggunaan produk tersebut, misal produk yang dikhususkan untuk menjaga kesehatan usus.

Positioning berdasarkan pemakai produk, positioning yang didasarkan pada kepribadian atau tipe pemakai.

Positioning berdasarkan kelas produk, merupakan strategi positioning untuk meletakkan sebuah produk dalam kelas tertentu atau sebagai sesuatu, contoh Kopiko, positioning-nya sebagai kopi dalam bentuk permen, bukan permen rasa kopi.

Positioning berdasarkan pesaing, memposisikan produk yang didasarkan pada pesaing utama, misal moto rentcar Avis, ‘We are number two, so we try harder’.

Positioning berdasarkan manfaat produk, memposisikan produk yang didasarkan pada manfaat yang diberikan oleh produk tersebut.

# 2 : STRATEGI REPOSITIONING PRODUK

Strategi repositioning produk adalah strategi untuk melakukan positioning ulang suatu merek produk di pasar sasaran.

Strategi ini dijalankan biasanya karena merek produk mengalami beberapa kejadian berikut, yaitu :

  • Adanya pesaing yang masuk dengan positioning yang sama persis, berdampingan dengan merek perusahaan dan pesaing memiliki sumber daya yang cukup kuat sehingga di kahwatirkan jika dibiarkan akan membawa dampak buruk bagi merek perusahaan.
  • Adanya perubahan preferensi konsumen, atau terjadi value migration, sehingga value produk dimata konsumen berubah.
  • Adanya nicher baru yang lebih potensial yang diikuti dengan sumber daya perusahaan dan kesempatan untuk masuk ke nicher tersebut.
  • Telah terjadi kesalahan positioning merek produk sebelumnya.

# 3 : STRATEGI PRODUK BARU

Produk baru adalah produk yang sebelumnya belum pernah ada, produk yang sudah pernah ada, dan disempurnakan, penambahan lini produk baru, penambahan pada lini produk yang sudah ada, atau perubahan produk seperti peremajaan (rejuvenasi).

Secara umum tujuan dari strategi produk baru adalah untuk memenuhi kebutuhan (baru) konsumen, memperkuat reputasi merek produk di pasar serta untuk meningkatkan daya saing merek produk perusahaan di pasar sasaran.

Bentuk strategi produk baru adalah :

  • Modifikasi atau penyempurnaan produk yang sudah ada.
  • Produk tiruan atau imitasi baik yang sama persis maupun dengan beberapa modifikasi.
  • Produk yang benar-benar baru, atau produk inovasi.

Bagaimana tahapan membuat produk baru baca di artikel 8 Proses Pengembangan Product Baru (New Product Development)

# 4 : STRATEGI DESAIN PRODUK

Strategi desain produk, artinya sebuah strategi yang berhubungan dengan desain atau model produk tersebut, yaitu model atau desain standard, desain khusus atau customized design dan desain modifikasi (standard dengan modifikasi khusus).

Produk standar, bertujuan untuk mendapatkan skala ekonomis dari produk standar yang diproduksi secara masal.

Produk kustom (customized product), bertujuan untuk melayani permintaan dari pasar tertentu dengan produk khusus untuk segmen tersebut.

Produk modifikasi, adalah produk standar dengan modifikasi khusus, tentunya penambahan dari standar, dengan harapan bisa melayani pasar tertentu yang tidak sensitif terhadap harga dan lebih berorientasi pada kualitas produk (diatas standar).

Anda sudah menggunakan KPI untuk Team Penjualan dan Pemasaran Anda?

Metrik apa saja yang seharusnya ada di KPI . . . ?

Telah tersedia Paket KPI Principal & Distributor yang cukup lengkap

Tujuan dari strategi desain tentu saja untuk memaksimalkan pangsa pasar (market share), peningkatan laba dan penjualan, melalui perubahan model yang disesuaikan dengan keinginan pasar khusus (dengan customized product) dan trend yang sedang berkembang.

# 5 : STRATEGI OVERLAPPING PRODUK

Strategi overlapping produk adalah strategi pemasaran dengan menghadirkan persaingan dengan merek produk perusahaan yang sudah ada di pasar.

Tujuan dari strategi overlapping ini adalah untuk meningkatkan volume penjualan dengan melayani segmen pasar yang lain.

Selain itu biasanya perusahaan memiliki kapasitas produksi yang berlebih (kapasitas mesin masih tersisa), sehingga perusahaan memutuskan untuk membuat merek yang lain dengan jenis produk yang sama.

Atau bisa juga perusahaan membuat produk yang sama atau dengan kualitas yang sedikit berbeda adalah sebagai fighting product atau second product, yag berfungsi menjaga produk utama dari gempuran kompetitor.

Bentuk dari overlapping product ini adalah :

  • Penggunaan merek yang berbeda dengan produk yang sama dengan kualitas yang sama.
  • Penggunaan merek produk yang berbeda dengan kualitas produk yang sedikit berbeda, dengan tujuan sebagai second brand.
  • Penggunaan merek produk yang sama, namun dengan label khusu yang menunjukan bahwa merek produk tersebut memiliki kekhususan, misal dengan penambahan feature atau fungsi tertentu.

Resiko dari penggunaan strategi ini adalah terjadi kanibal, dimana merek yang satu memakan merek yang lain, dan pelemahan salah satu merek yang sudah ada terlebih dahulu di pasar.

Untuk itu, harus dipikirkan mekanisme yang pas untuk menangani strategi overlapping produk ini, salah satunya adalah dengan membagi merek produk tersebut ke dalam divisi yang berbeda dengan target dan objective yang jelas.

# 6 : STRATEGI LINGKUP PRODUK

Strategi lingkup produk adalah strategi yang berhubungan dengan jumlah lini produk dan banyak item yang ada dalam setiap lini produknya.

Bagaimana Anda mengendalikan team Anda ?

Sudahkah apa yang seharunya Anda ketahui termuat dalam Laporan mereka ?

Telah tersedia Paket REPORTING STANDARD Principal & Distributor.

Secara umum ada tiga macam yaitu :

  • Strategi produk tunggal, biasanya dengan tujuan untuk mencapai skala ekonomis dan spesialisasi dengan melayani satu segmen pasar dengan satu jenis produk.
  • Strategi multi produk, bertujuan untuk menjaga agar selalu ada produk yang eksis dipasar, startegi banyak diterapkan oleh perusahaan dengan produk yang memiliki life cycle pendek seperti snack, permen dan liannya.
  • Strategi system of products, adalah strategi dengan tujuan untuk meningkatkan ketergantungan konsumen terhadap produk tersebut, atau agar pesaing mengalami kesulitan untuk masuk.

# 7 : STRATEGI ELIMINASI PRODUK

Strategi eliminasi produk adalah staregi untuk menjaga keberlangsungan perusahaan atau bisnis dengan memangkas atau melakukan treatment khusus terhadap lini produk tertentu.

Beberapa alasan melakukan eliminasi produk adalah :

  • Tingkat profitabilitas produk sudah menurun dan berada dibawah standar yang ditetapkan.
  • Produk masuk dalam fase decline dalam product life cycle.
  • Produk mengalami penuruanan dalam volume penjualan dan pangsa pasar.
  • Produk tidak sesuai dengan tujuan (objective) perusahaan, dikhawatirkan jika dilanjutkan akan mempengaruhi total bisnis.

Bentuk dari startegi eliminasi yang umum dilakukan adalah :

  • Harvesting, merupakan strategi untuk ‘memerah’ produk tersebut, entah dengan cara menaikan harga atau menurunkan biaya secara drastis, demi mendapatkan kenaikan profit yang significant.
  • Simplicity , adalah startegi untuk melakukan penyederhanaan lini produk, artinya perusahaan akan melakukan pemangkasan terhadap biaya-biaya yang dianggap sudah tidak diperlukan lagi, jadi produk hanya disisakan memiliki fungsi dasar saja, kembali dengan tujuan untuk mendapatkan profit yang cukup atau agar bisa membiayai produk sendiri.
  • Total-line divestment, merupakan strategi untuk melepaskan lini produk secara keseluruhan, menghentikan sama sekali keseluruhan aktivitas produk, mulai produksi, distribusi, dan penjualan. (strategi ini jika tidak dilakukan dengan baik bisa berdampak negatif terhadap portofolio atau citra perusahaan secara keseluruhan).

# 8 : STRATEGI DIVERSIFIKASI PRODUK

Strategi diversifikasi adalah strategi untuk mengembangkan produk atau pasar yang baru atau keduanya, dengan tujuan untuk mencapai pertumbuhan yang maksimal, peningkatan penjualan, peningkatan profitabilitas, dan fleksibilitas produk.

Ada tiga bentuk dari strategi diversifikasi ini, yaitu L

  • Diversifikasi konsentris, dimana perusahaan akan membuat produk baru yang masih memiliki hubungan dengan produk perusahaan yang sudah eksis di pasar, misal perusahaan sudah memiliki produk pasta gigi, kemudian melakukan diversifikasi konsentris dengan membuat produk sikat gigi.
  • Diversifikasi horizontal, dimana perusahaan akan membuat produk baru yang tidak ada hubungannya dengan produk yang sudah ada, tetapi perusahaan melakukan penjualan di target pasar yang sama dengan target pasar produk yang sudah eksis. Contoh perusahaan sudah memiliki produk pasta gigi di segment pasar A, kemudian membuat shampo yang juga menyasar segmen pasar A.
  • Diversifikasi konglomerasi, yaitu saat perusahaan membuat produk yang sama sekali tidak berhubungan dengan produk yang sudah ada, dan menyasar segmen pasar yang juga berbeda sama sekali, pada konsep ini tidak ada hubungan antar produk pertama dengan produk kedua, termasuk teknologi, konsep dan lain sebagainya.

Bagaimana mengembangkan merek produk baru, bisa Anda baca di Strategi Merek (Brand Strategy) dan Pengertiannya secara Umum

Demikian pembahasan kita mengenai beberapa strategi produk, yang merupakan bagian dari strategi pemasaran, terima kasih sudah berkunjung ke blog Distribusi Pemasaran Dotcom, semoga Anda mendapatkan manfaat.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: