Penentuan Garis Tren Forex Trendline Sebagai Resistance

Peringkat broker opsi biner:

Pengertian dan Cara Menggambar Trendline Dalam Forex

Apabila digambarkan dengan benar, trendline dalam forex dapat memberikan sinyal seakurat indikator teknikal bagi trader. Selain itu, pengguna analisa fundamental dapat memanfaatkannya untuk memahami tren harga dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai cara menggambar trendline dalam forex berikut ini harus dikuasai oleh setiap trader.

Langkah 1: Identifikasi Support dan Resistance

Untuk menggambar trendline dalam forex, Anda perlu menandai level-level harga tertinggi (High) dan Terendah (Low) pada sebuah grafik harga yang sekaligus berperan sebagai Support dan Resistance. Contohnya sebagaimana nampak pada grafik harga EUR/USD di bawah.

Perhatikan puncak-puncak yang ditandai warna hijau merupakan Resistance, sedangkan lembah yang diwarnai merah mudah merupakan Support. Patokan ini yang akan dipakai untuk menggambar trendline.

Langkah 2: Menggambar Trendline Dari Resistance dan Support yang Berdekatan

Setelah mengidentifikasi Resistance dan Support, langkah selanjutnya adalah menggambar trendline. Aplikasi trading forex (Metatrader dll) biasanya sudah dilengkapi fasilitas (tools) untuk menggambar trendline. Untuk menggambarnya, klik pada tools tersebut, kemudian ikuti aturan:

  • Garis Trendline Atas: Tarik garis dari Resistance ke Resistance berikutnya. Dibutuhkan minimal dua Resistance untuk menarik garis tren ini. Namun, semakin banyak titik Resistance yang membentuk suatu trendline, maka makin kuatlah trendline tersebut.
  • Garis Trendline Bawah: Tarik garis dari Support ke Support berikutnya. Dibutuhkan minimal dua Support untuk menarik garis tren ini. Namun, semakin banyak titik Support yang membentuk suatu trendline, maka makin kuatlah trendline tersebut.
  • Jangan memaksa menggambar trendline untuk menjadi suatu bentuk tertentu ataupun sesuai dengan kemauan diri sendiri. Jika ternyata sulit digambar garis tren tertentu, maka boleh jadi memang tidak memungkinkan untuk digambar sekarang, atau kondisi pasar sedang tidak menentu (choppy).

Hasilnya, dari grafik EUR/USD tadi, diperoleh ada dua tren, yaitu sideways dan bearish. Tren sideways dibingkai oleh garis berwarna biru, sedangkan tren bearish ditandai oleh level tertinggi (High) yang makin lama makin rendah (garis merah).

Anda juga bisa menggambar trendline yang saling bertumpuk. Contohnya seperti pada grafik USD/CHF di bawah ini:

Pada bagian tengah grafik, nampak pergerakan USD/CHF bearish (trendline merah). Setelah harga tembus (breakout) ke atas trendline, pergerakannya berubah menjadi bullish beberapa saat (trendline hijau), lalu jatuh lagi. Sekarang, USD/CHF yang bergerak di kisaran 0.9932 setelah mencetuskan satu Resistance, sehingga dapat ditarik lagi trendline merah yang menandakan kondisi bearish.

Langkah 3: Menggunakan Trendline Untuk Trading Forex

Setelah selesai menggambar trendline, Anda dapat menggunakannya untuk trading forex. Biasanya, trader menggunakan trendline sebagai acuan untuk bounce dan breakout. Aturannya:

  • Apabila harga memantul (bounce) dari trendline atas, berarti harga berpotensi turun hingga mencapai trendline bawah.
  • Apabila harga memantul (bounce) dari trendline bawah, berarti harga berpotensi naik hingga mencapai trendline atas.
  • Apabila saat harga bearish terjadi penembusan (breakout) trendline atas, berarti kemungkinan menjadi awal dari tren bullish.
  • Apabila saat harga bullish terjadi penembusan (breakout) trendline bawah, berarti kemungkinan menjadi awal dari tren bullish.

Untuk mengkonfirmasi bounce dan breakout, Anda bisa memanfaatkan indikator teknikal lainnya ataupun mengamati pola Candlestick apa yang terbentuk di dekat titik-titik bounce dan breakout.

Peringkat broker opsi biner:

Menggunakan Garis Trend Dalam Trading (1)

Dibaca Normal 5 menit

Garis trend atau trend line sangat sering digunakan dalam analisa pergerakan harga pasar dan menjadi kunci bagi trader dalam menentukan peluang trading potensial.

Garis trend atau trend line sangat sering digunakan dalam analisa pergerakan harga pasar. Kegunaan garis trend adalah untuk mengetahui titik-titik support pada keadaan uptrend atau titik-titik resistance pada keadaan downtrend. Artikel ini mengulas tentang bagaimana membuat garis trend dan menggunakannya dalam trading forex.

Pengertian Garis Trend

Garis trend adalah garis lurus yang menghubungkan titik-titik lembah (bottom) yang naik secara berurutan pada keadaan uptrend, atau titik-titik puncak (top) yang turun secara berurutan pada keadaan downtrend. Untuk membuat garis trend, paling sedikit harus ada dua titik harga yang dihubungkan.

Tiga sifat utama sebuah garis trend adalah:

  1. Semakin banyak titik harga yang dihubungkan, semakin valid dan semakin kuat garis trend tersebut untuk menahan titik-titik support atau resistance pada pengujian berikutnya.
  2. Semakin valid sebuah garis trend maka akan semakin diperhatikan dan ditaati oleh para pelaku pasar.
  3. Tingkat kecuraman garis trend dapat dijadikan acuan untuk mengidentifikasi kondisi pasar yang bullish (bila curam kearah atas) dan bearish (bila curam kearah bawah).

Berikut illustrasi garis trend pada pergerakan harga uptrend dan downtrend yang dihubungkan dari tiga titik-titik support dan resistance:

Cara Membuat Garis Trend

Untuk membuat garis trend, hubungkan minimal dua titik harga yang saling berdekatan. Kemudian tarik garis sepanjang mungkin untuk mengetahui titik-titik support (pada uptrend) atau titik-titik resistance (pada downtrend) di waktu yang akan datang. Berikut contoh garis uptrend yang ditarik pada EUR/USD daily dan garis downtrend pada GBP/USD daily:

Akurasi Garis Trend Dan Periode Waktu Trading

Untuk melihat trend jangka panjang, garis trend ditarik pada time frame besar, biasanya daily atau weekly. Sedangkan untuk jangka menengah, garis trend bisa dibuat pada time frame 4-hour atau daily. Khusus untuk trading jangka pendek, time frame 1-hour ke bawah lebih direkomendasikan sebagai chart paling tepat untuk membuat garis trend.

Karena aturan-aturan tersebut, pengambilan time frame untuk menggambar garis trend bisa disesuaikan dengan periode trading yang digunakan. Trader jangka panjang dan menengah (swing trader) sering mengacu pada time frame daily, sementara tipe trader jangka pendek mengacu pada time frame 5-minutes hingga 1-hour.

Akan tetapi, perlu diwaspadai bahwa penentuan time frame juga berdampak pada akurasi. Akurasi artinya validitas, yang dalam hal ini berarti kemungkinan garis trend valid dan bisa ditaati pasar di waktu mendatang. Faktor noise atau kesalahan sinyal seringkali terjadi pada time frame kecil. Itulah mengapa, akurasi garis trend yang ditarik pada time frame kecil (misalnya 1-minute) akan sangat rendah. Garis trend pada time frame 5-minute yang ditarik hari ini belum tentu valid untuk dua atau tiga hari kemudian. Berikut contoh garis trend yang ditarik dari time frame EUR/USD 5-minutes:

Bagaimana agar bisa menarik garis trend secara tepat seperti itu? simak uraian selanjutnya.

Cara Membuat Garis Uptrend

Untuk membuat sebuah garis uptrend, berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Tentukan titik harga terendah (level low).
  2. Tarik garis ke titik harga terendah berikutnya.
  3. Perpanjang garis tersebut untuk mengantisipasi titik-titik support (atau resistance) selanjutnya.

Langkah antisipasi di tahap ketiga adalah yang paling penting dalam membuat garis trend. Berikut contoh langkah-langkah membuat garis uptrend pada EUR/JPY daily:

Keterangan gambar:

  1. Titik harga terendah untuk memulai. Pada titik ini, pergerakan harga mulai bergerak keatas.
  2. Titik harga terendah selanjutnya. Atur kemiringan garis trend hingga menyentuh level harga terendah pada bar candlestick.
  3. Perpanjang garis uptrend ke arah kanan sehingga melalui beberapa titik harga terendah masing-masing bar candlestick. Kemiringan garis uptrend bisa diatur untuk membantu mengidentifikasi titik-titik support. Garis uptrend tidak harus tepat pada titik harga terendah, tetapi bisa disesuaikan asal tidak menyimpang terlalu jauh. Titik harga terendah pertama (1) hendaknya tidak diubah karena merupakan titik patokan awal dimulainya garis uptrend.
  4. Perpanjang garis uptrend ke arah kanan untuk mengantisipasi titik-titik support berikutnya.

Cara Membuat Garis Downtrend

Dengan metode yang sama seperti cara membuat garis trend sebelumnya, untuk keadaan pasar bearish bisa dibuat garis downtrend yang mengantisipasi titik-titik resistance di waktu mendatang. Berikut ini contoh langkah-langkah membuat garis downtrend pada USD/CAD daily:


Keterangan gambar:

  1. Titik harga tertinggi untuk memulai. Pada titik ini pergerakan harga mulai bergerak kebawah.
  2. Titik harga tertinggi selanjutnya. Atur kemiringan garis trend hingga menyentuh level harga tertinggi pada bar candlestick.
  3. Perpanjang garis downtrend ke arah kanan sehingga melalui beberapa titik harga tertinggi masing-masing bar candlestick. Kemiringan garis downtrend bisa diatur untuk membantu mengidentifikasi titik-titik resistance. Garis downtrend tidak harus tepat pada titik harga tertinggi, tetapi bisa disesuaikan asal tidak menyimpang terlalu jauh. Titik harga tertinggi pertama (1) hendaknya tidak diubah karena merupakan titik patokan awal dimulainya garis downtrend.
  4. Perpanjang garis downtrend ke arah kanan untuk mengantisipasi titik-titik harga resistance di waktu yang akan datang.

Cara Membuat Garis Trend Di MetaTrader

Membuat garis trend pada platform trading sangat mudah. Khusus untuk platform populer MetaTrader, Anda bisa masuk ke Insert-Lines-Trendline, atau langsung ke toolbar seperti gambar berikut:

Untuk memahami berbagai cara menggunakan garis trend dalam trading forex, simak penjelasan di bagian dua artikel ini.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: