Perdagangan Elektronik Contohnya

Peringkat broker opsi biner:
Contents

E-commerce Adalah Perdagangan Elektronik, Pengertian Menurut Ahli dan Contohnya di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta E-commerce adalah lahan baru industri perdagangan di era globalisasi ini. Industri e-commerce di Indonesia mulai menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Eksistensi e-commerce di Indonesia sudah sangat terasa, sehingga ketat kompetisi untuk menjadi top of mind di mata masyarakat. Associate of High Tech, Property and Consumer Industry of MarkPlus Inc. Irfan Setiawan, mengatakan bahwa beberapa merek atau brand e-commerce saat ini sudah masuk usia matang.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan bahwa e-commerce Indonesia akan terus tumbuh sekitar 17% dalam 10 tahun terakhir dengan total sekitar 26,2 juta usaha.Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri sudah ada sejak tahun 1994. E-commerce pertama di Indonesia adalah Internet Service Provider (ISP) komersial pertama di Indonesia, yaitu Indosat.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan e-commerce tertinggi di dunia karena makin banyaknya pelaku usaha yang mengembangkan usahanya ke arah digital dalam beberapa tahun belakangan. Tingginya pertumbuhan e-commerce juga dilatarbelakangi oleh penggunaan internet di Indonesia yang terus bertambah. Tapi apa sebenarnya e-commerce itu sendiri?

Pengertian E-commerce

E-commerce adalah perdagangan elektronik, sebuah pemasaran barang atau jasa dengan sistem elektronik melalui internet. Dalam hal ini e-commerce memiliki konten yang melibatkan data/sistem/manajemen yang dijalankan secara otomatis. Industri ini akan melibatkan transaksi seperti transfer dana, pemasaran online, jual beli, dan lain sebagainya. E-commerce adalah bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekadar perniagaan tetapi mencakup juga pengolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll.

Selain teknologi jaringan www, e-commerce juga memerlukan teknologi basis data atau pangkalan data (databases), email, dan bentuk teknologi non-komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-commerce ini.

Pengertian E-Commerce Menurut Para Ahli

Beberapa ahli pernah menjelaskan tentang definisi e-commerce seperti yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber Selasa (8/1/2020), di antaranya adalah:

Loudon (1998)

E-commerce adalah suatu proses transaksi yang dilakukan oleh pembeli dan penjual dalam membeli dan menjual berbagai produk secara elektronik dari perusahaan ke perusahaan lain dengan menggunakan komputer sebagai perantara transaksi bisnis yang dilakukan.

Kalakota dan Whinston (1997)

Peringkat broker opsi biner:

E-commerce adalah aktivitas belanja online dengan menggunakan jaringan internet serta cara transaksinya melalui transfer uang secara digital.

Keduanya meninjau pengertian

E-Commerce dari empat perspektif, yaitu:

1. Perspektif Komunikasi

E-Commerce adalah sebuah proses pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer ataupun peralatan elektronik lainnya.

2. Perspektif Proses Bisnis

E-Commerce adalah aplikasi dari sebuah teknologi menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.

3. Perspektif Layanan

E-Commerce adalah alat yang dapat memenuhi keinginan perusahaan, manajemen, dan konsumen untuk mengurangi biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.

4. Perspektif Online

E-Commerce menyediakan kemudahan untuk menjual dan membeli produk serta informasi melalui layanan internet maupun sarana online yang lainnya

Jony Wong

E-Commerce adalah pembelian, penjualan, dan pemasaran barang serta jasa melalui sistem elektronik.

Vermaat

E-Commerce adalah transaksi bisnis yang terjadi dalam jaringan elektronik seperti internet. Dengan kata lain, siapapun yang memiliki jaringan internet dapat berpartisipasi dalam kegiatan E-Commerce.

Jenis-Jenis E-commerce

Ada beberapa jenis transaksi di dalam e-commerce ini, karena itu, istilah e-commerce dan e-business selalu dikaitkan.

E-Commerce Business to Business (B2B)

Transaksi e-commerce ini dilakukan oleh dua belah pihak yang sama-sama memiliki kepentingan bisnis. Dua belah pihak ini saling mengerti dan mengetahui bisnis yang dijalankan. Umumnya bisnis tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan, atau secara sederhana berlangganan. Contoh sederhana dari B2B ini yaitu produsen dan suplier yang saling bertransaksi secara online baik untuk konsultasi kebutuhan barang, hingga proses pembayarannya.

E-commerce Business to Consumer (B2C)

Business to consumer dilakukan oleh pelaku bisnis dan konsumen. Transaksi e-commerce ini terjadi layaknya jual-beli biasa. Konsumen mendapatkan penawaran produk dan melakukan pembelian secara online.

E-commerce C2C (Konsumen Ke Konsumen)

Untuk C2C, transaksi dilakukan oleh konsumen ke konsumen. Transaksi jual beli di lakukan secara online melalui marketplace. Jadi C2C disini menjadi perantara antara penjual dan pembeli.

Consumen to Busines (C2B)

C2B adalah kebalikan B2C yang mana konsumen terakhir bertindak sebagai penjual dan perusahaan bertindak sebagai pembeli.

Media atau Aplikasi E-commerce

Seperti yang dijelaskan dalam pengertian e-commerce di atas, transaksi bisnis ini bergantung pada sejumlah aplikasi dan media online lainnya, misalnya katalog, email, shopping carts, eb service, EDI dan file transfer protocol. Hal ini tentunya melibatkan kegiatan B2B (business to business).

Contoh E-Commerce di Indonesia

Sebenarnya bisnis e-commerce di Indonesia sudah berlangsung sejak lama. Beberapa contoh e-commerce di Indonesia antara lain:

Jual Beli Online di Marketplace

Transaksi jual-beli online di Marketplace lokal sudah sangat berkembang saat ini.

Internet Banking dan SMS BankingTransaksi pembayaran melalui internet seperti pembayaran listrik, pendidikan, air, dan sebagainya.

TV Kabel dan Internet Provider

Berlangganan TV Kabel dan internet juga merupakan salah satu bentuk e-commerce yang sudah cukup lama berlangsung di Indonesia. Beberapa perusahaan yang ada di bisnis TV kabel dan internet provider diantaranya; Indovision, Big TV, Indihome, MyRepublic, dan Firstmedia.

Membahas Pengertian E-Commerce: Apa itu? Menurut Ahli, Sejarah, Jenis, Komponen, Kelebihan Kekurangan dan Contohnya!

Beranda » Blog » Bisnis » Membahas Pengertian E-Commerce: Apa itu? Menurut Ahli, Sejarah, Jenis, Komponen, Kelebihan Kekurangan dan Contohnya!

Tahukah kalian, Pengertian E-Commerce, Apa itu Perdagangan Elektronik? Menurut Para Ahli, Sejarah, Jenis, Komponen, Kelebihan dan Kekurangan serta Contohnya? Ya, transaksi bisnis yang terjadi di internet seperti zaman sekarang ini, sering dikenal dengan sebutan e-commerce. Ini merupakan singkatan dari electronic commerce. Contoh populer dari kata ini umumnya melibatkan pembelian dan penjualan online, tetapi dunia e-commerce berisi jenis dan banyak kegiatan lain juga. Namun, pada dasarnya, segala bentuk transaksi bisnis yang dilakukan secara elektronik dapat disebut sebagai e-commerce.

Betul! Mereka yang terlibat dalam transaksi dapat mewakili berbagai kombinasi pelanggan, bisnis, vendor atau pemasok lain, atau lembaga pemerintah. Sekarang, e-commerce ini telah mengalami pertumbuhan yang cukup besar sejak awal munculnya internet sebagai perusahaan komersial. Beberapa keuntungannya termasuk menghilangkan batasan waktu dan geografis, merampingkan operasi, dan menurunkan biaya. Baiklah, dalam postingan kali ini, Kami akan membahas secara lebih detail dan lengkap tentang apa pengertian e-commerce. Langsung saja, berikut adalah ulasannya!

Pengertian E-Commerce

Merupakan singkatan dari electronic commerce, e-commerce adalah pembelian dan penjualan barang dan jasa, atau transmisi dana atau data, melalui jaringan elektronik, terutama internet berdasarkan simpulan Kami yang bersumber dari Situs Techtarget.

Transaksi bisnis ini terjadi baik sebagai bisnis-ke-bisnis (B2B), bisnis-ke-konsumen (B2C), konsumen-ke-konsumen atau konsumen-ke-bisnis. Istilah e-commerce dan e-bisnis sering digunakan secara bergantian. Dan istilah e-tail pun juga terkadang digunakan untuk merujuk pada proses transaksional untuk belanja online.

Apa itu Perdagangan Elektronik?

Lalu, apa itu perdagangan elektronik sebenarnya? Seperti yang sudah kita ketahui, dalam cakupan global ini sering disebut dengan istilah e-commerce, perdagangan elektronik adalah segala aktivitas penyebaran, penjualan, pembelian dan pemasaran produk (barang dan juga jasa), dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi seperti menggunakan internet dan jaringan komputer.

Arti dari e-commerce (electronic commerce) dapat juga kita artikan sebagai sebuah aktivitas dalam penggunaan teknologi dan komunikasi pengolahan digital technology dalam melakukan transaksi usaha, untuk menciptakan, mengganti, dan mendefenisikan balik interaksi antara penjual dan juga pembeli.

Secara sederhana, electronic commerce atau perdagangan elektronik dapat diartikan menjadi sebuah kegiatan yang melibatkan transaksi jual-beli barang, servis atau transmisi dana atau data (baca pengertian data disini) dengan memakai perangkat elektronik yang terhubung dengan internet. Transaksi sebuah e-commerce ini tidak lagi dilihat sebagai hal baru di tanah air kita, bahkan perkembangannya terbilang pun hingga sekarang dapat dikatakan sangat pesat.

Pengertian E-Commerce Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami arti dan pengertian e-commerce, pastinya kita juga harus merujuk kepada pendapat para pakar dan ahli terkait definisi mereka tentang e-commerce. Beberapa ahli pernah menjelaskan tentang e-commerce serta juga dampaknya bagi warga masyarakat.

Adapun beberapa pengertian e-commerce menurut para ahli yang harus kalian ketahui adalah sebagai berikut.

1. Loudon (1998)

Menurut Loudon, e-commerce merupakan suatu proses transaksi yang dilakukan dari pembeli dan penjual dalam membeli serta menjual aneka macam produk secara elektronika dari perusahaan ke perusahaan yang lainnya dengan menggunakan memakai komputer sebagai perantara transaksi usaha yang dilakukan.

2. Kalakota dan Whinston (1997)

Menurut Kalakota dan Whinston, definisi e-commerce adalah sebuah aktivitas belanja online dengan menggunakan jaringan internet dan cara transaksinya pun dilakukan melalui transfer uang secara digital.

Keduanya (Kakakota dan Whinston) meninjau definisi dan arti e-commerce dari 4 (empat) perspektif, sebagai berikut:

  • Komunikasi; Pengertian e-commerce adalah sebuah proses pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer ataupun peralatan elektronik yang lainnya.
  • Proses bisnis; Definisi e-commerce adalah application atau penerapan dari sebuah teknologi menuju otomatisasi berdasarkan transaksi bisnis dan aliran kerja.
  • Layanan; Sebuah e-commerce merupakan alat yang dapat digunakan untuk memenuhi jasa perusahaan, manajemen, dan juga konsumen untuk mengurangi banyaknya biaya yang digunakan dalam layanan atau service cost pada saat meningkatkan kualitas barang dan mempercepat layanan pengiriman.
  • Online; Pengertian e-commerce adalah sesuatu yang menyediakan kemudahan dalam menjual dan membeli produk serta informasi melalui layanan internet maupun sarana online lain.

3. Jony Wong

Menurut Jony Wong, pengertian e-commerce atau perdagangan elektronik adalah pembelian, penjualan, dan pemasaran barang serta jasa yang dilakukan melalui sistem elektronika.

4. Vermaat

Menurut Vermaat, e-commerce adalah sebuah transaksi usaha yang terjadi dalam jaringan elektronika seperti internet. Dengan kata lain, siapapun yang memiliki jaringan internet bisa berpartisipasi dalam kegiatan electroning commerce atau yang disebut dengan e-commerce.

Sejarah E-Commerce

Membahas mengenai e-commerce, kita juga harus mengetahui apa saja terkait sejarah e-commerce bukan? Adapun sejarah electronic commerce, ini dimulai dengan penjualan secara online pertama, yaitu pada 11 agustus 1994, dimana seorang pria menjual CD dari sebuah band Sting kepada temannya melalui situs webnya NetMarket, platform ritel Amerika.

Hal ini adalah contoh pertama dari konsumen yang membeli produk dari bisnis melalui WWW atau World Wide Web atau “eCommerce atau e-commerce” seperti yang kita kenal sekarang. Sejak itulah, e-commerce telah berkembang untuk membuat produk lebih mudah ditemukan dan dibeli melalui pengecer dan pasar online. Freelancer atau pekerja lepas independen, usaha kecil, dan perusahaan besar semuanya mendapatkanmanfaat dari e-commerce, dimana ini memungkinkan mereka untuk menjual barang dan jasa mereka pada skala yang tidak mungkin dilakukan dengan ritel offline tradisional.

Selain itu, perlu kalian ketahui bahwa penjualan eCommerce atau e-commerce ritel global diproyeksikan mencapai $27 Triliun (dalam US Dollar) pada tahun 2020.

Jenis-Jenis E-Commerce

Mengacu pada penjelasan tentang pengertian e-commerce di atas, ada beberapa jenis transaksi dalam e-commerce. Seperti yang kita ketahui, kata e-commerce dan juga e-business ini memang selalu dikaitkan.

Di bawah ini adalah apa saja jenis-jenis e-commerce yang ada dan yang perlu Anda ketahui.

1. B2B (Business-To-Business) atau Bisnis-Ke-Bisnis

Jenis yang pertama yaitu adalah e-commerce B2B (Business-To-Business) atau Bisnis-Ke-Bisnis. Ini adalah jenis yang mengacu pada pertukaran elektronik produk, layanan, atau informasi antara bisnis dan bukan antara bisnis dan konsumen.

Contohnya adalah termasuk seperti direktori online dan website (baca pengertian website disini) pertukaran produk dan pasokan yang memungkinkan perusahaan untuk mencari produk, layanan dan informasi dan untuk memulai transaksi melalui antarmuka e-procurement.

2. B2C (Business-To-Consumer) atau Bisnis-Ke-Konsumen

Berikutnya, ada e-commerce B2C (Business-To-Consumer) atau Bisnis-Ke-Konsumen. Ini adalah bagian ritel dari e-commerce di internet yang berarti ketika bisnis menjual produk, layanan atau informasi langsung ke konsumen. Istilah ini populer selama booming istilah dot-com di akhir tahun 1990-an, ketika pengecer online dan penjual barang adalah merupakan hal yang baru.

3. C2C (Consumer-To-Consumer) atau Konsumen-Ke-Konsumen

E-Commerce C2C (Consumer-To-Consumer) atau Konsumen-Ke-Konsumen adalah jenis di mana konsumen memperdagangkan produk, layanan, dan informasi satu sama lain secara online. Transaksi-transaksi ini umumnya dilakukan melalui pihak ketiga yang menyediakan platform online tempat transaksi dilakukan.

4. C2B (Consumer-To-Business) atau Konsumen-Ke-Bisnis

C2B (Consumer-To-Business) atau Konsumen-Ke-Bisnis adalah jenis e-commerce di mana konsumen membuat produk dan layanan mereka tersedia online untuk perusahaan untuk menawar dan membeli. Jenis e-commerce ini adalah kebalikan dari model perdagangan tradisional B2C.

5. B2A (Business-Ke-Administration) atau Bisnis-Ke-Administration

Jenis selanjutnya adalah E-Commerce B2A (Business-Ke-Administration) atau Bisnis-Ke-Administration. Ini mengacu pada transaksi yang dilakukan secara online antara perusahaan dan administrasi publik atau badan pemerintah. Banyak cabang pemerintah bergantung pada layanan elektronik atau produk dalam satu atau lain cara, terutama ketika datang ke dokumen hukum, register, jaminan sosial, fiskal dan pekerjaan.

Sebuah bisnis, mereka dapat menyediakan hal ini secara elektronik. Layanan B2A telah tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir karena investasi telah dilakukan dalam kemampuan e-government.

6. C2A (Consumer-To-Administration) atau Konsumen-Ke-Administrasi

Yang terakhir adalah jenis C2A (Consumer-To-Administration) atau Konsumen-Ke-Administrasi. Ini mengacu pada transaksi yang dilakukan secara online antara konsumen individu dan administrasi publik atau badan pemerintah.

Pemerintah jarang membeli produk atau layanan dari warga, tetapi individu sering menggunakan sarana elektronik dalam berbagai bidang seperti:

  • Pendidikan; Menyebarkan informasi, pembelajaran jarak jauh atau kuliah online, dan lain sebagainya.
  • Jaminan sosial; Mendistribusikan informasi, melakukan pembayaran, dan lain sebagainya.
  • Pajak; Melaporkan pengembalian pajak, melakukan pembayaran, dan lainnya.
  • Kesehatan; Membuat janji, memberikan informasi tentang penyakit, melakukan pembayaran layanan kesehatan, dan lain sebagainya.

7 Komponen Utama E-Commerce

Setelah mengenal penjelasan pengertian e-commerce di atas, sebenarnya ada 7 komponen utama e-commerce yang membuat sukses dan berhasilnya sebuah perdagangan elektronik dan ini merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui. Adapun 7 (tujuh) komponen-komponen utama e-commerce tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pemasok dan manajemen rantai pasokan
  2. Operasi gudang
  3. Pengiriman dan pengembalian
  4. CRM (Client Relationship Management) atau software (perangkat lunak) dan kebijakan.
  5. Katalog dan tampilan produk
  6. Program pemasaran dan loyalitas.
  7. Pembelian showroom dan offline.

Untuk saran sederhana, apa pun yang rumit bagi Anda terkait pengembangan website, desain, front-end maupun back-end, Anda dapat mencoba menghubungi Kami atau dengan menghubungi perusahaan khusus pengembangan situs web e-commerce.

Oke, kembali ke sub-topik pembahasan kita, di bawah ini adalah penjelasan dari 7 komponen urama e-commerce tersebut.

1. Pemasok dan Manajemen Rantai Pasokan

Jika Anda atau berencana untuk menjadi pengecer di pasar yang semakin kompetitif. Pemasok dan manajemen rantai pasokan sangat berarti untuk menghasilkan sebuah sesuatu yang hebat. Dengan mengarahkan traffic atau (lalu lintas) pengunjung yang baik dan mengubahnya menjadi penjualan, tidak akan dapat Anda lakukan tanpa produk yang tepat, produk yang dikirimkan pada waktu yang tepat, dan dengan harga terjangkau sesuai pasar.

Pemasok mungkin memang sangat berarti ketika e-commerce tidak digunakan. Ketika datang ke e-commerce, pemasok dapat memberi Anda barang dagangan yang tepat tetapi mereka juga dapat menghilangkan beban stok dari pundak Anda. Sebagai contoh, misalnya Amazon, mereka sangat bergantung pada mitra pasarnya untuk meningkatkan jumlah produk yang terdaftar, tanpa membeli stok untuk produk-produk tersebut.

2. Operasi Gudang

Kita ilustrasikan seperti ini, eceran bata dan mortir bergantung pada komunikasi elektronik dan tampilan produk. Tetapi ketika suatu produk yang dibeli itu harus datang dari suatu tempat, Tunggu? Tahan kesepakatan dengan pemasok dan pergilah ke gudang Anda terlebih dahulu, jika sudah beres terkait hal tersebut, kemas segera dengan rapi dan siapkan produk-produk itu untuk dikirimkan.

3. Pengiriman dan Pengembalian

Sama seperti yang disebutkan di atas barang dagangan Anda dapat ditampilkan dan dipasarkan secara online tetapi harus dikemas dan untuk mencapai tujuannya di dunia nyata. Karena hal itulah sebabnya Anda membutuhkan manajemen gudang yang baik dan itulah sebabnya Anda membutuhkan layanan pengiriman dan pengembalian (jika ada) yang bagus, hebat dan terpercaya serta dapat diandalkan.

4. CRM (Client Relationship Management), Software (Perangkat Lunak) dan Kebijakan

Bahkan sebelum mempertimbangkan untuk menjual, Anda perlu memikirkan bagaimana Anda akan memperlakukan pelanggan Anda dan membuat mereka berkunjung kembali. Di situlah peran CRM (Client Relationship Management) masuk.

Sementara istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu jenis software atau perangkat lunak, sebenarnya istilah itu menggambarkan seluruh kebijakan tentang bagaimana Anda akan menangani interaksi antara Anda dan pelanggan Anda.

5. Katalog dan Tampilan Produk

Katalog dan tampilan produk adalah salah satu yang pasti Anda harapkan, mungkin tidak terlalu. Tapi tentu saja, ini penting. Tanpa satu pun dari ini, pelanggan akan kembali dalam mengirimkan pesanannya. Seperti yang mungkin Anda lihat sejauh ini, itu hanya sebagian kecil dari keseluruhan bisnis toko e-niaga.

6. Program Pemasaran dan Loyalitas

Kami tahu, sebagai argumen, mari kita asumsikan bahwa mungkin program pemasaran dan loyalitas online sangat penting sehingga mereka harus menjadi sebuah item yang terpisah untuk pemasaran.

Loyality atau kesetiaan benar-benar sulit didapat akhir-akhir ini terlepas dari banyaknya penipuan online. Terutama ketika datang ke e-commerce, sebagian besar pengguna akan mencari harga terendah dan membeli dari siapa pun penjualnya.

7. Showroom dan Pembelian Offline

Tunggu, Anda pikir batu bata dan mortir yang merupakan produk Anda sudah habis? Tentu saja tidak. Ritel online masih hanya sekitar 7% dari total semua ritel namun mereka tumbuh cepat. Salah satu hal yang membantu pertumbuhannya adalah showrooming, yang merupakan praktik memeriksa produk di dalam toko dan kemudian membelinya (biasanya lebih murah jika secara online).

Jangan menganggap e-commerce hanya sebagai online-vs-offline saja. Pikirkan dalam hal pelanggan. Pelanggan ingin merasakan produk sebelum melakukan pembelian. Jadi, Anda harus menunjukkannya kepadanya. Bahkan showroom offline yang kecil pun dapat membuat kemajuan besar dan merupakan nilai plus untuk toko online Anda.

Kelebihan dan Kekurangan E-Commerce

Setelah mengetahui pengertian e-commerce, penjelasannya menurut para Ahli, sejarah, jenis dan komponennya di atas, tidak ada keraguan bahwa kemampuan untuk menjual secara online telah membuat banyak bisnis menjadi layak dan menguntungkan. Seperti semua model bisnis, e-commerce sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan.

Sangat penting untuk mengetahui apa saja pro dan kontra atau keuntungan serta kerugian yang baik sehingga Anda dapat diberi tahu saat membuat keputusan strategis. Mari simak terus ulasan Kami tentang, kelebihan dan kekurangan e-commerce!

a. Kelebihan E-Commerce

Ada banyak pro atau keuntungan jelas maupun tidak begitu jelas dalam melakukan bisnis online. Memahami apa itu sebenarnya dapat membantu Anda memanfaatkannya untuk keuntungan Anda.

Berikut adalah apa saja yang menjadi kelebihan e-commerce yang dapat Anda manfaatkan.

1. Pasar yang Lebih Besar

E-commerce memungkinkan Anda menjangkau pelanggan di seluruh negara dan di seluruh dunia. Pelanggan Anda dapat melakukan pembelian di mana saja dan kapan saja, terutama lebih banyak orang yang terbiasa berbelanja di perangkat seluler atau smartphone (baca pengertian smartphone disini) mereka.

2. Wawasan Pelanggan Melalui Pelacakan dan Analisis

Baik Anda mengirim pengunjung ke situs web e-commerce Anda menggunakan SEO, iklan PPC atau kartu pos lama yang baik, ada cara untuk melacak lalu lintas dan seluruh perjalanan pengguna pelanggan Anda untuk mendapatkan wawasan tentang kata kunci, pengalaman pengguna, pesan pemasaran, strategi penetapan harga, dan lainnya.

3. Respon Cepat Terhadap Tren Konsumen dan Permintaan Pasar

Logistik yang ramping, terutama untuk pedagang yang melakukan sistem drop Ship, yang memungkinkan bisnis untuk merespon tren pasar dan e-commerce serta permintaan konsumen dengan cara yang gesit. Pedagang juga dapat membuat promosi dan penawaran dengan cepat untuk menarik pelanggan dan menghasilkan lebih banyak penjualan.

4. Biaya Lebih Rendah

Dengan kemajuan teknologi dari platform dalam e-commerce, menjadi sangat mudah dan terjangkau untuk mendirikan dan memelihara toko online Anda dengan overhead yang rendah. Pedagang tidak lagi harus menghabiskan anggaran besar untuk iklan TV atau papan iklan, juga tidak perlu khawatir tentang biaya personil dan real estat.

5. Lebih Banyak Peluang Penjualan

Pedagang hanya dapat memberikan informasi dalam jumlah terbatas pada suatu produk di toko fisik. Di sisi lain, situs web e-commerce memungkinkan ruang untuk memasukkan lebih banyak informasi seperti video demo, ulasan, dan testimonial pelanggan untuk membantu meningkatkan konversi.

6. Pesan Personalisasi

Platform e-commerce memberi pedagang kesempatan untuk menyajikan konten yang dipersonalisasi dan rekomendasi produk untuk pelanggan terdaftar. Komunikasi bertarget ini dapat membantu meningkatkan konversi dengan menunjukkan konten yang paling relevan untuk setiap pengunjung.

7. Peningkatan Penjualan dengan Gratifikasi Instan

Untuk bisnis yang menjual barang digital, e-commerce memungkinkan pengiriman produk dalam beberapa detik setelah melakukan pembelian. Hal ini memuaskan kebutuhan konsumen akan kepuasan instan dan membantu meningkatkan penjualan, terutama untuk barang-barang murah.

8. Kemampuan untuk Menaikkan atau Menurunkan

Pertumbuhan bisnis online tidak dibatasi oleh ketersediaan ruang fisik. Meskipun logistik dapat menjadi masalah ketika seseorang tumbuh, hal tersebut bukanlah merupakan tantangan dibandingkan dengan mereka yang menjalankan toko biasa.

Pedagang e-commerce dapat meningkatkan atau menurunkan operasi (baik itu harga maupun yang lainnya) mereka dengan cepat, dan memanfaatkan “ruang penyimpanan” tanpa batas, sebagai respons terhadap tren pasar dan permintaan konsumen.

b. Kekurangan E-Commerce

Ada beberapa tantangan unik yang ada dalam e-commerce. Sama seperti keuntungannya, dengan mengetahuinya maka akan membantu Anda menavigasi perairan dan menghindari hal-hal yang dapat membuat Anda terperangkap.

Berikut adalah apa saja kekurangan dari e-commerce yang harus Anda ketahui.

1. Kurangnya Sentuhan Pribadi

Beberapa konsumen menghargai sentuhan pribadi yang mereka dapatkan dari mengunjungi toko fisik dan berinteraksi dengan rekan penjualan.

Sentuhan pribadi semacam itu sangat penting bagi bisnis yang menjual produk kelas atas karena pelanggan tidak hanya ingin membeli barang dagangan tetapi juga memiliki pengalaman hebat selama proses tersebut.

2. Kurangnya Pengalaman Taktil

Tidak peduli seberapa baik video dibuat, konsumen tetap tidak dapat menyentuh dan merasakan suatu produk. Belum lagi, bukanlah hal yang mudah untuk membuat prestasi untuk menghadirkan pengalaman brand atau merek, yang sering kali dapat mencakup indera peraba, penciuman, rasa, dan suara, melalui dua dimensi layar.

3. Harga dan Perbandingan Produk

Dengan belanja online, konsumen dapat membandingkan banyak produk dan menemukan harga terendah. Hal ini memaksa banyak pedagang untuk bersaing pada harga dan mengurangi margin keuntungan mereka.

4. Kebutuhan untuk Akses Internet

Ini cukup jelas, tetapi jangan lupa bahwa pelanggan Anda benar-benar membutuhkan akses internet (baca pengertian internet disini) sebelum mereka dapat membeli dari Anda! Karena banyak platform e-commerce memiliki fitur dan fungsi yang memerlukan akses internet kecepatan tinggi untuk pengalaman pelanggan yang optimal, ada kemungkinan Anda mengecualikan pengunjung yang memiliki koneksi lambat.

5. Penipuan Kartu Kredit

Penipuan kartu kredit adalah masalah nyata dan terus berkembang untuk bisnis online. Hal ini dapat menyebabkan tolak bayar yang mengakibatkan hilangnya pendapatan, penalti, dan reputasi buruk.

6. Masalah Keamanan Teknologi Informasi

Semakin banyak bisnis dan organisasi yang menjadi mangsa peretas jahat yang telah mencuri informasi pelanggan dari database atau basis data mereka karena rentannya sistem keamanan komputer.

Tidak hanya ini dapat memiliki implikasi hukum dan keuangan tetapi juga mengurangi kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.

7. Semua dalam Satu Wadah

Bisnis e-commerce sangat bergantung (atau hanya) pada situs web mereka. Bahkan hanya beberapa menit downtime atau gangguan teknologi dapat menyebabkan hilangnya pendapatan dan ketidakpuasan pelanggan.

8. Kompleksitas dalam Perpajakan, Peraturan, dan Kepatuhan

Jika bisnis online menjual kepada pelanggan di wilayah berbeda, mereka harus mematuhi peraturan tidak hanya di negara bagian negara mereka sendiri tetapi juga di tempat tinggal pelanggan mereka. Hal ini dapat menciptakan banyak kompleksitas dalam akuntansi, kepatuhan, dan perpajakan.

Contoh E-Commerce di Negara Indonesia

Dalam membahas mengenai apa itu e-commerce, tentu tidak terlepas daripada apa saja contoh-contoh e-commerce terutama di negara Indonesia bukan? Betul! Sebenarnya bisnis e-commerce di negara Indonesia sudah berlangsung sejak lama.

Adapun beberapa contoh e-commerce pada Indonesia antara lain adalah sebagai berikut.

1. Jual Beli Online di Marketplace

Transaksi jual-beli online di marketplace lokal saat ini, memang telah terbilang sangat marak. Beberapa marketplace populer di Indonesia yang pastinya sudah kita ketahui yaitu antara lain adalah sebagai berikut:

  • Shopee
  • Bukalapak
  • Tokopedia
  • Blibli
  • Kaskus
  • Traveloka
  • JD
  • Dan lain sebagainya

2. Internet Banking dan SMS Banking

Contoh berikutnya yaitu seperti transaksi pembayaran melalui internet dan jaringan telekomunikasi pun juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari segala kegiatan terkait e-commerce.

3. TV Kabel dan ISP atau Internet Provider

Berlangganan TV kabel dan internet juga merupakan salah satu bentuk dan contoh e-commerce yang berlangsung relatif dan sudah lama berlangsung di negara Indonesia.

Beberapa perusahaan yang ada dalam bisnis TV kabel dan ISP atau Internet Service Provider antara lain adalah sebagai berikut:

  • Indovision
  • Big TV
  • Indihome
  • MyRepublic
  • Firstmedia
  • Dan lain sebagainya

E-Commerce di Indonesia Semakin Maju

Diakui atau tidak, perkembangan e-commerce sekarang telah jauh melampaui ekspektasi dan juga menciptakan kesukaan konsumen dalam berbelanja. Kecepatan akses, stok yang lebih banyak pilihan, irit dan juga uang yang menjadikan hal ini kebutuhan primer.

Hanya saja ada sedikit gangguan dengan minimnya customer service serta tidak mampunya bersentuhan secara khusus dengan produk asli. Selain itu juga, kekurangannya akan selalu terkendala dengan jangka waktu ketika pengiriman barang.

Saat ini, e-commerce adalah bidang yang paling mudah untuk digeluti. Perubahan konsumen yang ada dalam negeri telah semakin banyak jika dipandang dari kegemaran belanja online dan lahirnya berbagai startup dalam berbagai bidang.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan dan pembahasan mengenai Pengertian E-Commerce, Apa itu Perdagangan Elektronik? Menurut Para Ahli, Sejarah, Jenis, Komponen, Kelebihan dan Kekurangan serta Contohnya di atas, dapat kita simpulkan bahwa pengertian electronic commerce atau e-commerce adalah segala hal yang mengacu pada transaksi komersial yang dilakukan secara online. Hal ini berarti bahwa setiap kali Anda membeli dan menjual sesuatu menggunakan internet, maka Anda sudah terlibat dalam e-commerce.

Ini memungkinkan konsumen untuk bertukar barang dan jasa secara elektronik tanpa hambatan waktu atau jarak. Perdagangan elektronik telah berkembang pesat selama 5 (lima) tahun terakhir dan diperkirakan akan berlanjut pada tingkat ini, atau bahkan meningkat. Dalam waktu dekat batas antara perdagangan “konvensional” dan “elektronik” akan menjadi semakin buram karena semakin banyaknya bisnis memindahkan bagian dari operasi mereka ke internet.

Penutup

Demikianlah ulasan dan pembahasan yang dapat Kami bagikan kali ini dimana Kami membahas tentang Pengertian E-Commerce, Apa itu Perdagangan Elektronik? Menurut Para Ahli, Sejarah, Jenis, Komponen, Kelebihan dan Kekurangan serta Contohnya. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan Anda terutama dalam memahaminya.

Silahkan bagikan artikel atau tulisan Kami disini jika kalian rasa ini bermanfaat untuk teman-teman dan kerabat kalian. Sekian dari Saya, Terima Kasih.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: