Perkiraan Untuk Emas Di Forex, Harga Emas Turun, Posisi Masih di Level Tinggi

Peringkat broker opsi biner:

Bagaimana Memprediksi Pergerakan Harga Emas?

Ketakutan bagi para pemegang Emas dan industry Emas benar-benar terjadi dan semakin memburuk sejak Emas hancur lebur terhadap USD dan turun sampai ke level yang dahulu ada pada akhir tahun 2009. Membaiknya pertumbuhan perekonomian US direspon positif investor di lantai bursa saham maupun pasar uang forex, namun tidak untuk emas. Harga logam mulia itu terus terperosok. Emas secara mengejutkan akhirnya menembus pertahanan support yang selama ini bertahan pada harga $1130.00. Hasilnya Gold harus terjun bebas terjembab sampai ke level harga $1071.90.
Emas pada bulan Agustus mencatat kenaikan bulanan pertama sejak Mei seiring gejolak dalam ekuitas dan devaluasi tak terduga yuan oleh China yang mendorong daya tarik logam sebagai haven. Bullion meraih kembali sebagian dari keuntungannya seiring membaiknya ekonomi AS yang meningkatkan prospek Federal Reserve untuk mengetatkan kebijakan moneter, yang berimbas pada terkekangnya daya tarik emas karena ketidakmampuannya membayar bunga.

Dalam forex, emas dan dollar USD biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dollar USD naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargakan dalam dollar USD menjadi lebih mahal bagi investor. Harga emas telah berada di bawah tekanan dalam beberapa bulan terakhir karena beberapa investor bertaruh bahwa peningkatan suku bunga AS akan mendorong harga lebih rendah. Logam mulia tidak membayar bunga atau dividen dan hal ini membuat investor menjauh dari emas. Kenaikan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan pengembalian (return), karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga. Belum ada kenaikan suku bunga The Fed sejak Juni 2006, sebelum awal krisis keuangan Amerika.
Ekonomi AS tumbuh 3,7 persen pada kuartal II 2020, atau lebih tinggi dari perkiraan 3,3 persen. Pasar saham AS menguat menanggapi data ekonomi AS, dengan indeks S&P 500 naik lebih dari 2 persen.

Survey Prediksi Harga Emas
Menurut survei Kitco terhadap 555 orang yang di survei mengenai posisi gold mereka saat ini, 416 peserta atau 75% memilih bearish, sedangkan 99 peserta memilih bullish dan sisanya netral. Survei Kitco juga menyatakan bahwa dari 20 market expert terjadi keseimbangan dimana 8 market expert memilih bullish, 9 market expert memilih bearish dan sisanya netral.
Saat ini memang terlihat Gold dalam keadaan harga yang cukup murah dan menarik untuk melakukan posisi buy. Namun beberapa bank seperti halnya Deutsche Bank melihat bahwa penurunan masih mungkin untuk terjadi lagi sampai ke level dibawah $1000.00.

Hal yang Membebani Turunnya Harga Emas
1. Membaiknya Ekonomi Amerika Serikat
Ekonomi Amerika Serikat terus mengalami perbaikan dari bulan ke bulan dari berbagai lini. Fakta ini membebani Gold seiring dengan kuatnya USD dan stabilnya tingkat inflasi saat ini yang diiringi dengan kenaikan yang konsisten dari sisi tingkat pengangguran serta penambahan pekerjaan baru.

2. Kenaikan Tingkat Suku Bunga
FOMC akan kembali mengadakan rapat dimana akan kelanjutan rencana kenaikan tingkat suku bunga akan ditunggu-tunggu para investor dan trader. Bahkan walaupun pekan depan kemungkinan tidak akan ada kenaikan tingkat suku bunga, namun rencana serta pidato yang Hawkish dapat kembali menghempas emas kebawah.

3. Terpuruknya Industri Emas
Kelebihan produksi emas yang sejak tahun 2020 membuat harga emas turun semakin membebani para produsen emas. Pasalnya hutang perusahaan-perusahaan produsen emas ini sudah melambung tinggi dan mengalami kesulitan untuk berkembang.

Harga Emas Dalam Negri
Analis trader dan investasi emas, Mulyadi Tjung, mengatakan bahwa merosotnya harga emas dunia yang terjadi sejak awal tahun ini akibat ekonomi AS yang terus membaik berpotensi menekan pergerakan harga emas dalam negeri. Mulyadi memperkirakan, harga emas domestik kemungkinan akan terus bergerak di bawah level Rp500 ribu per gram. “Saat ini, tidak melemah banyak atau stagnan dari harga kemarin karena tertopang nilai tukar rupiah yang melemah,” kata dia.
Dia juga menegaskan, selama ancaman krisis di AS dan Eropa berkurang, serta mata uang negara-negara tersebut menguat, harga emas cenderung melemah. “Harga emas bisa seperti tahun 1980-an, yang bergerak stagnan ketika ekonomi AS membaik,” ujar Mulyadi.

Ini Ramalan Harga Emas dari Sejumlah Bank Asing

18 Nov 2020, 12:50 WIB Diperbarui 18 Nov 2020, 12:50 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Bank besar dunia mengumumkan kisaran harga kasar untuk para investor logam mulia. Jika dilihat pada tahun 2020, harga emas mulia mulai turun, rumah investasi besar ternyata masih mengalami penurunan terhadap emas. Hal tersebut dapat mempengaruhi harga logam mulia dimasa depan, dan dapat membuat para investor menjual dan membelinya.

Seperti yang dilansir dari, profitconfidential.com, Rabu, (18/11/2020) menyatakan, perdagangan harga emas pada lima tahun terakhir ini sangat rendah. Harga logam mulia turun dibawah US$ 1.080 per periode atau Rp 14,8 juta (kurs dollar AS:Rp 13.790) peruntuk pertama kalinya sejak tahun 2020. Dibawah ini adalah empat perkiraan harga emas dari bank besar dunia untuk tahun 2020.

Peringkat broker opsi biner:

1. Analis jangan selalu lihat harga emas di luar tahun 2020.

Tahun baru akan menajdi tahun yang sulit bagi para investor logam mulia. Pada tahun 2020, di mana harga emas mulai turun, ternyata membuat investasi besar terpengaruh dampak dari penurunan harga emas. Jika para analis selalu melihat tahun 2020, ini bisa berdampak pada harga logam mulia untuk ke depan.

2. Kata bank besar untuk harga emas tahun 2020?

USB Group AG mengatakan, perkiraan harga emas berada disekitar US$ 1,250 per periode atau Rp 17,1 juta per periode (kurs dollar AS: Rp 13.790) di tahun 2020.

Citigroup Inc mengatakan, emas sedikit mengalami penurunan tetapi tidak terlalu mengejutkan. Mereka mengharapkan harga emas untuk 2020 berada di sekitar level US$ 1.110 per periode atau Rp 15,3 juta (kurs dollar AS: Rp 13.790) pada tahun 2020 dan pada kuartal keempat tahun 2020.

Bank of America Corporation mengatakan, logam mulai bisa jatuh diharga US$ 1.000 atau Rp 10 juta (kurs dollar AS: Rp 13.790) mengapa demikian? menurut Bank of America, lanjutan komentar dari hawkish dan the Fed terhadap penurunan inflansi menjadi perhatian bank tersebut. Kombinasi biaya kesempatan nominal yang lebih tinggi dan kurangnya inflansi, yang hampir tidak pernah naik dalam 40 tahun terakhir.

3. Perkiraan harga emas menurut bank besar dunia.

3. Perkiraan harga emas menurut bank besar dunia.

Jika dilihat dari grafik jangka panjang, terdapat indikator yang menunjukan kepada teknik utama penunjukan rasio. Indikator ini dapat memprediksikan level pergerakan harga turun dan pergerakan harga naik.

Perhatikan bahwa garis di tengah chart (Ketiga dari kedua bagian bawah dan atas, dari tingkat pergerakan harga naik sebesar 50 persen), hal tersebut sebagai level pergerakan harga turun yang kuat untuk harga emas selama beberapa bulan.

4. Pandangan harga emas untuk tahun 2020

Jika melihat dari pasar emas pada tingkatan yang sangat dasar, permintaan logam kuning meningkat. Namun, berbeda dengan sisi penawaran yang diperkirakan akan menurun. Analisis ekonomi dasar mengatakan ini adalah resep yang sempurna untuk harga emas lebih tinggi ke depannya.

Reporter : Adinda Purnama Rachmani

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: