Pilihan jam kerja dijajah natal

Peringkat broker opsi biner:

Pertanyaan mengenai jam kerja di Indonesia

Sungguh melelahkan bukan, bila kita diharuskan bekerja berjam-jam di dalam dan di luar kantor sehari-hari, bahkan ada yang sampai kerja lembur. Bagaimana dengan upah lembur kita? Berapa sih upah yang sesuai untuk jam kerja kita tersebut? Belum lagi, di sela-sela jam kerja itu, karyawan juga berhak untuk mendapat jam istirahat dan waktu untuk beribadah. Pertanyaan – pertanyaan tersebut pasti sering terlintas di pikiran anda. Sekarang, mari kita tela’ah bersama ya.

Berapa lama sebenarnya jam kerja kita dalam sehari?

Untuk karyawan yang bekerja 6 hari dalam seminggu, jam kerjanya adalah 7 jam dalam 1 hari dan 40 jam dalam 1 minggu. Sedangkan untuk karyawan dengan 5 hari kerja dalam 1 minggu, kewajiban bekerja mereka 8 jam dalam 1 hari dan 40 jam dalam 1 minggu.

Apa kata Undang-Undang mengenai Jam Kerja?
Jam Kerja adalah waktu untuk melakukan pekerjaan, dapat dilaksanakan siang hari dan/atau malam hari. Jam Kerja bagi para pekerja di sektor swasta diatur dalam Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya pasal 77 sampai dengan pasal 85.

Pasal 77 ayat 1, UU No.13/2003 mewajibkan setiap pengusaha untuk melaksanakan ketentuan jam kerja. Ketentuan jam kerja ini telah diatur dalam 2 sistem seperti yang telas disebutkan diatas yaitu:

  • 7 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu; atau
  • 8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.

Pada kedua sistem jam kerja tersebut juga diberikan batasan jam kerja yaitu 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu. Apabila melebihi dari ketentuan waktu kerja tersebut, maka waktu kerja biasa dianggap masuk sebagai waktu kerja lembur sehingga pekerja/buruh berhak atas upah lembur.

Bagaimana Perjanjian Kerja Bersama mengatur mengenai Jam Kerja?

Ketentuan mengenai pembagian jam kerja, saat ini mengacu pada UU No.13/2003. Ketentuan waktu kerja diatas hanya mengatur batas waktu kerja untuk 7 atau 8 sehari dan 40 jam seminggu dan tidak mengatur kapan waktu atau jam kerja dimulai dan berakhir.

Pengaturan mulai dan berakhirnya waktu atau jam kerja setiap hari dan selama kurun waktu seminggu, harus diatur secara jelas sesuai dengan kebutuhan oleh para pihak dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Pada beberapa perusahaan, waktu kerja dicantumkan dalam Peraturan Perusahaan (PP) atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Sebagaimana diatur dalam Pasal 108 ayat 1 UU No.13/2003, PP dan PKB mulai berlaku setelah disahkan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuk (biasanya Disnaker).

Peringkat broker opsi biner:

Apakah jam kerja selama 40 jam/minggu berlaku untuk semua sektor usaha atau jenis pekerjaan?

Ketentuan waktu kerja selama 40 jam/minggu (sesuai dengan Pasal 77 ayat 1, UU No.13/2003) tidak berlaku bagi sektor usaha atau pekerjaan tertentu. Ketentuan mengenai waktu kerja pada sektor usaha atau pekerjaan tertentu tersebut selebihnya diatur dalam Keputusan Menteri.

Keputusan Menteri yang dimaksud adalah Kepmenakertrans No. 233 tentang Jenis Dan Sifat Pekerjaan Yang Dijalankan Secara Terus Menerus, dimana pada pasal 3 ayat (1) mengatur bahwa pekerjaan yang berlangsung terus menerus tersebut adalah:

  • pekerjaan di bidang pelayanan jasa kesehatan;
  • pekerjaan di bidang pelayanan jasa transportasi;
  • pekerjaan di bidang jasa perbaikan alat transportasi;
  • pekerjaan di bidang usaha pariwisata;
  • pekerjaan di bidang jasa pos dan telekomunikasi;
  • pekerjaan di bidang penyediaan tenaga listrik, jaringan pelayanan air bersih (PAM), dan penyediaan bahan bakar minyak dan gas bumi;
  • pekerjaan di usaha swalayan, pusat perbelanjaan, dan sejenisnya;
  • pekerjaan di bidang media masa;
  • pekerjaan di bidang pengamanan;
  • pekerjaan di lembaga konservasi;
  • pekerjaan-pekerjaan yang apabila dihentikan akan mengganggu proses produksi, merusak bahan, dan termasuk pemeliharaan/perbaikan alat produksi.

Berdasarkan peraturan tersebut, maka jenis-jenis pekerjaan di atas dapat berlangsung secara terus menerus, tanpa mengikuti ketentuan jam kerja sebagaimana tercantum dalam UU No. 13 tahun 2003. Namun demikian, setiap kelebihan jam kerja yang dilakukan oleh buruh/pekerja dalam melaksanakan pekerjaan sebagaimana tercantum di atas, harus dihitung sebagai lembur yang harus dibayarkan karena merupakan hak buruh/pekerja yang dilindungi oleh Undang-Undang.

Ada pula pekerjaan-pekerjaan tertentu yang harus dijalankan terus-menerus, termasuk pada hari libur resmi (Pasal 85 ayat 2 UU No.13/2003). Pekerjaan yang terus-menerus ini kemudian diatur dalam Kepmenakertrans No. Kep-233/Men/2003 Tahun 2003 tentang Jenis dan Sifat Pekerjaan yang Dijalankan Secara Terus Menerus. Dan dalam penerapannya tentu pekerjaan yang dijalankan terus-menerus ini dijalankan dengan pembagian waktu kerja ke dalam shift-shift.

Bagaimana peraturan mengenai pasal 5 ayat 2 di Kepmen No.234 tahun 2003 tentang waktu kerja dan istirahat pada sektor usaha energi dan sumber daya mineral pada daerah tertentu?

Isi dari Kepmenakertrans No.234/MEN/2003 Tentang Waktu Kerja dan Istirahat Pada Sektor Usaha Energi dan Sumber Daya Mineral Pada Daerah Tertentu pasal 5 ayat (2) adalah :

(2) Perusahaan yang menggunakan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf c sampai dengan huruf n, harus menggunakan perbandingan waktu kerja dengan waktu istirahat 2 (dua) banding 1 (satu) untuk 1 (satu) periode kerja dengan ketentuan maksimum 14 (empat belas) hari terus menerus dan istirahat minimum 5 (lima) hari dengan upah tetap dibayar.

Bila melihat ketentuan Pasal 5 ayat 2 No.234/MEN/2003 Kepmenakertrans tersebut diatas, maka seharusnya apabila Anda bekerja selama 6 minggu seharusnya mendapatkan 19 hari istrahat. Namun demikian bila mengacu pada Pasal 3 dan Pasal 4 ayat (1), dan (2) Kepmennakertrans No.234/MEN/2003 yang berbunyi sebagai berikut;

(1) Perusahaan dapat melakukan pergantian dan atau perubahan waktu kerja dengan memilih dan menetapkan kembali waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1).

(2) Pergantian dan atau perubahan waktu kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib diberitahukan terlebih dahulu oleh Pengusaha kepada pekerja/buruh sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal perubahan dilaksanakan.

Pasal 3 diatas cukup jelas diatur Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama. Pasal 4 ayat (1) jelas perusahaan dapat melalukan penggantian waktu kerja. Namun juga diikat pada ayat (2), bila anda setuju tidak jadi masalah. Khusus untuk Perjanjian Kerja Bersama mekanismenya harus menjadi Serikat Buruh.

Jika kita masuk kerja terlambat namun masih bekerja terhitung kerja 4 jam (kurang dari 8 jam), apakah hak upah makan tidak diberikan?

Tetap dapat uang makan, setiap Buruh/Pekerja telah bekerja 4 jam secara terus menerus berhak untuk mendapat upah makan.

Baca Juga:

Sumber:

  • Indonesia. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja.
  • Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Kepala Kepolisian RI Nomor Kep.275/Men/1989 dan Nomor Pol.Kep /04/V/1989 tentang Pengaturan Jam Kerja, Shift dan Jam Istirahat serta Pembinaan Tenaga Satuan Pengamanan (SATPAM).
  • Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor Kep.233/Men/2003 tentang Jenis dan Sifat Pekerjaan yang dijalankan secara terus menerus.
  • Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor Kep.234//Men/2003 tentang Waktu Kerja dan Waktu Istirahat Pada Sektor Usaha Energi Dan Sumber Daya Mineral pada Daerah Tertentu

Apakah Anda bekerja lebih dari waktu yang disepakati bersama? Apa Anda mengalami masalah lain terkait jam kerja? Isi Formulir Pengaduan , kami akan mengumpulkan dan meneruskan aspirasi Anda ke pihak yang berwenang

Jam Kerja Karyawan Indonesia, Lihat Dahulu Jenis Usaha yang Dilaksanakan

Industri pekerjaan memang memiliki spektrum yang sangat luas. Jenis dan kelasnya, dapat dibedakan menjadi beragam kategori. Setiap kategori tersebut akan memiliki pola kerja dan aktivitasnya masing-masing. Salah satu hal yang sangat bergantung pada jenis serta pola kerja perusahaan adalah terkait dengan jam kerja. Jam kerja karyawan Indonesia sendiri jika diperhatikan terbagi menjadi beberapa kelompok khusus.
Jam kerja sendiri tentu akan berbeda sesuai dengan jenis perusahaannya. Misalnya, untuk karyawan yang bekerja pada perusahaan konvensional maka jam kerja yang biasa digunakan adalah model biasa yakni masuk kerja pukul 08.00 pagi dan pulang kerja pukul 17.00 sore.
Berbeda dengan jam kerja yang diterapkan pada perusahaan offshore, perusahaan model ini menerapkan jam kerja on/off, artinya karyawan akan bekerja pada satu tempat di lepas pantai selama waktu kerja tertentu. Kemudian, setelah waktu tersebut dipenuhi, karyawan akan mendapatkan jatah libur yang lama sebelum kembali lagi berangkat offshore.
Kedua contoh di atas dapat menjadi penjelas bagaimana jam kerja yang diterapkan bergantung pada jenis industrinya. Untuk memahami penjelasannya lebih lanjut, Anda bisa menyimak penjelasan di bawah ini.

Jam Kerja Karyawan Konvensional

Seperti yang dicontohkan pada contoh pertama di awal artikel tadi, jam kerja konvensional ini merupakan jam kerja yang teratur untuk setiap harinya. Karyawan diharuskan masuk kerja dan pulang kerja pada jam tertentu yang dianggap secara ideal dapat menjadi waktu yang cukup untuk mengerjakan pekerjaan yang ada.
Jenis jam kerja seperti ini biasa digunakan pada perusahaan konvensional untuk memberi kepastian pada karyawan yang dimilikinya. Baik dengan 5 hari kerja atau 6 hari kerja, keduanya sama-sama tidak menerapkan sistem lembur untuk karyawan. Hal ini karena pengaturan jam kantor dianggap dapat memberikan waktu yang cukup untuk karyawan menyelesaikan pekerjaan.
Model jam kerja ini juga dapat dimodifikasi dengan penerapan lembur secara insidental. Misalnya, untuk perusahaan yang memiliki workload berlebih pada waktu tertentu, lembur dapat dilaksanakan untuk meng-cover pekerjaan tersebut. Tentu saja, dengan konsekuensi perusahaan memberikan upah lembur pada karyawan yang melaksanakan lembur tersebut.

Jam Kerja Karyawan Shift

Jam kerja karyawan Indonesia juga mengenal sistem pembagian shift. Idealnya, jam kerja ini digunakan pada model usaha yang memberikan layanan selama 24 jam penuh pada pelanggannya. Contohnya, customer service pada layanan online, atau kafe dan restoran 24 jam, dan sebagainya.
Penerapan sistem jam kerja ini, diatur sedemikian rupa sehingga setiap karyawan akan mendapatkan jatah jam kerja yang sama dan waktu kerja yang adil. Pembagian biasanya dilakukan menjadi tiga, yakni pagi, sore dan malam. Jadi setiap karyawan akan mendapatkan jatah kerja pada ketiga shift tersebut secara bergantian supaya adil.
Namun, yang perlu diperhatikan adalah ketentuan dalam membagi karyawan pada shift malam. Khusus untuk karyawan perempuan, terdapat aturan khusus dimana perusahaan wajib memberikan kompensasi tambahan apabila karyawan perempuan diberikan shift malam. Selain itu, untuk karyawan perempuan di bawah usia 18 tahun dan sedang hamil, tidak boleh ditempatkan pada shift malam.

Jam Kerja On/Off

Sistem jam kerja ini, seperti yang dicontohkan pada ilustrasi kedua pada bagian awal tadi, memberikan jatah kerja dan libur pada rentang waktu yang panjang. Karyawan memiliki tanggung jawab bekerja selama beberapa minggu atau bulan, dengan ganjaran libur yang didapatkan juga sebanding dengan waktu kerja yang diberikan pada setiap periode waktu.
Penerapan sistem jam kerja ini, biasa terjadi pada industri pengeboran minyak lepas pantai, pengawas mercusuar, industri pelayaran, dan sebagainya. Industri tersebut mengharuskan karyawan bekerja jauh dari tempat tinggalnya untuk beberapa waktu yang cukup lama, agar tidak merepotkan karyawan dalam bekerja.

Jam Kerja Freelance atau Pekerja Lepas

Jam kerja yang diterapkan tidak hanya berlaku untuk pekerja tetap saja, namun juga bagi pekerja lepas. Jika melihat ketiga jenis jam kerja di atas, terdapat pola tertentu dalam pemberlakuan jam kerja pada karyawan yang bersangkutan. Sedikit berbeda dengan jenis keempat ini, jam kerja yang dilakukan oleh pekerja lepas atau remote worker sedikit berbeda.
Jam kerja ini sangat fleksibel dan bergantung pada pekerjanya sendiri. Waktu kerja ditentukan secara mandiri, serta waktu libur atau off yang juga ditetapkan dengan cara yang sama. Yang terpenting dari sistem jam kerja ini adalah orientasi pada hasil kerja yang ditargetkan. Setiap pekerja bebas bekerja kapanpun dan libur kapanpun, selama target kerja tercapai dan hasilnya memenuhi standar.

Keempat jenis jam kerja karyawan Indonesia tersebut merupakan jenis yang bisa dikatakan paling sering digunakan. Memang untuk menentukan model jam kerja yang digunakan harus menyesuaikan dengan bentuk usaha serta lokasi. Namun untuk membantu pembagian jam kerja dan shift kerja karyawan, Anda bisa menggunakan Talenta. Software ini meungkinkan Anda mengatur alokasi karyawan dengan lebih mudah dan tanpa kesalahan. Segera gunakan Talenta untuk pengaturan jam kerja lebih efisien!

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: