Pola Pembalikan Harga Forex, 1. Strategi Trading Forex Dengan Analisa Candlestick

Peringkat broker opsi biner:

Teknik Analisa Chart Pattern Dalam Strategi Trading Forex

Pola chart adalah bentuk pergerakan harga yang selalu berulang dan biasanya mengisyaratkan sinyal penting, seperti penerusan dan pembalikan trend. Karena dua hal tersebut seringkali menjadi dasar dalam pencarian titik entry, tak heran jika metode analisa teknikal dengan teknik chart pattern (pola chart) sangat diperhitungkan sebagai bagian dari strategi trading forex andalan.

Dalam pembahasan di artikel-artikel sebelumnya tentang cara trading dengan metode reversal dan breakout trading, peran teknik chart pattern telah sedikit diungkap. Namun demikian, belum ada penjelasan menyeluruh tentang jenis-jenis dan arti penting teknik chart pattern dalam strategi trading forex. Padahal, menguasai teknik chart pattern adalah salah satu kemampuan yang dapat mempermudah Anda untuk mengolah strategi trading forex tanpa indikator.

Lantas, bagaimanakah seluk-beluk analisa teknikal dengan teknik chart pattern? Seperti apa pula cara memasukkan teknik chart pattern dalam strategi trading forex Anda?

Jenis Pola Harga Dalam Teknik Chart Pattern

Ada banyak jenis pola harga yang bisa dipelajari dalam teknik chart pattern. Secara umum, pola chart dibagi menjadi 2 kategori utama, yaitu:

1. Continuation Pattern (Pola Penerusan)

Sesuai namanya, pola chart ini muncul sebagai sinyal penerusan harga dari trend sebelumnya. Teknik chart pattern dengan pola penerusan sangat bermanfaat untuk memfilter sinyal, karena pola chart di kategori ini dapat mengidentifikasi “penyimpangan” harga dari trend utama sebagai koreksi sementara. Artinya, setelah pola selesai terbentuk, harga kemungkinan besar akan kembali ke trend utama.

Berikut ini contoh-contoh pola chart yang tergolong dalam kategori pola penerusan:

A. Pola Ascending Triangle

Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan uptrend

Ascending triangle ditandai dengan low harga yang semakin mengecil, tapi high-nya cenderung stabil. Hal ini menandakan pelemahan kekuatan seller, tapi posisi buyer masih kokoh. Interpretasinya, koreksi dari uptrend akan segera berakhir dan harga selanjutnya bakal kembali berlanjut dalam trend bullish.

B. Pola Descending Triangle

Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan downtrend

Kebalikan dari ascending triangle, pola ini menggambarkan high yang terus menurun, sementara low relatif stabil. Dalam kondisi ini, kekuatan buyer tampak melemah sehingga tak lama lagi harga akan kembali masuk dalam trend bearish.

Peringkat broker opsi biner:

C. Pola Bullish Flag

Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan uptrend

Pola chart ini menyerupai bendera, dengan lonjakan kenaikan harga berperan sebagai “tiang”, sementara koreksi yang terjadi setelahnya berfungsi sebagai “bendera”. Teknik chart pattern yang berfokus pada bullish flag mengajarkan pada kita untuk selalu mewaspadai pergerakan harga yang tampak menurun di tengah kondisi uptrend. Jika pelemahan tersebut diawali dengan penguatan signifikan, maka bisa jadi harga tengah membentuk pola bullish flag, dan oleh karenanya, penurunan itu hanyalah sekedar koreksi sementara.

D. Pola Bearish Flag

Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan downtrend

Analisa teknikal dengan pola bearish flag memiliki dasar pemahaman yang sama dengan bullish flag. Hanya saja, teknik chart pattern ini menggunakan kemerosotan harga sebagai “tiang” dan koreksi naik sebagai “bendera”-nya, serta mengindikasikan sinyal penerusan downtrend.

E, Pola Bullish Pennant

Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan uptrend

Bullish Pennant menggabungkan unsur pola flag dan triangle. Pola chart ini mempunyai “tiang” karena didahului penguatan harga, dan kemudian diikuti oleh koreksi dengan pola high low yang membentuk triangle.

F. Pola Bearish Pennant

Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan downtrend

Kebalikan dari bearish pennant, pola ini mengkombinasikan komponen pola triangle dan flag yang tiangnya bersumber dari penurunan harga.

G. Pola Bullish Wedge

Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan uptrend

Wedge bisa dikatakan mirip dengan pennant, karena sama-sama memiliki “tiang” dan diikuti dengan pola korektif yang berbentuk seperti pola segitiga. Bedanya, formasi wedge berlawanan arah dengan trend, sehingga dalam analisa teknikal yang memperhatikan bullish wedge, koreksi harganya akan bergerak ke arah bawah. Teknik chart pattern dengan bullish wedge dilandasi oleh kondisi pasar yang tercermin dari bentukan pola ini, yakni ketika seller berupaya mendominasi, tapi ternyata gagal karena harga sedang berada dalam sentimen bullish.

H. Pola Bearish Wedge

Sinyal dalam teknik chart pattern: penerusan downtrend

Dalam memahami teknik chart pattern dengan bearish wedge, Anda tinggal membalik pemahaman dari prinsip analisa dengan pola bullish wedge. Muncul ketika trend harga sedang didominasi sentimen bearish, pola ini menandai koreksi yang berupaya mengungkit kenaikan harga, tapi kemudian gagal dan harga akhirnya melanjutkan downtrend.

2. Reversal Pattern (Pola Pembalikan)

Pola chart yang menandakan pembalikan umumnya muncul di puncak (top) atau dasar (bottom) harga. Inilah pola-pola pembalikan yang dikenali dalam analisa teknikal dengan teknik chart pattern:

A. Pola Head and Shoulders

Sinyal dalam teknik chart pattern: bearish reversal

Head and shoulders banyak dikenal sebagai pola umum yang banyak diandalkan oleh para trader reversal. Pola ini terdiri dari bahu kiri (left shoulder), kepala (head), bahu kanan (right shoulder), dan garis leher (neckline). Pembentukan “head” menandakan upaya buyer yang berhasil mendorong harga lebih tinggi dari high sebelumnya (teridentifikasi di “left shoulder”). Namun demikian, high selanjutnya justru gagal mengungguli “head”, dan akhirnya terkonfirmasi sebagai “right shoulder”. Hal inipun menandakan kekuatan buyer yang mulai melemah. Apabila penurunan harga berikutnya berhasil menembus “neckline” yang menggarisbawahi titik-titik low, maka besar kemungkinan harga akan berlanjut dalam downtrend.

B. Pola Inverted Head and Shoulders

Sinyal dalam teknik chart pattern: bullish reversal

Pola ini memiliki pengertian yang hampir mirip seperti pola head and shoulders. Perbedaan terletak pada posisi pola, dimana low harga menjadi dasar pengambilan formasi “head” dan kedua “shoulders”. Di samping itu, titik-titik high dalam pola ini digunakan sebagai basis penentuan “neckline”. Ketika harga berhasil breakout dari neckline, maka kemungkinan bullish reversal bisa tercipta.

C. Pola Double Top

Sinyal dalam teknik chart pattern: bearish reversal

Pola double top teridentifikasi sebagai pola pembalikan yang ditengarai dengan kemunculan dua top di level sama. Top kedua yang tak mampu melebihi batas top pertama merupakan sinyal ketidakmampuan buyer untuk mengangkat harga melewati batas resistance. Ketika harga turun menembus “base” (ditarik dari low harga), di saat itulah brearish reversal terkonfirmasi.

D. Pola Double Bottom

Sinyal dalam teknik chart pattern: bullish reversal

Terdiri dari dua bottom yang mencapai level setara, pola ini bisa dianalisa dengan pemahaman yang hampir sama seperti teknik chart pattern double top. Di sini, Anda tinggal menggunakan high harga sebagai base dan mewaspadai breakout dari garis tersebut sebagai sinyal pembalikan dari downtrend ke uptrend.

E. Pola Triple Top

Sinyal dalam teknik chart pattern: bearish reversal

Pola ini sama seperti pola double top, tapi mengandung 3 top harga yang tampak berdiri sejajar. Sebagai penanda bearish reversal, triple top muncul di puncak uptrend. Pola ini lebih jarang ditemui ketimbang double top, tapi dianggap lebih valid karena dapat memberikan konfirmasi lebih baik akan ketidakmampuan harga menembus resistance.

F. Pola Triple Bottom

Sinyal dalam teknik chart pattern: bullish reversal

Untuk teknik chart pattern triple bottom, analisa teknikal yang bisa digunakan tidak jauh berbeda dengan pola triple top. Anda hanya perlu mengkonversinya sebagai sinyal bullish reversal yang muncul saat harga mulai mendekati akhir downtrend. Low harga yang sudah menguji suatu level (support) sebanyak 3 kali akan membentuk pola triple bottom. Dalam hal ini, kekuatan seller sudah mencapai batas maksimal, dan akibatnya harga akan memantul ke atas untuk menciptakan pergerakan baru di arah uptrend. Hal itu dapat terkonfirmasi setelah harga menembus “base” yang dibentuk oleh titik-titik high harga.

Cara Mudah Mengenali Pola Dalam Teknik Chart Pattern

Ada 2 cara mudah yang bisa Anda aplikasikan untuk mengenali pola chart, yaitu manual dan otomatis. Cara manual mengharuskan Anda untuk mengamati chart sendiri dan menarik garis-garis pada pergerakan harga yang membentuk suatu pola penting. Objek analisa teknikal seperti vertical line, horizontal line, dan trend line dapat dimanfaatkan pada cara manual ini. Sebagai contoh, untuk mendeskripsikan pola ascending triangle, Anda dapat menghubungkan low harga dengan trendline, dan mengkoneksikan titik-titik high dengan horizonal line.

Sementara itu, ada pula cara otomatis yang bisa mempermudah proses analisa teknikal dengan teknik chart pattern. Metode ini menggunakan jasa penyedia analisa pola chart seperti Autochartist. Untuk mendapatkan layanannya, Anda bisa berlangganan sinyal dengan mendaftar langsung di situs Autochartist, atau registrasi akun di broker forex yang sudah bekerja sama dengan provider sinyal itu.

Menggunakan Teknik Chart Pattern Dalam Strategi Trading Forex

Analisa teknikal dengan teknik chart pattern sangat berperan dalam keberhasilan strategi trading forex, karena punya manfaat untuk mengenali perluang entry. Bagi Anda yang menerapkan strategi trading forex reversal, maka bisa menjadikan pola-pola pembalikan sebagai sinyal pelengkap. Begitu juga dengan pola penerusan, dapat diandalkan oleh trend follower untuk melengkapi setup strategi trading forex.

Beberapa ahli merekomendasikan agar entry sebaiknya dilakukan setelah pola selesai terbentuk, untuk mendapatkan sinyal yang lebih valid. Misalnya saja, jangan terburu-buru entry buy ketika pola bullish flag masih dalam proses pembentukan. Sebaiknya tunggu hingga ada candle yang tertutup di atas pola bullish flag, agar sinyal penerusan lebih terkonfirmasi.

Sementara untuk exit, terdapat level-level penting pada pola chart yang bisa dipatok sebagai titik stop loss dan take profit. Sebagai contoh, coba perhatikan grafik trading dengan pola head and shoulders di bawah ini.

Tentu saja, aturan seperti contoh di atas hanya sebagai rekomendasi. Bagi Anda yang sudah punya strategi trading forex dengan manajemen risiko ideal, strategi exit sebaiknya disesuaikan dengan “rule” tersebut.

Manfaat Trading Dengan Teknik Chart Pattern

Analisa teknikal dengan teknik chart pattern merupakan metode pengamatan pada pergerakan harga secara langsung. Jika Anda sukses memahami teori analisa dengan teknik chart pattern, maka tak akan sulit untuk bisa memahami kondisi pasar dan menginterpretasinya sebagai peluang trading.

Apalagi, teknik chart pattern tidak bergantung pada sinyal indikator yang dihasilkan dari perhitungan harga di masa lalu. Pola chart mampu memberikan sinyal leading karena selalu muncul lebih awal untuk menandai suatu pergerakan penting, baik itu pembalikan maupun penerusan. Oleh karena itu, Anda tak perlu khawatir ketinggalan sinyal jika menggunakan teknik chart pattern dalam setup strategi trading forex Anda.

Pola Candlestick Yang Paling Menguntungkan

Seiring waktu, ragam pola candlestick (Candlestick Pattern) dalam trading forex semakin banyak variasinya, mulai dari pola satu batang candlestick, dua batang, tiga batang dan seterusnya. Namun, dari semua pilihan tersebut, ternyata ada beberapa pola candlestick menguntungkan yang harus Anda ketahui. Seperti apakah pola-pola candlestick tersebut? Yuk, kita pelajari pada artikel ini.

Kilas Balik Pengertian Pola Candlestick

Candlestick merupakan metode charting kuno dari Jepang yang telah terbukti akurasinya hingga berabad-abad lalu sampai sekarang. Meskipun telah digunakan begitu lama, namun kepopulerannya telah menjadi bagian dari analisa teknikal populer yang digunakan oleh berbagai kalangan trader.

Perlu dicatat, analisa dengan pola candlestick termasuk dalam metode analisa diskresional. Artinya, analisa teknikal melalui pola candlestick, pada dasarnya akan mengandalkan intuisi subyektif trader untuk memahami pola-pola harga pada chart hingga menjadi suatu eksekusi trading aktual. Implikasinya, dibutuhkan pengalaman dan jam terbang tinggi supaya metode ini benar-benar optimal mendatangkan profit konsisten.

Contoh – contoh Pola Candlestick Menguntungkan

Agar lebih mudah dipahami pemula, pola-pola candlestick menguntungkan akan mengikuti sistematika dari analisis teknikal pada umumnya, candlestick memiliki tingkat siaga berupa “sinyal” dan “konfirmasi”.

Tingkat “sinyal” berarti candlestick tersebut telah membentuk satu pola yang akan menunjukkan pergerakan naik atau turun, namun trader belum disarankan untuk memasang posisi terlebih dahulu. Sedangkan, tingkat “konfirmasi” berarti pola candlestick tersebut sudah menyarankan trader memasang posisi mengikuti arah pergerakan sesuai dengan pola yang muncul.

Berikut adalah 3 kategori pola candlestick menguntungkan sesuai dengan bentuk konfirmasinya dalam pembukaan posisi:

1. Pola Pinbar

Pola pinbar adalah salah satu pola candlestick menguntungkan yang paling sering muncul pada chart. Pola ini mudah dikenali karena bentuk panjang shadow-nya selalu lebih panjang daripada badan dan ujung shadow lawannya (nose). Semakin panjang shadow dibanding body dan nose, maka semakin tinggi indikasi kemungkinan akan terjadi penerusan trend atau reversal.

Terbentuknya pola candlestick pinbar mengindikasikan sentimen pasar yang awalnya tergiring ke satu arah, tapi kemudian berbalik arah, sehingga meninggalkan jejak shadow panjang. Contohnya, pada saat harga mendekat batas resistansi atau support, pinbar biasanya menandakan akan terjadinya reversal:

Untuk mengetahui cara menggunakan formasi candlestick ini, simak juga artikel Mengupas Strategi Trading Dengan Pin Bar.

2. Pola Inside bar

Pola candlestick menguntungkan kedua ini biasanya paling sering muncul saat trend telah mencapi titik tertinggi atau terendahnya. Pola Inside Bar selalu diwakili dengan karakteristik dua batang candlestick, di mana salah satu batang lebih kecil dan berada di antara range batang induknya (Mother Bar).

Pola candlestick menguntungkan ini mengindikasikan konsolidasi antara penjual vs. pembeli, di mana keduanya masih berusaha saling tarik-menarik sampai akhirnya salah satu pihak kalah lalu pihak lain mendominasi sehingga terbentuklah trend baru. Dalam pengembangannya, pola Engulfing juga termasuk dalam kategori pola Inside Bar.

3. Pola Three Outside Up dan Three Outside Down

Pola Three Outside Up dan Three Outside Down juga termasuk pengembangan dari pola Inside Bar. Bedanya, jika pada Inside Bar, candlestick pertama biasanya lebih besar daripada candlestick kedua, maka pada pola candlestick menguntungkan ini justru candle pertama lebih kecil atau berada di dalam candle berikutnya. Artinya, bar pertama dan kedua menandakan tekanan antara penjual vs. pembeli semakin besar (ekspansi) dan pemenang dari unjuk kekuatan tersebut dikonfirmasi oleh bar ketiga.

Pola Three Inside Up

Pola Three Inside Down

Pola Three Inside Up mengindikasikan akan terjadinya reversal bearish (pembalikan harga dari naik menjadi menurun). Sedangkan pola Three Inside Down menandakan peluang reversal bullish (pembalikan harga dari turun menjadi naik).

4. Pola Evening Star dan Morning Star

Pola candlestick menguntungkan berikutnya bernama Evening Star dan Morning Star. Formasi Evening Star dan Morning Star adalah pola tiga batang candlestick yang mengindikasikan keraguan para pelaku pasar. Namun, candlestick ketiga mengonfirmasi ke mana haluan arah harga berikutnya.

Pola Evening Star

Pola Morning Star


Pola Evening Star mengindikasikan akan adanya reversal bearish (pembalikan harga dari naik menjadi menurun). Sebaliknya, jika muncul pola Morning Star setelah periode tren menurun, maka akan ada kemungkinan besar untuk reversal bullish (pembalikan harga dari turun menjadi naik).

5. Pola Reversal Multi-Bar (Falling and Rising Three Methods)

Umumnya, semakin banyak batang dalam suatu formasi, maka akan semakin jarang tingkat kemunculannya. Namun, akurasi sinyal trading dari pola Falling dan Rising Three Methods lebih tinggi dari pola dengan jumlah batang lebih sedikit. Contohnya seperti pada pola candlestick menguntungkan di bawah ini:

Pola Falling Three Method

Pola Rising Three Methods

Pola candlestick menguntungkan kelima ini memiliki ciri khas tiga bar yang diapit di tengahnya, namun kemudian dilawan oleh bar terakhir. Harga penutupan (closing) pada candle terakhir menentukan akurasi dari pola multi-bar ini.

Pada pola Falling Three Methods, reversal bullish (pembalikan harga dari turun menjadi naik) terkonfirmasi setelah closing bar terakhir ditutup lebih rendah dari bar pertama. Sebaliknya, pada pola Rising Three Methods, silahkan pasang posisi long (buy) setelah bar terakhir ditutup lebih tinggi daripada bar pertama.

Catatan Tambahan Untuk Menyaring Pola Candlestick Menguntungkan

Salah satu faktor penting dalam menyaring tingkat akurasi pola candlestick adalah dengan memperhatikan pilihan timeframe. Timeframe tinggi (di atas H4) umumnya memiliki noise lebih rendah, sehingga tingkat akurasi sinyal tradingnya lebih tinggi daripada pola candlestick pada timeframe rendah.

Kedua, jangan terburu-buru untuk mengeksekusi market order sebelum ada konfirmasi dari batang candlestick lain. Misalnya pada saat terbentuk pola Pin Bar, tunggu sampai batang candlestick berikutnya menyentuh garis konfirmasi. Alternatif lainnya, gunakan indikator seperti MACD atau RSI untuk mengkonfirmasi akurasi sinyal trading.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: