Program Kementerian Perdagangan – 1 Januari 2020, Minyak Goreng Wajib dalam Kemasan

Peringkat broker opsi biner:

Mendag: Indonesia Bebas Minyak Curah Mulai 2020!

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Perdagangan (Kemendag) meresmikan program “Wajib Kemas Minyak Goreng, Indonesia Bebas dari Minyak Curah” dan akan berlaku pada 1 Januari 2020.

“Tak ada lagi minyak curah, di warung, pelosok desa mulai 1 Januari 2020,” kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam sambutannya saat peresmian di Parkir Plaza Sarinah, Jakarta, Minggu (6/10/2020).

“Jadi, setelah pengunduran beberapa waktu bersama industri minyak goreng, disepakati per 1 Januari 2020 seluruh produsen wajib menjual memproduksi minyak goreng dalam kemasan dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah,” imbuhnya.

Pepsi Hengkang dari RI, Kadin Beberkan Masalah Industri
Buka-Bukaan Menteri Soal Fakta Ekonomi Jokowi
Siap-siap! 6 Tarif Ini Bakal Naik Tahun Depan

Penggunaan minyak goreng kemasan memiliki sejumlah manfaat. Salah satunya adalah dari sisi harga yang lebih terjamin, di mana pemerintah menetapkan harga minyak goreng dalam kemasan sebesar Rp 11.000 per liter sesuai Harga Ekonomi Tertinggi (HET).

“Dari sisi harga sudah bicara panjang dengan produsen, dan produsen bersedia mengurangi laba untuk membuat kemasan,” terangnya.

Manfaat lainnya adalah dari sisi kesehatan. Penggunaan minyak goreng kemasan lebih higienis. Pemerintah berkepentingan menjaga kesehatan masyarakat menjamin produk yang beredar sehat dan halal.

“Itulah sebabnya kita harus bisa memastikan semua memenuhi persyaratan kemasan,” tegasnya.

Berdasarkan data, total produksi minyak goreng nasional per tahun berjumlah sekitar 14 juta ton. Dari jumlah tersebut, alokasi untuk pemenuhan kebutuhan di dalam negeri sekitar 5,1 juta ton dan sisanya untuk kebutuhan pasar luar negeri.

Dia melanjutkan, kebijakan wajib kemas minyak goreng merupakan bagian dari program strategis pemerintah yaitu program peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Peringkat broker opsi biner:

Kebijakan ini untuk mendorong masyarakat agar mengonsumsi minyak goreng kemasan karena lebih terjamin mutu dan keamanannya.

Program ini telah dilakukan sejak 2020 melalui penerbitan kebijakan Minyak Goreng Kemasan yang mulai diberlakukan pada 1 April 2020. Namun, implementasi kebijakan ditunda dikarenakan belum siapnya produsen minyak goreng untuk memperluas unit pengemasan dan menumbuhkan industri pengemasan di daerah.

Fokus

Setelah Anies Umumkan PSBB Transisi, Jakarta Merintis New Normal

Fokus

Geliat Bursa Menyambut New Normal dan Utang Sate Ketua OJK

Kematian George Floyd Bentuk Ketidakadilan Rasial di Amerika

2020, Semua Produk Minyak Goreng Wajib Pakai Kemasan

Non Koresponden

Rahma Tri

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perdagangan mewajibkan semua jenis minyak goreng untuk dijual dengan kemasan, mulai tahun 2020. Kemasan sederhana ini sejalan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk salah satu turunan olahan sawit.

“Nanti tidak ada lagi yang dijual dalam bentuk curah, semua sudah harus kemasan,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti seusai Halalbihalal di kantornya, Rabu, 12 Juni 2020.

Tjahya mengungkapkan, kebijakan kemasan minyak goreng telah sesuai arahan Menteri Perdagangan, yakni dari total produksi minyak goreng harus ada 20 persen untuk menyediakan kemasan sederhana. “Kemasan sederhana di sini adalah kemasan dengan volume satu liter dengan HET 11 ribu rupiah,” ujar dia.

Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kementerian Perindustrian, Enny Ratnaningtyas, menjelaskan, penerapan SNI untuk minyak goreng yang seyogianya dilaksanakan 31 Desember 2020, ditunda sampai 1 Januari 2020. Saat ini, Kemenperin tengah merevisi Peraturan Menteri Perindustrian No. 87 /2020 tentang pemberlakuan SNI 7709: 2020 Minyak Goreng Sawit.

Pada aturan SNI 7709: 2020 Minyak Goreng Sawit juga harus mengandung vitamin A. Menurut Direktur Bina Gizi Masyarakat Kementrian Kesehatan Dody Izwardy, kadar vitamin A yang terkandung dalam minyak goreng harus 40 IU (satuan vitamin) dan ambang batasnya minimum 20 IU. “Kalau 40 IU, ketika proses pengepakan, pemasaran, hingga ke pasar masih ada terkandung 20 IU—25 IU jadi masih aman,” ucapnya.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: