Saham Dengan Aktivitas Opsi, Pablo Benua Ikan Asin, Pernah 2 Kali Mangkir Dipanggil OJK

Peringkat broker opsi biner:

Pablo Benua “Ikan Asin”, Pernah 2 Kali Mangkir Dipanggil OJK

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) rupanya sudah beberapa kali memanggil Pablo Benua karena praktik investasi bodong. Pablo tercatat sebagai pemilik perusahaan investasi PT Inti Benua Indonesia yang menjadi pengelola investasi tersebut.

Dalam rilis yang dipublikasi OJK tertanggal 11 Januari 2020, OJK menyebutkan sudah dua kali memanggil direksi PT Inti Benua Indonesia. Namun dua panggilan tersebut tak dipenuhi oleh direksi Inti Benua.

Pada 5 Oktober 2020, Satgas Waspada Investasi mengundang PT Inti Benua Indonesia untuk menjelaskan mengenai produk dan proses bisnis PT Inti Benua Indonesia. Namun, direksi PT Inti Benua Indonesia tidak hadir.

Lalu, pada tanggal 31 Oktober 2020, Satgas Waspada Investasi kembali mengundang direksi PT Inti Benua Indonesia. Lagi-lagi direksi perusahaan tidak hadir.

Menurut OJK, kegiatan yang dilakukan PT Inti Benua Indonesia adalah kegiatan yang menyerupai dengan lembaga pembiayaan sehingga diperlukan izin untuk melakukan kegiatan tersebut.

Modus operandi yang dipakai perusahaan ini, berdasarkan penjelasan OJK, calon konsumen yang ingin memiliki kendaraan, pertama kali harus membayar biaya administrasi (untuk mobil sebesar Rp. 5.000.000 dan untuk motor sebesar Rp. 750.000). Lalu diminta untuk mengisi formulir pemesanan unit dan kelengkapan data pribadi.

Lalu calon konsumen tersebut, harus membayar deposit sebesar 54% dari harga OTR kendaraan yang diinginkan serta menandatangani kontrak HGP IBIS.

Setiap tahun calon konsumen harus membayar deposit, untuk mobil sebesar 10% dan untuk motor sebesar 15% maksimal jangka waktu yang diberikan satu kali melakukan kontrak tiga tahun.

Di akhir kontrak selama tiga tahun, mobil dikembalikan dan dana deposit dikembalikan namun dipotong 10%. Namun untuk motor, sepeda motor dikembalikan dan dana deposit dikembalikan tetapi dipotong 15% atau menjadi hak milik dengan menambah biaya 15%.

Peringkat broker opsi biner:

Nama Pablo Benua ramai dibicarakan publik setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ‘Ikan Asin’ yang menyeret sejumlah selebritis ini terus berlangsung. Pablo Benua dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Fairuz A. Rafiq dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Ini merupakan buntut dari kasus pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh mantan suami Fairuz, Galih Ginanjar. Munculnya kasus ‘ikan asin’ ini berawal dari sebuah konten yang dibuat oleh Rey Utami dan Pablo Benua dalam akun YouTube-nya. Dalam vlog tersebut Fairuz disebut ‘ikan asin’.

Pablo ‘Ikan Asin’ Pernah Dipanggil Satgas Investasi, Tapi Mangkir

Jakarta – Kasus ‘Ikan Asin’ bukan perkara pertama yang menimpa Pablo Benua. Dia juga pernah tersandung kasus investasi bodong.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Wasapada Investasi pada 11 Januari 2020 pernah mengeluarkan daftar 6 perusahaan investasi yang tak berizin. Salah satunya adalah PT Inti Benua Indonesia.

Saat itu Pablo Benua sendiri berstatus sebagai pimpinan perusahaan. Perusahan tercatat beralamat di Jalan M. Yusuf Raya I . Kav. 38A. Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Mengutip siaran pers OJK dan Satgas Waspada Investasi 11 Januari 2020, Pablo Benua pernah dipanggil beberapa kali namun dia selalu mangkir.

Pemanggilan pertama dilakukan pada 5 Oktober 2020. Saat itu Satgas Waspada Investasi mengundang PT Inti Benua Indonesia untuk menjelaskan mengenai produk dan proses bisnis PT Inti Benua Indonesia. Namun, Pablo selaku direksi PT Inti Benua Indonesia tidak hadir.

Lalu pada tanggal 31 Oktober 2020, Satgas Waspada Investasi kembali mengundang direksi PT Inti Benua Indonesia, namun kembali tidak hadir.

Kegiatan yang dilakukan PT Inti Benua Indonesia adalah kegiatan yang menyerupai dengan lembaga pembiayaan. Untuk melakukan hal itu tentu diperlukan izin.

Modus operandi dari perusahaan bodong Pablo adalah menawarkan kepemilikan kendaraan kepada konsumen. Konsumen pertama kali harus membayar biaya administrasi.

Besaran administrasi untuk mobil sebesar Rp. 5.000.000 dan untuk motor sebesar Rp. 750.000. Kemudian mengisi formulir pemesanan unit dan kelengkapan data pribadi.

Selanjutnya konsumen harus membayar deposit sebesar 54% dari harga OTR kendaraan yang diinginkan serta menandatangani kontrak HGP IBIS.

Setiap tahun harus konsumen harus membayar deposit untuk mobil sebesar 10% dan untuk motor sebesar 15%. Maksimal jangka waktu yang diberikan satu kali melakukan kontrak tiga tahun.

Di akhir kontrak selama tiga tahun, mobil dikembalikan dan dana deposit dikembalikan tapi dipotong 10%. Sedangkan untuk motor, dana deposit dikembalikan tetapi dipotong 15% atau menjadi hak milik dengan menambah biaya 15%.

Simak Video ” Nggak Berhenti Nangis, Pembuluh Darah Mata Rey Utami Pecah “
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: