Sinyal Perdagangan Dari Pusat Perdagangan Meski Neraca dagang Diramal Defisit, IHSG Berikan Sinyal

Peringkat broker opsi biner:

Meski Neraca dagang Diramal Defisit, IHSG Berikan Sinyal Naik

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (14/11/2020) kemarin, dengan koreksi level sebanyak 43 poin atau turun 0,71% ke level 6.098, terendah dalam satu bulan terakhir.

Pada perdagangan bursa saham hari ini Jumat (15/11/2020), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat tetapi terbatas. Rentang pergerakannya diperkirakan pada level 6.080 hingga 6.160.

Dari bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) indeks utama berakhir dengan secara variatif pagi tadi, Indeks Dow Jones terkoreksi tipis 1,6 poin atau 0,01%, S&P 500 naik hanya 2,5 poin atau 0,08%, dan Nasdaq terkoreksi 3 poin atau 0,02%.

Hubungan AS-China masih menjadi perhatian pelaku pasar bursa AS. Dilansir dari The Wall Street Journal pada hari Rabu bahwa, Beijing menolak permintaan Gedung Putih untuk membatalkan atauran yang mengharuskan transfer teknologi serta mekanisme penegakan hukum yang jelas.

Juru bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengatakan bahwa kedua negara mengadakan diskusi “mendalam” tentang kesepakatan fase satu, tetapi menekankan bahwa penarikan kembali beberapa tarif yang diberlakukan AS atas China menjadi kunci untuk mencapai kesepakatan.

Dari dalam negeri, pelaku pasar sepertinya menunggu-nunggu rilis data neraca dagang (trade balance) yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini. Hal ini tercermin dari transaksi kemarin yang hanya Rp 6,19 triliun, semakin mengecil jika dibandingkan transaksi sebelumnya yang menyentuh angka Rp 7,12 triliun.

Data Neraca Dagang Indonesia rencananya akan diumumkan BPS hari ini pukul 11:00 WIB. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan neraca dagang akan mengalami defisit sebesar US$ 300 juta. Ekspor diramal kontraksi alias turun 9,03% year-on-year (YoY). Sementara impor juga diramal terkontraksi 16,02% YoY.

Jika neraca dagang diumumkan defisit di bawah angka defisit tersebut, ada kemungkinan IHSG akan bergerak cenderung menguat, tetapi jika defisitnya lebih dalam dari perkiraan maka hasilnya justru IHSG berpotensi bergerak turun.

Secara teknikal IHSG memang sedang dalam tren penurunan jangka pendek, hal ini tercermin dari posisinya yang bergerak di bawah rata-ratanya selama lima hari terakhir (Moving Average/EMA5), yang dicitrakan garis exponential berwarna ungu melintang pada grafik.

Peringkat broker opsi biner:

Meski sedang tertekan, potensi IHSG berbalik arah (technical rebound) pada hari ini cukup terbuka, hal ini tercermin dari grafik candlestick yang membentuk pola lilin hitam (black candle) yang disertai ekor (shadow) yang menandakan adanya kekuatan beli sebelum perdagangan ditutup.

Neraca Dagang Indonesia Defisit di Kuartal I, Ini Kata Menko Darmin

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2020 surplus USD 0,54 miliar atau sekitar US D 540 juta. Adapun surplus ini berasal dari ekspor sebesar USD 14,03 miliar dan impor sebesar USD 13,49 miliar.

Namun jika dilihat secara kuartal I-2020, justru masih mengalam defisit. BPS mencatat neraca perdagangan pada periode tersebut mengalami defisit sebesar USD 193 juta.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, jika dilihat secara kuartal memang masih mengalami defisit. Sebab, pada Januari 2020 lalu, defisit neraca perdagangan pada bulan pertama tersebut mencapait USD 1,16 miliar.

“Itu kan bulan januari defisitnya. Februari, Maret dia surplus kan. artinya tendensinya (surplus) jangan cuma lihat akumulasinya,” ujar dia di ICE BSD, Tangerang, Senin (15/4/2020).

Darmin mengatakan jika melihat tren sepanjang 2020, neraca perdagangan Indonesia justru mengalami perbaikan. Meski pada Januari, neraca dagang Indonesia masih defisit, namun di dua bulan selanjutnya justru menunjukan peningkatan yang baik.

Di mana pada Februari 2020 neraca perdagangan Indonesia sudah berbalik arah dengan surplus USD 330 juta. Sementara itu pada Maret ini surplus neraca perdagangan mencapai USD 540 juta.

Tren positif pada neraca perdagangan ini pun lantas kemudian diikuti tren defisit transaksi berjalan (Current Account Defisit/CAD). Menurutnya, jika melihat dua bulan lalu CAD Indonesia menunjukan tanda-tanda positif.

Kendati demikian, Menko Darmin tidak ingin memprediksi CAD pada kuartal I-2020 atau pada Maret 2020 yang akan diumumkan oleh Bank Indonesia pada pertengahan bualn Mei mendatang. “Tentu saja CAD-nya itu tinggal liat jasanya dan beberapa aspek arus modal,” kata Darmin.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Produk yang Diimpor Indonesia Sepanjang Maret 2020

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia mencapai USD 13,49 miliar pada Maret 2020. Angka ini tercatat naik sebesar 10,31 persen dibandingkan pada Februari 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kenaikan impor ini salah satunya disebabkan beberapa barang konsumsi yang meningkat. Adapun di antaranya adalah air conditioner (AC), anggur dan jeruk mandarin.

“Konsumsi yang naik barangnya di antaranya impor AC, mesin-mesin AC kemudian anggur fresh dari aussie,” ujar Suhariyanto saat memberi keterangan pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/4/2020).

Selain beberapa komoditas tersebut, Indonesia juga ternyata sudah mulai mengimpor kurma jelang Ramadan. Tercatat pada Maret, Indonesia sudah mengimpor kurma segar dan kering sebesar USD 19 juta.

“Selain anggur, ada impor jeruk mandarin baik fresh dan dry. Satu lagi karena mendekati Ramadan ada impor kurma dari Tunisia, sesuatu yang biasa,” jelas Suhariyanto.

Menurut penggunaan barang, impor juga disumbang oleh impor bahan baku atau penolong yang mencapai minus 21,11 persen secara month to month atau turun senilai USD 9,01 miliar.

Suhariyanto menjelaskan jika dibandingkan pada Maret 2020 impor bulan ini mengalami penurunan sebesar 6,67 persen. Selain itu, jika dilihat pergerakan impor dibandingkan Januari-Maret 2020 nilai impor Januari-Maret 2020 tercatat lebih rendah.

Secara kumulatif total impor Januari-Maret 2020 tercatat mencapai USD 40,7 miliar. Jika dibandingkan Januari-Maret 2020 nilai tersebut tercatat turun sebear 7,40 persen.

“Dengan catatan, impor terbesar masih mesin dan pesawat mekani, dan mesin dan perlatan listrik,” tandasnya.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: