Sistem Forex Tren Menguntungkan – 5 Tips Jitu Untuk Trading Mengikuti Trend – Artikel Forex

Peringkat broker opsi biner:

8 Strategi Trading Populer Dan Pro Kontranya

Dibaca Normal 8 menit

Apapun sistem trading yang digunakan tak luput dari pro dan kontra, beberapa diantaranya adalah strategi trading populer ini. Apa saja itu?

Strategi trading forex sering didefinisikan sebuah metode yang digunakan oleh trader untuk membuka posisi Sell dan Buy pada pair mata uang tertentu. Dalam praktiknya, sebagian besar strategi trading populer dibangun dari analisa fundamental, teknikal, ataupun kombinasi dari keduanya.

Ada banyak pilihan strategi trading forex yang bisa diikuti oleh trader, mulai dari yang paling populer hingga yang mengaplikasikan penyesuaian khusus. Faktanya, setiap trader memiliki gaya, psikologi, dan modal trading yang berbeda-beda, sehingga kriteria strategi trading paling ideal untuk masing-masing trader pun bervariasi.

Namun yang diketahui, setiap strategi trading forex tidak ada yang sempurna dan pasti memiliki pro kontra. Nah, kali ini penulis telah meringkas 8 strategi trading populer beserta pro dan kontranya. Apa saja itu?

1. Price Action

Price Action adalah strategi trading populer yang kerap digunakan trader untuk mencari sinyal reversal. Sistem trading ini memanfaatkan pola candlestick yang terbentuk di chart. Beberapa istilah yang muncul dalam strategi trading Price Action antara lain; up bar, down bar, inside bar, dan outside bar. Definisi serta fungsi dari istilah-istilah tersebut bisa Anda pelajari di ulasan dasar-dasar strategi Price Action.

Price Action bisa digunakan di berbagai variasi periode trading, baik long, mid, maupun short-term. Berikut adalah detail pro kontra strategi trading forex dengan Price Action yang perlu Anda pertimbangkan:

    Pro:
    – Mudah diterapkan dan dianggap akurat.
    – Tidak memerlukan banyak indikator, sehingga chart lebih rapi dan mudah dipahami.
    – Cocok untuk pemula.

  • Kontra:
    – Perlu menghafal banyak pola candlestick.
    – Trader yang kurang berpengalaman akan mudah terjebak pada sinyal palsu.
    – Dibutuhkan effort yang lebih besar dalam membaca market.
    – Diperlukan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan entry (tergantung TF yang di pakai).
    – Diperlukan ketelitian untuk mengenali pola candlestick.
  • 2. Range Trading

    Pada umumnya, orang akan malas trading saat pasar forex sedang sideways, atau harga bergerak di dalam range yang tetap di antara level Support Resistance. Namun bagi trader profesional, range sideways bukanlah halangan untuk mendapatkan pundi-pundi profit. Strategi trading populer yang digunakan saat pasar sedang sideways adalah metode range trading.

    Tidak ada aturan spesifik untuk penggunaan strategi trading ini, karena hampir semua time frame dapat dipakai. Penerapan manajemen risiko serta pemasangan Stop Loss dan Take Profit sangat diperlukan, khususnya untuk mengantisipasi candle breakout.

    Strategi range trading cenderung menggunakan indikator jenis oscillator, seperti Relative Strength Index (RSI), Commodity Channel Index (CCI), dll. Teknik Price Action terkadang juga digunakan dalam strategi trading ini sebagai validasi pantulan harga atau peluang breakout pada zona Support Ressistance.

    Contoh Strategi Range Trading:

    Pada chart USD/JPY di atas, terlihat adanya tren sideways yang cukup panjang. Zona Support dan Resistance yang sudah ditandai bisa menjadi patokan entry dan exit yang dipadukan dengan konfirmasi sinyal oversold (merah) dan overbought (biru) dari oscillator RSI.

      Pro:
      – Kesempatan trading mudah ditemukan.
      – Risk/Reward Ratio menguntungkan.

  • Kontra:
    – Membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan profit, sangat tidak cocok untuk Scalper.
    – Membutuhkan pemahaman yang kuat di analisa teknikal.
  • 3. Position Trading

    Position trading adalah strategi trading long-term yang berfokus di aspek fundamental. Bagi Anda yang memerlukan pemahaman lebih lanjut tentang cara trading dengan analisa fundamental, sebelumnya bisa menyimak video berikut terlebih dahulu:

    Dalam penerapan Position Trading, analisa teknikal juga bisa digunakan untuk mencari poin entry dan exit. Fluktuasi pasar yang lebih kecil tidak dipertimbangkan dalam strategi ini, karena tidak mempengaruhi gambaran pasar yang lebih luas.

    Strategi trading populer dengan Position Trading dapat digunakan di semua pasar, mulai dari saham hingga valas. Position trading biasanya menggunakan time frame besar seperti mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Memahami bagaimana faktor ekonomi mempengaruhi pasar merupakan senjata terampuh dalam menyusun skenario-skenario trading dengan strategi ini.

      Pro:
      – Bisa mendatangkan profit maksimal.
      – Risk/Reward Ratio positif.

  • Kontra:
    – Kesempatan trading sangat jarang.
    – Membutuhkan kemampuan analisa teknikal dan fundamental.
  • 4. Trend Following

    Strategi trading populer berikutnya yaitu trend following atau trading mengikuti arah trend pasar. Menggunakan strategi trading trend following berarti Anda memanfaatkan sinyal open posisi sesuai arah trend yang sedang berlangsung. Meskipun sering kali dianggap strategi yang mudah digunakan, Anda tidak bisa melakukannya dengan sembarangan. Lebih jelasnya simak artikel 5 Tips Jitu Untuk Trading Mengikuti Trend.

    Strategi trading trend following biasanya diterapkan pada jangka waktu menengah ataupun jangka panjang. Alasan utama menggunakan time frame tinggi adalah karena semakin tinggi periode waktu yang digunakan, maka pergerakan trend harga semakin jelas.

    Contoh Strategi Trading Trend Following:

    Contoh di atas adalah trading mengikuti trend dengan menggunakan bantuan indikator CCI yang berfungsi untuk mengetahui peluang kembalinya harga ke trend utama dari pullback. Jika grafik harga bergerak di atas level 100, maka bisa dikatakan pullback dari trend penurunan sudah berakhir dan bisa dimanfaatkan untuk memasang entry sell. Sementara bila harga bergerak di bawah level -100, maka ini menandakan berakhirnya pullback dari trend kenaikan dan dapat digunakan sebagai acuan entry buy. Biasanya, beberapa trader juga menggunakan indikator Moving Average untuk trend filter.

      Pro:
      – Mudah diterapkan dan kesempatan trading mudah ditemukan.
      – Risk/Reward Ratio menguntungkan.

  • Kontra:
    – Membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan profit, sangat tidak cocok untuk Scalper.
    – Membutuhkan pemahaman yang kuat di analisa teknikal.
  • 5. Scalping

    Salah satu strategi trading populer di Indonesia adalah scalping, yaitu metode trading pada time frame rendah dengan tujuan mendapatkan keuntungan kecil (sekitar 5-15 pips) dalam waktu singkat (1m-30m). Biasanya, para scalper akan membuka posisi hingga puluhan hingga ratusan dalam sehari. Semakin likuid pair mata uang, maka kesempatan para scalper untuk mendapatkan profit semakin lebar, karena likuiditas tinggi mempermudah eksekusi posisi.

    Beberapa indikator yang biasanya digunakan oleh para scalper adalah Moving Average (MA), Stockhastic, RSI, dll. Nah untuk pengaplikasinnya bisa dilihat secara detail di artikel scalper mania yang menunjukkan kombinasi indikator untuk memperoleh sinyal.

      Pro:
      – Cepat mendapatkan keuntungan.
      – Faktor fundamental tak begitu berpengaruh untuk para scalper.

  • Kontra:
    – Akan sangat melelahkan bila dieksekusi secara manual.
    – Ada beberapa broker yang melarang scalping.
    – Jika kurang berpengalaman, akan mudah terjebak noise harga.
  • 6. Swing Trading

    Strategi trading populer berikutnya yaitu menempatkan eksekusi Buy atau Sell pada titik-titik pembalikan harga, atau biasa disebut dengan swing trading. Sistem trading ini membantu trader mendapatkan keuntungan seoptimal mungkin saat harga sedang bergerak ke arah tertentu. Julukan untuk trader pengguna sistem trading ini yaitu Swing Trader. Swing Trader biasanya mencari pasangan mata uang dengan range trading yang cukup lebar.

    Agar strategi ini dapat berjalan dengan maksimal, seorang swing trader memerlukan sistem swing yang efektif dan kemampuan identifikasi arah tren yang baik. Selain itu, strategi ini memiliki risiko yang cukup tinggi, sehingga mengharuskan trader wajib memiliki manajemen risiko yang baik.

      Pro:
      – Sinyal trading mudah ditemukan.
      – Analisa forex bisa dilakukan dengan lebih leluasa.
      – Potensi profit lebih optimal.

  • Kontra:
    – Membutuhkan pemahaman analisa teknikal yang baik.
    – Swing trading cenderung membosankan bagi trader aktif, karena membutuhkan waktu yang cukup lama.
    – Profit trading tak bisa sering diraih.
  • 7. Day Trading

    Day Trader adalah istilah untuk menyebut orang-orang yang memiliki gaya trading jangka pendek. Strategi day trading ini lumayan populer dan banyak diminati di Indonesia karena teknik ini cukup membuka dan menutup posisi dalam tempo waktu satu hari atau bahkan kurang dari itu. Untuk time frame yang digunakan adalah cenderung singkat, yaitu rentang H1, H4, dan D1.

      Pro:
      – Kesempatan trading mudah ditemukan.
      – Risiko yang diterima ada di kisaran menengah.
      – Membutuhkan waktu singkat.

  • Kontra:
    – Membutuhkan pemahan analisa teknikal yang baik.
    – Bisa membuat frustasi bila pasar loyo atau cenderung sideways.
    – Memerlukan kejelian melihat sinyal jika tak ingin ketinggalan momentum entry.
  • 8. Carry Trade

    Strategi carry trade adalah metode trading dengan memanfaatkan selisih bunga rollover (swap) antara dua mata uang. Singkatnya, strategi trading ini BUKAN mencari keuntungan dari perubahan nilai tukar antar mata uang itu sendiri, melainkan mengincar profit dari perbedaan swap di pasangan mata uang yang diperdagangkan.

    Dalam menjalankan skenario carry trade, trader akan membeli mata uang dengan bunga tinggi, dan dalam waktu yang bersamaan menjual mata uang dengan bunga rendah. Agar profitnya maksimal, seorang Carry Trader akan mencari pair yang terdiri dari dua mata uang mayor dengan bunga rollover tertinggi dan terendah.

      Pro:
      – Terhindar dari risiko noise jangka pendek.
      – Rasio risiko dan profit berada di titik median.

  • Kontra:
    – Membutuhkan pemahaman yang kuat terhadap pasar forex.
    – Peluang trading jarang.
    – Membutuhkan pemahaman mendalam tentang analisa fundamental.
  • Delapan strategi trading populer yang telah diulas di atas hanya sebagian kecil saja. Masih banyak lagi sistem trading lainnya yang bisa Anda gunakan. Ingin mencari strategi trading paling pas dengan gaya trading Anda? Pastikan Anda menyimak kumpulan artikel strategi trading forex dari kami sebagai referensi.

    Apa Itu Sistem Trading Forex?

    Trading adalah aktivitas transfer barang atau jasa dari satu entitas (orang atau perusahaan) ke entitas lain. Dalam bahasa Indonesia lazim disebut sebagai perdagangan. Bentuk trading paling awal berupa barter, tetapi aktivitas trading saat ini umumnya melibatkan uang sebagai alat pembayaran. Produk yang diperdagangkan dalam aktivitas trading tersebut juga tidak terbatas pada komoditi fisik saja, melainkan juga surat berharga dan valas.

    Aktivitas trading forex (perdagangan valas) berevolusi dari kebutuhan pertukaran uang antar pedagang dari wilayah yang berbeda. Sistem perbankan modern memungkinkan lahirnya pasar mata uang yang menjadi tempat jual-beli valas di luar bursa (over-the-counter) bagi entitas seperti pemerintah, perusahaan komersil, perbankan, dan lain sebagainya yang membutuhkan transaksi lintas negara. Seiring dengan perkembangan teknologi selanjutnya, perdagangan valas dapat dilakukan secara online semata-mata demi memperoleh keuntungan dari perubahan nilai tukar mata uang saja.

    Orang-orang yang berupaya untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan nilai tukar mata uang itu disebut spekulan atau trader. Para trader forex berusaha menganalisis pergerakan nilai tukar di pasar dunia, kemudian melakukan jual atau beli mata uang berdasarkan hasil analisis dan sistem trading forex tertentu. Namun, apa itu sistem trading? Nah, dalam artikel Belajar Forex kali ini, kita akan mengulas mengenai apa itu sistem trading forex.

    Salah satu tanda apakah seseorang sudah sukses belajar forex atau belum, dapat dilihat dari apakah dia sudah bisa mengembangkan sistem trading yang handal atau belum. Ini karena profit dalam trading forex tidak bisa didapat dari asal tebak, petunjuk primbon, atau tuntunan firasat saja. Sistem trading mutlak diperlukan agar modal yang ditanamkan bisa berkembang secara konsisten, bukannya ludes.

    Struktur Sistem Trading yang Lengkap dan Efektif

    Sistem trading adalah aturan-aturan yang ditentukan sebagai rencana awal oleh trader dan dijalankan terus menerus atau berulang-ulang dalam aktivitas jual-beli. Setiap orang bisa mengikuti dan mengembangkan sistem trading yang berbeda-beda. Akan tetapi, sistem trading forex sedikitnya meliputi pilihan aset, waktu trading, volume trading, ketentuan entry dan exit posisi trading, serta manajemen risiko per posisi.

    1. Pilihan aset: Currency, Indeks, atau Commodity apa yang akan ditradingkan?

    Ada banyak sekali aset finansial yang bisa ditradingkan untuk mendapat profit. Langkah pertama dalam membuat sistem trading adalah memutuskan mana yang akan ditradingkan. Jika memutuskan Currency, misalnya, maka pasangan mata uang apa? Ada tujuh pasangan mata uang mayor (major pairs) yang dapat diperdagangkan serta puluhan pasangan mata uang cross dan eksotik. Apabila masih pemula, maka sebaiknya fokus memilih trading pada maksimum tiga diantara tujuh pair yang jadi favorit trader, yaitu EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD, USD/CHF, NZD/USD, dan USD/CAD.

    Selain Currency, Anda juga bisa memilih untuk trading Commodity dan Indeks. Namun, tetap saja harus menentukan aset persis-nya. Jika Commodity, apakah emas, oil, atau perak? Jika Indeks, apakah Dow Jones, Hang Seng, Kospi, atau yang lain? Saat awal mulai trading, sebaiknya Anda tak memilih terlalu banyak aset. Namun, setelah mahir dan profesional, maka dapat mengeksplorasi peluang profit lebih banyak dari beragam pilihan aset ini.

    2. Waktu trading: kapan Anda akan bertrading?

    Peringkat broker opsi biner:

    Pasar forex dibuka selama 24 jam mulai Senin pagi hingga Sabtu dini hari. Ini artinya, Anda bisa memilih akan bertrading di siang hari, sore, atau malam, kapanpun ada waktu luang. Platform trading forex masa kini sudah tersedia dalam bentuk software untuk laptop/PC maupun aplikasi mobile, sehingga Anda bahkan bisa memanfaatkan situasi terjebak macet untuk mengincar profit. Namun, sebaiknya Anda menentukan waktu-waktu tertentu untuk menganalisis pasar dan mengeksekusi trading.

    Seorang trader yang punya pekerjaan full-time lain, bisa membuat analisis pasar pada pagi hari sebelum berangkat ke kantor, lalu mengeksekusi trading seusai kerja. Sesi pasar paling ramai adalah pasar Eropa dan Amerika, antara pukul dua siang sampai dini hari, sehingga banyak trader Indonesia memilih beraksi malam hari. Anda bisa menyesuaikan sendiri waktu trading dengan jadwal kegiatan harian.

    3. Volume trading: berapa ukuran (lot) per transaksi?

    Penentuan ukuran (lot) per transaksi ini harus ditentukan selaras dengan besar modal dan leverage yang dipakai guna menjaga agar dana modal tidak lekas tersapu bersih. Umpama Anda menanamkan modal sebesar $500 dengan leverage 1:100, maka Anda hanya akan punya “kekuatan” untuk bertrading aktual setara $50,000 saja. Dengan dana ini, Anda tak dapat trading forex dengan lot standar ataupun lot mini, melainkan hanya bisa trading dengan lot mikro (0.01 lot atau setara 1000 mata uang dasar).

    Semakin besar ukuran lot yang Anda gunakan per transaksi, makin cepat kemungkinan profit terkumpul, tetapi juga makin tinggi pula kemungkinan rugi-nya. Lho, kok bisa? Ya, karena perubahan harga aset dalam trading forex akan langsung direfleksikan dalam bentuk pertambahan keuntungan maupun kerugian dalam saldo akun Anda. Jadi, pastikan volume trading berada dalam jangkauan yang bisa dikendalikan. Apabila masih pemula, gunakan saja lot 0.01 terus dalam setiap posisi trading. Jangan bereksperimen dengan lot penuh (1 lot standar atau setara 100,000 mata uang dasar).

    4. Aturan penentuan kapan masuk pasar atau buka posisi (Entry)

    Setelah menentukan lot yang akan dipakai, langkah berikutnya adalah membuat aturan kapan Anda akan buka posisi trading. Ini tidak boleh sembarangan, karena dalam forex ada yang namanya analisa dan indikator, baik teknikal maupun fundamental.

    Tergantung pada strategi trading apa dan indikator trading apa yang dipakai, setiap orang bisa mengembangkan taktik Entry-nya sendiri. Seseorang yang menggunakan strategi scalping dengan seperangkat indikator Moving Average, misalnya, bisa membuat aturan untuk bertrading hanya jika ada sinyal-sinyal indikator pada timeframe 5 menit atau 10 menit.

    5. Aturan penentuan kapan bakal close atau menutup posisi (Exit Strategy)

    Kalau sudah ada tata tertib untuk memulai transaksi, tentu harus pula ada tata tertib untuk mengakhiri transaksi. Tata tertib ini biasanya disebut “Exit Strategy” dan meliputi langkah-langkah yang menentukan kapan suatu posisi trading akan di-close, baik itu dalam kondisi profit, loss, ataupun impas (BEP).

    Exit Strategy meliputi skenario untuk: Stop Loss (SL), Target Profit (TP), dan Cut Loss (ditutup sebelum mencapai SL maupun TP karena diperkirakan harga akan berbalik arah). Ketiga skenario itu sama-sama mungkin terjadi pada suatu posisi trading, walau tentu potensi profit akan lebih besar kalau strategi yang dipakai lebih akurat dan handal. Sebagaimana Entry, rincian Exit Strategy juga tergantung pada strategi dan indikator yang digunakan masing-masing trader.

    6. Aspek sistem trading lainnya

    Selain kelima poin di atas, ada lagi hal-hal lain yang bisa Anda kembangkan sendiri setelah belajar forex dan berlatih trading. Diantaranya adalah soal Rasio Risk/Reward (RR) dan Manajemen Risiko. Manajemen Risiko dapat pula disebut sebagai rencana cadangan apa yang akan dilakukan jika posisi trading tidak menguntungkan, beserta aturan-aturan lain yang menentukan cara Anda mengelola akun trading.

    Rasio Risk/Reward merupakan rasio perbandingan antara target profit yang diharapkan dengan kemungkinan kerugian. Kadangkala juga diterjemahkan sebagai berapa poin SL dan berapa poin TP. Tentunya tidak lucu jika SL 50 poin, tetapi Target Profit hanya 10 poin. Nah, Rasio Risk/Reward digunakan untuk menimbang aspek ini. Umumnya trader menggunakan RR 1:2, yang berarti apabila SL 50 poin, maka TP harus 100 poin (dua kali lipat SL).

    Manajemen Risiko mencakup aturan-aturan yang harus diikuti bila posisi trading loss. Ini erat kaitannya dengan poin kelima. Apakah posisi trading itu akan langsung di-cut loss, atau akan beralih (switching) dari buy ke sell (atau dari sell jadi buy), dan seterusnya. Semua sistem trading ini bisa Anda kembangkan sendiri dari membaca artikel-artikel tentang belajar forex di internet, buku, ataupun berbagi dengan kawan sesama trader.

    Pentingnya Sistem Trading Bagi Semua Trader

    Sistem trading yang lengkap dan efektif harus mencakup keenam aspek tersebut di atas dan dilaksanakan secara disiplin. Apabila Anda menyimpang dari sistem trading yang telah ditentukan, maka kemungkinan besar Anda akan membuka dan menutup posisi berdasarkan emosi sesaat atau malah bisikan orang lewat. Padahal, gejolak emosi dan rumor seperti itu merupakan faktor penyebab kerugian yang paling sering dialami oleh trader pemula maupun profesional.

    Ambil contoh misalnya ketika Anda menyaksikan pergerakan harga berbalik ke arah yang berlawanan dengan prediksi. Awalnya, Anda menganalisis EUR/USD akan meningkat, sehingga membuka posisi buy. Tak dinyana, ketika Anda menengok posisi trading itu satu jam kemudian, pergerakan harga malah menurun dan posisi Anda sudah -15 pips. Apa yang akan Anda lakukan?

    Apabila mengambil keputusan berdasarkan emosi, maka Anda bisa jadi akan langsung menutup posisi trading itu, lalu open lagi posisi sell EUR/USD dengan harapan memperoleh profit ketika harga menurun terus. Namun, itu merupakan keputusan yang salah. Bagaimana jika nantinya harga malah berbalik naik lagi!? Bukankah Anda malah akan rugi dua kali!?

    Dalam situasi tadi, langkah yang paling tepat bagi Anda cuma satu: menengok sistem trading dan rencana open posisi awal. Perhatikan bagaimana aturan exit Anda. Apakah penurunan harga saat itu sudah mencapai titik exit untuk Stop Loss atau Cut Loss? Jika belum, maka selayaknya Anda biarkan saja posisi itu, karena kemungkinan nanti toh harga akan bergerak naik sesuai prediksi awal Anda. Apabila pergerakan harga sudah memenuhi syarat untuk Stop Loss atau Cut Loss, barulah Anda boleh close posisi tersebut dan mencari peluang trading lain. Hanya dengan cara ini lah Anda dapat mengurangi risiko kerugian dan mencapai profit konsisten dalam trading forex.

    Contoh Sistem Trading yang Dapat Diaplikasikan

    Apakah masih merasa bingung dengan penjelasan di atas? Untuk membantu Anda belajar forex secara lebih aplikatif, berikut ini contoh sistem trading yang cukup sederhana:

    Pilihan Aset: EUR/USD, GBP/USD, dan USD/JPY

    Waktu Trading: pukul 15:00-20:00, atau bertepatan dengan Sesi London hingga New York

    Volume Trading: lot 0.01 per posisi trading

    Aturan Entry:

    1. Menggunakan indikator Bollinger Bands sesuai parameter default (bawaan Metatrader).
    2. Apabila harga bergerak melintasi garis tengah Bollinger Bands dari bawah ke atas, maka open Buy. Target profit setara dengan level tertinggi (high) sebelumnya.
    3. Apabila harga bergerak melintasi garis tengah Bollinger Bands dari atas ke bawah, maka open Sell. Target profit setara dengan level terendah (low) sebelumnya).

    Aturan Exit:

    1. Rasio Risk/Reward 1:2, artinya jika target profit (TP) sebesar 20 pips, maka level Stop Loss (SL) ditetapkan pada jarak 10 pips dari harga entry.
    2. Close posisi manual jika pergerakan harga pada posisi buy sudah mencapai batas atas Bollinger Bands, atau jika pergerakan harga pada posisi sell sudah mencapai batas bawah Bollinger Bands.

    Contoh sistem trading forex ini sangat sederhana, bukan!? Anda juga dapat mengaplikasikannya dengan mudah, berapapun modal awal trading Anda. Sebelum mencoba bikin sistem trading yang lebih baik, maka cobalah trial and error sistem ini dulu pada akun demo. Apabila sudah menguasainya dengan baik, memahami seluk-beluk pembuatan dan pelaksanaan sistem trading forex, barulah Anda dapat mengeksplorasi beragam alternatif lain.

    Semua broker forex menyediakan akun demo gratis sebagai sarana bagi trader untuk belajar atau menguji sistem. Anda tak perlu menyetorkan modal sepeserpun untuk trading demo, karena broker telah menyiapkan uang virtual yang bisa diisi ulang. Tujuan akun demo memang untuk belajar dengan bebas, agar Anda memiliki bekal memadai untuk mendapatkan keuntungan. Jadi, manfaatkanlah kesempatan simulasi sistem trading dan memperkaya pengalaman ini semaksimal mungkin sebelum membuka akun forex riil.

    Peringkat broker opsi biner:
    Opsi biner dan forex
    Tinggalkan Balasan

    ;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: