Sistem Mengikuti Tren Forex Jangka Panjang

Peringkat broker opsi biner:

4 Strategi Trading Forex Jangka Panjang Terbaik

Ada satu pertanyaan yang paling mengemuka, strategi trading forex jangka panjang seperti apa yang dianggap terbaik? Tergantung. Beberapa trader membuka trading beberapa kali tiap minggu, yang lain membuka trading tiap hari. Tapi satu gaya trading yang dicari yaitu trading jangka panjang.

Bagaimapun juga, sistem trading jangka panjang bisa memberi profit tinggi jika, misalnya, dibandingkan sistem trading jangka pendek. Hanya sekali membuka posisi dalam jangka panjang, profit yang didapat bisa sedemikian besar. Dalam kata lain, trading lebih berkualitas.

Misalnya saja, ada kemungkinan platform trading error sehingga bisa merusak posisi trading jangka pendek, seperti scalping, sehingga bisa menyebabkan kalah trading dalam jumlah signifikan. Kondisi ini tak akan terjadi jika memakai strategi trading forex jangka panjang.

#1. Trading Tren

Tak ada kemungkinan lain yang lebih penting saat menghasilkan uang baik untuk trading jangka pendek dan jangka panjang selain trading searah tren yang berlangsung dalam market. Lupakan tentang kesalahan yang biasa terjadi saat mencoba memprediksi tinggi rendah harga.

Karena bagaimanapun juga, hal seperti ini sangat sulit untuk diprediksi, tapi titik tertinggi atau terendah baru bisa menjadi permulaan tren. Saat melihat, bukan memprediksi, titik tertinggi atau terendah baru (pergerakan yang mengakhiri poin resistance lama setidaknya setinggi 3 pip), akan sangat mungkin terjadi tren baru pada market.

Di momen seperti inilah trader harus beraksi. Mayoritas trader yang mencoba menebak tinggi rendah akan menunggu harga turun kembali ke bawah atau ke atas melebihi lever resistance, lalu tiba-tiba semuanya menjadi telat. Trader dalam hal ini gagal memahami tren.

Trader berarti sudah kehilangan untuk menghasilkan profit dengan potensi luar biasa, dan kian berat karena mereka seringnya mendapat kekalahan signifikan dari kondisi ini. Lebih baik ambil waktu sejenak untuk bejalar melihat tren demi masa depan yang lebih baik.

Trading jangka panjang akan terjadi saat trader menahan posisi lebih lama dalam market, biasanya lebih dari sehari dan bisa berlangsung hingga bulanan. Tak seperti trading jangka pendek, trading jangka panjang butuh analisa teknikal dan fundamental guna menghasilkan sesuatu.

Trading tren barangkali termasuk satu jenis strategi yang banyak dipakai trader jangka panjang yang biasanya fokus pada tren harga. Mengikuti arah pergerakan tren bisa memberi keuntungan sendiri untuk trader jika dipadu dengan aturan ketat dan disiplin tinggi.

Peringkat broker opsi biner:

#2. Trading Swing

Trading swing sepertinya menjadi metode terbaik untuk trader pemula. Ini karena metode trading swing tak memerlukan pengalaman tinggi atau disiplin super tinggi dari trader layaknya saat memakai strategi trading forex tanpa indikator. Jadi, trader pemula sebaiknya fokus pada metode ini.

Trading swing hanya fokus pada spike harga yang terjadi di market, entah mengarah ke atas atau ke bawah. Dari sini trader lalu menentukan area spesifik dari support dan resistance dan mencari perubahan momentum sebelum masuk dengan sinyal trading jangka panjang.

Pada praktiknya, swing trading harus menaham posisi dalam market dari 2 sampai 7 hari. Jika mau jujur, trading swing bisa bekerja karena ‘kebodohan’ partisipan market yang lain. Spike harga besar yang terjadi di market seringnya disebabkan sikap emosional, dan itu terjadi pada banyak trader.

Sebagai hasilnya, ada lonjakan harga signifikan dalam periode singkat di market meski pada akhirnya akan kembali ke titik normal seperti sebelumnya. Trading swing mencari kondisi tersebut di area support dan resistance lalu membuka trading saat momen ini terjadi.

Analisa ini merupakan bagian strategi trading untuk menghasilkan uang dari trading forex jangka panjang. Trading swing akan bergantung pada tren market dan analisa teknikal untuk menentukan poin keluar masuk market dan mampu memberi profit dalam periode lebih pendek dibanding strategi lain.

Tapi trading swing tak hanya mengharuskan trader untuk selalu memantau market tiap waktu, dan trader purna waktu paling bisa memetik keuntungan dari strategi ini. Strategi swing bisa mencegah kekalahan besar dan lebih ramah risiko dibanding strategi lain.

#3. Konfirmasi

Sebenarnya ini merupakan dari strategi tren, hanya saja lebih spesifik, dan itu sebabnya dijadikan metode trading tersendiri. Konfirmasi yang dimaksud yaitu mengkonfirmasi breakout (saat permulaan tren baru terbentuk) sehingga terhindar dari breakout palsu.

Dalam market yang dinamis, breakout palsu sering muncul dan terjadi saat tren baru gagal terbentuk. Konfirmasi melibatkan penggunaan sejumlah indikator momentum untuk menganalisa apakah tren sebelumnya benar-benar sudah terbentuk atau belum.

Dua jenis indikator paling penting untuk digunakan yaitu RSI dan stochastic, yang sekaligus membuat indikator tersebut sangat populer di kalangan trader. Kemampuannya dalam mengkonfirmasi tren tak perlu diragukan, tinggal sesuaikan dengan gaya trading yang dimiliki.

Analisa fundamental bisa membantu trader mendapat profit signifikan, tapi jika pun tidak, trader masih bisa memakai analisa teknikal untuk mencari entry dan exit point dari chart. Seperti yang sudah disebut, konfirmasi merupakan bagian dari strategi tren, meskipun dapat berdiri sendiri sebagai suatu metode.

Pada praktinya, konfirmasi bisa melibatkan indikator tambahan untuk mengkonfirmasi tren atau breakout yang dihasilkan dari indikator awal. Misalnya, trader bisa memakai indikator momentum untuk menganalisa tren yang akan terjadi selanjutnya.

Dua indikator yang sudah disebut, RSI dan stochastic, kadang memberi sinyal berbeda yang biasa disebut divergence. Kondisi divergence berarti mengisyaratkan akan terjadinya perubahan arah harga yang tiba-tiba yang bisa memberi trader peluang profit besar.

#4. Positional Trading

Menyusun strategi trading forex jangka panjang melibatkan banyak kerja keras yang sekaligus bisa menghabiskan banyak waktu. Tak berbeda jika memakai pendekatan dengan positional trading, yang mana trader harus memantau chart mingguan atau bulanan sebagai dasar analisa market.

Tapi positional trading sebenarnya masih lebih hemat waktu karena trader hanya perlu membuka posisi dalam market yang akan berjalan dibanding strategi lain. Trader positional bisa membuka trading dari jangka waktu bulanan sampai tahunan dengan frekuensi sangat jarang.

Dalam periode satu tahun misalnya, trader positional hanya membuka 1-3 trading saja, tapi dengan maksud mencari profit luar biasa besar. Karena trading berlangsung dalam periode lama, trader positional biasanya mengacuhkan pergerakan harga jangka pendek dan pembalikan harga.

Walau demikian, positional trading tetap dianggap sebagai strategi trading forex jangka panjang terbaik oleh kebanyakan trader jangka panjang. Sangat jauh berbeda dengan trading swing yang hanya berjalan hitungan hari saja, dan perlu analisa fundamental yang mendalam.

Sebagai informasi, empat jenis strategi trading forex jangka panjang di atas merupakan pendekatan paling populer yang dipakai trader jangka panjang dengan berbagai tingkat pengalaman. Tapi seperti yang sudah sama-sama diketahui, pemahaman akan strategi menjadi dasar penting.

Tapi tentu saja, semua strategi trading forex jangka panjang tersebut tak akan berhasil jika tak diimbangi dengan manajemen keuangan yang super ketat. Sebaiknya, tetap berpegang pada satu strategi saja, dan jangan terpancing emosi saat menderita kalah.

Apa Yang Dimaksud Dengan Trend Forex

Dibaca Normal 7 menit

Apa itu trend forex? Trend Forex adalah suatu pergerakan yang menunjukkan ke arah mana pasar bergerak. Ini termasuk konsep dasar analisa teknikal dalam trading forex yang wajib diketahui.

Artikel kali ini membahas khusus mengenai apa itu trend forex dan perannya di dalam Forex market. Bisa dikatakan bahwa trend forex adalah rangkaian rekam jejak harga dalam bentuk grafik dengan kecondongan untuk mengarah ke atas (uptrend) atau ke bawah (downtrend). Lalu apa gunanya mengetahui trend forex? Mari kaji lebih dalam mengenai hal ini.

Apa Itu Trend Forex?

Trend Forex adalah suatu pergerakan yang menunjukkan ke arah mana nilai tukar suatu mata uang (harga) bergerak di pasar forex. Pergerakan harga tidak berbentuk garis lurus diagonal ke satu arah. Pasar biasanya bergerak dalam bentuk serangkaian zigzag.

Istilah “trend” dalam kehidupan sehari-sehari sering digunakan untuk mengungkapkan keadaan, di mana suatu hal sedang digemari atau sedang menjadi perhatian kebanyakan orang. Demikian pula situasi yang disiratkan oleh trend forex. Ketika suatu mata uang digemari, maka grafik trend akan bergerak zigzag naik bertahap. Sedangkan ketika suatu mata uang jatuh nilainya, maka grafik trend akan bergerak zigzag menurun.

Gerakan Zigzag ini membentuk rangkaian gelombang yang berurutan dengan Level Puncak (High/H), puncak lebih tinggi (Higher High/HH), Lembah (Low/L), dan lembah lebih tinggi (Higher Low/HL) yang cukup jelas. Arah High dan Low ini nantinya akan menentukan suatu trend pasar yang sedang terjadi. Sedangkan High dan Low ini bergerak naik, turun, atau menyamping (sideways). Arah pergerakan inilah yang nantinya akan memberi tahu trader tentang trend pasar.

Apa Gunanya Mengetahui Trend Forex?

Kenapa sih harus mengetahui apa itu trend forex? Karena pada saat sedang bertransaksi, harga cenderung memiliki arah yang sama pada jalur miring yang ditarik garis lurus dalam jangka panjang.

Berbagai ungkapan dalam trend forex seperti “Don’t fight the trend“, “Just follow the trend”, dan “Trend is friend” menggambarkan betapa pentingnya pemahaman akan trend ini.

Ketika mendapati keadaan di mana suatu hal sedang menjadi trend (istilahnya trendi), kebanyakan orang pasti berlomba-lomba untuk ikut memilikinya. Begitu pula dalam forex, ketika suatu harga sedang trend naik ke atas (uptrend), maka banyak trader akan berusaha cepat-cepat buka posisi “buy”, agar bisa ikut dapat profit saat harga mencapai Higher High. Sebaliknya, saat harga turun terus (downtrend), maka orang banyak akan ikut posisi “sell” agar bisa memetik cuan dari penurunan harga.

Namun, ada juga sebagian trader lain yang memilih untuk “melawan arus”. Ketika trend naik, mereka justru pilih “sell”; dan ketika trend turun, mereka malah ambil “buy”. Kenapa begitu? Boleh jadi, mereka memperkirakan harga akan berbalik arah. Karena, seperti yang telah disampaikan tadi, harga tidak lurus tegak ke atas maupun ke bawah, melainkan zigzag.

Memahami konsep tentang apa itu trend forex adalah hal yang sangat mendasar dalam berbagai pendekatan analisis teknikal. Semua tools yang digunakan trader seperti level support dan resistance, price patterns, moving average, =dan lain-lain bertujuan sama: untuk membantu mengukur trend yang sedang terjadi di pasar, dalam rangka untuk mendapatkan keuntungan, baik dengan mengikuti trend maupun dengan melawan trend.

Klasifikasi Trend

Trend yang baik adalah trend yang bersifat jangka panjang dan dapat diamati pada rentang waktu yang lama pada aplikasi trading Anda, seperti H4, D1, Weekly. Untuk trend harian dapat diamati pada rentang waktu yang lebih singkat, seperti H1. Tetapi, terkadang terjadi juga bias untuk meyakinkan apakah trend harian tersebut sesuai dengan trend yang sebenarnya. Untuk mengatasi hal ini Anda dapat membandingkan trend harian dengan trend jangka panjangnya. Jika pergerakan market masih berada di dalam garis trend jangka panjang, maka trend harian tersebut benar, tetapi jika sudah keluar maka akan terbentuk trend baru.

Trend pada kenyataannya tidak melulu bergerak searah; ia akan selalu dibayangi oleh lawannya. Dalam perjalanannya, bullish tidak berarti selalu uptrend nonstop, namun ia akan mengalami pergerakan korektif dengan bearish sebagai pelengkapnya. Begitu pula dengan bearish, ia akan selalu ditemani oleh pergerakan korektif bullish selama perjalanannya.

Pergerakan seperti itu merupakan gambaran dari dinamika pasar (market) yang sebenarnya. Ia tidak melulu mengalami masa indah, namun juga adakalanya pasar mengalami masa sulit di mana ia akan terjatuh.

3 Jenis Trend Dalam Forex

Secara sederhana, ada 3 jenis trend dalam forex:

  1. Uptrend: Yakni saat grafik menunjukkan pergerakan harga yang naik secara bertahap
  2. Downtrend: Yakni saat grafik menunjukkan pergerakan harga yang menurun secara bertahap
  3. Ranging/Sideways: Yakni saat harga menunjukkan konsolidasi akibat adanya tarik-menarik antara pihak seller vs. buyer. Pada kondisi ini arah tren sulit untuk diketahui karena harga hanya bergerak naik-turun dalam kisaran tertentu, tanpa arah yang jelas.

Cara Mengikuti Trend Dalam Forex

Terkadang, masih banyak trader pemula yang salah membaca arah trend forex. Contohnya, niatnya mengikuti tren justru malah berujung pada salah posisi. Begitu diulangi lagi, salah lagi, dan floating minus lagi. Begitu hingga berkali-kali. Berikut ini ada beberapa poin cara mengikuti tren dalam forex:

1. Fokus pada timeframe besar saja.

Tren forex biasanya terbentuk setelah beberapa minggu atau beberapa bulan dalam pergerakan yang besar. Caranya cukup dengan mengamati pergerakan dalam jangka waktu di time frame minimal D1.

2. BUY Saat Harga Naik Terkoreksi Dan SELL Saat Harga Turun Tertunda

Ini adalah salah satu tips yang diungkapkan oleh Jary Norris, penulis buku “The Secret to Trading: Risk Tolerance Threshold Theory“. Selalu amati kalender forex, sehingga Anda bisa mengetahui pergerakan-pergerakan counter-trend yang seringkali terjadi menyusul news yang berlawanan dengan trend yang sedang berlangsung. Bagi pengikut trend, ini adalah celah untuk “buy dips in uptrends and sell rallies in downtrends“.

3. Pasang Trailing Stop

Dengan tool Trailing Stop, Anda bisa memanfaatkan penguatan tren sembari memperkecil jarak stop loss, sehingga tak perlu khawatir bila profit yang telah dikumpulkan akan tergerus habis apabila tren harga berbalik 180 derajat.

Indikator Untuk Mengetahui Arah Trend Forex

Ada sejumlah indikator yang dapat digunakan untuk membantu trader mengidentifikasi arah trend. Beberapa di antaranya sudah merupakan bawaan dari platform trading. Apa saja?

1. Indikator ADX

Indikator ADX yang diciptakan oleh Welles Wilder ini memang ditujukan untuk mengidentifikasi arah dan kekuatan trend forex. Pada prinsipnya indikator ini menunjukkan kapan mulai terjadinya trend, sampai seberapa kuat trend tersebut, dan kapan trend mulai melemah. Untuk trading trend dengan indikator ADX, kita bisa mengamati grafik untuk bisa entry pada saat trend mulai terjadi dan exit saat trend telah melemah.

2. Indikator Moving Averages (MA)

Indikator Moving Averages (MA) dapat memberi tahu trader harga rata-rata pada suatu titik waktu tertentu, dibandingkan dengan tren harga selama periode tertentu. Jika Moving Average pada jangka pendek naik di atas Moving Average jangka panjang, artinya performa harga prima, trend cenderung bullish.

3. Indikator Bollinger Bands

Bollinger Band memang lebih populer sebagai indikator untuk mengukur volatilitas. Akan tetapi, ini juga dapat membantu menemukan trend yang sedang berlangsung. Sebuah sinyal jual (downtrend) akan terjadi bila harga bergerak di atas pita Bollinger band. Sebaliknya, uptrend dapat dikonfirmasi ketika harga berada di zona beli. Untuk memahami penggunaan indikator Bollinger Bands dalam menemukan trend, dapat disimak di artikel 3 Indikator Ampuh Untuk Trading Trend.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: