Sistem Perdagangan Indeks Pasar Saham Telkom Kehilangan Nilai Kapitalisasi Pasar Rp 42,34 T

Peringkat broker opsi biner:

Telkom Kehilangan Nilai Kapitalisasi Pasar Rp 42,34 T

Jakarta, CNBC Indonesia – Penurunan harga saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar 9,46% dari awal tahun hingga perdagangan Selasa (27/02/2020), membuat nilai kapitalisasi pasar saham merosot hingga Rp 42,34 triliun.

Telkom hingga saat ini belum menyampaikan laporan keuangan 2020. Dalam keterbukaan informasi, terakhir kali Telkom menyampaikan tentang penandatanganan nota kesepahaman untuk membentuk Global Delivery Center di Indonesia.

Pembentukan GDC dalam rangka memenuhi kebutuhan information and communication technology (ICT) di para internasional dengan menggunakan tenaga startup Indonesia, binaan Telkom. Selain itu, Telkom melalui anak usahanya PT Metranet telah menandatangani perjanjian penyertaan saham bargu pada Cellum Global Zrt. Cellum merupakan perusahaan penyedia solusi pembayaran mobile dan jasa perdagangan elektronik asal Hungaria.

Selain Telkom, emiten lain yang mengalami penurunan nilai kapitalisasi drastis, yaitu PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Nilai kapitalisasi pasar Unilever turun Rp 14,34 triliun, dari Rp 426,52 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp 411,83 triliun.

Harga saham berkode UNVR pada periode yang sama tercatat turun 3,44%. Kemarin, Unilever melaporkan laba tahun 2020 sebesar Rp 7 triliun atau meningkat tipis 9,5% dari perolehan laba di 2020 Rp 6,39 triliun.

Dikutip CNBC Indonesia dari Keterbukaan Informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/2/2020), kenaikan laba bersih ditopang dari hasil penjualan dan pendapatan usaha perseroan yang pada 31 Desember 2020 tercatat mencapai Rp 41,2 triliun lebih tinggi dari tahun 2020 yang sebesar Rp 40 triliun.

Emiten-emiten lain yang mengalami penurunan kapitalisasi pasar, diantaranya :

  • PT Jasa Marga Tbk (JSMR) turun Rp 8,35 triliun
  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp 7,79 triliun
  • PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) turun Rp 6,45 triliun
  • PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) turun Rp 6,16 triliun

(hps)

Telkom Terdepak dari 3 Besar Kapitalisasi Pasar Tertinggi di BEI

JAKARTA, KOMPAS.com – Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) keluar dari tiga besar kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia ( BEI). Sejak awal 2020, kapitalisasi pasar BUMN teknologi ini sudah anjlok ke peringkat kelima dengan nilai kapitalisasi Rp 501 triliun atau setara 5,5 persen dari total market cap IHSG.

Peringkat broker opsi biner:

Padahal, Januari 2020, TLKM masih menempati posisi kedua dengan nilai kapitalisasi Rp 390,09 triliun atau setara 6,78 persen dari total market cap IHSG.

Posisi TLKM saat ini digeser oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Pergeseran ini tak lepas dari posisi TLKM yang menjadi pemberat atau laggard IHSG. Sejak awal tahun, saham TLKM menjadi laggard terbesar. Saham TLKM telah mengurangi poin indeks sebesar 41,7 poin setelah harga sahamnya turun lebih dari 10 persen.

Analis First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, banyak investor yang melepas saham TLKM lantaran sentimen Satelit Telkom 1 yang belum sepenuhnya hilang, meski insiden anomali satelit sudah terjadi sejak Agustus tahun lalu.

David bilang, pengaruh negatif atas anomali tersebut akan tercermin di pembukuan TLKM 2020. Meski belum bisa mengukur seberapa besar pengaruhnya, David menilai hal ini krusial. “Ini tercermin dari net sell asing, karena mereka melihat sentimen itu krusial,” ujar dia seperti dikutip dari Kontan.co.id, Kamis (25/1/2020).

Mengutip data RTI, net sell asing atas saham TLKM memang tergolong besar. Per Rabu (24/1/2020), net sell asing tercatat Rp 246,49 miliar di seluruh pasar. Sehingga, sejak awal tahun, saham TLKM telah mengakumulasi net sell Rp 1,39 triliun di seluruh pasar.

Hingga penutupan Kamis ini, net sell asing masih berlanjut, sebesar Rp 160,58 miliar. Sehingga, saham TLKM hingga penutupan sore melemah 0,25 persen ke level Rp 3.970 per saham. Penurunan ini lebih rendah dibanding penurunan sehari sebelumnya yang mencapai 2,6 persen ke level Rp 3.980 per saham.

David menyebut, hingga saat ini belum ada sentimen ekspansi yang mampu mengalihkan perhatian pasar kembali melirik saham TLKM. “Waktu emiten lain berjalan, TLKM berlari. Sekarang, emiten lain berlari, TLKM sedang mengambil napas,” sebutnya.

Meski demikian, David memastikan tidak ada yang salah dengan fundamental TLKM. Valuasinya malah sudah jauh lebih menarik, dengan posisi price earning ratio (PER) 16,75 kali. Bandingkan dengan saham PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang memiliki PER masing-masing sebesar 21,18 kali dan 100 kali.

“Kami masih buy semua emiten BUMN, untuk TLKM target harga Rp 4.400 per saham,” ucapnya. (Kontan/Dityasa H Forddanta)

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: