Sistem Perdagangan Kulit Kepala Renko Arsip Blog

Peringkat broker opsi biner:

Budi Setianto ^__^

Senin, 30 Juni 2020

SISTEM PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Kebijakan ekonomi Belanda diarahkan terutama ke arah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dan pengembangan dengan cara konsolidasi fiskal, tenaga kerja dan reformasi pasar produk, restrukturisasi ekonomi, konservasi energi, perlindungan lingkungan, pembangunan daerah, dan tujuan nasional lainnya. Pemerintah yang telah menggabungkan kebijakan makroekonomi yang ketat dan stabil, dengan luas reformasi struktural dan peraturan. Pemotongan tajam dalam subsidi pengeluaran keamanan dan sosial dikombinasikan dengan moderasi upah deregulasi yang konsisten, dan privatisasi bekas perusahaan milik negara, dan persaingan yang meningkat telah membantu perekonomian Belanda untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerjaberkelanjutan.
Setelah kabinet kanan-tengah sebelumnya jatuh pada bulan Oktober 2002 dan pada pemilihan umum Mei 2003 menghasilkan pemerintahan koalisi baru yang terdiri dari CDA, VVD, dan D66. Program pemerintah untuk empat tahun masa tugas menekankan perlunya reformasi dan pengeluaran lebih pada keamanan, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur transportasi, dengan tetap menjaga disiplin anggaran dan memperluas pasar tenaga kerja. Dua tantangan utama yang dihadapi pemerintah Belanda selama empat tahun adalah untuk meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan lapangan kerja dan pertumbuhan produktivitas dan dengan menjaga keuangan publik ke arah yang berkelanjutan. Pemerintah mengakui perlunya reformasi struktural lebih menekankan produk fleksibilitas pasar dan penciptaan modal lebih dinamis dan deregulasi pasar dan jasa keuangan, yang akan membantu meningkatkan posisi kompetitif serius terkikis Belanda di Uni Eropa (UE) dan pasar dunia.
Setelah beberapa tahun berkelanjutan pertumbuhan non-inflasi dan pengangguran yang rendah, kinerja ekonomi makro ekonomi Belanda telah mengalami penurunan kualitas. Pada tahun 2003, perlambatan ekonomi global dan erosi posisi kompetitif Belanda dibasahi permintaan luar negeri dan investasi, sementara pasar saham bearish dan PHK diumumkan oleh banyak perusahaan multinasional mengakibatkan penurunan tajam dalam rumah tangga dan kepercayaan bisnis. Perlambatan pertumbuhan global mempengaruhi semua komponen permintaan efektif, dan menyebabkan pertumbuhan PDB pada tahun 2003 turun sebesar 0,8 persen setelah merosot menjadi hanya 0,2 persen pada tahun 2002. Meskipun pemulihan diharapkan dari pertumbuhan perdagangan dunia pada akhir tahun 2004, prospek ekonomi Belanda tetap hangat. Kerugian lebih lanjut dari posisi kompetitif Belanda akibat apresiasi euro vis – vis dolar diperkirakan akan mengurangi ekspor dan mengurangi output. Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Eropa (OECD) memprediksi pertumbuhan PDB Belanda untuk memulihkan satu persen pada 2004 dan meningkat menjadi 2,0 persen pada tahun 2005. Pejabat itu (Biro Analisis Kebijakan Ekonomi CPB) perkiraan mengharapkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2004 menjadi sembuh dengan 1,25%, diikuti oleh ekspansi 1,5% pada 2005. CPB mengharapkan penurunan tajam kepercayaan konsumen (ke level terendah sejak 1980-an), dan erosi pendapatan sekali pakai

Export dan import pada tahun 2020

v Ekspor Belanda sebesar € 404.600.000.000 pada tahun 2020, naik 8,9% dari 2020. Perdagangan ekspor Belanda adalah tertinggi kedua di Eropa setelah Jerman. Keunggulan di ekspor Eropa terutama dapat dikaitkan dengan ekspor transit ke negara Eropa lainnya. Dalam hal ini, benar-benar adalah pintu gerbang ke Eropa untuk banyak produk dari daerah lain. Setengah dari ekspor terdiri dari ekspor transit.
v Sebagai eksportir terbesar kelima barang di dunia, Belanda menempati posisi penting ketika datang ke perdagangan dunia. Pada tahun 2020, Belanda mengekspor barang senilai total lebih dari 574.000.000.000 dolar AS.
v Belanda juga merupakan eksportir yang signifikan dari layanan komersial – ekspor jasa-jasa komersial sebesar 111,3 miliar dolar AS (€ 81900000000 – Statistik Belanda 2020) pada tahun 2020, yang menempatkan negara kesembilan dalam peringkat dunia
v Pada tahun 2020, mitra ekspor paling penting Belanda adalah: Jerman (24,1%); Belgia (12,1%), Perancis (8,9%); Inggris (8,0%); Italia (4,8%) dan US (4,1%).
v Di tahun 2020, mitra Belanda yang paling signifikan impor adalah: Jerman (16,7%); Belgia (10,0%), China (8,4%); Inggris (6,7%); AS (6,6%) dan Perancis (4,6%).

Sistem Perdagangan Kulit Kepala Renko Arsip Blog

Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi & Usaha Mikro
Nama Drs. ENCEP SUPRIATIN JAYA, M.Si
Alamat Kp. Mariuk RT. 02/08 Desa Gandasari Kec. Cibitung, Kab. Bekasi

PROFILE DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, KOPERASI & USAHA MIKRO, USAHA KECIL DAN MENENGAH.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah merupakan unsur pelaksana otonomi daerah, dipimpin oleh seorang kepala dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah sebagaimana diatur pada Pasal 17 (1) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan. (2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Dinas Daerah menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya; b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya; c. pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya. (3) Pada Dinas Daerah dapat dibentuk UPTD untuk melaksanakan sebagian kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang yang mempunyai wilayah kerja satu atau beberapa kecamatan. (4) UPTD sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada kepala dinas dan secara operasional dikoordinasikan oleh Camat.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.Struktur Organisasinya sebagai berikut: 1. Kepala; 2. Sekretariat, membawahkan: a) Subbagian Perencanaan; b) Subbagian Keuangan; c) Subbagian Umum dan Kepegawaian. 3. Bidang Perindustrian, membawahkan: a) Seksi Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka Industri; b) Seksi Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan. 4. Bidang Perdagangan, membawahkan: a) Seksi Perdagangan Dalam Negeri; b) Seksi Perdagangan Luar Negeri. 5. Bidang Koperasi, membawahkan: a) Seksi Kelembagaan Koperasi; b) Seksi Pemberdayaan Koperasi; c) Seksi Pembinaan dan Pengawasan Koperasi; 6. Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, membawahkan: a) Seksi Kelembagaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah; b) Seksi Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. 7. Bidang Perpasaran, membawahkan : a) Seksi Pengembangan dan Penataan Pasar; b) Seksi Pembinaan dan Pengawasan Pasar; c) Seksi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar. 8. UPTD; 9. Kelompok Jabatan Fungsiona

VISI DAN MISI DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, KOPERASI & USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH
Dalam rangka meningkatkan dan/atau mempertahankan kinerja pembangunan menghadapi perkembangan perubahan lingkungan strategis yang sangat dinamis serta faktor-faktor berpengaruh yang berubah dengan cepat dan sering tidak terduga, maka diwujudkan visi dan misi berbasis pada analisis lingkungan strategis dan isu-isu strategis. Seperti motto Dinas Perindustrian Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang yaitu “Serasi dan B erdaya guna ” yang artinya bekerja keras secara serasi yang diharapkan karyanya dapat bermanfaat untuk masyarakat Karawang , diharapkan visi Dinas Perindustrian Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang sebagai pemicu bagi seluruh komponen masyarakat ( stakeholders), Pemerintah dan Dunia Usaha untuk terus bekerja keras membangun daerah dalam rangka untuk mencapai visi yang dicita-citakan.

Visi Jangka Menengah

Peringkat broker opsi biner:

Sesuai tugas pokok dan fungsinya, Dinas Perindustrian, Perdagangan,Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang mempunyai rencana strategik yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul. Rencana strategik Dinas Perindustrian, Perdagangan Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang yang mencakup Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, dan Kebijakan serta cara pencapaian tujuan dan sasaran tersebut akan diuraikan dalam bab ini, kemudian sasaran yang ingin dicapai dalam tahun 2020 akan dijelaskan dalam Rencana Kinerja ( Performance Plan ) 2020.

Visi adalah suatu cara pandang ke masa depan yang mengilhami setiap tindakan secara emosional dan memotivasi secara positif untuk mencapai kondisi yang diinginkan dimasa mendatang. Melalui Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, telah memberikan perubahan paradigma baru dalam mekanisme perencanaan pembangunan daerah dengan melibatkan semua komponen masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan.

Mekanisme perencanaan yang ditempuh yaitu melalui pembahasan dengan melibatkan unsur bidang yang ada dalam lingkungan Dinas Perindustrian, Perdagangan ,Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang dengan nuansa dan semangat baru serta motivasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Karawang.

Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Perindustrian, Perdagangan,Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang serta melihat latar belakang dan mencermati fenomena yang ada, maka Visi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bekasi adalah sebagai berikut :

TERWUJUDNYA INDUSTRI , PERDAGANGAN, KOPERASI & USAHA MIKRO YANG TANGGUH UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KABUPATEN BEKASI.

Pernyataan Visi Dinas Perindustrian, Perdagangan,Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang mengacu pada pernyataan Visi Pemerintah Kabupaten Karawang, oleh karena Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang merupakan bagian integral dari Pemerintah Kabupaten Karawang, maka sudah selayaknya Visi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang.

Penetapan Makna Visi

Sementara itu, perencanaan yang optimal dapat dijelaskan sebagai visi untuk mewujudkan suatu proses. mempersiapkan secara sistimatis. kegiatan- kegitan yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan efektif dan efesien. Dengan demikian Visi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kabupaten menyatakan bahwa Dinas Perindustrian, Perdagangan Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang akan secara harmonis mewujudkan Visi Pemerintah Kabupaten Karawang melalui koridor Cone Businees – nya yaitu pelaksanaan teknis dibidang Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi.

Misi adalah suatu keamanan yang kuat suatu organisasi / lembaga dengan memperhatikan kewenangan dan tanggung jawab atas kepentingan umum ( publik ) guna mewujudkan kondisi dan situasi yang diinginkan pada akhir kurun waktu tertentu yang menyiratkan tujuan – tujuan yang harus dicapai sebagai prasyarat terwujudnya Visi.

Terwujudnya Visi yang dikemukakan pada sebagaian sebelumnya merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh segenap pegawai Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang sebagai bentuk nyata dari Visi tersebut ditetepakanlah Misi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang yang menggambarkan hal yang seharusnya terlaksana, sehingga yang masih abstrak terlihat pada Visi akan lebih nyata pada Misi tersebut. lebih jauh, pernyataan Misi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang memperlihatkan kebutuhan apa yang hendak dipenuhi oleh dinas, siapa yang memiliki kebutuhan tersebut.

Misi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kabupaten Karawang ditetapkan sebagai berikut :

MENJADIKAN BIDANG INDUSTRI, PERDAGANGAN, KOPERASI DAN USAHA MIKRO SEBAGAI PENGGERAK UTAMA RODA PEREKONOMIAN MELALUI PEMBINAAN , PENGEMBANGAN DAN PELAYANAN SERTA PERLINDUNGAN KEPADA MASYARAKAT

Penjelasan Makna Misi

Misi tersebut di susun dengan mempertimbangkan hal- hal sebagai berikut :

1. Tugas pokok dan fungsi Dinas,

2. Penjabaran dari Renstra, SKPD Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kabupaten Bekasi,

3. Seluruh stake holders dan para pihak yang berkepentingan, serta

4. Isu Strategis yang harus di tangani.

Selain keempat hal tersebut diatas juga mempertimbangkan kebutuhan maupun tuntutan pada masyarakat yang menginginkan adanya pelaksanaan pembangunan yang optimal khususnya di bidang Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi serta kegiatan pembangunan yang terintegrasi, sinergis, holistik, koordinatif, dan melengkapi satu dengan lainnya didalam suatu pola tindak dan pola sikap. Pemenuhan kebutuhan publik tersebut dijadikan misi yang hendak dicapai oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi Kabupaten Bekasi.

Perusahaan Kawasan Industri Jababeka Kabupaten Bekasi

Perusahaan Kawasan Industri Jababeka Kabupaten Bekasi

Nama Perusahaan Alamat No. Telepon No. Fax Email
Bp. Felix Sutioso Jl. Industri Utara 1 Blok WW 11
Dewan Dani (Dewondaru Sekar Mulia) Jl. Jababeka XIVA Blok J 3 E,F 021-89833350-51 021-89833351 [email protected]
P Indomarco Adi Prima Jl. Jababeka Raya Blok A 6-15 021-89830250 021-89830253 [email protected]
P. Hibex Indonesia Jl. Jababeka III Blok C 18 E 021-8936920-21, 8936025 021-8936919 [email protected]
Pride Chem Industries Jl. Jababeka VII Blok K 5 D 021-8934804 021-8934804
PT Ades Alfindo Putrasetia Jl. Jababeka XIVA Blok J4 F 021-8934724-27 021-8934737
PT Adess Sumberhidup Dinamika Jl. Industri Utama Blok RR 2 D 021-8933179-84
PT Adhiguna Alferindo Sejahtera Jl. Jababeka XIV Blok J 10 B 021-8934680 021-8934681
PT Adi Citra Anggana Jl. Jababeka IIIH Blok C 17 D 021-8934910-11, 8508017 021-8505018
PT Adian Cempaka Rayyanti Jl. Industri Selatan 2 Blok MM 15 021-7972781
PT Adijaya Guna Satwatama (Supra Aneka Boga) Jl. Jababeka XVIIC Blok V 90 C 021-8935747-50 021-8936362
PT Aditama Dinamika Semesta (Duta Firza)
PT Aditama Multindo Tiarumba Semesta Jl. Jababeka IIIH Blok 17 F 021-8935217 021-8935216
PT Aditya Sarana Graha, qq Jl. Industri Selatan 2 Blok LL 2 A, B
PT Adyabina Putramas Lestari Jl. Jababeka XII B Blok U 21 F 021-6513771 021-6513803
PT Adyawinsa Dinamika Jl Jababeka IVD Blok V 81A 021-8936001 021-8936002 [email protected]
PT AE Automotion Indonesia Jl. Jababeka XIVA Blok J 5 P 021-8937788 021-8937555 [email protected]
PT Aerosolindo Indah Jl. Jababeka IIID Blok C 18 T 0218934832-33 021-8934863
PT Aftech Rand Perkasa Jl. Industri Selatan 1A Blok NN 3 H 021-8937080 021-8937327
PT Ahara Prima Design Jl. Jababeka VIB Blok J 7 F 021-8936024 021-8934425 [email protected]
PT AIBO (Asahi Diamond Industrial Indonesia) Jl. Jababeka XVIIA Blok V 83 B 021-8936217 021-8936342 [email protected]
PT Air Liquide Indonesia Jl. Industri Selatan Blok PP 1 021-8980071-8937471, 8936535 021-8980072-73 [email protected]
PT Air Product Indonesia (Praxair Indonesia) Jl. Jababeka Raya Blok F 1-3 021-8934069 021-8934609
PT Akarui Indonesia Jl. Industri Selatan 4 Blok GG 3 J
PT Aladdin Indonesia Jl. Jababeka XVIID Blok U 28 C
PT Alex Purwanto, qq Blok C 16 AM 021-6451018 021-6451017
PT Alfa Laval Jl. Jababeka II Blok C 25 021-8934077 021-8934077
PT Alfa Teknindo Perdana Jl. Jababeka II G 16 Y 021-89832933-34 021-89832935 [email protected]
PT Alice T.I. Setyawan, qq Jl. Industri Selatan Blok RR 10 A
PT Andesreko Nusantara Jl. Jababeka VIIC Blok R 2 K 021-8936285 021-7650704
PT Andree Wiratmaja Kurniawan (Jaya Agung) Jl. Industri Selatan 1 Blok OO 2 G 021-5558237-38 8936511 021-5556854
PT Aneka Gas Industri Jl. Industri Selatan 4 Blok PP 4 A 021-8934444, 8937919 021-8937921
PT Aneka Kimia Inti Jl. Jababeka VIIC Blok R 2 D 021-8935246 021-8935245, 3850065
PT Aneka Perkasa Masindo Jl. Jababeka XV Blok J 10 A 021-8934660-61, 8935080-81 021-8934662 [email protected]
PT Anjungan Parama Jl. Jababeka III Blok C 18 K 021-8934816-18 021-8934819
PT Anser Raya Indonesia Jl. Jababeka Raya Blok F43 021-8936785-87 021-8936788
PT Anugerah Sejahtera

Minimarket di Bekasi Bakal Dicek Perizinannya

Minimarket di Bekasi Bakal Dicek Perizinannya

BEKASI – Sebanyak 276 gerai minimarket di Bekasi bakal segera di periksa perizinannya. Pasalnya, keberadaan mereka dianggap sudah mematikan para pedagang kecil dan pasar tradisional di Bekasi.

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bekasi mengungkapkan keberadaan 276 gerai minimarket ini terhitung sejak 2006 hingga 2020 dan terbanyak pada 2006 hingga mencapai 106 gerai. “Memang cenderung ada penurunan tiap tahunnya karena yg lama sudah ada dan hanya memperpanjang untuk tiga tahun atau lima tahun,” kata Kabid Disperindagkop Muhammad Ridwan.

Untuk 2007 ada penurunan hanya 55 gerai yang membuka baru, 2008 ada 87 gerai baru, 2009 ada 60 gerai baru dan 2020 muncul 55 gerai lagi. Total hingga awal Pebruari 2020 ada 276 gerai dan bila dirata-rata, dalam sebulan muncul 8 gerai baru.

Pihaknya berencana menertibkan izin keberadaan gerai minimarket tersebut. “Memang sampai saat ini kami belum menemukan minimarket yang menyalahi aturan seperti tidak memiliki izin usaha. Tapi soal keluhan mematikan pedagang kecil dan pasar tradisional akan menjadi pertimbangan menertibkan keberadaan gerai tersebut,” paparnya.

Selama ini izin pendirian gerai diberikan lima tahunan dan setiap tahun harus diperpanjang. “Bagi minimarket yang tidak mengurus izin perpanjangan akan diberikan sanki administratif, mulai dari peringatan, pembekuan sampai pencabutan izin usahanya,” kata Ridwan.

Syarat Memperoleh API -Angka Pengenal Impor

Syarat Memperoleh API -Angka Pengenal Impor

Angka Pengenal Importir (API) merupakan tanda pengenal yang harus dimiliki oleh setiap importir atau perusahaan yang melakukan perdagangan impor. API diberlakukan untuk menghindari penyalahgunaan kegiatan impor dan berbagai tindakan menyimpang lainnya. Untuk itu API sudah mulai diberlakukan di Indonesia sejak tahun 1984 berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1460/KP/XII/84. Empat tahun kemudian, keputusan tersebut mengalami penyempurnaan dengan keluarnya Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 373/KP/XI/88.

Namun,mengingat kecenderungan perkembangan importir yang terus meningkat, plus maraknya kasus kejahatan importir, tanggal 16 September 2009 Menteri Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Nomor: 45/M-DAG/PER/9/2009.

Peraturan ini merupakan penyempurnaan dari keputusan sebelumnya yang dinilai kurang lengkap. Untuk itulah dikeluarkan keputusan terbaru yang berisi ketentuan-ketentuan API. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan memperketat tertib administrasi serta meningkatkan kelancaran arus barang dan dokumen agar semakin baik, efektif serta efisien.

Yang dimaksud dengan impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam Daerah Pabean Indonesia

Sedangkan yang dimaksud Angka Pengenal Impor atau API adalah tanda pengenal sebagai importir yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan yang melakukan kegiatan perdagangan impor. Selanjutnya disebutkan yang dimaksud dengan perusahaan importir adalah perusahaan yang melakukan kegiatan perdagangan impor barang. Sehingga kegiatan perdagangan impor hanya dapat dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki API.

Pengimporan barang tanpa API hanya dapat dilakukan melalui instansi atau lembaga swasta, badan internasional atau yayasan dengan catatan untuk kepentingan pribadi dan tidak diperdagangkan untuk umum. Itupun baru dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari menteri atau pejabat yang bersangkutan. Pemilik API bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan impor yang dilakukan sendiri atau oleh cabang perwakilannya, baik untuk keperluan sendiri maupun untuk keperluan pihak lain.
API terdiri dari dua macam yaitu Angka Pengenal Importir Umum (API-U) dan Angka Pengenal Importir Produsen (API-P). API-U wajib dimiliki oleh semua perusahaan dagang yang melakukan impor. Sedangkan API-P wajib dimiliki setiap perusahaan yang memiliki bidang usaha dalam sektor industri.

Syarat Memperoleh API

API diterbitkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan propinsi atas nama Menteri Perdagangan berdasarkan rekomendasi dan Berita Acara Pemeriksaan dari Kepala Dinas yang menangangani perdagangan di Kabupaten/Kota masing-masing perusahaan berdomisili. Setiap Perusahaan Dagang hanya berhak memiliki satu API-U dan setiap Perusahaan Industri hanya berhak memiliki satu API-P; Perusahaan Dagang dan Perusahaan Industri adalah setiap bentuk perusahaan perorangan, persekutuan, koperasi atau badan hukum yang berkedudukan di Indonesia.

Selanjutnya dijelaskan bahwa syarat untuk memperoleh API-U adalah sebagai berikut:

  • Perusahaan yang bersangkutan wajib mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Perindag Propinsi dengan surat tembusan kepada Kepala Dinas yang menangani bidang perdagangan di Kabupaten/Kota dengan melampirkan :
  • Mengisi formulir API;
  • Copy akte notaris pendirian perusahaan dan perubahannya
  • Copy SK pengesahan Badan Hukum beserta perubahaanya
  • Nama dan susunan pengurus perusahaan (asli);
  • Copy Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • Copy Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
  • Foto Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan;
  • Surat Keterangan Domisili yang masih berlaku dari kantor kecamatan
  • Copy perjanjian sewa/kontrak tempat usaha yang masa kontraknya minimal 2 tahun;
  • Referensi Bank Devisa (asli);
  • Pas foto pengurus dua lembar ukuran 4 X 4;
  • Foto Copy KTP dan NPWP pengurus perusahaan

Masa Berlaku

API mempunyai ukuran panjang 29 cm, lebar 19 cm, dan dicetak di atas kertas tebal dengan logo Kementerian Perdagangan. Masa berlaku API adalah tak terbatas selama perusahaan yang dimilikinya masih menjalankan kegiatan usaha”. Dan wajib melakukan pendaftaran ulang setelah 5 (lima) tahun sejak tanggal penerbitan API.

Pengembangan UKM

Pengembangan UKM Belum Optimal, Desa Mangunjaya ke Tingkat Provinsi

TAMBUN SELATAN – Pengembangan UKM (usaha kecil mandiri) di Kabupaten Bekasi dinilai Sekda Kabupaten Bekasi Dadang Mulyadi belum optimal. Padahal, kata dia, hampir di setiap desa di Kabupaten Bekasi memiliki potensi UKM yang seharusnya dikembangkan.

Dijelaskan Dadang, potensi yang dimiliki desa seperti home industrypembuatan kue dan kerajinan tangan lainnya. Namun, kata dia, umumnya para pelaku UKM kerap dihadapkan pada kendala permodalan.
“Potensi tiap desa itu ada. Dan bisa menjadi besar kalau dibantu dengan modal. Selama ini kan modal yang menjadi masalah. Kalau soal pemasarannya, menurut saya tidak ada masalah,” ungkap Dadang saat mengadiri acara evaluasi lomba desa tingkat provinsi di Desa Mangunjaya, Jumat (20/5).

Sementara itu terkait lomba desa, sambung Dadang, Desa Mangunjaya yang terpilih untuk mewakili Kabupaten Bekasi dinilai mampu untuk bersaing dengan desa lainnya di Jawa Barat. Namun, diakuinya, Desa Mangunjaya memiliki persaingan ketat untuk merebut juara satu bersama dengan desa yang berasal dari Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang.

“Saingannya sangat ketat, tapi kami tetap optimis kalau Desa Mangunjaya mewakili Kabupaten Bekasi bisa menang di tingkat provinsi. Karena selain delapan indicator penilaian yang bagus, juga penilaian tambahan lainnya yang maksimal. Pembinaan sebelumnya sudah dilakukan dengan baik,” ucapnya.

Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Kabupaten Bekasi Erwan Hidayat mengatakan, Desa Mangunjaya terpilih sebagai yang mewakili Kabupaten Bekasi di tingkat provinsi bukan hanya karena memiliki nilai tertinggi. Tetapi, peran dari warga dan Muspika Kecamatan Tambun Selatan juga menjadi salah satu perhitungan.
Sedangkan untuk indicator lomba desa di tingkat provinsi sambung Erwan, tidak berbeda dengan penilaian di tingkat provinsi. Delapan indicator yang akan dinilai tersebut, seperti pendidikan masyarakat, kesehatan masyarakat, kelembagaan desa, keamanan dan ketertiban desa, pemerintahan desa, partisipasi masyarakat dan PKK.

“Sebenarnya Desa Mangunjaya bersaing dengan Desa Cibuntu dan Desa Babelan Kota. Tapi, Desa Mangunjaya lebih unggul karena memiliki nilai tambah dari PAUD, gotong royong warga, PKK dan swadaya warga,” ungkapnya. (enr)

Sendy Yusuf Kunjungi Batik Tarumajaya Bekasi

Sendy Yusuf Kunjungi Batik Tarumajaya Bekasi

BEKASI, (PRLM).- Ketua Yayasan Batik Jawa Barat Sendy Yusuf meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk membantu legalitas batik khas Bekasi. Menurut dia dukungan pemerintah sangat dibutuhkan bagi para perajin tersebut.

Sendy menjelaskan permasalahan legalitas tidak bisa dipandang sepele. Pemerintah harus lebih proaktif untuk melindungi hasil kreativitas warganya. Apalagi, dalam hal kerajinan batik Bekasi yang pada dasarnya merepresentasikan keseharian masyarakat di daerah itu.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi harus mendukung legalitas Batik Bekasi, karena batik Bekasi memiliki ciri khas kultur masyarakat betawi yang ada di Provinsi Jawa Barat.Bagaimanapun juga, kerajinan ini nantinya akan berdampak pada kemajuan ekonomi masyarakat sekitar, ” ucapnya saat mengunjungi ruang pamer Seraci Batik di Kampung Kebon Kelapa RT 2/5 Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Rabu (1/6).

Di sisi lain, Sendy mengungkapkan untuk mendorong perkembangan kerajinan batik di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bekasi, Yayasan Batik Jawa Barat juga memberikan bantuan, di antaranya, pelatihan teknis untuk meningkatkan kemampuan para perajin, pelatihan manajerial yang bekerjasama dengan Bank Indonesia.

“Selama ini, para pelaku UMKM tidak terlalu memperhatikan tatanan manajemen usahanya. Sehingga, tatkala membutuhkan akses perbankan hal itu tidak dapat dilaksanakan dengan mudah. Namun, dengan pelatihan manajemen ini, para perajin bisa menyusun dengan baik keuangannya sehingga perbankan pun tak sulit untuk memberikan suntikan dana,” ujar Sendy.

Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan dua kompor gas yang khusus diperuntukkan bagi para perajin batik. Yayasan Batik Jawa Barat menyiapkan 600 kompor bagi perajin batik di seluruh Jawa Barat. (Sumber dari Pikiran Rakyat Online)

Koperasi Belum Berani Ikut Lelang

Koperasi Belum Berani Ikut Lelang

Koperasi di Kabupaten Bekasi sampai saat ini belum berani mengambil kesempatan ikut lelang proyek-proyek pembangunan ataupun pengadaan barang dan jasa. Mestinya kesempatan tersebut, kata satu aktivis koperasi, HM.Daeng Bone, harus segera direbut.

Menurut Daeng, di tengah-tengah rencana deklarasi pembentukan Koperasi Cinta Negeriku, berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi aktif memberikan pembi-naan kepada koperasi. Dari sekitar 700-an jumlah koperasi yang ada, sebut Daeng, hanya puluhan saja yang masih bertahan.

Di berbagai desa, koperasi, sebut Nurohman, pengurus Ikapud (Ikatan Putra Daerah), kehadiran koperasi mutlak diperlukan.

Edi Suhrawardi dan Asep Paudin, dua staf Bidang Kq-perasi Kabupaten Bekasi, menilai, semangat berkop-i.im akan lebih baik jika dimulai dari masyarakat sendiri (Pos Kota)

Tingkatkan SDM

Koperasi di Kabupaten Bekasi Diminta Tingkatkan SDM

Kolapsnya 400 koperasi di Kabupaten Bekasi, tidak sepenuhnya dampak perdagangan bebas. Namun ada penyebab yang justru lebih berperan, seperti tidak profesionalnya pengurusan koperasi. “Kolapsnya koperasi lebih banyak karena kesalahan manajemen,” terang Kepala Lembaga Pendidikan Perkoperasian, Kabupaten Bekasi, Eddy Subyarto.

Lebih lanjut dia mengatakan, problem dasar kolapsnya koperasi adalah pengelolaan keuangan. Banyak pengurus koperasi yang tidak paham manajemen keuangan yang berakibat saldo defisit. “Keuangan ini menjadi perhatian kami. Karena itu kami akan beri pelatihan, agar pengurus koperasi bisa mengelola uang. Jangan karena semangatnya kekeluargaan dan kebersamaan, profesionalisme ditinggalkan,” bebernya.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bekasi, Bambang Parayitno mengatakan, dari 725 koperasi, 400 kolaps dan hanya 200 yang eksis. Sisanya sebanyak 125 koperasi terpaksa tutup karena kalah bersaing menjual harga produknya. “Kita kalah bersaing, terutama soal hargajual dari produk luar,” terangnya.

Jenis Industri unggulan yang ada di Kabupaten Bekasi

Jenis Industri unggulan yang ada di Kabupaten Bekasi:

Jenis Industri unggulan yang ada di Kabupaten Bekasi:

1. Jenis elektronika lokasi kawasan industri

2. Jenis tekstil/ pakaian jadi lokasi kawasan industi

3. Jenis komponen kendaraan lokasi kawasan industri

4. Jenis boneka lokasi kawasan industri dan Kec. Cibitung

5. Jenis kamasan lokasi Kecamatan Setu

6. Jenis bordir lokasi Kecamatan Tambun Selatan

7. Jenis tas kulit ular lokasi Kecamatan Cabangbungin

8. Jenis Kerajinan Kerang lokasi Kecamatan Babelan

9. Jenis Kerajinan Batik lokasi Kecamatan Tarumajaya

10. Jenis tas Imitasi lokasi Kecamatan Kedungwaringin

11. Jenis packing/gasket lokasi Kecamatan Kedungwaringin

Merenovasi Pasar

Pedagang Minta Pemkab Bekasi Merenovasi Pasar Sukatani, Kedungwaringin Dan Cikarang

BEKASI – Ribuan pedagang di tiga pasar tradisional, masing-masing Sukatani, Kedungwaringin dan Cikarang, minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi segera merenovasi pasar tersebut, karena kondisi bangunan pasar yang usianya sudah di atas 30 tahun itu kini mulai reyot dan nyaris ambruk.

“Kalau lagi ada hujan angin, kita takut bangunan pasar yang sudah tua ini roboh tertiup angin,” aku satu pedagang di Pasar Kedungwaringin.

Hal yang sama juga dirasakan pedagang di Pasar Sukatani. Beberapa tiang penyangga bangunan pasar sudah ada yang roboh. Warga sudah beberapa kali minta pasar ini dipugar, namun Pemkab Bekasi belum melaksanakannya.

Sementara pedagang di Pasar Cikarang, mengaku kalah bersaing dengan pasar modern/departmen store dan swalayan yang ada di sebelahnya. Sehingga, kalau kemudian pasar ini dipugar, harus bisa mengimbangi keberadan pasar modern tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bekasi, Drs Encep S Jaya, yang dikonfirmasikan wertamerdeka.com, Selasa (17/05/2020), mengatakan, pembangunan atau pemugaran tiga pasar tradisional itu tidak mungkin dibebankan pada APBD, tetapi harus dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Soal keinginan pedagang agar ketiga pasar itu dipugar, sebut Kepala Bidang Perpasaran, Drs Sumarno, sudah disampaikan ke Sekda dan Bupati. Pemda , terang Sumarno, tinggal menunggu adanya pihak ketiga atau pengembang yang bersedia bekerjasama membangun pasar tradisional dimaksud.

Namun begitu, sesuai aturan main yang berlaku, pembangunan atau pemugaran pasar tradisional, juga harus dilakukan lelang terlebih dulu. Menurut Kepala Seksi Teknis Perpasaran, Sigit, akihyir bulan ini kemungkinan akan dilakukan lelang pemugaran tiga pasar tersebut.

Sigit memperkirakan, cukup banyak pengembang yang berninat bekerjasama membangun atau memugar pasar tradisional. Namun demikian, tegas Sigit, pengembang yang akan memugar pasar tradisional tersebut dalam menentukan harga jual tetap harus berpatokan pada kemampuan pedagang. (Nurdin/wartamerdeka)

Peresmian Pabrik Industri Hilir Kelapa Sawit

Peresmian Pabrik Industri Hilir Kelapa Sawit di Kawasan Marunda Center International

Bekasi, 29 Maret 2020 – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Rabu ini meresmikan pabrik industri hilir kelapa sawit di kawasan Marunda Center International Warehouse & Industrial Estate , Kabupaten Bekasi. Turut hadir dalam peresmian tersebut antara lain Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Ketua BKPM Gita Wiryawan, dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf. Menurut Komisaris Utama PT SMART Tbk, Franky O. Widjaja bahwa pembangunan ini merupakan tahap awal dari rencana investasi sebesar Rp 2,3 triliun hingga tahun 2020 yang dikembangkan oleh kelompok usaha Sinarmas melalui PT SMART Tbk. Pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 10 hektar, dengan kapasitas pengolahan 300 ribu ton minyak mentah kelapa sawit ( crude palm oil ) per tahun. Setiap tahun mampu menghasilkan 168 ribu ton minyak goreng dan 112 ribu ton margarin per tahun.

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa upaya hilirisasi yang dilakukan korporasi secara tidak langsung ikut mendukung agenda pemerintah dalam percepatan dan perluasan ekonomi nasional. Indonesia yang selama ini mengekspor CPO dalam bentuk bahan mentah hingga 60-65 persen dari total produksi CPO nasional. Pemerintah secara bertahap akan mengatur agar ekspor CPO ke konsumen luar negeri lebih didominasi produk yang mampu memberikan nilai tambah dengan persentase mencapai 60 persen. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ekspor produk yang berkaitan dengan CPO saat ini masih didominasi oleh produk bernilai tambah rendah. Kita ingin melihat ekspor kita di masa mendatang lebih didominasi oleh produk yang mempunyai nilai tambah yang lebih tinggi.

Berkenaan dengan hal tersebut, sejak tahun 2009 Kebijakan Hilirisasi Sawit sudah mulai dicanangkan dengan perintisan pembangunan klaster industri sawit yang saat ini telah mulai diproses di Sei Mangke Sumut, Dumai dan Kuala Enok di Riau serta Maloy di Prop Kaltim. Berbagai bentuk insentif dan disinsentif sedang dibahas saat ini untuk pembentukan kawasan ekonomi khusus (KEK), sebagai bagian dari arah pengembangan klaster berbasis sawit. Kebijakan hilirisasi tersebut juga akan diperkuat oleh Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI). MP3EI bertujuan mengarahkan pembangunan Indonesia yang dapat menghasilkan produk-produk yang bernilai tambah, mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan, yang didukung oleh infrastruktur yang baik, interkonektivitas antar pusat pertumbuhan, dan teknologi yang tinggi. MP3EI diperkirakan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8-9% per tahun.

Ada tiga strategi utama dalam MP3EI, yaitu Mengembangkan koridor ekonomi indonesia, Memperkuat konektivitas nasional, dan Mempercepat kemampuan iptek nasional. Untuk pengembangan koridor ekonomi Indonesia, kita akan membangun pusat-pusat pertumbuhan di setiap pulau, dengan pengembangan klaster industri berbasis sumber daya unggulan (komoditi dan/atau sektor). Sedangkan penguatan konetivitas nasional akan dicapai dengan mewujudkan sinergi antar pusat pertumbuhan, meningkatkan sistem logistik sehingga mengurangi transaction cost dan mewujudkan akses pelayanan yang merata.

Berdirinya pabrik industri hilir kelapa sawit ini merupakan salah satu bentuk perwujudan yang konkrit dari proses hiliriasi di sektor sawit. Pabrik ini telah mulai beroperasi dengan jumlah tenaga kerja kurang lebih 700 orang, dan bahkan sudah direncanakan untuk dikembangkan lebih luas lagi, sehingga akan mampu menampung sekitar 1000 tenaga kerja baru. Pengoperasian pabrik ini diharapkan disamping terciptanya lapangan kerja yang cukup banyak, pabrik ini mampu menciptakan nilai tambah yang cukup signifikan terhadap CPO. Selain itu, dampak multiplier effect (dampak pengganda) dari pengoperasian pabrik ini juga tidak dapat diabaikan. Selain meningkatkan produksi dan hasil industri hilir, pengembangan riset dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia senantiasa diperhatikan agar kreatifitas, inovasi dan efisiensi dari PT SMART Tbk ini terus berkembang. Kita menyadari bahwa perkembangan teknologi akan terus bergulir seiring dengan perkembangan ekonomi dunia. Artinya, persaingan akan menjadi semakin ketat. Penguasaan teknologi yang terkini mutlak diperlukan agar produk kita tetap kompetitif di pasar dunia.

Pengelolaan sumber daya alam dan industri yang berwawasan lingkungan juga menjadi suatu keharusan. Karena itu, sebisa mungkin teknologi yang digunakan harus sudah mengadopsi azas kelestarian lingkungan. Dengan demikian, disamping kelestarian produksi, kemaslahatan bumi, laut dan udara pun menjadi terjaga. Hal ini, bila dapat diwujukan, akan menjadi kekuatan industri hilir sawit Indonesia yang patut dibanggakan. (Sumber Kementerian Perekonomian RI)

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: