Sistem Perdagangan Mata Uang Anjing Besar – Pengonversi Unit

Peringkat broker opsi biner:

Pengonversi Unit

Mengonversi Rupiah Indonesia [IDR] Frank Swiss [CHF]

Angular Acceleration

Lebih lanjut tentang Mata Uang

Gambaran Umum

Kata “mata uang” merujuk ke beberapa pengertian: serangkaian item yang digunakan untuk perdagangan, serangkaian bentuk uang yang diterbitkan oleh negara atau daerah tertentu, uang kertas, atau semua uang yang saat ini beredar di dunia.

Sejarah Mata Uang

Kebutuhan akan mata uang muncul dengan adanya perkembangan dalam perdagangan. Dulu, orang melakukan penukaran barang dan jasa berdasarkan sistem barter, di mana suatu produk atau jasa yang dihasilkan oleh seseorang ditukarkan untuk produk atau jasa yang dihasilkan orang lain. Kebutuhan akan berbagai macam produk masih rendah pada awal sejarah. Misalnya, jika seseorang membuat senjata seperti panah, dan orang lain memiliki keahlian dalam berburu, maka pertukaran makanan dengan senjata cukup mudah, karena mudah menemukan orang yang membutuhkan makanan serta orang yang membutuhkan senjata. Selain barter, masyarakat melakukan pertukaran hadiah, dan sebagian peneliti percaya bahwa hal ini memberikan jaminan bahwa penerima hadiah akan membalas budi di kemudian hari. Para antropolog memiliki perbedaan pendapat apakah hadiah dapat diberikan tanpa adanya harapan mendapatkan balasan, tetapi sepertinya terdapat sikap balasan di sebagian besar masyarakat yang menjadi bagian dari pemberian hadiah, baik itu diharapkan atau tidak.

Seiring berkembangnya kebutuhan manusia yang semakin rumit, maka semakin sulit menemukan orang yang menginginkan produk yang dihasilkan seseorang, dan pada saat yang sama memiliki produk yang diinginkan orang tersebut. Selain itu, dengan pertumbuhan pertanian, maka sulit untuk melakukan pertukaran antara dua hasil panen dengan waktu panen yang berbeda. Misalnya, sebuah keluarga yang menghasilkan hasil pertanian musim semi hanya dapat menukarkan hasil panen, sedang mereka membutuhkan hasil pertanian pada akhir musim panas, maka mereka tidak dapat memperoleh apa yang mereka butuhkan tanpa adanya suatu jenis alat tukar. Mata uang menjadi alat tukar yang penting.

Mata Uang pada Awal Sejarah

Pada awal penggunaan mata uang, orang mulai memperdagangkan barang yang tahan lama tetapi tidak mudah didapatkan, seperti kulit kerang atau gading. Ketika awal pertambangan berkembang, orang-orang memperdagangkan logam, kemudian logam mulia dan batu mulia, serta mutiara.

Di beberapa bagian Afrika, gelang logam khusus yang disebut dengan manilla diperdagangkan. Manilla ini bentuknya unik dengan gelang yang tidak bundar penuh, dengan ujungnya yang runcing, dan biasanya berhubungan dengan perdagangan budak. Jenis manilla tertentu hanya diterima di pasar tertentu, dan manilla biasanya dibuat di Eropa dan diekspor ke Afrika, meskipun beberapa manilla buatan orang Afrika juga ada. Sebagian orang kaya memakai manilla untuk memamerkan kekayaan mereka, dan memiliki gaya jalan tersendiri karena beratnya manilla yang mereka pakai. Fenomena seperti itu mirip dengan kebiasaan memakai perhiasan berlian atau emas yang masih dipraktikkan hingga sekarang di banyak negara.

Untuk memastikan bahwa nilai barang berharga yang ditukar selalu setara, orang mulai membuat koin dengan berat yang sudah ditentukan sebelumnya. Setiap koin memiliki tanda tersendiri, yang menunjukkan nilai dan pembuatnya. Akhirnya, untuk menghindari pemalsuan, koin-koin ini mulai dikeluarkan oleh pemerintah atau lembaga khusus yang dibentuk hanya untuk tujuan tersebut. Koin ini menjadi mata uang dari daerah tertentu. Mata uang membuat perdagangan di suatu daerah dan perdagangan antar daerah menjadi lebih mudah.

Pada awalnya, koin diperdagangkan berdasarkan berat nyata logam mulia yang digunakan untuk membuat koin tersebut. Oleh karena itu, negara yang memiliki persediaan logam yang lebih banyak memiliki koin yang lebih berat. Kemudian koin menjadi simbol nilai, tanpa dipengaruhi jumlah dan kelangkaan bahan yang digunakan untuk membuat koin tersebut. Koin ini dibuat di pabrik yang disebut dengan tempat percetakan uang logam. Gambar penguasa suatu negara sering muncul di sisi koin; hal ini telah dilakukan sejak periode Yunani Kuno dan Romawi.

Uang Kertas

Seiring meningkatnya jumlah barang yang diperdagangkan, maka meningkat juga jumlah koin yang perlu dibawa oleh para pedagang. Hal ini sungguh memberatkan dan berbahaya. Perampok dan bajak laut memburu koin ini, dan pedagang tidak hanya kehilangan barang dagangan mereka tetapi juga uang mereka ketika kapan tenggelam, bahkan jika kru kapal dapat menyelamatkan diri namun tidak mungkin menyelamatkan koin yang berat. Dengan adanya penemuan mesin cetak, maka orang dapat mencetak banyak lembar, kemudian seiring berjalannya waktu digunakanlah mata uang cetak yang disebut dengan uang kertas. Sebagian uang kertas pertama dibuat di Cina dan pada masa dunia Islam abad pertengahan, dan gagasan ini kemudian diadopsi oleh Eropa. Pada awalnya, uang kertas merupakan perjanjian utang antara bank dan nasabah, yang menyatakan bahwa uang kertas dapat ditukar dengan mata uang koin kapan saja. Akhirnya uang kertas ini menjadi mata uang dengan sendirinya. Sebagian uang kertas pertama dibuat dari kulit, sekitar abad ketujuh di Cina. Nilai pasar uang kertas, dengan pertimbangan bahan yang digunakan untuk membuatnya dan tenaga pengerjaannya, biasanya lebih rendah daripada nilai nominal uang kertas tersebut. Jenis mata uang ini disebut dengan uang kepercayaan, dan digunakan di sebagian besar negara di dunia.

Uang kertas membuat transaksi bisnis menjadi lebih efisien tetapi rawan terkena ancaman inflasi, karena pemerintah dapat mencetak mata uang kertas sebanyak yang diperlukan, dan meningkatnya jumlah uang kertas yang beredar membuatnya berkurang nilainya. Masalah ini masih relevan hingga sekarang karena beberapa pemerintahan masih terus melakukan praktik ini, meskipun mereka tahu bahwa inflasi tidak menentu.

Peringkat broker opsi biner:

Dalam sejarah, uang kertas dibuat dari berbagai macam bahan seperti kertas, kayu, kulit hewan, kulit anjing laut, sutera, dan kain lain. Bahkan kartu remi dan bidak catur pernah digunakan sebagai ganti uang kertas. Saat ini sebagian besar uang kertas terbuat dari kertas, tetapi beberapa negara menggunakan teknologi yang dikembangkan di Australia untuk membuat uang kertas polimer. Uang ini lebih awet dan aman dibandingkan dengan uang yang terbuat dari kertas. Salah satu polimer yang digunakan untuk uang kertas ini tahan air, sehingga uang kertas ini seharusnya tidak rusak ketika masuk mesin cuci. Sebagian besar uang kertas memiliki orientasi horizontal, tetapi sebagian lain dicetak secara tegak, untuk mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk menggunakan uang secara vertikal.

Kartu dan Perbankan Elektronik

Dengan pendirian berbagai bank, mata uang virtual pun diperkenalkan. Saat ini di banyak negara, kartu debit dan kartu kredit merupakan bentuk pembayaran yang dapat diterima. Beberapa vendor mulai menerima bentuk mata uang digital, mata uang kripto yang lain, khususnya Bitcoin. Sekalipun demikian, masih ada negara yang hanya menerima pembayaran dalam bentuk uang tunai.

Perusahaan kartu kredit dan penyedia uang elektronik online memungut biaya untuk konversi mata uang, namun sekarang orang dapat berbelanja di toko menggunakan satu mata uang, sedang memiliki uang atau kredit dalam mata uang lain, sehingga mempermudah belanja secara online dan internasional.

Mata Uang di Berbagai Negara

Sebagian besar negara memiliki mata uangnya sendiri, yang disebut dengan uang resmi, meskipun juga memungkinkan bahwa mata uang selain mata uang resmi juga diterima. Hal ini bisa saja dilakukan berdasarkan kebijakan pemerintah atau tanpa dasar hukum, hanya demi kenyamanan khususnya di kawasan wisata. Hal ini juga dapat terjadi yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah, yaitu di “pasar gelap”, meskipun terdapat hukuman untuk praktik semacam itu, seperti misalnya di Uni Soviet (Rusia). Selain pariwisata, mata uang asing sering digunakan di negara yang memiliki ekonomi kurang stabil, terutama ketika tingkat inflasi cukup tinggi.

Saat ini semua mata uang menggunakan kode tiga huruf sebagai cara untuk membedakan antar mata uang yang memiliki nama yang sama. Dua huruf pertama merujuk pada negara dan huruf ketiga sebagai huruf awal nama mata uang. Misalnya, kode untuk pound yang digunakan di Britania Raya adalah GBP, dan untuk rupee yang digunakan di India adalah INR.

Beberapa negara, terutama anggota Uni Eropa (UE), memilih untuk menggunakan mata uang yang sama antar sekelompok negara, dan euro dipilih untuk digunakan oleh beberapa negara anggota Uni Eropa. Meskipun strategi ini memiliki beberapa manfaat, seperti mempermudah perdagangan antar negara anggota, strategi ini juga menimbulkan masalah, karena masalah ekonomi di salah satu atau beberapa negara anggota akan memperlemah mata uang dan menyebabkan masalah ekonomi di negara anggota lainnya. Khususnya selama krisis keuangan yang mulai pada tahun 2008, ketika Yunani, Irlandia, Portugal, dan Spanyol serta beberapa negara Eropa sekitarnya yang memiliki hubungan ekonomi yang erat dengan anggota Uni Eropa, menjadi sangat tidak stabil, dan muncul ketakutan bahwa sistem perbankan dalam negeri negara-negara tersebut mengalami default, lalu utang pemerintah negara ini meningkat. Hal ini menyebabkan ketidakstabilan mata uang euro.

Nilai Tukar Tetap

Beberapa negara menetapkan atau memancangkan nilai tukar mata uang mereka ke mata uang internasional, misalnya ke dolar AS atau euro, pada suatu nilai tukar yang tidak berubah. Misalnya, dolar di Belize dipancangkan ke dolar AS pada kurs dua banding satu. Sebagian besar negara yang melakukan ini adalah negara dengan ekonomi lebih kecil, dan kebijakan ini membantu mereka mengendalikan inflasi. Sekalipun demikian, hingga tahun 2005 Cina juga merupakan salah satu negara dengan nilai tukar yuan yang tetap terhadap dolar AS. Dalam kasus Cina, nilai tukar tetap ditetapkan melalui perundang-undangan, yang melarang perdagangan pada nilai tukar berbeda. Strategi ini sulit dijalankan karena hal ini mendorong munculnya perdagangan mata uang pasar gelap. Pilihan lain dalam mempertahankan kurs tetap bagi suatu negara adalah dengan mengumpulkan persediaan mata uang asing dan dengan terlibat dalam perdagangan valuta asing, baik dengan membeli atau menjual mata uang dalam negeri seperlunya, untuk menjaga agar kurs tetap stabil.

Perdagangan Valuta Asing

Perdagangan mata uang di pasar valuta asing (FX) terjadi misalnya antara pihak swasta (pialang), perusahaan seperti pialang sekuritas, bank, perusahaan komersial biasa, dan pemerintah, yang tertarik dalam mempertahankan nilai tukar tetap. Terdapat sejumlah model yang ditawarkan untuk menjelaskan perubahan dalam nilai tukar, tetapi tidak ada satu pun yang akurat dalam memprediksi dan menjelaskan perubahan ini dalam jangka waktu yang lama. Trust dan reksadana, seperti dana pensiun, juga menginvestasikan uang dalam perdagangan valas (FX). Perdagagan dapat dilakukan oleh seseorang yang melacak perubahan di pasar secara manual atau secara elektronik. Nilai tukar pasangan mata uang tertentu mengalami fluktuasi berdasarkan banyak faktor, termasuk (namun tidak terbatas pada) ekonomi negara, dampak perdagangan terhadap nilai mata uang, dan lain sebagainya. Perdagangan dilakukan kapan saja antara pukul 20.15 GMT pada hari Minggu dan pukul 22.00 GMT pada hari Jumat.

Perdagangan valas memungkinkan perusahaan beroperasi secara internasional dan memberikan pendapatan bagi pialang yang didapat dengan membeli mata uang lebih murah dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Orang-orang yang terlibat dalam perdagangan valas sejak zaman dahulu memungut biaya untuk layanan pertukaran mata uang. Sekarang sekitar 39% perdagangan terjadi dalam jumlah besar antara bank dan pialang sekuritas. Karena volume perdagangan yang besar, mereka memiliki perbedaan yang lebih kecil antara harga beli (harga tertinggi yang harus dibayar pembeli) dan harga jual (harga yang akan diterima oleh penjual).

Beberapa mata uang diperdagangkan untuk digunakan oleh individu atau perusahaan, dalam operasi bisnis atau transaksi pribadi. Misalnya perusahaan pengiriman uang menyediakan layanan bagi individu untuk memperdagangkan mata uang dan menjualnya di luar negeri. Sekalipun demikian, sebagian besar perdagangan valuta asing bersifat spekulatif. Ini berarti bahwa mata uang dibeli berdasarkan pada harapan bahwa harganya akan turun nanti, kemudian dijual dengan harga lebih rendah untuk memperoleh laba. Sebagian pemain utama dalam pasar spekulatif adalah perusahaan investasi global. Oleh karena itu, pasar spekulatif memiliki dampak yang lebih kuat terhadap perubahan kurs mata uang. Dampak selanjutnya berasal dari operasi bisnis perusahaan sehari-hari dan individu.

Artikel ini ditulis oleh Kateryna Yuri.

Anda mungkin tertarik pada pengonversi lain dalam Pengonversi Satuan Umum grup:

Anda kesulitan menerjemahkan satuan pengukuran ke bahasa lainnya? Bantuan tersedia! Posting pertanyaan Anda di TCTerms dan Anda akan mendapatkan jawaban dari penerjemah teknis berpengalaman dalam hitungan menit.

Pengonversi Satuan Umum

Nilai Tukar Mata Uang

Nilai tukar antara dua mata uang juga dikenal sebagai nilai tukar asing (nilai FX) menentukan nilai satu mata uang dipandang dari mata uang lain untuk tujuan konversi. Sebagai contoh, nilai tukar dari 84 yen Jepang terhadap dollar Kanada berarti bahwa ¥84 berharga sama dengan CAD 1.

Ada dua cara umum untuk menentukan tingkat nilai tukar: kuotasi langsung dan tidak langsung.
• Kuotasi langsung : mata uang domestik yang diukur dari mata uang asing.
• Kuotasi tidak langsung: mata uang asing yang diukur dari mata uang domestik.

Dalam kuotasi langsung, yang juga dikenal dengan kuotasi harga, nilai tukar mata uang dalam negeri dinyatakan dalam nilai yang setara, misalnya, 1 atau 100 unit dari mata uang asing. Semakin tinggi nilai mata uang dalam negeri, maka semakin sedikit jumlah mata uang ini yang perlu ditukar dengan mata uang asing. Hal ini memberikan nilai tukar yang lebih rendah. Jika mata uang dalam negeri menjadi kurang bernilai, semakin sedikit jumlah mata uang asing yang perlu ditukar untuk jumlah yang sama dari mata uang dalam negeri. Oleh karena itu, nilai tukar langsung menjadi lebih tinggi dan mata uang dalam negeri mengalami depresiasi (penyusutan nilai). Dalam kuotasi langsung, perubahan nilai tukar berhubungan terbalik dengan perubahan nilai mata uang dalam negeri. Ketika nilai mata uang dalam negeri jatuh, nilai tukar langsung mengalami kenaikan dan begitu sebaliknya.

Dalam kuotasi tidak langsung, yang juga dikenal dengan kuotasi kuantitas, nilai tukar mata uang asing dinyatakan dalam nilai yang setara, misalnya, 1 atau 100 unit dari mata uang dalam negeri. Semakin tinggi nilai mata uang dalam negeri, maka semakin banyak jumlah mata uang asing yang perlu ditukar dengan mata uang dalam negeri. Hal ini memberikan nilai tukar yang lebih tinggi. Jika mata uang dalam negeri menjadi kurang bernilai, semakin sedikit jumlah mata uang asing yang perlu ditukar untuk jumlah yang sama dari mata uang dalam negeri. Oleh karena itu, nilai tukar tidak langsung menjadi lebih rendah dan mata uang dalam negeri mengalami depresiasi (penyusutan nilai). Dalam kuotasi tidak langsung, perubahan nilai tukar berhubungan lurus dengan perubahan nilai mata uang dalam negeri. Ketika nilai mata uang dalam negeri jatuh, nilai tukar tidak langsung mengalami penurunan dan begitu sebaliknya.

Dalam praktiknya, karena penggerak pasar yang menghubungkan pembeli dan penjual biasanya mengambil komisi, penukaran mata uang dengan kurs yang benar-benar sama dengan kuotasi sangat jarang dapat dilakukan. Hal ini diperoleh dengan menggunakan kurs “beli” dan kurs “jual”, yang sudah mencakup biaya overhead dan margin laba yang ditentukan oleh pedagang valuta asing. Oleh karena itu, jika seorang pialang ingin membeli mata uang asing, dia akan membelinya dengan harga lebih rendah, dan jika pialang tersebut menawarkan untuk menjual mata uang ini, dia akan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.

Ketika menggunakan pengonversi mata uang TranslatorsCafe.com, harap perhatikan bahwa pengonversi mata uang ini diberikan hanya sebagai informasi. Meskipun kami berusaha untuk memperoleh informasi yang paling akurat dan tepat waktu, nilai tukar berubah dengan cepat sekali. Oleh karena itu, TranslatorsCafe.com tidak menawarkan jaminan, baik secara eksplisit atau implisit, terkait dengan validitas, ketergunaan, atau ketepatan hasil yang diperoleh menggunakan pengonversi mata uang TranslatorsCafe.com. Harap perhatikan juga bahwa pembelian kartu kredit secara otomatis dikonversi ke mata uang Anda oleh perusahaan kartu kredit. Perusahaan kartu kredit meraup laba dari konversi (penukaran mata uang) lalu menggunakan nilai tukar yang sedikit berbeda.

Menggunakan Pengonversi Nilai Tukar Mata Uang

Pengonversi satuan online ini memungkinkan konversi yang cepat dan akurat antar banyak satuan pengukuran, dari satu sistem ke sistem lainnya. Laman Konversi Satuan menyediakan solusi bagi para insinyur, penerjemah, dan untuk siapa pun yang kegiatannya mengharuskan bekerja dengan kuantitas yang diukur dalam satuan berbeda.

Anda bisa menggunakan pengonversi online ini untuk mengonversi antar beberapa ratus satuan (termasuk metrik, Inggris dan Amerika) dalam 76 kategori, atau beberapa ribu pasang termasuk akselerasi, luas, listrik, energi, gaya, panjang, cahaya, massa, aliran massa, kepadatan, kapasitas massa, daya, tekanan, tegangan, suhu, waktu, torsi, kecepatan, kekentalan, volume dan kapasitas, aliran volume, dan masih banyak lagi.
Catatan: Bilangan bulat (angka tanpa desimal atau eksponen) dianggap akurat hingga 15 digit dan jumlah digit maksimum setelah titik desimal adalah 10.

Dalam kalkulator ini, lambang E digunakan untuk mewakili angka yang terlalu kecil atau terlalu besar. Lambang E adalah format alternatif dari lambang ilmiah a • 10 x . Misalnya: 1.103.000 = 1,103 • 10 6 = 1,103E+6. Di sini E (dari eksponen) mewakili “• 10^”, yaitu “kali sepuluh yang dinaikkan ke kekuatan ”. Lambang E umumnya digunakan dalam kalkulator dan oleh ilmuwan, matematikawan dan insinyur.

  • Pilih satuan untuk dikonversikan dalam kotak sebelah kiri yang berisi daftar satuan.
  • Pilih satuan untuk dikonversi dalam kotak sebelah kanan yang berisi daftar satuan.
  • Masukkan nilai (misalnya “15”) ke dalam kotak Dari di sebelah kiri.
  • Hasil akan muncul di kotak Hasil dan di kotak Ke.
  • Alternatifnya, Anda bisa masukkan nilai ke kotak Ke di sebelah kanan dan membaca hasil konversi di kotak Dari dan Hasil.

We work hard to ensure that the results presented by TranslatorsCafe.com converters and calculators are correct. However, we do not guarantee that our converters and calculators are free of errors. All of the content is provided “as is”, without warranty of any kind. Syarat dan Ketentuan.

Jika Anda dapati kesalahan dalam teks atau perhitungan, atau Anda membutuhkan pengonversi lainnya, yang tidak Anda temukan di sini, silakan beritahukan kami!

Pengonversi Unit

Nilai Tukar Mata Uang

Data Transmission and the Sampling Theorem

Lebih lanjut tentang Mata Uang

Gambaran Umum

Kata “mata uang” merujuk ke beberapa pengertian: serangkaian item yang digunakan untuk perdagangan, serangkaian bentuk uang yang diterbitkan oleh negara atau daerah tertentu, uang kertas, atau semua uang yang saat ini beredar di dunia.

Sejarah Mata Uang

Kebutuhan akan mata uang muncul dengan adanya perkembangan dalam perdagangan. Dulu, orang melakukan penukaran barang dan jasa berdasarkan sistem barter, di mana suatu produk atau jasa yang dihasilkan oleh seseorang ditukarkan untuk produk atau jasa yang dihasilkan orang lain. Kebutuhan akan berbagai macam produk masih rendah pada awal sejarah. Misalnya, jika seseorang membuat senjata seperti panah, dan orang lain memiliki keahlian dalam berburu, maka pertukaran makanan dengan senjata cukup mudah, karena mudah menemukan orang yang membutuhkan makanan serta orang yang membutuhkan senjata. Selain barter, masyarakat melakukan pertukaran hadiah, dan sebagian peneliti percaya bahwa hal ini memberikan jaminan bahwa penerima hadiah akan membalas budi di kemudian hari. Para antropolog memiliki perbedaan pendapat apakah hadiah dapat diberikan tanpa adanya harapan mendapatkan balasan, tetapi sepertinya terdapat sikap balasan di sebagian besar masyarakat yang menjadi bagian dari pemberian hadiah, baik itu diharapkan atau tidak.

Seiring berkembangnya kebutuhan manusia yang semakin rumit, maka semakin sulit menemukan orang yang menginginkan produk yang dihasilkan seseorang, dan pada saat yang sama memiliki produk yang diinginkan orang tersebut. Selain itu, dengan pertumbuhan pertanian, maka sulit untuk melakukan pertukaran antara dua hasil panen dengan waktu panen yang berbeda. Misalnya, sebuah keluarga yang menghasilkan hasil pertanian musim semi hanya dapat menukarkan hasil panen, sedang mereka membutuhkan hasil pertanian pada akhir musim panas, maka mereka tidak dapat memperoleh apa yang mereka butuhkan tanpa adanya suatu jenis alat tukar. Mata uang menjadi alat tukar yang penting.

Mata Uang pada Awal Sejarah

Pada awal penggunaan mata uang, orang mulai memperdagangkan barang yang tahan lama tetapi tidak mudah didapatkan, seperti kulit kerang atau gading. Ketika awal pertambangan berkembang, orang-orang memperdagangkan logam, kemudian logam mulia dan batu mulia, serta mutiara.

Di beberapa bagian Afrika, gelang logam khusus yang disebut dengan manilla diperdagangkan. Manilla ini bentuknya unik dengan gelang yang tidak bundar penuh, dengan ujungnya yang runcing, dan biasanya berhubungan dengan perdagangan budak. Jenis manilla tertentu hanya diterima di pasar tertentu, dan manilla biasanya dibuat di Eropa dan diekspor ke Afrika, meskipun beberapa manilla buatan orang Afrika juga ada. Sebagian orang kaya memakai manilla untuk memamerkan kekayaan mereka, dan memiliki gaya jalan tersendiri karena beratnya manilla yang mereka pakai. Fenomena seperti itu mirip dengan kebiasaan memakai perhiasan berlian atau emas yang masih dipraktikkan hingga sekarang di banyak negara.

Untuk memastikan bahwa nilai barang berharga yang ditukar selalu setara, orang mulai membuat koin dengan berat yang sudah ditentukan sebelumnya. Setiap koin memiliki tanda tersendiri, yang menunjukkan nilai dan pembuatnya. Akhirnya, untuk menghindari pemalsuan, koin-koin ini mulai dikeluarkan oleh pemerintah atau lembaga khusus yang dibentuk hanya untuk tujuan tersebut. Koin ini menjadi mata uang dari daerah tertentu. Mata uang membuat perdagangan di suatu daerah dan perdagangan antar daerah menjadi lebih mudah.

Pada awalnya, koin diperdagangkan berdasarkan berat nyata logam mulia yang digunakan untuk membuat koin tersebut. Oleh karena itu, negara yang memiliki persediaan logam yang lebih banyak memiliki koin yang lebih berat. Kemudian koin menjadi simbol nilai, tanpa dipengaruhi jumlah dan kelangkaan bahan yang digunakan untuk membuat koin tersebut. Koin ini dibuat di pabrik yang disebut dengan tempat percetakan uang logam. Gambar penguasa suatu negara sering muncul di sisi koin; hal ini telah dilakukan sejak periode Yunani Kuno dan Romawi.

Uang Kertas

Seiring meningkatnya jumlah barang yang diperdagangkan, maka meningkat juga jumlah koin yang perlu dibawa oleh para pedagang. Hal ini sungguh memberatkan dan berbahaya. Perampok dan bajak laut memburu koin ini, dan pedagang tidak hanya kehilangan barang dagangan mereka tetapi juga uang mereka ketika kapan tenggelam, bahkan jika kru kapal dapat menyelamatkan diri namun tidak mungkin menyelamatkan koin yang berat. Dengan adanya penemuan mesin cetak, maka orang dapat mencetak banyak lembar, kemudian seiring berjalannya waktu digunakanlah mata uang cetak yang disebut dengan uang kertas. Sebagian uang kertas pertama dibuat di Cina dan pada masa dunia Islam abad pertengahan, dan gagasan ini kemudian diadopsi oleh Eropa. Pada awalnya, uang kertas merupakan perjanjian utang antara bank dan nasabah, yang menyatakan bahwa uang kertas dapat ditukar dengan mata uang koin kapan saja. Akhirnya uang kertas ini menjadi mata uang dengan sendirinya. Sebagian uang kertas pertama dibuat dari kulit, sekitar abad ketujuh di Cina. Nilai pasar uang kertas, dengan pertimbangan bahan yang digunakan untuk membuatnya dan tenaga pengerjaannya, biasanya lebih rendah daripada nilai nominal uang kertas tersebut. Jenis mata uang ini disebut dengan uang kepercayaan, dan digunakan di sebagian besar negara di dunia.

Uang kertas membuat transaksi bisnis menjadi lebih efisien tetapi rawan terkena ancaman inflasi, karena pemerintah dapat mencetak mata uang kertas sebanyak yang diperlukan, dan meningkatnya jumlah uang kertas yang beredar membuatnya berkurang nilainya. Masalah ini masih relevan hingga sekarang karena beberapa pemerintahan masih terus melakukan praktik ini, meskipun mereka tahu bahwa inflasi tidak menentu.

Dalam sejarah, uang kertas dibuat dari berbagai macam bahan seperti kertas, kayu, kulit hewan, kulit anjing laut, sutera, dan kain lain. Bahkan kartu remi dan bidak catur pernah digunakan sebagai ganti uang kertas. Saat ini sebagian besar uang kertas terbuat dari kertas, tetapi beberapa negara menggunakan teknologi yang dikembangkan di Australia untuk membuat uang kertas polimer. Uang ini lebih awet dan aman dibandingkan dengan uang yang terbuat dari kertas. Salah satu polimer yang digunakan untuk uang kertas ini tahan air, sehingga uang kertas ini seharusnya tidak rusak ketika masuk mesin cuci. Sebagian besar uang kertas memiliki orientasi horizontal, tetapi sebagian lain dicetak secara tegak, untuk mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk menggunakan uang secara vertikal.

Kartu dan Perbankan Elektronik

Dengan pendirian berbagai bank, mata uang virtual pun diperkenalkan. Saat ini di banyak negara, kartu debit dan kartu kredit merupakan bentuk pembayaran yang dapat diterima. Beberapa vendor mulai menerima bentuk mata uang digital, mata uang kripto yang lain, khususnya Bitcoin. Sekalipun demikian, masih ada negara yang hanya menerima pembayaran dalam bentuk uang tunai.

Perusahaan kartu kredit dan penyedia uang elektronik online memungut biaya untuk konversi mata uang, namun sekarang orang dapat berbelanja di toko menggunakan satu mata uang, sedang memiliki uang atau kredit dalam mata uang lain, sehingga mempermudah belanja secara online dan internasional.

Mata Uang di Berbagai Negara

Sebagian besar negara memiliki mata uangnya sendiri, yang disebut dengan uang resmi, meskipun juga memungkinkan bahwa mata uang selain mata uang resmi juga diterima. Hal ini bisa saja dilakukan berdasarkan kebijakan pemerintah atau tanpa dasar hukum, hanya demi kenyamanan khususnya di kawasan wisata. Hal ini juga dapat terjadi yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah, yaitu di “pasar gelap”, meskipun terdapat hukuman untuk praktik semacam itu, seperti misalnya di Uni Soviet (Rusia). Selain pariwisata, mata uang asing sering digunakan di negara yang memiliki ekonomi kurang stabil, terutama ketika tingkat inflasi cukup tinggi.

Saat ini semua mata uang menggunakan kode tiga huruf sebagai cara untuk membedakan antar mata uang yang memiliki nama yang sama. Dua huruf pertama merujuk pada negara dan huruf ketiga sebagai huruf awal nama mata uang. Misalnya, kode untuk pound yang digunakan di Britania Raya adalah GBP, dan untuk rupee yang digunakan di India adalah INR.

Beberapa negara, terutama anggota Uni Eropa (UE), memilih untuk menggunakan mata uang yang sama antar sekelompok negara, dan euro dipilih untuk digunakan oleh beberapa negara anggota Uni Eropa. Meskipun strategi ini memiliki beberapa manfaat, seperti mempermudah perdagangan antar negara anggota, strategi ini juga menimbulkan masalah, karena masalah ekonomi di salah satu atau beberapa negara anggota akan memperlemah mata uang dan menyebabkan masalah ekonomi di negara anggota lainnya. Khususnya selama krisis keuangan yang mulai pada tahun 2008, ketika Yunani, Irlandia, Portugal, dan Spanyol serta beberapa negara Eropa sekitarnya yang memiliki hubungan ekonomi yang erat dengan anggota Uni Eropa, menjadi sangat tidak stabil, dan muncul ketakutan bahwa sistem perbankan dalam negeri negara-negara tersebut mengalami default, lalu utang pemerintah negara ini meningkat. Hal ini menyebabkan ketidakstabilan mata uang euro.

Nilai Tukar Tetap

Beberapa negara menetapkan atau memancangkan nilai tukar mata uang mereka ke mata uang internasional, misalnya ke dolar AS atau euro, pada suatu nilai tukar yang tidak berubah. Misalnya, dolar di Belize dipancangkan ke dolar AS pada kurs dua banding satu. Sebagian besar negara yang melakukan ini adalah negara dengan ekonomi lebih kecil, dan kebijakan ini membantu mereka mengendalikan inflasi. Sekalipun demikian, hingga tahun 2005 Cina juga merupakan salah satu negara dengan nilai tukar yuan yang tetap terhadap dolar AS. Dalam kasus Cina, nilai tukar tetap ditetapkan melalui perundang-undangan, yang melarang perdagangan pada nilai tukar berbeda. Strategi ini sulit dijalankan karena hal ini mendorong munculnya perdagangan mata uang pasar gelap. Pilihan lain dalam mempertahankan kurs tetap bagi suatu negara adalah dengan mengumpulkan persediaan mata uang asing dan dengan terlibat dalam perdagangan valuta asing, baik dengan membeli atau menjual mata uang dalam negeri seperlunya, untuk menjaga agar kurs tetap stabil.

Perdagangan Valuta Asing

Perdagangan mata uang di pasar valuta asing (FX) terjadi misalnya antara pihak swasta (pialang), perusahaan seperti pialang sekuritas, bank, perusahaan komersial biasa, dan pemerintah, yang tertarik dalam mempertahankan nilai tukar tetap. Terdapat sejumlah model yang ditawarkan untuk menjelaskan perubahan dalam nilai tukar, tetapi tidak ada satu pun yang akurat dalam memprediksi dan menjelaskan perubahan ini dalam jangka waktu yang lama. Trust dan reksadana, seperti dana pensiun, juga menginvestasikan uang dalam perdagangan valas (FX). Perdagagan dapat dilakukan oleh seseorang yang melacak perubahan di pasar secara manual atau secara elektronik. Nilai tukar pasangan mata uang tertentu mengalami fluktuasi berdasarkan banyak faktor, termasuk (namun tidak terbatas pada) ekonomi negara, dampak perdagangan terhadap nilai mata uang, dan lain sebagainya. Perdagangan dilakukan kapan saja antara pukul 20.15 GMT pada hari Minggu dan pukul 22.00 GMT pada hari Jumat.

Perdagangan valas memungkinkan perusahaan beroperasi secara internasional dan memberikan pendapatan bagi pialang yang didapat dengan membeli mata uang lebih murah dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Orang-orang yang terlibat dalam perdagangan valas sejak zaman dahulu memungut biaya untuk layanan pertukaran mata uang. Sekarang sekitar 39% perdagangan terjadi dalam jumlah besar antara bank dan pialang sekuritas. Karena volume perdagangan yang besar, mereka memiliki perbedaan yang lebih kecil antara harga beli (harga tertinggi yang harus dibayar pembeli) dan harga jual (harga yang akan diterima oleh penjual).

Beberapa mata uang diperdagangkan untuk digunakan oleh individu atau perusahaan, dalam operasi bisnis atau transaksi pribadi. Misalnya perusahaan pengiriman uang menyediakan layanan bagi individu untuk memperdagangkan mata uang dan menjualnya di luar negeri. Sekalipun demikian, sebagian besar perdagangan valuta asing bersifat spekulatif. Ini berarti bahwa mata uang dibeli berdasarkan pada harapan bahwa harganya akan turun nanti, kemudian dijual dengan harga lebih rendah untuk memperoleh laba. Sebagian pemain utama dalam pasar spekulatif adalah perusahaan investasi global. Oleh karena itu, pasar spekulatif memiliki dampak yang lebih kuat terhadap perubahan kurs mata uang. Dampak selanjutnya berasal dari operasi bisnis perusahaan sehari-hari dan individu.

Artikel ini ditulis oleh Kateryna Yuri.

Anda mungkin tertarik pada pengonversi lain dalam Pengonversi Satuan Umum grup:

Anda kesulitan menerjemahkan satuan pengukuran ke bahasa lainnya? Bantuan tersedia! Posting pertanyaan Anda di TCTerms dan Anda akan mendapatkan jawaban dari penerjemah teknis berpengalaman dalam hitungan menit.

Pengonversi Satuan Umum

Nilai Tukar Mata Uang

Nilai tukar antara dua mata uang juga dikenal sebagai nilai tukar asing (nilai FX) menentukan nilai satu mata uang dipandang dari mata uang lain untuk tujuan konversi. Sebagai contoh, nilai tukar dari 84 yen Jepang terhadap dollar Kanada berarti bahwa ¥84 berharga sama dengan CAD 1.

Ada dua cara umum untuk menentukan tingkat nilai tukar: kuotasi langsung dan tidak langsung.
• Kuotasi langsung : mata uang domestik yang diukur dari mata uang asing.
• Kuotasi tidak langsung: mata uang asing yang diukur dari mata uang domestik.

Dalam kuotasi langsung, yang juga dikenal dengan kuotasi harga, nilai tukar mata uang dalam negeri dinyatakan dalam nilai yang setara, misalnya, 1 atau 100 unit dari mata uang asing. Semakin tinggi nilai mata uang dalam negeri, maka semakin sedikit jumlah mata uang ini yang perlu ditukar dengan mata uang asing. Hal ini memberikan nilai tukar yang lebih rendah. Jika mata uang dalam negeri menjadi kurang bernilai, semakin sedikit jumlah mata uang asing yang perlu ditukar untuk jumlah yang sama dari mata uang dalam negeri. Oleh karena itu, nilai tukar langsung menjadi lebih tinggi dan mata uang dalam negeri mengalami depresiasi (penyusutan nilai). Dalam kuotasi langsung, perubahan nilai tukar berhubungan terbalik dengan perubahan nilai mata uang dalam negeri. Ketika nilai mata uang dalam negeri jatuh, nilai tukar langsung mengalami kenaikan dan begitu sebaliknya.

Dalam kuotasi tidak langsung, yang juga dikenal dengan kuotasi kuantitas, nilai tukar mata uang asing dinyatakan dalam nilai yang setara, misalnya, 1 atau 100 unit dari mata uang dalam negeri. Semakin tinggi nilai mata uang dalam negeri, maka semakin banyak jumlah mata uang asing yang perlu ditukar dengan mata uang dalam negeri. Hal ini memberikan nilai tukar yang lebih tinggi. Jika mata uang dalam negeri menjadi kurang bernilai, semakin sedikit jumlah mata uang asing yang perlu ditukar untuk jumlah yang sama dari mata uang dalam negeri. Oleh karena itu, nilai tukar tidak langsung menjadi lebih rendah dan mata uang dalam negeri mengalami depresiasi (penyusutan nilai). Dalam kuotasi tidak langsung, perubahan nilai tukar berhubungan lurus dengan perubahan nilai mata uang dalam negeri. Ketika nilai mata uang dalam negeri jatuh, nilai tukar tidak langsung mengalami penurunan dan begitu sebaliknya.

Dalam praktiknya, karena penggerak pasar yang menghubungkan pembeli dan penjual biasanya mengambil komisi, penukaran mata uang dengan kurs yang benar-benar sama dengan kuotasi sangat jarang dapat dilakukan. Hal ini diperoleh dengan menggunakan kurs “beli” dan kurs “jual”, yang sudah mencakup biaya overhead dan margin laba yang ditentukan oleh pedagang valuta asing. Oleh karena itu, jika seorang pialang ingin membeli mata uang asing, dia akan membelinya dengan harga lebih rendah, dan jika pialang tersebut menawarkan untuk menjual mata uang ini, dia akan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.

Ketika menggunakan pengonversi mata uang TranslatorsCafe.com, harap perhatikan bahwa pengonversi mata uang ini diberikan hanya sebagai informasi. Meskipun kami berusaha untuk memperoleh informasi yang paling akurat dan tepat waktu, nilai tukar berubah dengan cepat sekali. Oleh karena itu, TranslatorsCafe.com tidak menawarkan jaminan, baik secara eksplisit atau implisit, terkait dengan validitas, ketergunaan, atau ketepatan hasil yang diperoleh menggunakan pengonversi mata uang TranslatorsCafe.com. Harap perhatikan juga bahwa pembelian kartu kredit secara otomatis dikonversi ke mata uang Anda oleh perusahaan kartu kredit. Perusahaan kartu kredit meraup laba dari konversi (penukaran mata uang) lalu menggunakan nilai tukar yang sedikit berbeda.

Menggunakan Pengonversi Nilai Tukar Mata Uang

Pengonversi satuan online ini memungkinkan konversi yang cepat dan akurat antar banyak satuan pengukuran, dari satu sistem ke sistem lainnya. Laman Konversi Satuan menyediakan solusi bagi para insinyur, penerjemah, dan untuk siapa pun yang kegiatannya mengharuskan bekerja dengan kuantitas yang diukur dalam satuan berbeda.

Anda bisa menggunakan pengonversi online ini untuk mengonversi antar beberapa ratus satuan (termasuk metrik, Inggris dan Amerika) dalam 76 kategori, atau beberapa ribu pasang termasuk akselerasi, luas, listrik, energi, gaya, panjang, cahaya, massa, aliran massa, kepadatan, kapasitas massa, daya, tekanan, tegangan, suhu, waktu, torsi, kecepatan, kekentalan, volume dan kapasitas, aliran volume, dan masih banyak lagi.
Catatan: Bilangan bulat (angka tanpa desimal atau eksponen) dianggap akurat hingga 15 digit dan jumlah digit maksimum setelah titik desimal adalah 10.

Dalam kalkulator ini, lambang E digunakan untuk mewakili angka yang terlalu kecil atau terlalu besar. Lambang E adalah format alternatif dari lambang ilmiah a • 10 x . Misalnya: 1.103.000 = 1,103 • 10 6 = 1,103E+6. Di sini E (dari eksponen) mewakili “• 10^”, yaitu “kali sepuluh yang dinaikkan ke kekuatan ”. Lambang E umumnya digunakan dalam kalkulator dan oleh ilmuwan, matematikawan dan insinyur.

  • Dalam daftar di sebelah kanan, pilih unit untuk dikonversikan.
  • Masukkan nilai (misalnya, “20”) ke dalam kotak input pasangannya.
  • Hasil konversi akan langsung muncul di semua kotak satuan.
  • Temukan satuan untuk dikonversi dalam daftar dan baca nilai terhitungnya.
  • Alternatifnya, Anda bisa masukkan nilai ke kotak input sebelah kanan dan hasil konversi akan langsung dihitung kembali.

We work hard to ensure that the results presented by TranslatorsCafe.com converters and calculators are correct. However, we do not guarantee that our converters and calculators are free of errors. All of the content is provided “as is”, without warranty of any kind. Syarat dan Ketentuan.

Jika Anda dapati kesalahan dalam teks atau perhitungan, atau Anda membutuhkan pengonversi lainnya, yang tidak Anda temukan di sini, silakan beritahukan kami!

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: