Strategi Di Pasar Forex – Strategi Fundamental Untuk Trader Tipe Scalper

Peringkat broker opsi biner:

Strategi Scalping: Pengertian dan Cara Trading Praktis

Perbedaan Scalping Dengan Strategi Forex Lainnya

Kebanyakan trader forex membiarkan posisi trading terbuka dalam kurun waktu cukup lama (antara beberapa jam hingga beberapa hari) untuk mendapatkan keuntungan pips yang besar, antara 20 hingga 1000 pips. Namun, Scalping berbeda karena mengincar keuntungan kecil yang bisa dipanen dalam hitungan menit saja.

Untuk mengkompensasi rendahnya keuntungan rata-rata per posisi, trader bisa memperbesar lot yang digunakan setiap kali trading atau meningkatkan frekuensi trading. Karenanya, seorang Scalper bisa buka-tutup posisi trading antara 10 hingga ratusan kali dalam sehari.

Scalper memerlukan ketepatan dan tingkat konsentrasi yang tinggi untuk mendapat keuntungan di pasar forex yang bergerak dengan cepat. Jadi, strategi Scalping tidak dapat dilakukan selama jam kantor atau ketika trader tidak bisa fokus pada platform trading.

Cara Trading Scalping

Untuk mengaplikasikan strategi Scalping, trader perlu memperhatikan empat faktor:

  • Pastikan komputer terhubung dengan koneksi internet yang handal (tidak mudah putus atau lambat), karena strategi Scalping mengutamakan kecepatan dan presisi eksekusi.
  • Mendaftarlah ke broker forex yang memperbolehkan Scalping. Sebaiknya, broker tersebut bersistem ECN atau menggratiskan biaya komisi, dengan Floating Spread mulai dari 0 pips.
  • Pilih mata uang yang memiliki volatilitas tinggi dan spread rendah. Biasanya Major Pair, seperti EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, dan AUD/USD.
  • Susun sistem trading yang mampu berfungsi baik di timeframe rendah (antara M1-M30).

Ada banyak kombinasi indikator teknikal yang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan strategi Scalping. Sebagai contoh, di sini kita akan menerapkan sebuah sistem yang mengombinasikan beberapa Moving Average.

Buka platform trading, pilih pasangan mata uang tertentu, lalu tentukan timeframe M1 (1 Menit). Misalnya EUR/USD, USD/JPY, atau AUD/USD. Pasang tiga indikator teknikal: Exponential Moving Average (EMA) dengan period 12, EMA dengan period 26, dan Simple Moving Average (SMA) dengan period 55. Selanjutnya, ikuti aturan:

  • Buy jika ada EMA-26 dan SMA-55 melintasi SMA-55 dari bawah ke atas. Pasang Stop Loss di bawah swing low terakhir. Tutup posisi trading ini setelah profit 5-15 pips.
  • Sell jika ada EMA-12 dan EMA-26 melintasi SMA-55 dari atas ke bawah. Pasang Stop Loss di bawah swing high terakhir. Tutup posisi trading ini setelah profit 5-15 pips.

Hasilnya seperti dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Perhatikan bahwa dengan setting Moving Average ini, trader sudah mendapatkan tiga peluang trading dalam tempo kurang dari tiga jam antara 05:45-07:30. Apabila sistem ini dinilai kurang optimal, Anda dapat menyimak artikel Strategi Sederhana Untuk Scalping atau mengunduh buku Lima Strategi Trading Untuk Scalper untuk mengetahui bermacam-macam kombinasi indikator lainnya.

Keuntungan dan Kekurangan Scalping

Bila Anda kurang memahami istilah khusus dalam forex di halaman ini seperti scalping, spread, dan pip, Anda bisa mengunjungi Kamus Forex. Manfaatkan Kamus Forex saat Anda menemui kosakata baru demi pemahaman yang lebih optimal.

Mengenal Berbagai Tipe Trader Forex yang Berada di Dalam Pasar Forex

Trader-trader yang bekecimpung dalam dunia trading forex sangatlah banyak dan aktivitas trading-nya dilakukan dalam skala global. Dari trader yang banyak itu pun, ada berbagai tipe trader yang menghuni pasar forex. Ada trader tipe apa sajakah dalam transaksi forex? Mari kita simak artikel berikut.

Peringkat broker opsi biner:

Tipe-tipe Trader Forex

Dalam melakukan trading forex, ada berbagai tipe trader yang dapat kita jumpai. Ada berbagai macam tipe dan karakter trader dalam mengambil keputusan jual dan beli. Ada pula berbagai macam trader yang memiliki jangka waktu trading yang berbeda.

Tradertrader tersebut memiliki dasar analisis masing-masing dalam menentukan langkah untuk mengejar keuntungan, dan memiliki pertimbangan yang berbeda pula dalam memandang jangka waktu tradingnya.

Tipe trading erat kaitannya dengan karakter seorang trader forex. Karakter masing-masing trader forex sendiri juga berbeda satu sama lain, Itulah sebabnya tipe trading-nya pun juga berbeda-beda. Namun begitu, masih banyak trader forex yang tidak mengetahui tipe trader seperti apa mereka sebenarnya.

Bagi trader forex, khususnya pemula, sangat penting mengetahui tipe-tipe trading agar bisa mengetahui metode seperti apa yang cocok baginya. Secara umum, tradertrader yang terjun dalam trading forex dapat dikelompokkan dalam 2 jenis kategori, yaitu:

  • Berdasarkan Perilaku Transaksi
    • Trader Fundamental
    • Trader Teknikal
    • TraderMix/Sentiment
    • Trader Spekulan
    • Trader Plin-Plan
  • Berdasarkan Jangka Waktu Transaksi
    • Scalper
    • Daytrader
    • Swinger

Trader Berdasarkan Perilaku Transaksi

Transaksi jual beli adalah aktivitas yang krusial dalam melakukan trading forex. Motivasi seorang trader melakukan sebuah transaksi pun beragam antara satu trader dengan yang lainnya. Di bawah berikut adalah berbagai kategori trader berdasarkan perbedaan pengambilan keputusan transaksinya.

#1 Trader Fundamental

Trader Fundamental adalah trader yang menggunakan analisis fundamental sebagai metode analisisnya dan tidak melihat sisi analisis teknikalnya sama sekali. Trader ini akan memusatkan perhatiannya pada berbagai data atau berita ekonomi dalam pengambilan keputusannya.

Ia akan melihat berita yang terkait dengan mata uang tertentu sebelum melakukan transaksi. Selain kejadian ekonomi dan politik pun, biasanya trader tipe ini juga mengamati transaksi ekspor impor antar negara karena hal tersebut akan berpengaruh pada penguatan atau melemahnya kurs mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain.

Pada dasarnya analisis fundamental lebih cocok untuk dipergunakan untuk trading jangka panjang. Memang ada beberapa data ekonomi yang bisa dimanfaatkan untuk trading jangka pendek, namun sifatnya hanya insidental saja, misalnya efek keputusan suku bunga dari bank sentral.

Jika beberapa metode trading berdasar pada analisa yang dilakukan secara singkat, maka analisis fundamental bisa saja tidak mengalami perubahan hingga berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan. Mungkin juga dalam hitungan tahun.

Jadi tidak perlu heran jika ada trader fundamental bisa menahan posisi mereka selama berhari-hari, berbulan-bulan, atau bahkan mungkin bertahun-tahun.

Free Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham untuk Pemula

Trader fundamental biasanya bermain untuk jangka panjang dan modal yang cukup besar. Seringkali keputusan mereka ternyata berlawanan arah dengan harga pasar dalam jangka pendek, sehingga modal yang dimilikinya harus kuat untuk menahan potensi kerugian yang dialaminya.

Mereka hanya sesekali masuk pasar, namun saat mereka masuk pasar biasanya dengan transaksi yang besar, sehingga potensi keuntungannya juga jauh lebih besar jika harga bergerak sesuai perkiraannya.

Tipe trader ini menutup mata terhadap analisa lainnya karena mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi sekali dan telah mengamati pasar dalam waktu yang cukup lama sehingga mereka mengetahui efek dari berbagai macam kegiatan-kegiatan ekonomi dan politik dunia.

Jika kita menginginkan untuk menjadi trader tipe ini maka kita harus mengetahui dengan pasti kapan berita-berita finansial dunia khususnya Amerika dikeluarkan dan segera mengambil posisi jual atau beli pada detik-detik penyampaian berita tersebut.

#2 Trader Teknikal

Berbeda dengan trader fundamental, para trader teknikal tidak memedulikan data atau berita ekonomi apapun sebagai dasar pengambilan keputusan.

Tipe trader ini berpendapat bahwa harga pasar tidak bergerak dengan sembarang angka namun mengikuti suatu ritme atau pola tertentu, dan mereka berusaha untuk mengikuti pergerakan harga dari waktu ke waktu dan berusaha menemukan polanya.

Mereka mempergunakan analisis teknikal dalam melakukan analisis, data yang umumnya dipakai adalah grafik pergerakan harga dan volume perdagangan, serta berbagai indikator-indikator turunannya.

Analisis teknikal juga bisa diterapkan pada trading jangka pendek hingga jangka panjang. Meskipun demikian, trader tipe ini umumnya lebih suka melakukan trading jangka pendek hingga menengah. Fleksibilitas seperti ini kurang dimiliki oleh analisis fundamental yang lebih condong kepada trading jangka panjang.

Dalam analisis teknikal berlaku kaidah “market action discounts everything”, yang bisa diterjemahkan menjadi “prilaku pergerakan harga mencerminkan sentimen pasar”. Menurut para mereka, pergerakan harga sudah bisa memberikan petunjuk mengenai ke mana pasar akan bergerak sehingga mereka tak lagi membutuhkan informasi dari data atau berita ekonomi.

Mereka lebih memilih untuk sibuk mencoba berbagai macam indikator dan menggabungkan satu indikator dengan indikator lainnya daripada menyibukkan diri melihat data-data ekonomi yang beredar.

Bila Anda masih memanfaatkan data ekonomi sebagai acuan dalam trading forex, mungkin Anda tidak akan nyaman dengan cara tipe trader teknikal, sebab seringkali mereka mengambil posisi trading yang berlawanan dengan prediksi data ekonomi yang akan dirilis.

Satu kelemahan dari trader tipe ini juga adalah memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap komputer dan internet sehingga bila koneksi internet terganggu, maka mereka tidak akan pernah berani untuk mengambil keputusan.

#3 Trader Mix/Sentiment

Tipe trader ini merupakan kombinasi antara trader fundamental dan trader teknikal. Mereka mencoba menggabungkan keunggulan masing-masing analisa fundamental dan teknikal untuk mengidentifikasi potensi pergerakan harga.

Mereka tetap mengamati analisa fundamental untuk menentukan arah pergerakan harga, namun tidak langsung mengambil keputusan jual beli tanpa memperhitungkan analisa teknikalnya, begitu pula sebaliknya.

Mereka berpendapat bahwa keputusan yang paling tepat adalah ketika sebuah keputusan didukung oleh dua sisi analisa, yaitu fundamental dan teknikal. Jika salah satu saja tidak memberikan konfirmasi yang sama, trader ini lebih memilih diam dan mengamati pasar.

Namun ketika fundamental didukung juga secara teknikal, maupun sebaliknya, maka mereka akan segera mencari harga terbaik untuk mengambil posisi jual atau beli, misalnya, ketika analisa teknikal menyatakan bahwa pasar berada dalam kondisi uptrend, maka para sentiment trader akan mencoba untuk mencari momentum atau alasan fundamental yang tepat yang mendukung pergerakan harga ke atas.

Kelemahan trader tipe ini adalah seringkali keputusan yang diambil terlalu lama sehingga tidak jarang mereka terlambat untuk mengambil posisi, sehingga keuntungan yang mereka dapatkan tidak maksimal. Dari sekian banyak tipe trader, tipe inilah yang dinilai paling aman.

#4 Trader Spekulan

Tipe trader ini hanya sesekali mengamati analisa fundamental dan teknikal. Mereka cepat sekali mengambil keputusan sehingga tampaknya keputusan yang diambil tidak memiliki dasar dan hanya mengandalkan perasaan saja.

Untuk menjadi tipe trader semacam ini, kita harus siap kehilangan uang kita karena mengalami kekalahan. Tetapi ketika ternyata keputusannya benar, maka tipe trader inilah yang mendapatkan profit paling besar.

Tipe ini boleh dikatakan sebagai penjudi. Jika kita menginginkan untuk masuk ke dalam tipe ini, kita harus memiliki mental penjudi yang selalu siap menang dan siap kalah. Kita harus percaya pada diri kita sendiri dan tidak terpengaruh pada analisa apapun yang kita temui.

#5 Trader Plin-Plan

Trader tipe ini adalah trader yang tidak memiliki landasan kuat untuk mengambil sebuah keputusan jual dan beli. Mereka memiliki teman yang sangat banyak di bidang transaksi forex dan berminat untuk menggabungkan berbagai macam analisa untuk memperoleh keputusan yang paling baik.

Dalam usahanya tersebut, ternyata mereka justru menjadi bingung dan tidak dapat mengambil keputusan apa pun. Jika lebih banyak teman yang jual, maka mereka akan menjual, dan bila sebaliknya, lebih banyak yang beli, maka mereka akan ikut beli.

Biasanya orang yang masuk dalam tipe ini adalah orang yang sangat menyukai zona nyaman. Untuk menjadi tipe ini kita akan selalu memiliki teman senasib sepenanggungan.

Jika kita menang maka kita menang bersama teman-teman, namun jika kita kalah, maka kita juga akan kalah bersama teman-teman kita. Hal ini setidaknya bisa mengurangi tekanan psikologi saat mengalami kekalahan.

Trader Berdasarkan Jangka Waktu Transaksi

Di dalam pasar forex pun, terdapat 3 jenis trader berdasarkan jangka waktu transaksinya. Tipe trader berdasarkan jangka waktunya dibagi ke dalam 3 jenis yakni Scalper, Daytrader, dan Swinger .

#1 Scalper

Scalper merupakan sebutan untuk trader yang memegang paham scalping. Scalping itu sendiri berasal dari bahasa Inggris yaitu scalp yang berarti lompatan kutu atau juga lompatan kecil.

Trader yang menganut paham ini juga lebih senang melakukan berbagai lompatan kecil atau dapat diartikan mengambil keuntungan yang cenderung kecil tetapi dengan jumlah transaksi yang besar atau banyak.

Seorang scalper dalam satu hari dapat 5-10 kali masuk market dan bahkan lebih. Dasar Analisa dari seorang scalper adalah dengan menganalisa pergerakan trend dari mikro grafik atau grafik terkecil dari periode grafik harga, misalnya seperti menggunakan grafik dengan time frame per 5 menit, atau 15 menit.

Indikator yang biasa yang digunakan untuk menganalisa trend misalnya seperti Moving Average , MACD , Support & Resistance , dan berbagai indikator lainnya.

Biasanya keuntungan yang ditargetkan oleh scalper adalah 10-15 pips per transaksi. Teknik trading ala scalper yang menggunakan time frame mikro pun sangat tidak dianjurkan untuk para pemula karena volatilitas dan fluktuasi harga yang terjadi pada time frame tersebut sangat cepat dan tinggi sehingga akan mempersulit proses analisis harga.

Kelemahan dari tipe trading ala scalper ini adalah, karena dalam kesehariannya, scalper selalu melihat perkembangan grafik 1-10 menit, dan jika grafik berbalik arah dengan cepat maka si scalper tak segan-segan menutup posisi. Dengan prinsip demikian, bila frekuensi kerugian lebih dari sekali dan berulang-ulang maka akan terkumpul kerugian yang cukup besar.

#2 Daytrader/Intraday Trader

Daytrader merupakan istilah bagi trader yang menutup dan membuka posisinya di hari yang sama atau juga sering disebut dengan trader harian. Selain melakukan transaksi secara harian, daytrader tidak jarang menahan pergerakan sampai berhari-hari lamanya hingga targetnya tercapai.

Dasar analisa yang digunakan oleh daytrader adalah analisa teknikal dan fundamental. Kedua indikator ini sangat dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan para daytrader. Daytrader biasanya menetapkan target profit 50-100 pips per transaksi.

Biasanya time frame yang digunakan oleh daytrader adalah per 15 menit, hingga 1 hari. Mereka juga terbiasa untuk melakukan analisis pergerakan pada time frame yang besar seperti 1 hari atau per 4 jam.

Daytrader tidak memerlukan waktu lama terus menerus memantau layar komputer karena pada kenyataannya mereka akan sangat jarang memantau transaksi mereka. Daripada melakukan cut loss, trader ini lebih senang mengantisipasi terjadi kerugian dengan cara memasang stop loss.

Stop loss yang ditentukan juga tidak sembarangan, seorang daytrader yang baik wajib menyesuaikan level stop loss dengan manajemen keuangan yang mereka terapkan.

#3 Swinger/Swing Trader

Jenis trader forex yang terakhir adalah swinger atau trader jangka panjang. Jenis trader ini biasanya membuka posisi untuk target berjangka panjang. Mereka dapat menahan transaksi mereka berjalan terus sampai berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan lamanya. Swinger biasanya menentukan target sekitar 300 pips ke atas pada setiap transaksinya.

Analisa yang digunakan oleh seorang Swinger adalah analisa fundamental. Misal suatu negara diisukan akan menaikkan tingkat suku bunganya dalam 3 minggu mendatang. Maka seorang swinger akan melakukan posisi Buy pada mata uang tersebut sejak dini dengan berharap ada ayunan harga (swing) terhadap posisinya.

Swinger berpikir bahwa keadaan makro suatu negara berupa berita-berita Fundamental yang kuat akan menggerakkan harga 100-200 poin. Hal ini dimanfaatkan sepenuhnya oleh swinger.

Seorang swinger biasanya tidak memperhatikan sebuah berita fundamental yang sifatnya kecil-kecil. Dia selalu mencari berita fundamental forex yang besar dan berdampak besar dan kuat dalam posisi trading-nya.

Cara kerja trader swinger sebenarnya hampir sama dengan daytrader yaitu menganalisis pergerakan dalam time frame yang besar dan mengeksekusinya di time frame yang lebih kecil. Namun, swinger biasanya menganalisis pada time frame yang skalanya lebih besar misalnya pada grafik per minggu atau per bulan.

Menentukan Tipe Trader

Demikianlah tipe-tipe trader yang dapat ditemui dalam dunia forex. Mungkin beberapa contoh tipe trading di atas bisa menjadi panduan bagi Anda, terutama yang masih pemula, untuk menemukan strategi atau role model yang tepat .

Tipe Trader Forex yang manakah yang paling mirip dengan Anda? Mari ceritakan pengalaman Anda dan tahap di mana Anda berada sekarang dengan menulis komentar di kolom berikut. Terima kasih.

  • Joko Salim. 2020. Step By Step ForexTrading. Jakarta: Kompas Gramedia
  • Eko Trijuni. 2020. Tipe TraderForex Seperti Apakah Anda? – https://goo.gl/8kaOWu
  • Emoney. 2020. 3 Tipe Strategi TraderForex. – https://goo.gl/MLYYst

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: