Strategi Hedging Terbaik Untuk Futures Yang Bagus Dengan Opsi, 3 Strategi Hedging Dengan Future IKD

Peringkat broker opsi biner:

Beberapa Catatan Untuk Trik Hedging

Dibaca Normal 4 menit

Strategi hedging atau locking ada yang digunakan secara konvensional dan ada yang digunakan sebagai trik. Bagaimanakah maksudnya?

Strategi hedging yang konvensional biasanya dilakukan untuk menanggulangi kerugian, caranya dengan mengunci (locking) trade tersebut melalui entry pada posisi yang berlawanan dengan sebelumnya.

Misal: sebelumnya membuka posisi buy, tetapi kemudian harga turun, dan untuk menghindari kerugian yang lebih besar trader tersebut membuka posisi sell pada pasangan mata uang yang sama sehingga jumlah kerugian tidak bertambah. Jika harga berbalik arah ia akan membuka (unlock) kunci tersebut dengan menutup salah satu posisi. Cara konvensional ini biasanya dilakukan oleh trader pemula bila ia merasa salah posisi.

Cara hedging yang lain adalah memang dari awal tujuannya untuk memperoleh profit, bukan karena merasa salah posisi.

Misal: seorang trader akan entry buy dan entry sell pada harga yang sama dalam waktu yang relatif singkat (karena tidak mungkin bisa open buy dan open sell dalam waktu yang bersamaan). Contoh: trader A open sell EUR/USD pada harga 1.3300 dan beberapa saat kemudian ia open buy pada harga yang sama. Ternyata harga kemudian turun ke level 1.3200, trader A menutup posisi sell-nya dengan profit 100 pip dan membiarkan posisi buy-nya.

Ia kemudian membuka 2 posisi baru, yaitu open buy dan open sell pada level 1.3200. Katakan harga kembali naik ke level 1.3300, trader A akan menutup ke 3 posisi tersebut. Posisi buy yang tertinggal sebelumnya kini balik modal, dan 2 posisi yang baru dibuka juga masih imbang (balance). Trader A memperoleh profit 100 pip dari posisi sell yang dibuka pertama kali. Bagaimana jika harga terus drop? posisi sell yang baru bisa untuk mengunci posisi buy pertama, dan ia akan membuka 2 posisi lagi pada harga yang sama, dan seterusnya sampai dihasilkan profit.

Bagi trader yang telah berpengalaman cara ini memang profitable, dan jika Anda ingin mencobanya, berikut ada beberapa catatan yang mesti Anda perhatikan.

Trik Hedging Untuk Mendapatkan Profit

Trader pemula atau yang belum pernah mencoba trik ini tidak dianjurkan untuk langsung menerapkan cara ini pada account live. Disarankan untuk berlatih menggunakan cara ini pada account demo terlebih dahulu. Selain itu, tidak semua broker mengizinkan penggunaan trik ini. Badan regulator NFA pada bulan Agustus 2009 jelas-jelas melarang cara forex hedging seperti ini. Beberapa broker di luar Amerika Serikat juga melarang penggunaan cara hedging. Jadi, pastikan terlebih dahulu peraturan broker Anda sebelum mulai menggunakan trik ini (baca juga: Tips Memilih Broker Forex Untuk Hedging).

Tidak mudah untuk memperoleh harga buy dan harga sell yang sama persis sekalipun dengan pending order. Mungkin automated execution dengan EA (Expert Advisor) bisa membantu, tetapi pada keadaan pasar yang sedang sepi (volatilitasnya sedang rendah). Disamping itu, hedging untuk memperoleh profit hanya akan berjalan dengan baik hanya pada keadaan pasar yang ranging (sideways), jika tiba-tiba pasar trending dengan kuat maka akan sulit mengatasinya.

Target profit (jumlah pip) mesti relatif besar, jika Anda hanya ingin meraup beberapa pip saja cara ini tidak efektif dan bahkan tidak bisa bekerja dengan semestinya. Tak kalah penting, diperlukan kesabaran yang tinggi dalam menunggu pergerakan harga mencapai level tertentu. Anda tidak bisa menutup posisi begitu saja jika memang belum waktunya.

Selalu lakukan evaluasi setiap 5 atau 10 kali trade. Jika hasilnya kurang sesuai, Anda bisa berganti pasangan mata uang atau memperbaiki rencana trading Anda. Jika telah beberapa kali berganti masih belum profitable, tinggalkan trik ini, mungkin cara trading ini bukan untuk Anda.

Secara keseluruhan, berikut adalah rangkuman singkat mengenai trik hedging yang perlu Anda ketahui:

Tahukah Anda? Kebijakan broker terkait hedging bisa berbeda-beda tergantung regulasinya. Hal ini kemudian menciptakan perbedaan istilah Hedging dan Netting dalam fitur yang disediakan broker.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Strategi Hedging Dalam Trading Forex

Dibaca Normal 5 menit

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membatasi risiko adalah dengan hedging. Berikut beberapa contoh praktis strategi hedging dalam trading forex.

Dalam trading forex, pergerakan pasangan mata uang selalu berubah-ubah mengikuti kondisi pasar. Oleh karenanya, strategi trading sangat diperlukan agar trader dapat melakukan entry posisi dengan akurat. Salah satu sistem trading yang digunakan oleh trader adalah dengan strategi hedging. Bagaimana cara melakukannya? Simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Hedging?

Hedging dalam forex adalah sebuah metode trading yang tujuan utamanya melindungi dan membatasi dana trading dari fluktuasi tidak menguntungkan. Cara melakukan strategi hedging adalah entry Buy dan Sell di satu aset yang sama secara bersamaan, atau atas beberapa aset yang berbeda tetapi pergerakan harganya saling berhubungan.

Mudahnya seperti ini: Ketika Anda telah membuka posisi Buy pada pasangan mata uang tertentu, maka secara bersamaan Anda harus membuka posisi yang berlawanan (Sell). Tujuannya adalah mengurangi risiko jika pergerakan harga tiba-tiba berbalik arah atau turun. Sebaliknya, jika posisi awal adalah Sell, maka Anda perlu membuka posisi Buy.

Nah, di bawah ini adalah beberapa strategi hedging sederhana yang lazim digunakan dalam trading forex dan sangat mudah untuk diaplikasikan.

Strategi Hedging Langsung (Direct Hedging)

Jika Anda baru mencoba cara hedging, Anda bisa berlatih dengan cara yang sederhana. Cara ini kadang-kadang disebut dengan hedging langsung (direct hedging), yait; membuka posisi Buy dan Sell pada sebuah pasangan mata uang.

Sebagai contoh, Anda trading EUR/USD dengan mulai membuka posisi buy pada harga 1.3000. Setelah beberapa saat kemudian, pergerakan harga mulai turun. Anda pun membuka posisi sell, misal pada harga 1.2800, untuk meminimalisir kerugian dari posisi buy.

Jika dari analisa selanjutnya pergerakan harga ternyata terus menurun, maka Anda bisa menutup posisi Buy dengan hasil Loss, dan membiarkan posisi Sell yang kemungkinan bisa menghasilkan profit lebih besar. Namun jika Anda tidak yakin ke arah mana harga akan bergerak, Anda bisa membiarkan kedua posisi tersebut terbuka hingga tampak sinyal yang pasti. Anda juga bisa menambahkan level Stop Loss pada salah satu atau kedua posisi tersebut.

Kesulitan yang sering dialami dengan cara ini adalah kita akan sulit menentukan posisi mana yang perlu ditutup terlebih dahulu ketika pergerakan harga tidak menentu. Jika kedua posisi yang ditargetkan telah kena (harga telah pernah mencapai kedua level hedging) maka kita pasti akan loss sebesar jarak kedua posisi yang telah dibuka (pip hedging). Dalam contoh di atas, pip hedging adalah 1.3000-1.2800 = 200 pip.

Trading Pada Beberapa Pasangan Mata Uang

Beberapa broker terkadang melarang menggunakan cara hedging di pasangan mata uang yang sama karena dianggap melanggar peraturan regulatornya. Para trader biasanya mensiasatinya dengan strategi hedging yang lain, yaitu trading pada beberapa pasangan mata uang dengan korelasi.

Sebagai contoh, jika Anda membuka posisi Buy pada EUR/USD dan beberapa saat kemudian harga mulai bergerak turun, Anda bisa membuka lagi posisi Buy pada USD/CHF. Mengapa harus pair tersebut? Kkarena dari data historis, USD/CHF memiliki korelasi negatif terhadap EUR/USD.

Jika USD memang menguat terhadap semua mata uang utama, maka EUR/USD akan turun dan USD/CHF akan naik. Anda bisa cut loss posisi buy pada EUR/USD dan membiarkan posisi USD/CHF yang kemungkinan akan profit lebih besar.

Selain membuka posisi buy pada USD/CHF, sebagai alternatif Anda bisa juga membuka posisi sell pada GBP/USD karena pair ini memiliki korelasi positif terhadap EUR/USD. Jika USD menguat, Anda bisa cut loss posisi buy EUR/USD dan membiarkan posisi sell GBP/USD terbuka.

Intinya, pada pasangan mata uang yang berkorelasi positif, Anda bisa membuka posisi yang berkebalikan (buy dan sell). Namun apabila pasangan mata uang yang digunakan berkorelasi negatif, maka Anda bisa membuka posisi di arah yang sama (buy dan buy atau sell dan sell).

Kelemahan strategi hedging model seperti ini adalah korelasi antar pasangan mata uang yang tidak selalu linier. Suatu saat, nilai korelasi antar pair bisa kuat dan kadang-kadang bisa melemah.

Untuk menyimpulkan perbandingan cara hedging di atas dengan lebih mudah, simak infografi yang kami sajikan khusus untuk Anda:

Risiko Menggunakan Strategi Hedging

Banyak trader meyakini, hedging adalah salah satu strategi trading forex yang lumayan efektif meminimalisir kerugian sekaligus mendapatkan profit. Namun, perlu Anda ketahui bahwa trik hedging ini tidak bisa menjaminan profit 100%.

Selain itu, strategi hedging juga bisa memiliki risiko besar bila dilakukan sembarangan. Seperti yang pernah diulas di artikel risiko strategi hedging, beberapa diantaranya disebabkan oleh “Double spread, Double Commision, Double Stress!”.

Nah, jika Anda adalah trader pemula dan ingin memulai strategi hedging, pastikan Anda sudah memiliki konsep manajemen risiko yang baik. Kemudian, ada beberapa kriteria trader forex yang sangat tidak disarankan untuk menggunakan strategi hedging. Selengkapnya bisa Anda simak di artikel jauhi strategi hedging jika Anda termasuk tipe trader seperti ini.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: