Strategi Pembalikan Pin Bar – Strategi Trading Pin Bar Candlestick Terbaik

Peringkat broker opsi biner:

Mengupas Strategi Trading Dengan Pin Bar

Dibaca Normal 7 menit

Anda masih belum menemukan formula strategi trading terbaik? Strategi trading dengan pin bar bisa menjadi salah satu pilihan ideal yang bisa Anda coba.

Formasi sebuah pin bar biasanya merupakan pola reversal price action yang menunjukkan penolakan (rejection) pada sebuah level harga tertentu. Seorang trader yang telah terbiasa dengan formasi ini akan dengan mudah memperoleh profit, melalui open posisi pada bar setelah terbentuknya pin bar. Berikut ini penjelasan mengenai formasi pin bar dan bagaimana memanfaatkannya dalam trading, atau yang bisa disebut juga dengan strategi trading pin bar.

Definisi Pin Bar

Pin bar adalah singkatan dari sebutan nama sebuah candlestick bar yang berbentuk memanjang yaitu pinocchio bar. Candlestick tersebut mempunyai ekor (tail) atau sumbu (wick) yang lebih panjang dari badannya. Pin bar sering ditemukan dalam chart trading sehari-hari dan bisa muncul pada semua time frame.

Karakteristik Pin Bar

  • Sebuah pin bar memiliki ekor yang lebih panjang dari body-nya. Ekor ini juga disebut dengan sumbu atau bayangan (shadow). Panjangnya ekor menunjukkan kekuatan penolakan (rejection) atau terjadinya kesalahan break (false break) pada suatu level harga tertentu. Semakin panjang ekor sebuah pin bar, maka akan semakin valid pin bar tersebut. Ini menandakan semakin tingginya sentimen penolakan terhadap suatu level harga tertentu.
  • Semakin sempit atau semakin kecil body sebuah pin bar, maka akan semakin valid pin bar tersebut.
  • Secara umum bisa disimpulkan bahwa sebuah pin bar dianggap valid jika panjang ekor kira-kira dua per tiga dari panjang total pin bar tersebut.
  • Sisi lain dari ekor disebut dengan nose (hidung). Semakin pendek hidungnya, maka akan semakin valid pin bar tersebut.

Formasi Bullish Dan Bearish Reversal Pin Bar

Bullish reversal pin bar biasanya terbentuk pada keadaan downtrend dan menunjukkan kemungkinan pembalikan ke arah uptrend setelah terjadi penolakan pada level tertentu, sesuai yang ditunjukkan ekor pin bar. Sedangkan bearish reversal pin bar terbentuk pada keadaan uptrend dan menunjukkan kemungkinan pembalikan ke arah downtrend setelah terjadi penolakan pada level harga tertentu.

Ekor pada formasi bullish reversal pin bar berada pada bagian bawah body karena menunjukkan penolakan untuk menembus level harga yang lebih rendah. Sementara itu, ekor pada formasi bearish reversal pin bar berada pada bagian atas body karena menunjukkan penolakan untuk menembus level harga yang lebih tinggi. Ciri formasi sebuah pin bar adalah sebuah bar yang menonjol keluar diantara bar-bar sebelum dan sesudahnya. Selain itu, konfirmasi validitas pin bar bisa dilihat pada bar setelah pin bar yang terbentuk.

Konfirmasi Reversal Pin Bar

Agar sebuah bullish reversal pin bar terkonfirmasi, maka panjang bar candlestick sesudah pin bar (body dan ekornya) seluruhnya harus lebih tinggi dari level terendah pin bar, dan harga penutupannya harus lebih tinggi dari harga penutupan pin bar. Sementara untuk bearish reversal pin bar yang terkonfirmasi, maka panjang bar candlestick sesudahnya harus lebih rendah dari level tertinggi bearish pin bar, dan harga penutupannya harus lebih rendah dari harga penutupan pin bar.

Contoh Formasi Reversal Pin Bar Pada Chart Trading

Berikut contoh beberapa bullish reversal pin bar yang terbentuk pada chart CAD/JPY Daily. Perlu diketahui bahwa semakin tinggi time frame trading, maka akan semakin valid sebuah pin bar. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan tingkat kesalahan pergerakan harga (noise) pada time frame tinggi (biasanya 4-hour ke atas) akan lebih kecil dibandingkan dengan time frame rendah (1-hour ke bawah). Karena itu, contoh-contoh pada artikel ini dibuat pada time frame Daily atau 4-hour.

Seperti tampak pada gambar di atas, semua pin bar telah terkonfirmasi dan menunjukkan keadaan bullish reversal. Penting untuk diperhatikan bahwa dalam contoh ini, warna body sebuah bullish pin bar tidak harus berwarna hijau yang menandakan harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, tetapi bisa juga sebaliknya (berwarna merah). Perhatikan saja ciri utama pin bar, yaitu sebuah bar yang menonjol keluar di antara bar-bar sebelum dan sesudahnya.

Contoh pada USD/JPY Daily berikut ini adalah formasi sebuah bullish reversal pin bar yang dianggap sempurna:

Selain ekor pin bar yang cukup panjang (lebih dari dua pertiga panjang pin bar) dan menonjol keluar, body pin bar juga perlu dipastikan berukuran kecil; harga pembukaan nyaris sama dengan penutupan. Formasi tersebut persis sama dengan pola candlestick doji yang menunjukkan keseimbangan antara sentimen bullish dan bearish, atau pasar yang sedang berkonsolidasi. Setelah pin bar doji terkonfirmasi, maka dengan cepat harga bergerak reversal dari trend sebelumnya. Pola pembalikan arah seperti ini sering pula disebut dengan ‘V bottom reversal’, karena polanya yang mirip dengan huruf ‘V’

Pin bar yang terbentuk pada kondisi pasar trending akan cenderung mempunyai probabilitas tinggi, seperti pada contoh GBP/JPY Daily berikut ini. Bullish reversal pin bar terbentuk pada setiap akhir retracement (koreksi). Perhatikan bahwa bullish pin bar yang pertama (paling kiri) tidak terkonfirmasi sehingga pin bar tersebut tidak valid.

Trading Dengan Formasi Pin Bar

Sering kali, formasi pin bar menunjukkan pola pembalikan arah trend (reversal pin bar), meski ada juga pin bar yang mengisyaratkan penerusan arah trend. Setidaknya ada 3 kemungkinan cara untuk entry pada bar setelah pin bar, yaitu:

    Market Entry
    Entry pada harga pasar yang dianggap terbaik pada saat itu. Entry buy bila terbentuk bullish reversal pin bar, dan entry sell jika yang terjadi adalah bearish reversal pin bar.

Stop Entry
Merupakan pending order berupa ‘buy stop’ untuk reversal bullish pin bar dan ‘sell stop’ untuk reversal bearish pin bar. Nilai pending order buy stop harus lebih tinggi dari harga pasar sekarang, dan nilai untuk order sell stop harus lebih rendah dari harga pasar sekarang. Level Stop Loss bisa ditentukan beberapa pip di bawah level terendah pin bar (untuk buy stop), atau beberapa pip di atas level tertinggi pin bar (untuk sell stop).

  • Limit Entry
    Merupakan pending order berupa ‘buy limit’ untuk reversal bullish pin bar dan ‘sell limit’ untuk reversal bearish pin bar. Nilai pending order buy limit harus lebih rendah dari harga pasar sekarang, dan nilai untuk order sell limit harus lebih tinggi dari harga pasar sekarang. Level stop loss bisa ditentukan beberapa pip di bawah level terendah pin bar (untuk buy limit), atau beberapa pip diatas level tertinggi pin bar (untuk sell limit). Limit entry ini didasarkan pada asumsi bahwa biasanya pergerakan harga akan retrace atau mengalami koreksi ketika telah mencapai 50% dari panjang ekornya, atau 50% level Fibonacci Retracement-nya.
  • Agar probabilitas entry yang kita lakukan tinggi, maka disarankan untuk entry pada bar setelah pin bar hanya jika disertai dengan faktor-faktor pendukung yang cukup kuat, antara lain level support atau resistance, level-level Fibonacci Retracement atau Expansion terutama 38.2%, 50% atau 61.8%, dan kurva indikator Moving Average sebagai level support atau resistance dinamis.

    Contoh Trading Dengan Reversal Pin Bar Pada Kondisi Pasar Sideways

    Pada chart EUR/USD Daily berikut, tampak terbentuk bearish pin bar pada resistance kunci (key resistance). Keadaan ini sering disebut dengan rejection atau penolakan pada level resistance karena harga telah gagal menembus level tersebut (false break).

    Setelah terbentuknya pin bar, maka besar kemungkinan harga akan bergerak kembali ke arah downtrend. Dalam hal ini, trader bisa menggunakan cara sell limit untuk entry, yaitu dengan pending order sell limit pada level 50% dari panjang ekor pin bar. Untuk kondisi pasar yang sideways seperti pada contoh tersebut, risk/reward ratio bisa ditentukan pada level yang dekat dengan support.

    Contoh Trading Dengan Reversal Pin Bar Pada Kondisi Pasar Trending

    Berikut contoh bearish pin bar yang terjadi pada kondisi pasar yang sedang downtrend:

    Dalam hal ini, pin bar yang terbentuk didukung oleh rejection dari resistance statis (garis horisontal resistance) dan resistance dinamis yaitu kurva Exponential Moving Average (EMA) periode 8 dan 21. Pin bar seperti ini biasanya mempunyai probabilitas tinggi, dan entry bisa dilakukan dengan cara market entry maupun stop entry. Dari pergerakan harga yang terjadi, pin bar tersebut menunjukkan penerusan arah trend (downtrend).

    Anda adalah seorang trader teknikal yang ingin mempelajari lebih banyak stragi trading dengan metode analisa teknikal? Anda bisa menyimak kumpulan artikel analisa teknikal di sini sebagai referensi Anda.

    Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

    Peringkat broker opsi biner:

    Strategi Trading Pin Bar Candlestick Terbaik

    Pola pin bar adalah pola pembalikan price action yang menunjukkan bahwa level atau titik harga tertentu di pasar telah ditolak. Setelah terbiasa dengan pin bar candlestick, jelas terlihat betapa menguntungkannya pola ini bahkan jika dilihat dari grafik harga berapa pun. Mari kita bahas apa sebenarnya pola pin bar candlestick dan bagaimana anda bisa memanfaatkan strategi pin bar dalam konteks kondisi pasar yang berbeda-beda.

    Apa Itu Pin Bar Candlestick?

    Pin bar adalah grafik batang atau candlestick dengan “ekor” atas atau bawah yang panjang, “wick” atau “shadow” dan “body” atau “real body” yang jauh lebih kecil, di mana anda dapat menemukan pin bar pada setiap “naked” bar chart atau candlestick chart. Kami menggunakan grafik candlestick karena jenis grafik ini dapat menunjukkan price action lebih jelas dan merupakan grafik paling populer di kalangan trader profesional. Banyak trader lebih menyukai versi candlestick dibandingkan grafik batang standar karena umumnya dianggap memiliki representasi visual price action yang lebih baik.

    Karakteristik Pin Bar Candlestick:

    • Pin bar harus memiliki ekor atas atau bawah yang panjang…ekor tersebut juga terkadang disebut “wick” atau “shadow”. tetapi ketiganya memiliki makna yang sama. Ketiganya adalah bagian paling “lancip” dari pin bar yang secara harfiah terlihat seperti “ekor” dan yang menunjukkan level penolakan atau kegagalan penembusam.
    • Area antara harga pembukaan dan penutupan dari pin bar disebut “body” atau “real body”. Biasanya berwarna putih atau warna terang lain jika harga penutupannya lebih tinggi dari harga pembukaan, dan hitam atau warna gelap lainnya jika harga penutupannya lebih rendah dari harga pembukannya.
    • Harga pembukaan dan penutupan pin bar candlestick harus sangat berdekatan atau sama (harga yang sama), semakin dekat semakin baik.
    • Harga pembukaan dan penutupan pin bar berada di dekat salah satu ujung bar, semakin dekat ke ujung semakin baik.
    • Shadow atau ekor pin bar menonjol (timbul) dibandingkan bar harga di sekitarnya, semakin panjang ekor pin bar semakin baik.
    • “Aturan praktis” yang umum adalah anda harus melihat bahwa ekor pin bar memilki panjang sekitar dua pertiga atau lebih dari total panjang pin bar dan sisa pin bar harus sepertiga atau kurang dari total panjang pin bar.
    • Ujung yang berlawanan dengan ekor terkadang disebut sebagai “hidung”.

    Pola Bullish Reversal Pin Bar

    Dalam pola bullish reversal pin bar, ekor pin bar mengarah ke bawah karena menunjukkan tanda penolakan harga yang lebih rendah atau level support. Pola ini sangat sering menyebabkan kenaikan harga.

    Pola Bearish Reversal Pin Bar

    Dalam pola bearish reversal pin bar, ekor pin bar mengarah ke atas karena menunjukkan tanda penolakan harga yang lebih tinggi atau level resistance. Pola ini sangat sering menyebabkan penurunan harga.

    Lanjutkan membaca atau bermain di akun demo bebas risiko sembari berlatih trading Pin Bar secara real-time dengan dana virtual. Gunakan kode WELCOME30 untuk mendapatkan bonus selamat datang $30 untuk live trading.

    Cara Trading Pin Bar Candlestick

    Pola pin bar adalah pola pembalikan, dan kita memiliki beberapa kemungkinan entry yang berbeda untuk itu:

    • “Market Order” – Ini berarti anda menempatkan “market order” yang akan segera dieksekusi setelah anda menempatkannya, dengan “harga pasar” terbaik. Bullish pin bar akan melakukan “buy market order” dan bearish pin bar akan melakukan “sell market order”.
    • “Stop Order” – Ini berarti anda menempatkan entry stop pada level harga yang anda inginkan. Pasar harus bergerak naik ke buy stop atau turun ke sell stop untuk mengeksekusinya. Penting untuk dicatat bahwa sell stop order harus di bawah harga pasar saat ini, termasuk spread, dan order stop harus di atas harga pasar saat ini, termasuk spread bid-ask. Jika anda membutuhkan bantuan lebih lanjut tentang kata-kata “jargon” ini, baca artikel kami tentang forex untuk pemula atau forex dasar.

    Dalam pola bullish pin bar, kita biasanya akan membeli pada penembusan high dan menetapkan stop loss 1 pip forex di bawah low dari ekor pin bar. Pada pola bearish pin bar, kita biasanya akan menjual berdasarkan penembusan low dari pin bar dan menempatkan stop loss 1 pip di atas ujung ekor pin bar. Ada berbagai cara menempatkan stop loss yang bisa anda gunakan pada berbagai strategi yang saya ajarkan di panduan price action lanjutan.

    • “Limit Order” – Saat menjual, entry harus ditempatkan di atas harga pasar saat ini. Saat membeli, entry harus ditempatkan di bawah harga pasar saat ini. Ide dasarnya adalah bahwa beberapa pin bar akan mengalami retracement 50% dari ekor, sehingga kita bisa melakukan entry di level tersebut dengan limit order. Ini akan menghasilkan stop loss ketat di mana stop loss ditempatkan tepat di titik high atau low pin bar, sebagai hasilnya ini juga berpotensi menghasilkan potensi risk-reward yang besar.

    Untuk trading menggunakan pola pin bar secara efektif, anda terlebih dahulu harus memastikan bahwa itu terbentuk dengan baik, (lihat karakteristik pin bar yang tercantum di bagian atas tutorial ini). Tidak semua pola pin bar berbentuk sama; hanya gunakan pola pin bar yang memenuhi karakteristik di atas.

    Selanjutnya, cobalah untuk hanya menggunakan pin bar yang didukung dengan faktor lain. Umumnya, pin bar yang terbentuk mengikuti trend harian pasar yang paling dominan adalah yang paling akurat. Namun, ada banyak pin bar yang menguntungkan yang juga sering terjadi di pasar sideways atau juga pada titik balik utama pasar. Contoh “faktor pendukung” yang termasuk namun tidak terbatas pada: level support dan resistance yang kuat, Fibonacci Retracement level 50%, atau Moving Average.

    Kesimpulan Tentang Pin Bar

    Seperti hal lain dalam hidup, trading dengan pin bar membutuhkan pengetahuan dan kemudian latihan, jadi mari kita mulai dengan mempelajari beberapa fakta tentang trading dengan pin bar:

    Fakta Pin Bar: Pin Bar adalah “BUKAN” sebuah hanging man atau doji candle. Ini adalah candle unik yang menunjukkan level penolakan melalui lonjakan yang jelas, atau ekor, jauh lebih besar dari seluruh body. Adalah sebuah “kriteria” pola pin bar yang valid jika terbentuk di tempat yang benar, jika tidak, tidak ada yang harus diperhatikan. Dengan kata lain, hanya karena pola candlestick memiliki bentuk pin bar, itu bukan berarti sinyal pin bar yang layak ditransaksikan.

    Fakta Pin Bar: Kita ingin melakukan trading dengan pin bar pada arah yang berlawanan dengan ujung ekor (juga dikenal sebagai shadow). Jadi, bullish rejection pin bar adalah yang menolak harga yang lebih rendah dan indikasi untuk membuka posisi beli. Sementara bearish rejection pin bar adalah yang menolak harga lebih tinggi dan merupakan indikasi untuk membuka posisi jual.

    Fakta Pin Bar: Trading dengan strategi pin bar pada grafik dengan kerangka waktu yang lebih tinggi seperti kerangka waktu 4 jam dan harian memiliki tingkat probabilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan melakukan trading pada grafik dengan kerangka waktu 5 menit atau kerangka waktu rendah lainnya.

    Fakta Pin Bar: Kita tidak hanya melakukan trading pada pin bar lama, karena tidak semua pin bar dibuat sama. Kita ingin melakukan trading pada pin bar yang terbentuk pada posisi terendah dalam tren naik atau pada posisi tertinggi dalam tren turun. Idealnya, kita ingin melihat pin bar membuat penolakan atau “false break” dari level kunci. Pada dasarnya, kita ingin trading pin bar jika sesuai dengan kriteria lain, atau pada tingkat probabilitas pasar yang tinggi.

    Fakta Pin Bar: Kita juga dapat menggunakan EMA (Eksponential Moving Average) sebagai kriteria entry dengan pin bar. EMA utama yang saya gunakan adalah EMA periode 8 dan 21 pada kerangka waktu grafik harian.

    Fakta Pin Bar: Pin Bar dapat ditransaksikan dengan sukses dalam kondisi pasar yang trending dan range-bound. Fakta ini menjadikannya sebagai salah satu strategi trading forex paling serbaguna yang pernah ada.

    Memahami cara trading dengan pin bar adalah penting, tetapi jika anda membutuhkan bantuan, maka MT5 AM Broker menyediakan pin bar indicator yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi dan trading pin bar dengan peluang kesuksesan yang lebih tinggi.

    >> Uji sinyal pin bar indicator menggunakan Expert Advisor Generator untuk membuat EA Forex atau Robot Forex hanya dalam beberapa kali klik

    >> Terhubung dengan manajer yang sukses atau anda menjadi salah satunya – Platform Copy Trade Terbaik

    >> Hasilkan hingga $2000 per klien atau komisi hingga 50% – Menjadi partner AM Broker

    >> Hasilkan kapan saja, di mana saja, bagaimanapun

    Peringkat broker opsi biner:
    Opsi biner dan forex
    Tinggalkan Balasan

    ;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: