Strategi Perdagangan B, Cara Mudah Tentukan Segmentasi Pasar

Peringkat broker opsi biner:
Contents

Strategi Perdagangan B, Cara Mudah Tentukan Segmentasi Pasar

Strategi perdagangan adalah algoritma dan aturan-aturan yang bisa diikuti pedagang untuk mendapatkan hasil yang bisa diharapkan dan keuntungan. Bagian ini menampilkan beragam strategi mata uang, arbitrase dan scalping, prinsip-prinsip dan aturan-aturan dasarnya. Strategi-strategi daripada pesanan pending dan Alligator klasik dan keuntungan-keuntungan penggunaan mereka ditekankan disini. Baik bagi para pemula dan para pedagang yang sudah berpengalaman akan menemukan strategi yang mereka suka disini.

Strategi pada Berita: untuk ahli waris Nathan Rothschild

Dengan menggunakan hasil akhir daripada pertempuran Waterloo bisa dianggap sebagai spekulasi keuangan terbesar dan sebagai contoh perdagangan yang berhasil dengan menggunakan strategi pada berita. Perdagangan spekulasi dalam periode daripada lonjakan-lonjakan informasi sangatlah menguntungkan dan bisa dilakukan oleh pedagang manapun, tanpa berdasarkan pada perangkat yang digunakan, pengalaman dan besaran setoran awal di akun anda.

Selalu di dalam trend atau strategi tepat pada volume tik

Cara yang benar untuk menggunakan mekanisme korelasi volume membuat pedagang mampu untuk menangkap kesempatan daripada uang “pintar” yang sangat banyak ketika mereka masuk ke dalam bursa. Strategi tepat daripada analisa volume tik yang kami sajikan ini adalah sebuah alternative untuk perdagangan jangka pendek dan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan berbarengan dengan para pengendali pasar.

Strategi Ichimoku: Keuntungan untuk pendekar bijaksana

Statistik perdagangan jangka panjang menunjukkan bahwa strategi perdagangan Ichimoku hampir tidak pernah memberikan hasil yang negative. Kerumitan eksternal daripada konstruksi grafik ini sangat membuat para pemula segan menggunakannya, tetapi anda harus tahu bahwa ia mampu memberikan keuntungan yang stabil pada instrument keuangan manapun untuk mereka yang dengan gigih menginvestasikan waktu mereka untuk mempelajarinya.

Strategi Martingale: Menguntungkan tetapi beresiko tinggi

Yang dimaksud dengan strategi klasik Martingale ialah pedagang menambah besaran lot pada saat pedagang tersebut melihat bahwa ia harus menambahkan transaksi berikutnya. Dengan seperti ini, bahkan setelah terjadinya beberapa posisi yang kalah, ketika titik TP sudah terkena, maka sang pedagang akan mendapatkan bukan hanya bahwa semua kerugian tertutupi, tetapi juga mendapatkan keuntungan.

Strategi-strategi forex untuk para pemula: “Grid” dan pencarian untuk trend

Kebanyakan pedagang pada awal daripada karir mereka langsung terjun untuk mempelajari strategi-strategi perdagangan yang rumit, dimana mereka akan menerima banyak informasi yang diluar kemampuan mereka. Pengalaman telah membuktikan bahwa sangat lebih efektif untuk berpindah dari yang sederhana ke rumit.

Strategi Forex yang sederhana tapi efektif tanpe menggambar ulang

Tidak ada pedagang yang berpengalaman akan menolak fakta bahwa kunci keberhasilan dalam perdagangan Forex ialah untuk menciptakan suatu strategi yang bisa dihandalkan untuk menentukan waktu-waktu yang optimal untuk membuat suatu transaksi dengan keakuratan yang tinggi dan tidak menggambar ulang.

Strategi Forex yang termudah relevan senantiasa

Beberapa tahun belakangan ini, popularitas bursa Forex diantara para spekulan bertumbuh secara cepat, tetapi sangat disayangkan tidak semua orang bisa memberikan waktu yang cukup untuk mempelajari teknik-teknik yang rumit, jadi strategi perdagangan Forex yang sederhana tetap menjadi suatu alternatif yang terbaik.

Strategi Penggaris: Mengelola uang dengan mudah

Strategi penggaris ini berfokus pada grafik harian dan memiliki satu tujuan – untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dari setiap pergerakan harga. Sangat disayangkan, versi awal daripad teknik ini hanya cocok untuk para pedagang yang sudah banyak berpengalaman, jadi kita disini akan melihat beberapa daripada varian strategi ini yang telah dimodifikasi.

Strategi Three Candles: Perpaduan antara Price Action dengan Indikator-Indikator

Seperti yang anda bisa tebak dari namanya, strategi Three Candles ini berdasarkan daripada pola-pola yang saling terkait dengan metode Price Action, jadi ia dengan sempurna menggabungkan kesederhanaan, efektivitas dan fleksibilitas, karena model-model seperti ini bisa digunakan pada instrumen keuangan apapun.

Peringkat broker opsi biner:

Strategi Pedagang Malas: Sedikit Bekerja, Banyak Untung

Hampir semua pedagang di dalam hatinya memimpikan untuk tidak melakukan apapun dan mendapatkan bayaran tanpa bekerja, jadi kita tidak akan membahas tentang hal bahwa “berdagang sebagai pekerjaan” dan mari kita melihat apa itu yang dinamakan strategi Lazy Trader (pedagang yang malas).

Strategi Inception: Berdagang Sebelum Makan Siang

Strategi inception adalah satu dari sekian banyak variasi dari “London Bombings”, seperti namanya maka ia berdagang menggunakan order pending setelah jam pembukaan bursa di London, tetapi ia berbeda dengan yang lain karena dia hanya digunakan untuk berdagang dengan pasangan mata uang EUR/USD dan AUD/USD.

London Bombings: Permainan Yang Lebih Unggul

Strategi perdagangan ini telah menjadi dan tetap menjadi populer karena kemudahannya dan efektifitasnya yang tinggi. Rahasia daripada strategi ini ialah fakta bahwa pergerakan pertama sebelum pembukaan pasar di London menentukan pergerakan akan pasangan mata uang pada hari itu.

Strategi Genesis Matrix:Berdagang Impulsif Dengan Indikator

Strategi Genesis Matrix belum terlalu lama baru diketahui banyak orang, dengan beberapa pedagang yang telah mengoptimalisasikan strategi ini untuk digunakan berdagang pada opsi binary, karena kualitas sinyal daripada strategi ini lebih tinggi daripada strategi-strategi lainnya yang menggunakan algoritma yang serupa.

Strategi Another Simple System: Tidak Unik tapi Efisien

Hari ini kita akan mengulas tentang sebuah strategi berdasarkan indikator yang dinamakan Another Simple System, yang pertama kali muncul dan menyebar dengan cepat pada tahun 2020, dan awalnya digunakan untuk berdagang dengan pasangan mata uang EUR/USD dengan menggunakan RSI, rata-rata bergerak dan “level pembulatan”.

Segmentasi Pasar Adalah

Segmentasi Pasar Adalah – Pengertian, Target, Tujuan Dan Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Target Pasar yang dimana dalam hal ini meliputi Manfaat, Faktor dan Contoh, nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli dan dalam pasar ada banyak produsen dan konsumen, untuk itu ada banyak persaingan dalam pasar maka sebagai produsen mereka harus mampu mengidentifikasi segmen pasar, penentuan posisi produk untuk mencapai target pasar agar konsumen tertarik dengan produk yang di tawarkan. Identifikasi target pasar adalah merupakan langkah awal yang dibutuhkan dalam perencanaan pengembangan strategi pemasaran.

Dalam situasi dimana konsumen menghadapi banyak pilihan, maka kesuksesan pemasaran produk akan banyak ditentukan oleh kesesuaian produk dengan kebutuhan konumen pada segmen tertentu,dalam pasar kosmetik di Indonesia misalnya , kelompok remaja putri masih menjadi sorotan dari banyak produsen baik dalam negeri maupun luar negeri.beberapa produsen lokal yang menggarap pasar kosmetik untuk remaja putri antara lain PT mustika ratu,PT martina berto dan lain-lain. Dasar pertimbangan memilih segmen itu tidak terlepas dari potensi pasar yang diperkirakan separu dari pasar kosmetik secara keseluruhan bersamaan dengan berkembangnya produsen lokal memburu pasar remaja putri dan untuk memenuhi kebutuhan.

Pada dasarnya segmentasi pasar adalah proses membagi pasar keseluruhan suatu produk atau jasa yang bersifat hetrogen kedalam beberapa segmen dimana masing-masing segmennya cenderung bersifat homogen dalam segala aspek.

Pengertian Segmentasi Pasar

Daftar Isi Artikel Ini :

Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Segmentasi pasar juga dapat diartikan sebagai proses pengidentifikasian dan menganalisis para pembeli di pasar produk, menganalisis perbedaan antara pembeli di pasar.

Mengidentifikasi Segmen Pasar Dan Targetnya

Perusahaan tidak dapat berhubungan dengan semua pelanggannya di pasar yang besar, luas, atau beragam. Tetapi mereka dapat membagi pasar seperti itu menjadi kelompok konsumen atau segmen dengan kebutuhan dan keinginan berbeda. Kemudian perusahaan harus mengidentifikasi segmen pasar mana yang dapat dilayani dengan efektif.

Keputusan ini memerlukan pemahaman mendalam tentang perilaku konsumen dan pemikiran strategis yang seksama. Untuk mengembangkan rencana pemasaran terbaik, manajer harus memahami apa yang membuat setiap segmen unik dan berbeda. Untuk bersaing secara lebih efektif, sekarang banyak perusahaan menerapkan pemasaran sasaran. Perusahaan tidak memancarkan usaha pemasaran mereka, tetapi memfokuskan diri pada konsumen yang mempunyai perluang terbear untuk mereka puaskan.

Pemasaran sasaran yang efektif mengharuskan pemasar:

  1. Mengidentifikasi dan menentukan profil berbagai kelompok pembeli yang mempunyai kebutuhan dan preferensi berbeda (segmentasi pasar).
  2. Memilih salah satu atau lebih segmen pasar untuk dimasuki (penentuan sasaran/ target pasar).
  3. Untuk setiap segmen sasaran, menentukan dan mengomunikasikan berbagai manfaat penawaran pasar perusahaan(positioning pasar).

Tingkat Segmentasi Pasar

Titik awal untuk mendiskusikan segmentasi adalah pemasaran massal. Dalam pemasaran massal, penjual melakukan produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal dari satu produk untuk semua pembeli. Contohnya ketika Coca-Cola hanya menjual satu jenis Coke dalam botol ukuran 6,5 ons. Alasan ini dilakukan karena pemasaran massal menciptakan pasar potensial terbesar, yang menghasilkan biaya terendah, dan kemudian berujung pada harga yang lebih murah atau margin yang lebih tinggi.

Meskipun demikian, banyak kritikus mengemukakan bahwa pasar semakin terpecah, dan media iklan dan saluran distribusi semakin marak, yang semakin mempersulit dan mempermahal jangkauan terhadap pemirsa massal. Beberapa menyatakan bahwa pemasaran massal sedang sekarat. Sebagian besar perusahaan beralih ke pemasaran mikro pada satu dari empat tingkat: Segmen, Ceruk, Wilayah lokal, dan Perorangan.

Ada empat tipe dasar dari peluang pasar: Penetrasi Pasar, Pengembangan Pasar, Pengembangan Produk, dan Diversifikasi.

  • Penetrasi pasar adalah upaya untuk meningkatkan penjualan produk saat ini di pasar saat ini. Beberapa strategi untuk menembus pasar meliputi: pemasaran yang lebih agresif, layanan meningkat untuk meningkatkan tingkat pembaharuan, atau menarik pelanggan pesaing langsung.
  • Pengembangan pasar adalah upaya untuk meningkatkan penjualan dengan menjual produk-produk terkini ke pasar baru. Perusahaan dapat beriklan untuk mencapai target pelanggan baru dalam suatu wilayah geografis, atau melihat ke pasar internasional untuk ekspansi.
  • Pengembangan Produk adalah upaya menawarkan produk baru atau yang ditingkatkan untuk menyajikan pasar. Dengan bekerja sama dengan pelanggan perusahaan, mungkin dapat menemukan cara-cara baru dan inovatif untuk lebih memenuhi target pasar.
  • Diversifikasi berarti membuka jalur bisnis yang benar-benar baru, dengan produk-produk baru di pasar baru. Banyak organisasi diversifikasi bauran produk mereka untuk mengurangi risiko yang terkait dengan variabel ekonomi seperti resesi.

Sebagian besar perusahaan melihat ke pasar yang dekat dengan ‘rumah’/ domisili perusahaan, karena mereka lebih akrab dan dapat merespon dengan cepat. Selain itu, lebih menguntungkan untuk mempertahankan, bukan baru merekrut pelanggan.

Untuk alasan ini, penetrasi pasar biasanya tipe pertama yang akan dievaluasi perusahaan. Sebaliknya, banyak juga perusahaan terutama di Cina dan India, telah menemukan bahwa pengembangan pasar merupakan kunci keberhasilan mereka.

Pemasaran Segmen

Segmen pasar terdiri dari sekelompok pelanggan yang memiliki sekumpulan kebutuhan dan keinginan yang serupa. Pemasaran segmen menawarkan manfaat kunci melebihi pemasaran masal. Perusahaan sering kali dapat merancang, memberi harga, melepaskan, dan menghantarkan produk atau jasa dengan lebih baik dan juga dapat menyesuaikan program dan kegiatan pemasaran untuk mengalahkan pemasaran yang dilakukan pesaing.

Meskipun demikian, yang disebut sebagai segmen pun sebenarya bagian adalah sebuah rekaan karena tidak semua orang menginginkan barang yang sama persis. Kita dapat menentukan karakter segmen pasar dengan berbagai cara. Salah satu cara adalah mengidentifikasi segmen preferensi. Preferensi homogen ada ketika semua konsumen mempunyai preferensi yang hampir sama; pasar tidak menunjukkan segmen alami.

Pada sisi ekstrim lain, konsumen dengan preferensi terdifusi mempunyai preferensi yang sangat bervariasi. Jika ada beberapa merek di pasar, masing-masing ingin memposisikan diri di dalam ruang persaingan dan memperlihatakan perbedaan nyata untuk menyesuaikan diri dengan perbedaan dalam preferensi konsumen. Terakhir, preferensi kelompok dihasilkan ketika segmen pasar alami muncul dari kelompok konsumen dengan preferensi yang sama.

Pemasaran Ceruk atau relung

Ceruk (Niche) adalah kelompok pelanggan yang lebih sempit yang mencari bauran manfaat yang berbeda. Pemasar biasanya mengidentifikasi ceruk dengan membagi satu segmen menjadi subsegmen. Sebagai contoh, apabila Hertz, Avis Almo, dan perusahaan lain yang mengkhususkan diri dalam mobil sewa bandara untuk pelancong bisnis dan liburan, maka Enterprise menyerang pasar penggantian asuransi beranggaran-rendah dengan menyewakan mobil terutama kepada pelanggan yang mobilnya rusak atau dicuri.

Dengan menciptakan asosiasi unik terhadap biaya rendah dan kenyamanan dalam pasar ceruk terabaikan, Enterprise menjadi sangat menguntungkan. Seperti apa ceruk yang menarik itu? Pelanggan mempunyai kumpulan kebutuhan yang berbeda; mereka bersedia membayar lebih kepada perusahaan yang paling memuaskan mereka; ceruk tidak besar tetapi mempunyai ukuran, laba dan pertumbuhan yang potensial dan tidak menarik banyak pesaing lain; dan penceruk mendapatkan keekonomisan tertentu melalui spesialisasi. Pemasar ceruk ingin memahami kebutuhan pelanggan mereka dengan baik sehingga pelanggan siap membayar harga tinggi.

Contoh: Tom’s of Maine diakuisisi oleh Colegate-Palmolive seharga $100 juta sebagian karena produk perawatan tubuh yang seluruhnya alami dan program sumbangan amalnya menarik konsumen yang dikecewakan oleh bisnis besar. Merek tersebut menghasilkan premium sebesar 30% sebagai hasilnya. Ketika efisiensi pemasaran meingkat, ceruk yang tampak terlalu kecil bisa menjadi lebih menguntungkan. Biaya mendirikan toko yang rendah di Internet membuat banyak bisnis kecil yang baru berdiri membidik ceruk. Resep keberhasilan cerik internet: Pilih produk yang sulit ditemukan yang tidak perlu dilihat dan disentuh pelanggan.

Pemasaran Lokal

Pemasaran sasaran memunculkan program pemasaran yang disesuaikan khusus untuk kebutuhan dan keinginan kelompok pelanggan lokal di bidang perdagangan, lingkungan sekitar, bahkan toko perorangan. Pemasaran lokal mencerminkan tren yang sedang tumbuh, disebut pemasaran akar rumput. Kegiatan berkonsentrasi uuntuk berada sedekat mungkin dan secara pribadi serelevan mungkin dengan pelanggan individu. Sebagian besar keberhasilan awal Nike berasal dari melibatkan konsumen sasaran melalui pemasaran akar rumput seperti menjadi sponsor tim sekolah lokal, klinik yang dijalankan oleh para ahli, dan penyediaan sepatu, pakaian dan peralatan.

Orang yang menyukai pemasaran lokal melihat iklan nasional sebagai sesuatu yang percuma karena terlalu “jauh” dan gagal menghantarkan kebutuhan lokal. Orang yang menentang pemasaran lokal berpendapat bahwa pemasaran lokal meningkatkan biaya manufaktur dan pemasaran dengan mengurangi skala keekonomisan dan memperbesar masalah logistik. Keseluruhan citra merek bisa larut jika produk dan pesan di wilayah berbeda juga berlainan.

Pemasaran Individual

Tingkat segmentasi akhir mengarah ke “Satu Segmentasi,” ”pemasaran yang disesuaikan (customized),” atau pemasaran satu-satu.” Sekarang pelanggan mulai mengambil inisiatif yang lebih individual dalam menentukan apa yang dibeli dan bagaimana caranya. Mereka masuk ke dalam Internet; mencari informasi dan evaluasi penawaran produk atau jasa; mengadakan dialog dengan pemasok, pengguna, dan kritikus produk; dan dalam banyak kasus merancang poduk yang mereka inginkan. Penyesuaian(cusztomzationi)tentunya tidak berlaku umum untuk semua perusahaan. Penyesuaian dapat sangat sulit diimplementasikan untuk produk yang kompleks seperti mobil. Penyesuaian juga dapat meningkatkan biaya barang lebih besar dari biaya yang bersedia dibayarkan oleh pelanggan.

Dasar Segmentasi Pasar Konsumen

Segmentasi adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen ke dalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen atau proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli. Apapun jenis skema segmentasi yang kita gunakan, kuncinya adalah menyesuaikan program pemasaran untuk mengenali perbedaan pelanggan. Variabel utama segmentasi adalah: Segmentasi Geografis, Segmentasi Demografis, Segmentasi Psikografis, dan Segmentasi Tingkah Laku.

Segmentasi Geografis

Segmentasi geografis memerlukan pembagian pasar menjadi berbagai unit geografis seperti negara, negara bagian, wilayah, kabupaten, kota, atau lingkungan sekitar. Perusahaan dapat beroperasi di satu atau beberapa daerah atau tetap beroperasi di seluruh daerah sambil tetap memberikan perhatian pada variasi lokal.

Segmentasi Demografis

Dalam segmentasi demografis, kita membagi pasar menjadi kelompok- kelompok berdasarkan varibel usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kebangsaan, dan kelas sosial. Salah satu alasan variabel demografis begitu populer bagi pemasar adalah bahwa variabel ini sering terkait erat dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Alasan lainnya adalah variabel-variabel itu mudah diukur.

Usia Dan Tahap Siklus Hiudup

Keinginan dan kemampuan konsumen berubah sesuai dengan usia. Segmentasi usia dapat ditingkatkan lagi. Contohnya Pampers membagi pasarnya menjadi prenatal, bayi baru lahir (0-5 bulan), bayi (6–12 bulan), batita (13-23 bulan), dan prasekolah (24 bulan ke atas). Tetapi usia dan siklus hidup bisa menjadi variabel yang rumit. Dalam beberapa kasus, pasar sasaran produk mungkin berusia muda secara psikologis. Misalnya, Honda berusaha membidik usia 21 tahun dengan mobil Element-nya yang kotak, digambarkan oleh pejabat perusahaan sebagai “kamar asrama di atas roda.” Begitu banyak baby boomer yang tertarik dengan iklan mobil itu yang menggambarkan anak-anak perguruan tinggi sedang berpesta di dekat mobil itu di pantai, dan ternyata usia rata-rata pembeli itu adalah 42 tahun!.

Tahap Kehidupan

Orang yang berada di bagian siklus hidup mungkin mempunyai tahap kehidupan yang berbeda. Tahap kehidupan mendefinisikan perhatian utama seseorang, seperti mengalami perceraian, akan menjalani pernikahan kedua, merawat orang tua, memutuskan untuk hidup bersama orang lain, memutuskan untuk membeli rumah baru, dan seterusnya. Tahap kehidupan ini mempresentasikan peluang bagi pemasar yang dapat membantu masyarakat mengatasi masalah utama mereka.

Jenis Kelamin

Pria dan wanita mempunyai sikap dan perilaku yang berbeda, sebagian berdasarkan susunan genetik dan sebagian karena sosialisasi. Misalnya, wanita cenderung lebih berpikir komunal dan pria cenderung lebih ekspresif dan diarahkan oleh tujuan; wanita cenderung memperhatikan semua hal dalam lingkungan baru; pria cenderung fokus pada bagian lingkungan yang membantu mereka mencapai tujuan. Menurut hasil penelitian, pria sering harus diundang untuk menyentuh produk, sementara wanita sering mengambil produk tanpa didorong. Pria sering suka membaca informasi produk, wanita bisa berhubungan dengan produk pada tingkat yang lebih pribadi.

Pendapatan

Segmentasi pendapatan merupakan praktik lama dalam kategori seperti otomotif, pakaian, kosmetik, layanan keuangan, dan perjalanan. Meskipun demikian, pendapatan tidak selalu memprediksi pelanggan terbaik untuk produk tertentu. Banyak pemasar sengaja mengincar kelompok berpendapatan rendah, dalam beberapa kasus menemukan tekanan kompetitif yang lebih sedikit atau loyalitas konsumen yang lebih besar.

Generasi

Setiap generasi sangat dipengaruhi oleh saat-saat pertumbuhan mereka-musik, film, politik, dan mendefinisikan kejadian pada periode tersebut. Para ahli demografi menyebut kelompok generasional ini kohort (kelompok). Anggotanya mengalami berbagai pengalaman budaya, politik, dan ekonomi utama yang serupa. Meskipun kita dapat membuat pembedaan antar mereka, kohort-kohort generasi yang berbeda juga saling mempengaruhi. Misalnya, karena begitu banyak anggota generasi Y yang tinggal dengan orang tua boomer mereka, orang tua dipengaruhi oleh apa yang disebut ahli demografi sebagai “efek boom-boom.” Produk yang sama yang menarik orang usia 21 tahun juga menarik baby boomer yang ingin tetap muda.

Kelas Sosial

Kelas sosial berpengaruh kuat terhadap preferensi mobil, pakaian, perlengkapan rumah, kegiatan bersenang-senang, kebiasaan membaca, dan pengecer serta banyak perusahaan merancang produk dan jasa untuk kelas sosial tertentu. Meskipun demikian, selera kelas sosial berubah setiap tahun. Tahun 1990-an adalah tahun kerakusan dan sikap suka pamer bagi kalangan atas. Sekarang selera orang kaya lebih konservatif, meskipun pembuat barang-barang mewah seperti Coach, Tiffany, Burberry, TAG Heuer, dan Louis Vuitton masih berhasil menjual produknya kepada mereka yang mencari kehidupan mewah.

Segmentasi Psikografis

Psikografi adalah ilmu untuk menggunakan psikologi dan demografi guna lebih memahami konsumen. Dalam segmentasi psikografis, pembeli dibagi menjadi berbagai kelompok berdasarkan sifat psikologis/ kepribadian, gaya hidup, atau nilai. Orang-orang di dalam kelompok demografi yang sama bisa memiliki profil psikografis yang sangat berbeda.

Salah satu sistem klasifikasi paling terkenal yang tersedia secara komersial berdasarkan pengukuran psikografis adalah kerangka kerja SRI Consulting Business Inteligence’s (SRIC-BI) VALS TM. Dimensi utama kerangka kerja VALS adalah motivasi konsumen(dimensi horisontal) dan sumber daya konsumen (dimensi vertikal). Konsumen terinspirasi oleh satu dari tiga motivasi utama: idealisme, pencapaian, dan ekspresi diri. Konsumen terutama dimotivasi oleh idealisme dituntun oleh pengetahuan dan prinsip.

Konsumen yang dimotivasi oleh pencapaian mencari produk dan jasa yang menunjukkan keberhasilan kepada teman-temannya. Konsumen yang motivasinya adalah ekspresi diri menginginkan kegiatan sosial atau fisik, keragaman, dan resiko. Sifat kepribadian seperti energi, kepercayaan diri, intelektualitas, mencari sesuatu yang baru, keinovatifan, impulsivitas, kepemimpinan, dan arogansi. Tingkat sumber daya yang berbeda meningkatkan atau membatasi ekspresi seseorang atas motivasi utamanya.

Empat kelompok dengan sumber daya yang lebih tinggi adalah:

  1. Penemu–Orang yang berhasil, canggih, aktif, “memegang kendali” dengan harga diri yang tinggi. Pembelian sering kali mencerminkan selera terdidik untuk pada produk dan jasa berorientasi ceruk yang relatif mewah.
  2. Pemikir–Orang-orang yang matang, puas, danreflektif yang termotivasi oleh idealisme dan menghargai ketertiban, pengetahuan, dan tanggung jawab. Mereka mencari durabilitas, fungsionalitas, dan nilai dalam produk.
  3. Pencapai–Orang-orang yang berhasil, berorientasi pada tujuan yang fokus pada karier dan keluarga. Mereka menyukai produk mahal yang mendemonstrasikan keberhasilan kepada teman-temannya.
  4. Orang yang mengalami–Orang-orang muda, antusias, dan impulsif yang mencari keragaman dan kesenangan. Mereka menghabiskan proporsi pendapatan yang cukup tinggi untuk pakaian, hiburan , dan bersosialisasi.

Empat kelompok dengan sumber daya rendah adalah:

  • Penganut–Orang-orang konservatif, konvensional, dan tradisional dengan keyakinan konkret. Mereka lebih menyukai produ AS yang dikenal dan setia kepada merek terkenal.
  • Pekerja keras–Orang-orang yang trendi dan suka bersenang-senang dengan sumber daya terbatas. Mereka menyukai produk bergaya yang meniru pembeli konsumen dengan kekayaan materi yang lebih besar.
  • Pembuat–Orang-orang yang praktis, rendah hati, mandiri yang suka bekerja dengan tangan mereka. Mencari produk buatan AS dengan tujuan yang praktis atau fungsional.
  • Bertahan hidup–Orang-orang tua dan pasif yang mengkhawatirkan perubahan. Mereka setia dengan merek favorit mereka.

Segmentasi Perilaku

Dalam segmentasi perilaku, pemasar membagi pembeli menjadi beberapa kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, penggunaan, atau respons terhadap sebuah produk.

Dasar untuk Segmentasi Pasar Bisnis

Variabel segmentasi utama untuk pasar bisnis :

Demografis

Variabel Operasi

Pendekatan Pembelian

Faktor Situasional

Karakteristik Pribadi

Penentuan Target Pasar

Kriteria Segmentasi Efektif

Tidak semua skema segmentasi bermanfaat. Misalnya, pembeli garam meja dapat dibagi menjadi pelanggan berambut pirang dan merah, tetapi warna rambut pasti tidak relevan dengan pembelian garam. Selain itu, jika semua pembeli garam membeli jumlah garam yang sama setiap bulan, percaya bahwa semua garam adalah sama, dan hanya akan membayar satu harga untuk garam, pasar ini dapat disegmentasikan secara minimal dari sudut pandang pemasaran.

Agar bermanfaat, segmen pasar diurutkan berdasarkan lima kriteria kunci:

  1. Terukur: Ukuran, daya beli, dan karakteristik segmen dapat diukur.
  2. Substansial: Segmen cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani.
  3. Dapat diakses: Segmen dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
  4. Dapat dideiferensiasi: Segmen dapat dibedakan secara konseptual dan mempunyai respons yang berbeda terhadap elemen dan program bauran pemasaran yang berbeda. Jika wanita menikah dan wanita tidak menikah mempunyai respons yang sama terhadap penjualan parfum, mereka tidak merepresentasikan segmen yang terpisah.
  5. Dapat ditindaklanjuti: Program yang efektif dapat diformulasikan untuk menarik dan melayani segmen.

Langkah-langkah dalam Proses Segmentasi

  • Segmentasi Berdasarkan Kebutuhan : Mengelompokkan pelanggan ke dalam beberapa segmen berdasarkan kebutuhan dan manfaat yang sama yang diinginkan pelanggan dalam menyelesaikan masalah konsumsi tertentu.
  • Identifikasi Segmen : Untuk setiap segmen berbasis kebutuhan, tentukan kelompok demografis, gaya hidup, dan perilaku penggunaan mana yang membuat segmen itu berbeda dan dapat diidentifikasi (ditindaklanjuti).
  • Daya Tarik Segmen : Menggunakan kriteria daya tarik segmen yang sudah ditentukan sebelumnya (seperti pertumbuhan pasar, intensitas persaingan, dan akses pasar), menentukan keseluruhan daya tarik terhadap segmen.
  • Profitabilitas Segmen : Menentukan profitabilitas segmen.
  • Positioning Segmen : Untuk setiap segmen, siptakan “Proposisi Nilai” dan strategi positioning harga-produk berdasarkan kebutuhan dan karakteristik unik pelanggan segmen tersebut.
  • “Acid Test” Segmen : Menciptakan “Jalan Cerita Segmen” untuk menguji daya tarik setiap strategi positioning segmen.
  • Strategi Bauran Pemasaran : Memperluas strategi Positioning segmen untuk mencakup semua aspek bauran pemasaran: produk, harga, promosi, dan tempat.

Mengevaluasi dan Memlihi Segmen Pasar

  • Konsentrasi Segmen –Tunggal

Melalui pemasaran terkonsentrasi, perusahaan mendapatkan pengetahuan yang kuat tentang kebutuhan segmen dan kehadirannya di pasar akan kuat. Selain itu, perusahaan menikmati keekonomisan operasi melalui spesialisasi produksi, distribusi, dan promosinya. Jika perusahaan memimpin segmen, perusahaan dapat menghasilkan tingkat pengembalian tinggi atas investasinya.

Perusahaan memilih sejumlah segmen, masing-masing secara objektif menarik dan tepat. Mungkin ada sedikit atau tidak ada sinergi antara segmen tersebut, tetapi masing-masing segmen menjanjikan sebagai penghasil uang. Strategi multisegmen ini mempunyai kelebihan yaitu mendiversifikasikan resiko perusahaan.

Perusahaan membuat produk tertentu yang kemudian dijual ke beberapa segmen pasar.

Perusahaan berkonsentrasi untuk melayani berbagai kebutuhan dari satu kelompok pelanggan tertentu.

Perusahaan berusaha melayani semua kelompok pelanggan dengan semua produk yang mungkin mereka perlukan. Hanya perusahaan yang sangat besar yang dapat melaksanakan strategi umum luar: melalui pemasaran tanpa diferensiasi. Dalam pemasaran tanpa diferensiasi, perusahaan mengabaikan perbedaan segmen dan mengincar seluruh pasar dengan satu penawaran. Perusahaan merancang sebuah produk dan programpemasaran yang akan memberi produk tersebut citra yang unggul dan menarik jumlah pembeli terluas, dan rancangan ini tergantung pada distribusi dan iklan massal. Pemasaran tanpa diferensiasi adalah contoh pemasaran untuk standarisasi dan produksi massal dalam proses manufaktur.

Dalam pemasaran terdiferensiasi, perusahaan beroperasi di beberapa segmen pasar dan merancang produk yang berbeda untuk setiap segmen. Pemasaran terdiferensiasi biasanya menciptakan lebih banyak total penjualan dibandingkan pemasaran tanpa diferensiasi.

Pertimbangan Tambahan

Ada dua pertimbangan tambahan dalam mengevaluasi dan memilih segmen, yaitu rencana invasi segmen per-segmen dan pilihan etika target pasar:

  • Rencana Invasi Segmen- per- Segmen

Perusahaan sebaiknya memasuki satu segmen pada satu waktu. Pesaing tidak boleh mengetahui segmen apa yang akan dimasuki oleh perusahaan di kemudian hari.

  • Pilihan Etika Target Pasar

Pemasar harus membidik segmen secara cermat untuk menghindari kritik konsumen. Beberapa konsumen mungkin menolak diberi nama. Para bujangan mungkin menolak kemasan makanan yang disajikan khusus untuk satu orang, karena mereka tidak ingin diingatkan bahwa mereka makan sendirian. Konsumen berusia tua yang tidak merasa sudah mungkin tidak menghargai produk yang mengidentifikasi mereka sebagai “tua”. Penentuan target pasar juga dapat menimbulkan kontroversi publik. Masyarakat khawatir pemasar mengambil keuntungan tidak jujur dari kelompok rentan (seperti anak-anak) atau mempromosikan produk-produk yang berpotensi membahayakan.

Faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam Menentukan Target Pasar

Dalam menentukan target pasar terdapat 5 faktor yang wajib diperhatikan sebelum menentukan segmen mana yang akan dituju. Faktor tersebut antara lain ialah sebagai berikut:

Ukuran Segmen

Perkiraan besarnya segmen yang akan dituju ialah faktor penting untuk memutuskan apakah segmen tersebut cukup menjanjikan untuk ditindak lanjuti. Perusahaan yang besar akan memilih segmen dengan volume penjualan besar dan cenderung menghindari atau menolak segmen yang kecil. Sebaliknya perusahaan kecil menghindari segmen yang besar karena mereka memerlukan sumber daya yang lebih banyak lagi.

Pertumbuhan Segmen

Faktor pertumbuhan segmen juga merupakan salah satu faktor yang wajib diperhatikan dalam menentukan target pasar. Meskipun ukuran sebuah segmen saat ini relatif kecil, tetapi tidak menutup kemungkinan akan berkembang dimasa yang akan datang jika ada tanda-tanda perkembangan yang positif. Karena pada dasarnya segmen kecil ialah segmen pasar yang potensial. Seperti misalnya dahulu tingkat usia 60 tahun ke atas tidak menjadi fokus pasar bago perusahaan. Tetapi saat ini banyak jasa dan produk yang ditawarkan untuk segmen ini “usia 50 tahun keatas”.

Analisis Situasi

Faktor berikutnya yang harus diperhatikan ialah analisis situasi, perusahaan terlebih dahulu wajib melakukan analisis situasi secara teliti dan cermat. Analisis situasi diantaranya berhubungan dengan konsumen, para pemasok dan para distributor. Pada umumnya perusahaan melakukan analisis situasi dengan analisis SWOT.

Sumber Daya Perusahaan

Faktor ke 4 yang harus diperhatikan dalam menentukan target pasar ialah sumber daya perusahaan, Perusahaan mendapat sumber daya dari dalam perusahaan sendiri maupun melalui kerjasama dengan pihak luar. Adapun konsekuensi dari sumber daya yang didapat dari kerja sama dengan pihak luar yaitu keuntungan dan resiko perusahaan ditanggung bersama. Bentuk kerja sama dengan pihak luar dapat dilakukan dengan venture atau dengan production sharing.

Biaya Yang Harus Dikeluarkan Untuk Mencapai Segmen

Sebuah segmen harus disesuaikan dengan kegiatan pemasaran perusahaan, jika segmen yang dipilih ternyata tidak cocok maka sebaiknya tidak perlu untuk dilakukan. Oleh sebab itu identifikasi mengenai segmen yang akan dituju wajib dilakukan dengan teliti. Banyak contoh segmen yang sempat diperkirakan memiliki potensi besar namun ternyata tidak seperti yang diharapkan, sementara perusahaan sudah mengeluarkan biaya yang besar.

Contoh Target Pasar

Misalkan kita mempunyai bisnis di bidang fashion untuk anak-anak, maka inilah contoh target pasarnya:

  • Produk Yang Dijual
    Pakaian anak-anak, dijual secara online.
  • Target Lokasi
    Kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Kota lain di pulau Jawa yang bisa dijangkau oleh kurir pengiriman barang maksimal dalam 4 hari.
  • Target Demografi Pelanggan
    Perempuan yang telah menikah dan memiliki anak kecil, dengan usia antara 25-35 tahun, memiliki penghasilan keluarga diatas 4 juta per bulan.
  • Karakteristik Psikologis Pelanggan
    Terbiasa menggunakan komputer, email, internet dan sosial media, mengikuti trend fashion anak, hobi membaca majalah kesehatan anak.

Demikianlah pembahasan mengenai Segmentasi Pasar Adalah – Pengertian, Target, Tujuan Dan Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. �� �� ��

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: