Teknik Trading Forex

Peringkat broker opsi biner:

Teknik Trading

Deretan Strategi Trading Forex Lanjutan Ini Bukan untuk Pemula!

Penulis: Dwiya Freelancer ( March 4, 2020 – 1:04 am ) Filed Under: Artikel, Pengetahuan, Teknik Trading

Dalam dunia trading, terdapat banyak sekali strategi yang dapat dicoba trader dalam rangka untuk mendapatkan profit dari market forex. Seorang trader pemula tentunya berbeda dengan trader yang telah berpengalaman. Hal itulah yang menyebabkan para trader pemula cenderung lebih sedikit mencoba variasi strategi trading jika dibandingkan dengan seniornya atau yang telah berpengalaman.

Ketika trader pemula masih mencari-cari strategi trading yang sesuai, mungkin trader yang berpengalaman telah menemukan satu atau beberapa strategi lain yang paling sesuai. Nah, berikut ini setidaknya terdapat beberapa strategi tingkat lanjut yang pada umumnya digunakan oleh trader berpengalaman.

NFP Trading

NFP atau Non-fram payroll adalah berita ekonomi mayor yang dirilis di Amerika pada setiap bulannya. Jadi secara umum, jenis berita ekonomi seperti ini memiliki dampak yang sangat besar pada trader harian. Hal ini karena berita seperti ini dapat membuat fluktuasi harga pada pasangan mata uang USD sampai lebih dari 50 pip.

Kelemahan strategi trading NFP adalah harus menunggu rilis berita tiap akhir bulan terlebih dahulu dan hanya dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat tentunya. Artinya, trader anda dapat trading dengan strategi NFP sebulan sekali saja. Karena kesulitan yang ditawarkan dan periodenya singkat, maka strategi NFP ini termasuk strategi tingkat lanjut yang tidak akan cocok untuk pemula tentunya.

Pada umumnya beberapa jam sebelum berita NFP dirilis biasanya market akan mengalami fluktuasi yang sangat hebat. Tujuan dari strategi ini sendiri adalah untuk mencoba menebak hasil dari NFP, kemudian melihat seberapa besar perbedaan harga prediksi dengan harga yang sebelumnya. Untuk masalah yang satu ini trader dapat melakukan observasi dari forex calendar.

Selain itu trader juga diharuskan untuk memiliki margin yang cukup, sehingga bisa bertahan apabila market mengalami fluktuasi harga sebelum hasil NFP dirilis. Ketika berita sudah keluar, harga dari sebuah pasangan mata uang bisa saja akan mengalami perubahan yang drastis. Apabila arah dari perubahan tersebut sesuai dengan harapan, maka trader dapat memperoleh profit yang besar hanya sekali trading dalam beberapa jam saja.

Sebaliknya jika perubahan harga yang terjadi di arah yang sebaliknya, maka order stop loss akan tersentuh, sehingga kerugian yang besar bisa dibatasi. Dengan kata lain trading dengan strategi NFP ini merupakan tentang menghasilkan banyaknya pip dari sekali trading yang dimenangkan, kemudian membatasi kekalahan jika prediksi market tidak sesuai dengan harapan.

Positional Trading

Positional trading, tentunya sudah pasti termasuk dalam strategi tingkat lanjut dan sering sekali digunakan oleh para trader yang top. Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh strategi ini adalah tidak membutuhkan banyak perhatian seperti strategi trading yang lainnya. Tapi meski begitu, untuk bisa menjalankan strategi ini, tentunya dibutuhkan analisa market jangka panjang yang mendalam.

Peringkat broker opsi biner:

Kebanyakan strategi trading disusun dari time frame kecil, artinya kebanyakan strategi tersebut dapat dianggap sebagai suatu strategi trading harian. Padahal Positional Trading ini adalah sesuatu yang sangat berbeda dengan trading harian ataupun dengan Scalping. Jadi ketika trader, sudah mulai dalam posisi trading, tentunya mereka berharap untuk bisa menahan posisi untuk periode waktu yang cukup lama. Bahkan untuk mengidentifikasi berapa waktu minimal yang direkomendasikan sendiri bisa dibilang cukup sulit, karena semua itu tergantung dari pandangan masing-masing trader pada market dan berapa profit yang ingin dicapai.

Ketika menggunakan Positional trading yang merupakan salah satu teknik trading tingkat lanjut, maka trader diharuskan untuk bisa melakukan apapun secara total, dimana berbanding terbalik dengan forex scalping yang ukuran tradingnya lebih kecil. Jadi selama melakukan Positional Trading, trader paling tidak harus bisa memperoleh 100 pips, dimana hal ini akan membuat trader bisa lebih aman ketika market mengalami fluktuasi. Supaya terhindar dari resiko tambahan, trader juga direkomendasikan untuk mengambil trading dengan skala kecil saja dan menempatkan tidak lebih dari 2 % dari total modal untuk margin trading.

Dengan menggunakan cara tersebut, trader dapat dengan mudah mendapatkan 20-30 pip tanpa perlu menutup posisi terlebih dahulu. Keunggulan lain dari Positional Trading ini yaitu kemampuannya dalam memastikan terjadinya break even pada akhir trading. Jadi beberapa trader tetap saja memungkinkan untuk tetap bisa mendapatkan pip untuk setiap tradingnya, meskipun tetap saja akan kehilangan modal.

Forex Scalping

Setiap teknik trading, pastinya memiliki resiko dan tidak ada satu sistem tradingpun yang bisa bebas dari yang namanya kekalahan. Bahkan teknik trading tingkat lanjutpun juga seperti itu, misalnya seperti Scalping. Tujuan dari strategi ini sendiri adalah untuk mendapatkan potensi profit dengan cara yang cepat, namun tetap saja resiko untuk kalah tentunya tetap ada.

Scalping ini dianggap sebagai salah satu metode trading tingkat lanjut, jadi teknik ini biasanya akan dilakukan dalam time frame singkat seperti M1 dan M5. Dengan frekuensi trading tinggi ketika terjadi pergerakan yang cepat dalam market, strategi Scalping ini dapat dikatakan sangatlah impresif dan inovatif. Meskipun tentu saja strategi tetap membutuhkan analisa mendetail mengenai market.

Scalping adalah strategi trading yang banyak sekali digunakan oleh trading musiman. Taktik ini sendiri tentunya juga tergantung pada fluktuasi harga dari pecahan mata uang. Biasanya waktu yang digunakan untuk membuka dan menutup posisi dilakukan hanya dalam beberapa menit saja. Profit yang diperoleh dari strategi ini juga cenderung rendah, namun apabila dikali dengan jumlah trading massal yang dilakukan, tentunya jumlahnya akan luar biasa besar.

Beberapa trader yang menggunakan Scalping ini bahkan bisa membuka posisi sampai dengan 200 trading perhari nya. Tentu saja tidak semua open posisi yang dilakukan tersebut dapat memberikan profit. Namun tujuan utama dari strategi ini adalah untuk mendapatkan profit secara keseluruhan dari kombinasi semua posisi yang diambil.

Strategi trading mana yang biasa Anda gunakan?

Like this:

Ketika kita ingin merancang suatu sistem trading, terkadang kita akan merasa pusing dengan berbagai unsur yang harus diatur secara cermat dan teliti. Misalnya saja, seperti unsur apa saja indikator yang akan digunakan, memilih timeframe berapa akan trading, pair mana yang akan dipilih, seperti apa indikator yang digunakan dan masih banyak lagi tentunya. Supaya kita bisa mendapatkan suatu sistem trading yang paling ideal, akan lebih baik jika kita melakukan pengaturan yang disesuaikan dengan gaya trading dari masing-masing trader.

Meski begitu, terkadang, proses ini membutuhkan banyak waktu dan justru bisa membuat para trader pemula merasa kebingungan, karena tidak tahu harus mulai dari mana.Nah tanpa harus sulit dan berlama-lama pusing dengan berbagai hal itu, Sniper Forex V2, dapat menjadi sistem trading yang siap anda pakai. Hal ini karena, dalam sistem trading ini sudah mencakup semua komponen yang dibutuhkan, baik itu indikator, pair, timeframe, aturan entry, sampai dengan strategi exit. Sniper Forex V2 ini, akan sangat sesuai bagi anda yang khususnya lebih berpedoman pada analisa teknikal dan dapat beradaptasi dengan gaya trading intraday.

Pemahaman Singkat Tentang Indikator Sniper Forex V2

Sniper Forex V2 merupakan suatu kumpulan dari tools yang terdiri dari beberapa indikator teknikal. Sistem trading ini, memang dirangkai sebagai sistem trading yang compatible di time frame H1 dengan 5 indikator MetaTrader4 pilihan. Masing-masing dari indikator itu. dapat berperan sebagai sinyal entry, kekuatan trend, penunjuk arah dan sebagai penanda stop loss. Biasanya di chart akan terlihat bagian pertama dari sistem trading ini yang terdiri dari 3 garis dinamis yang berwarna biru dan merah.

Saat harga cenderung mengalami kenaikan, garis-garis sinyalnya akan berwarna bitu. Sebaliknya ketika harga mulai melemah, maka garis Sniper Forex V2 akan secara otomatis berubah warna menjadi merah. Momen dari perubahan warna garis indikator tersebut, merupakan suatu sinyal dari pergantian arah trend yang dapat anda mandapatkan sebagai suatu sinyal entry. Supaya lebih mudah lagi dalam mengenali peluang dengan lebih jelas, tanda panah warna biru atau merah, akan muncul saat garis sudah berubah warnanya dan pergantian harga trend sudah dikonfirmasi.

Tak hanya garis sinyal dan tanda panah saja, namun Sniper Forex V2 ini dapat menghadirkan tanda-tanda titik yang naik turun mengikuti pergerakan dari harga. Bagi anda yang mengenal baik indikator Parabolic SAR, bisa jadi sinyal seperti ini sudah tidak asing lagi. Pada dasarnya titik-titik dari indikator yang semacam ini, memiliki fungsi sebagai penunjuk arah trend dan dalam perkembangannya, juga seringkali dimanfaatkan sebagai petunjuk untuk close posisi, baik itu untuk mencari trailing stop maupun hanya untuk sekedar stop loss saja. Apabila didasarkan dengan konsep yang serupa, sinyal titik-titik dari indikator Sniper Forex V2 ini juga ditampilkan untuk membantu trader dalam memilih target stop loss yang ideal.

Di Sub windownya akan terdapat 2 indikator yang semuanya tersedia dalam format histogram. Indikator pertama merupakan Sniper Trend A yang dapat mengukur kekuatan trend harga dengan panjang pendek dari bar histogramnya. Apabila besar histogram yang ditampilkan di sub window Sniper Trend A semakin besar, artinya akan semakin kuat juga momentum Bearish trend harga saat ini. pemahaman sebaliknya tentunya juga berlaku untuk mengukur kekuatan dari Bullish trend dengan histogram biru.

Sementara itu, jika indikator kedua yang muncul pada sub-window yang paling bawah merupakan Sniper Trend B. Fungsi dari indikator inipun tidak jauh berbeda dengan Sniper Trend A yang juga berguna untuk mengukur kekuatan trend saat ini. Akan tetapi, Sniper Trend B ini biasanya lebih sering digunakan sebagai konfirmator akhir, untuk menyaring sinyal Sniper Trend A yang lebih sensitif terhadap pergerakan harga.

Bagaimana Aturan Trading Dengan Sistem Trading Ini?

Meskipun sistem trading ini terkesan kompleks karena terdiri dari berbagai sinyal indikator, aturan dalam sistem trading Sniper Forex V2 bisa dibilang sangat sederhana.

Open Buy apabila:

  • Garis sinyal Sniper Forex V2 dalam keadaan berwarna biru
  • Munculnya sebuah tanda panah berwarna biru di bawah harga
  • Sinyal titik-titik sudah pindah dari bawah harga dan berwarna biru
  • Bar histogram dari Sniper Trend A dan Sniper Trend B nya sama-sama menunjukan warna biru

Open Sell apabila:

  • Garis sinyal dari Sniper Forex V2 warnanya merah
  • Munculnya tanda panah yang berwarna merah di atas harga
  • Sinyal titik-titik sudah pindah di atanya harga dan berwarna merah
  • Bar histogram di Sniper A dan Sniper B nya sama-sama berwarna merah

Untuk aturan closenya, stop loss dapat anda tempatkan di sinyal titik Sniper Forex yang muncul di awal trend. Saat harga sudah bergerak sampai 25 pips di arah yang cukup menguntungkan, sebaiknya anda memindahlan stop loss ke level breakevent. Apabila anda tidak menentukan take profit karena tidak ingin membatasi peluang profit yang lebih besat, maka anda dapat close posisi secara manual, jika sinyal titik telah berpindah posisi atau bar histogram Sniper Trend A telah berubah warnanya.

9 Macam Teknik Trading Forex yang Perlu Anda Ketahui

Forex kini telah menjadi tren yang banyak diminati oleh kebanyakan orang sebagai alternatif untuk mendapatkan penghasilan. Banyak para pelaku forex yang sukses melalui trading forex yang mereka lakukan. Namun, untuk menjadi sukses bukanlah hal yang instan dan mudah. Butuh waktu yang cukup lama agar dapat meraup keuntungan dari ativitas forex ini.

Jika Anda tertarik dengan forex, Anda perlu belajar mengenai teknik-teknik melakukan trading forex yang baik, sehingga bisa mendapatkan keuntungan sesuai yang Anda inginkan. Nah, bagi Anda yang ingin belajar forex, berikut kami rangkum teknik-teknik trading forex yang paling umum dipakai. Yuk, simak ulasan berikut ini:

Macam-Macam Teknik Trading Forex

  1. Teknik Trading Forex Scalping

Teknik trading forex scalping merupakan salah satu teknik trading forex yang menggunakan take profit dalam jumlah kecil secara beruntun, saat pasar dalam kondisi flat ataupun tenang. Namun, teknik scalping ini menggunakan stop loss yang cukup besar. Hal tersebut mengakibatkan Risk maupun Rewardsnya kurang berimbang.

  1. Teknik Martingale

Teknik Martingale adalah teknik trading dengan menggunakan lipatan volume lot. Sebagai contoh, dengan menggunakan 1 lot, apabila Anda kalah maka lot akan dilipat gandakan menjadi 2, 4, dan seterusnya sampai Anda mendapatkan profit atau menang. Teknik ini dapat dilakukan pada modal Anda yang kuat, akan tetapi mengandung resiko yang sangat tinggi jika sewaktu-waktu terjadi kekalahan.

  1. Teknik Averaging

Teknik averaging merupakan teknik trading yang menggunakan rata-rata harga. Sebagai contoh, ketika Anda BUY dengan harga 100, namun kemudian harga pasar turun hingga 80, maka kita dapat order BUY kembali, sampai seterusnya. Hingga Anda memperoleh harga yang bagus. Akan tetapi, teknik ini membutuhkan modal yang besar.

  1. Teknik Hedging

Teknik Hedging, merupakan teknik trading forex dengan memanfaatkan locking posisi. Akan tetapi teknik hedging dapat menjadi “senjata makan tuan” atau sering disebut sebagai gali lubang tutup lubang apabila Anda salah dalam penerapannya.

  1. Teknik Analisis Teknikal atau Fundamental

Teknik trading ini merupakan salah satu teknik yang menggunakan analisis indikator, grafik, chart, hingga berita yang terjadi di pasar.

  1. Teknik Gambling atau Ngawur

Teknik gambling merupakan teknik trading forex tanpa menggunakan strategi tertentu, hanya berupa insting saja. Teknik gambling atau ngawur ini sama seperti orang yang sedang bermain judi. Teknik ini seringkali digunakan oleh para pemula yang belum paham betul tentang trading forex.

  1. Teknik Trading Korelasi

Teknik ini memanfaatkan korelasi yang berasal dari pergerakan mata uang. Namun, teknik ini dianggap kurang bagus, karena kondisi mata uang yangtidak stabil, mengingat adanya pergerakan mata uang yang tidak selalu tetap.

  1. Teknik Automatic Trading

Teknik Forex trading satu ini sering disebut sebagai teknik robot, dimana aktivitas trading diserahkan kepada robot (EA). Dan secara otomatis robot akan melakukan trading, sehingga berhasil atau gagalnya trading tergantung robot (EA).

  1. Teknik Pola Risk Manajement

Teknik ini banyak digunakan oleh trader professional sebagai kiat sukses trading. Dengan memanfaatkan stop loss serta pengaturan resiko dan keuangan, maka seorang trader dapat meraup keuntungan.

Itulah macam-macam teknik trading forex yang perlu Anda ketahui untuk menjadi trader yang sukses melalui trading forex. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: