Testimoni Investasi Bitcoin

Peringkat broker opsi biner:

Kisah Orang Indonesia yang Keruk Untung dari Koleksi Bitcoin

Pertama kali melihat bitcoin mulai diperdagangkan di forum jual beli Kaskus sekitar tiga tahun lalu, pria asal Mojokerto, Jawa Timur yang menetap di Jakarta, Bayu (32) mengaku belum begitu tertarik pada mata uang virtual tersebut. Namun pada September 2020, dia akhirnya mulai menerjunkan diri ke dalam investasi bitcoin.

Pertanyaan terbesarnya saat itu adalah di mana dia bisa mendapatkan bitcoin. Itu pula yang menurutnya tampak menjadi pertanyaan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini.

Setelah secara intensif mempelajari bitcoin dari berbagai artikel di internet, dia lalu mulai meraup bitcoin. Tak seperti kebanyakan orang lain, dia mereguk bitcoin pertamanya secara gratis. Tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.

Iming-iming dapat meraup keuntungan dalam jumlah besar membuatnya kian menekuni dunia transaksi virtual tersebut. Bayu pun mulai mencoba membeli kebutuhan sehari-harinya dengan bitcoin.

Setiap bulan, dia mengaku membeli pulsa Rp 50 ribu dengan bitcoin yang dikantonginya. Dia tak perlu lagi repot-repot mengeluarkan uang tunai dan pergi ke tempat penjualan pulsa.

Bagaimana lika-liku pria Indonesia yang berani bergulat dengan bitcoin ini? Padahal jelas-jelas Bank Indonesia menyatakan bitcoin bukan merupakan alat pembayaran yang sah.

Berikut kisahnya seperti diceritakan Bayu pada Liputan6.com seperti ditulis Senin (17/2/2020):

Bitcoin pertama

Diakuinya, hal tersulit saat mulai terjun ke dunia bitcoin adalah bagaimana bisa memperoleh bitcoin. Untungnya, berkat ketekunannya mempelajari bitcoin, dia berhasil mendapatkannya tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun.

Dia semakin aktif mencari informasi di internet dan berhasi menemukan situs penyedia bitcoin secara gratisan.

Peringkat broker opsi biner:

“Saya dapatnya gratis. Di internet ada beberapa situs penyedianya, saya coba-coba bikin akun di sana dan dapat bitcoin. Ya meskipun jumlahnya kecil-kecil atau kita di komunitas biasa menyebutnya `recehan`,” jelas dia.

Dia mengatakan, tak hanya satu situs yang dicobanya. Setelah berpetualang selama satu bulan, dia berhasil menemukan beberapa situs yang memberikan `recehan` bitcoin dalam jumlah besar.

Yang dimaksud recehan adalah satuan terkecil dalam bitcoin yaitu satu satoshi setara 0,00000001 bitcoin. Dia biasanya mengumpulkan hingga 50 ribu satoshi terlebih dulu, baru memindahkan mata uang virtual tersebut ke wallet (dompet) online miliknya.

Bitcoin bisa diperoleh sambil bermain

Selain secara gratisan, Bayu menjelaskan bitcoin bisa diperoleh lewat permainan online. Saat ini, game yang tengah ditekuninya adalah coin hunter dan golden village.

“Kalau coin hunter, itu sederhana tapi rumit. Pemain bisa bebas mengambil bitcoin sebanyak-banyaknya, tapi di jalan kembali ke basecamp, dia akan dijegal banyak perampok dari berbagai negara. Nah koin yang bisa dimiliki itu cuma yang sampai ke basecamp aja,” terangnya.

Dia menjelaskan, game tersebut bisa dimainkan secara online. Selain itu, ada juga permainan pendulan bitcoin lain, golden village.

“Satu lagi namanya golden village. Ini butuh waktu lama, membangun perkampungan. Mulai dari rumah, masyarakatnya, kantor polisi, sampai pertambangan. Dari pertambangan itu bisa dapat bitcoin,” jelasnya.

Bayu mengisahkan, seorang teman di komunitas bitcoin yang dikenalnya mampu mendulang uang hingga puluhan juta rupiah dari hasil tambang online-nya tersebut. Tak sebentar, butuh waktu hingga lebih dari setahun untuk sampai ke tahap itu.

Untung menggiurkan

Motivasi utama Bayu mendulang bitcoin adalah potensi keuntungan besar yang bisa dia peroleh. Meski memang, harus sabar dan tekun dalam melakoninya.

“Ya tertarik karena untungnya sangat menggiurkan. Itu kan harganya mengikuti dolar, nah dari dolar baru dirupiahkan. Kalau kita beli di harga murah dan jual di harga mahal seperti waktu Desember, satu bitcoin harganya US$ 1.200, kalau dirupiahkan jadi belasan juta. Itu bisa untung besar,” paparnya.

Dia juga mengaku pernah menjual 0,01 bitcoin yang dimilikinya. Saat itu tafsiran harganya sekitar Rp 10 ribu per dolar AS. Dia berhasil mendapat uang cukup besar saat itu.

Potensi cuci uang

Maraknya potensi pencucian mata uang pada bitcoin menjadi salah satu alasan banyak orang menghindarinya. CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan angkat bicara mengenai masalah tersebut.

“Pada dasarnya, semua barang potensi terkena money laundry-nya itu besar, dolar bisa, emas bisa, bitcoin juga bisa, semua sama bisa kena. Tapi bitcoin risikonya bisa lebih kecil kalau diatur negara,” jelasnya saat berbincang dengan Liputan6.com.

Menurutnya, semua transaksi bitcoin dilakukan secara transparan dan terekam. Artinya, pengguna maupun pemerintah bisa menelusuri setiap transaksi yang terjadi.

Sebagai pengguna, Bayu melihat setiap pengusaha berpotensi melakukan penggelapan pajak. Pasalnya pemerintah tidak mengetahui pendapatan total dari seluruh transaksi yang dilakukan. Dia juga meminta masyarakat pengguna bitcoin untuk tidak menyalahgunakan mata uang virtual tersebut.

Transaksi Bitcoin Indonesia Rp 160 juta per hari

Semakin hari pengguna bitcoin di Indonesia kian banyak. Oscar mengungkapkan, nilai transaksi bitcoin yang terjadi setiap hari dapat mencapai Rp 80 juta hingga Rp 160 juta.

“Kemarin ada yang beli sampai Rp 150 juta, ada juga yang Rp 8 juta. Dari satu dua orang saja transaksi bisa mencapai ratusan juta, sementara sisanya yang pembeli kecil seharga Rp 50 ribuan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, setiap hari terjadi transaksi besar dan kecil. Transaksi besar di mulai dari penjualan di atas 1 bitcoin.

“Jual besar itu adalah pengguna yang membeli di atas 1 bitcoin, sekarang harganya di kisaran Rp 8 juta rupiah, sementara jual kecil itu yang tidak sampai Rp 100 ribu,” jelasnya.

Hingga saat ini, Oscar mengatakan Bitcoin Indonesia masih memerlukan kucuran dana untuk tambahan biaya operasional maupun biaya edukasi pada masyarakat. Dirinya mengaku sudah memperoleh beberapa investor yang tertarik membenamkan modalnya di Bitcoin Indonesia. Beberapa di antaranya merupakan investor asing. (Sis/Ndw)

Apakah Investasi Bitcoin di Indonesia Itu Aman?

Bitcoin merupakan investasi yang sedang digandrungi oleh banyak orang, bagaimana dengan investasi Bitcoin di Indonesia, apakah aman?

Rubrik kali ini akan membahas Bitcoin dan kondisi investasi Bitcoin di Indonesia. Semoga bermanfaat!

Pengertian Bitcoin

Akhir-akhir ini, pasti Anda sering mendengar istilah Bitcoin bukan? Tapi apakah Anda tahu apa sebenarnya bitcoin itu?

Bitcoin merupakan mata uang virtual yang pertama kali dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009.

Mata uang digital ini berfungsi seperti mata uang biasa seperti Rupiah, Dollar, Euro, atau yang lainnya. Yang membedakannya adalah mata uang ini hanya tersedia di dunia digital.

Pada Bitcoin teknologi yang digunakan adalah peer-to-peer, yang artinya transaksi dalam Bitcoin tidak memerlukan otoritas pusat atau bank sentral.

Pengelolaan transaksi dan penerbitan Bitcoin dilakukan secara kolektif di dalam jaringan.

Kenapa teknologi peer-to-peer yang digunakan?

Penggunaan teknologi peer-to-peer dipilih pada Bitcoin agar pemilik Bitcoin dapat mengirim uang tanpa harus menggunakan perantara ketiga atau melalui lembaga keuangan.

Selain itu, teknologi peer-to-peer juga dapat menghindari terjadinya transaksi ganda.

Pada Bitcoin juga dilengkapi dengan digital signature (tanda tangan digital) dan juga penanda waktu transaksi yang tercatat dan tidak dapat diubah dalam bentuk hash.

Bitcoin berbentuk open source yang artinya rancangannya bersifat umum, sehingga tidak ada yang dapat mengendalikan maupun menjadi pemilik Bitcoin.

Semua orang dapat mengambil bagian dan juga mengembangkan Bitcoin.

Dengan sifat yang unik tersebut, Bitcoin memungkinkan cara-cara penggunaan yang berbeda dan tidak bisa dilakukan oleh sistem pembayaran lainnya.

Dengan adanya Bitcoin, Anda dapat mentransfer secara mudah dan cepat dengan peer-to-peer ke orang lain dengan jangkauan yang lebih luas dengan biaya transfer yang sangat kecil, jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya transfer lembaga keuangan lainnya.

Akan tetapi, transaksi di Bitcoin bersifat irreversible, yang artinya Anda tidak dapat membatalkan transaksi yang telah dilakukan.

Dan juga, Bitcoin ini bersifat anonim karena tidak dikontrol oleh lembaga atau pemerintah manapun.

Cara Kerja Bitcoin

Untuk pengguna baru, terdapat cara sederhana untuk menggunakan Bitcoin.

Anda hanya perlu mengunduh aplikasi dompet Bitcoin di gadget, lalu selanjutnya Anda akan memiliki alamat Bitcoin yang dapat diberikan kepada siapa saja sehingga transaksi dapat berjalan.

Cara kerjanya mirip dengan email, kecuali alamat Bitcoin hanya bisa digunakan sekali.

Secara detail, dalam Bitcoin terdiri atas block chain, mining network, dan wallet. Untuk memahami cara kerja Bitcoin, ketiga bagian ini perlu Anda pahami dulu sebelumnya.

#1 Block Chain

Block chain adalah rekam data tiap transaksi Bitcoin yang pernah terjadi. Jika, transaksi belum masuk ke block chain, maka transaksi belum selesai.

Block chain merupakan rangkaian sebuah blok dan blok-blok tersebut berisi sekumpulan transaksi baru yang terhubung dengan blok sebelumnya.

Lalu siapa pihak yang mengelola block chain? Jawabannya adalah tidak ada.

Block chain dipegang oleh setiap komputer yang menambang Bitcoin.

#2 Mining Network

Para penambang Bitcoin (miner), adalah orang-orang yang menjaga transaksi lama dan memastikan transaksi baru tercatat.

Tugas para miner adalah membuat atau menambang blok-blok baru sebagai tempat penyimpanan transaksi baru yang terjadi.

Setelah itu, miner akan mendapatkan kompensasi berupa beberapa Bitcoin. Dengan begitu, akan selalu terdapat cukup miner untuk melakukan penambangan sehingga jaringan Bitcoin akan dapat terus berjalan.

#3 Wallet

Wallet adalah bagian Bitcoin yang akan sering dilihat oleh pengguna.

Namanya memang wallet (dompet), tetapi wallet tidak berfungsi sebagai tempat menyimpan Bitcoin melainkan hanya sebagai tempat menyimpan private key yang mengijinkan pemilik untuk menambah transaksi ke block chain.

Penjelasan pada ketiga bagian Bitcoin diatas merupakan garis besar tentang cara kerja Bitcoin.

Untuk penjelasan lebih detailnya Anda dapat membaca artikel lainnya di Finansialku.com/definisi-bitcoin-adalah/

Perkembangan Bitcoin

Ketersediaan Bitcoin terbatas sekitar 21 juta koin dan saat ini sudah ada 15 juta koin yang beredar.

Harga Bitcoin memang sudah berfluktuasi dengan ekstrem sejak diluncurkan. Pada tahun 2020, di Amerika 10 ribu bitcoin hanya bisa untuk membeli 2 potong pizza. Sekarang 1 Bitcoin sudah bernilai US$8.440 atau sekitar Rp116 juta.

Akan tetapi, saat ini sudah terdapat beberapa negara yang menyediakan ATM khusus Bitcoin yang memungkinkan cryptocurrency ditukarkan dengan uang tunai.

Lalu sudah semakin bertambah pula bisnis yang menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran. Salah satunya adalah La Mone yang meluncurkan bisnis properti mereka dengan harga dalam Bitcoin.

Salah satu pengembang properti di London juga memperbolehkan penyewa membayar deposito menggunakan Bitcoin.

Ada pula perusahaan di Jepang yaitu GMO Internet yang menggaji pegawainya dengan menggunakan Bitcoin.

Investasi dengan Bitcoin, Apakah Aman?

Walaupun sudah banyak negara dan perusahaan yang mengembangkan dan menggunakan Bitcoin karena dirasa menguntungkan, tetapi tidak sedikit pula yang mengalami kerugian saat berinvestasi dengan Bitcoin.

Pada tahun 2020, hampir 120 ribu Bitcoin yang bernilai sekitar US$78 juta dicuri dari Bitfinex yang berbasis di Hong Kong. Bitfinex padahal merupakan salah satu pertukaran cryptocurrency yang paling populer dan dipercaya.

Akibatnya, nilai Bitcoin mengalami penurunan hingga 20% pada saat itu.

Daniel Scott dari Coincorner mengatakan bahwa Bitcoin itu sendiri aman, tetapi masalahnya terdapat pada bisnis di industri dan tempat Bitcoin itu disimpan.

Menurutnya, keamanan TI adalah masalah serius yang dapat dialami oleh semua negara, bukan hanya untuk Bitcoin tetapi industri apapun yang menggunakan teknologi.

Semakin banyak hacker yang dapat meretas perusahaan besar sehingga perusahaan manapun memiliki risiko terlepas dari ukuran perusahaannya.

Terdapat setidaknya 3 alasan bahwa investasi Bitcoin tidaklah aman, 3 alasan tersebut diantaranya adalah:

#1 Berfluktuasi Sangat Tajam

Berinvestasi dengan Bitcoin memang memiliki risiko kegagalan yang sangat tinggi, karena harganya yang sangat fluktuatif.

Menurut Vivek Belgavi, ketua Fintech PwC, dalam Bitcoin tidak cukup banyak informasi yang memungkinkan analisis fundamental untuk mempelajarinya sebagai sebuah produk investasi.

Sehingga, orang–orang yang berinvestasi dengan Bitcoin tidak memiliki informasi yang sempurna dan bergabung dengan sekumpulan spekulan lainnya.

Lalu, harga Bitcoin ini tidak diatur sehingga semakin banyak orang yang memasuki pasar karena tergiur oleh harga yang sangat tinggi, pada masa mendatang harga akan naik lebih tinggi lagi.

Akibatnya, hal tersebut memungkinkan mengarah pada pembentukan gelembung yang suatu saat akan meledak dan menyebabkan kerugian untuk semua pihak.

#2 Bukan Merupakan Komoditas ataupun Mata Uang

Pada masa lalu, logam dengan harga tinggi seperti emas, perak dan lain-lain digunakan dan berfungsi sebagai mata uang. Lalu, setelah itu muncul mata uang yang dicetak oleh bank sentral (pemerintah) yang disebut dengan “Fiat Currency”.

Lain halnya dengan bitcoin, kejelasan akan asal-usulnya masih kurang jelas.

Bitcoin dapat ditambang dengan menggunakan formula matematika yang sangat kompleks, tetapi tidak membuatnya disebut dengan komoditas seperti emas.

Bitcoin juga tidak dikendalikan oleh pemerintah ataupun bank sentral manapun, sehingga membuat Bitcoin tidak termasuk dalam kategori mata uang.

Hal tersebut sangat berisiko untuk bisnis, industri, dan setiap pengguna Bitcoin karena itu hanya merupakan formula, tidak didukung oleh aset nyata tetapi hanya dengan tingkat permintaan saja.

#3 Legalitas Bitcoin

Untuk legalitas Bitcoin ternyata berbeda-beda di setiap negara. Karena bersifat anonim, seringkali Bitcoin dianggap sebagai alat transaksi untuk barang-barang ilegal seperti perdagangan narkoba dan pencucian uang.

Sebagian besar negara belum secara jelas membuat hukum tentang legalitas dari Bitcoin dan memilih pendekatan wait and see (tunggu dan lihat).

Baru terdapat beberapa negara yang melegalkan Bitcoin dan benar-benar mendukung perkembangan Bitcoin di negaranya. Beberapa negara yang melegalkan Bitcoin adalah Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, dan Australia.

Lalu, terdapat pula beberapa negara yang menolak keberadaan Bitcoin di negaranya karena dirasa Bitcoin tidaklah aman dan mengganggu kondisi moneter negara.

Negara-negara yang menolak dan melarang Bitcoin di antaranya adalah Islandia, Vietnam, Bolivia, Kirgistan, Ekuador, Rusia, dan Cina.

Lalu, Bagaimana dengan Investasi Bitcoin di Indonesia?

Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral Indonesia melarang tegas penggunaan Bitcoin baik untuk investasi maupun transaksi. BI percaya bahwa adanya Bitcoin akan mengganggu stabilitas ekonomi yang mencakup moneter, keuangan, dan sistem pembayaran.

BI mengimbau melalui undang-undang agar tidak ada perusahaan atau industri apapun yang menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran resmi di Indonesia.

Jika Anda sudah memiliki Bitcoin saat ini, BI tak memiliki perlindungan hukum atas hal tersebut, sehingga untung dan ruginya 100% ditanggung oleh pemilik bitcoin. Oleh karena itu, BI meminta menghentikan penggunaan bitcoin sebelum akhirnya hal yang dikhawatirkan terjadi.

Menurut Oscar Darmawan dari komunitas Bitcoin Indonesia, kurang tepat bahwa Bitcoin dikatakan melanggar undang-undang, karena menurutnya Bitcoin lebih bersifat sebagai media transfer pada saat transaksi.

Meskipun begitu, Oscar mengatakan bahwa pemahaman mengenai Bitcoin di Indonesia masih sangat terbatas.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa investasi Bitcoin di Indonesia tidaklah terlalu aman karena pemerintah sendiri yang diwakili oleh Bank Indonesia akan melarang transaksi dalam bentuk Bitcoin. Sehingga untung dan rugi benar-benar Anda yang menanggungnya.

Jika Anda masih ragu, Anda dapat tanyakan lebih lanjut kepada konsultan keuangan di Finansialku.

Peringkat broker opsi biner:
Opsi biner dan forex
Tinggalkan Balasan

;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: