Tips Dan Trik Trading Forex Jangka Pendek, Nial Fuller Price Action Adalah Tool Terbaik

Peringkat broker opsi biner:

Kiat Sukses Trading Jangka Pendek Menurut 3 Trader Profesional

Dibaca Normal 4 menit

Sistem trading jangka pendek juga masih lumrah dilakukan oleh Trader Profesional. Simak testimoni dan saran mereka tentang bagaimana mencapai sukses dengan sistem trading ini.

Trading jangka pendek semacam Intraday trading masih menjadi pilihan populer. Sebagai perbandingan, cukup banyak pula trader profesional mengembangkan kariernya dari trading jangka pendek seperti itu. Simak artikel ini untuk mengetahui testimoni dan saran mereka mengenai bagaimana sukses trading hingga mampu mendulang profit konsisten secara cepat dan praktis di dalam pasar Forex.

Sukses Trading Jangka Pendek Dengan Analisa Teknikal

Analisa Teknikal bisa dibilang adalah senjata paling ampuh untuk mencari tahu kapan kita harus open dan exit position selama trading jangka pendek. Maka dari itu, indikator-indikator momentum (RSI, MACD, dsb.) dan Moving Averages umumnya adalah modal dasar para trader jangka pendek untuk menentukan kapan mereka akan masuk atau keluar dari pasar.

Pada perkembangannya, para trader profesional tidak hanya bertumpu pada indikator dasar di atas, namun juga mengasah ketajaman analisa teknikal dari beragam sisi menurut preferensi sistem trading masing-masing.

Berikut adalah beberapa rekomendasi lainnya dari tiga trader profesional dengan sistem trading berbeda-beda namun satu goal serupa, sukses trading jangka pendek.

Nial Fuller: Price Action Adalah Tool Terbaik

Selama Anda belajar trading jangka pendek Forex, kemungkinan besar Anda telah mendengar nama trader profesional dengan fokus pada analisa Price Action, Nial Fuller. Menurutnya, catatan rekam jejak pergerakan harga pada chart adalah tool terbaik untuk menganalisa entry dan exit point posisi-posisi menguntungkan.

Dia menekankan beberapa pola dasar price action seperti Pinbar dan Inside Bar sebagai sinyal untuk membuka atau menutup posisi. Tidak hanya itu saja, Nial Fuller juga mengajarkan mengenai konfluensi/konfirmator untuk memperkuat kualitas sinyal, misalnya pada saat suatu pola dasar mengenai batas garis MA (ilustrasi di bawah).

Pola-pola dasar price action dapat digunakan hampir pada segala time frame, mulai dari m30 sampai D1. Tapi perlu diingat, semakin kecil time frame maka semakin tinggi resiko fake signal muncul akibat noise.

Linda Bradford Raschke: Tidak Butuh News

Lain ladang lain belalang. Trader profesional ini malah menyebutkan bahwa noise pada market seringkali diciptakan oleh tumpang-tindih berita-berita pasar di media global. Oleh karena itu Linda hampir sepenuhnya menggunakan pendekatan analisa teknikal sebagai panduan dalam menangkap peluang-peluang trading.

Menurutnya, trader dapat ber-trading pada semua time frame (jangka pendek atau panjang) dengan ketajaman analisa teknikal. Anda tidak perlu bingung dengan simpang-siur dan riuh-rendah berita-berita ekonomi, cukup fokuskan perhatian pada kondisi pasar yang terlihat pada chart Anda.

Setiap sikap dan keputusan trading jangka pendek pada momen tersebut akan ditentukan dari seberapa kuat kondisi trending pasar saat ini. Dia menghimbau untuk berhati-hati dalam meletakkan order, tunggu beberapa saat (1 jam) setelah suatu trending kuat sedang berjalan untuk menghindari noise dan sinyal palsu.

Satu lagi, Linda berpesan agar kita selalu memantau trend dalam time frame besar (D1) untuk memperoleh gambaran kondisi pasar secara utuh sebelum berpindah ke time frame kecil. Di time frame kecil itulah nanti kita bisa menentukan entry point-nya.

Barbara Rockefeller: Analisa Teknikal Sebaiknya Sederhana

Sebelumnya, Barbara Rockefeller memiliki background sebagai trader institusional. Karena itu, dia terlebih dulu mengenal strategi trading jangka panjang dengan analisa fundamental. Namun setelah dia membanting setir menjadi trader ritel, cara pandang dan gaya tradingnya berubah total.

Ia berkata, trading jangka pendek jauh lebih cocok untuk trader ritel dengan modal terbatas. Dengan position sizing mapan, modal Anda hanya akan terpapar selama posisi tersebut aktif.

Dari segi teknikal, Barbara mengedepankan kesederhanaan analisa teknikal sebagai kejernihan dalam penentuan keputusan trading. Dia mengandalkan pola bar dan pola candlestick engulfing untuk menentukan entry posisi dan stop loss. Sementara dia hanya menggunakan indikator-indikator sederhana (seperti Moving Average dan Bollinger Bands) sebagai konfirmator dari sinyal pola-pola yang disebutkan sebelumnya.

Namun, berbeda dengan Linda B. Raschke, Barbara Rockefeller selalu mengingatkan trader ritel untuk mengikuti perkembangan fundamental suatu instrumen/pair dengan membaca berita-berita dari sumber terpercaya. Hal tersebut penting karena selain ia memiliki latar belakang sebagai trader institusional, kadangkala volatilitas harga bergerak cepat di luar antisipasi di saat rilis berita penting.

Kesimpulan

Apapun dan bagaimana bangun dasar sistim trading Anda, sukses trading jangka pendek bisa dicapai oleh siapa saja selama praktiknya benar-benar menggunakan disiplin mapan seperti manajemen resiko dan kontrol emosi.

Kuncinya adalah bagaimana Anda menguji sistem trading tersebut melalui kegagalan atau keberhasilan dan mempelajari komponen-komponen apa saja yang dapat diperbaiki atau disederhanakan lebih lanjut.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.

Mengupas Strategi Trading Dengan Pin Bar

Dibaca Normal 7 menit

Anda masih belum menemukan formula strategi trading terbaik? Strategi trading dengan pin bar bisa menjadi salah satu pilihan ideal yang bisa Anda coba.

Formasi sebuah pin bar biasanya merupakan pola reversal price action yang menunjukkan penolakan (rejection) pada sebuah level harga tertentu. Seorang trader yang telah terbiasa dengan formasi ini akan dengan mudah memperoleh profit, melalui open posisi pada bar setelah terbentuknya pin bar. Berikut ini penjelasan mengenai formasi pin bar dan bagaimana memanfaatkannya dalam trading, atau yang bisa disebut juga dengan strategi trading pin bar.

Definisi Pin Bar

Pin bar adalah singkatan dari sebutan nama sebuah candlestick bar yang berbentuk memanjang yaitu pinocchio bar. Candlestick tersebut mempunyai ekor (tail) atau sumbu (wick) yang lebih panjang dari badannya. Pin bar sering ditemukan dalam chart trading sehari-hari dan bisa muncul pada semua time frame.

Karakteristik Pin Bar

  • Sebuah pin bar memiliki ekor yang lebih panjang dari body-nya. Ekor ini juga disebut dengan sumbu atau bayangan (shadow). Panjangnya ekor menunjukkan kekuatan penolakan (rejection) atau terjadinya kesalahan break (false break) pada suatu level harga tertentu. Semakin panjang ekor sebuah pin bar, maka akan semakin valid pin bar tersebut. Ini menandakan semakin tingginya sentimen penolakan terhadap suatu level harga tertentu.
  • Semakin sempit atau semakin kecil body sebuah pin bar, maka akan semakin valid pin bar tersebut.
  • Secara umum bisa disimpulkan bahwa sebuah pin bar dianggap valid jika panjang ekor kira-kira dua per tiga dari panjang total pin bar tersebut.
  • Sisi lain dari ekor disebut dengan nose (hidung). Semakin pendek hidungnya, maka akan semakin valid pin bar tersebut.

Formasi Bullish Dan Bearish Reversal Pin Bar

Bullish reversal pin bar biasanya terbentuk pada keadaan downtrend dan menunjukkan kemungkinan pembalikan ke arah uptrend setelah terjadi penolakan pada level tertentu, sesuai yang ditunjukkan ekor pin bar. Sedangkan bearish reversal pin bar terbentuk pada keadaan uptrend dan menunjukkan kemungkinan pembalikan ke arah downtrend setelah terjadi penolakan pada level harga tertentu.

Ekor pada formasi bullish reversal pin bar berada pada bagian bawah body karena menunjukkan penolakan untuk menembus level harga yang lebih rendah. Sementara itu, ekor pada formasi bearish reversal pin bar berada pada bagian atas body karena menunjukkan penolakan untuk menembus level harga yang lebih tinggi. Ciri formasi sebuah pin bar adalah sebuah bar yang menonjol keluar diantara bar-bar sebelum dan sesudahnya. Selain itu, konfirmasi validitas pin bar bisa dilihat pada bar setelah pin bar yang terbentuk.

Konfirmasi Reversal Pin Bar

Agar sebuah bullish reversal pin bar terkonfirmasi, maka panjang bar candlestick sesudah pin bar (body dan ekornya) seluruhnya harus lebih tinggi dari level terendah pin bar, dan harga penutupannya harus lebih tinggi dari harga penutupan pin bar. Sementara untuk bearish reversal pin bar yang terkonfirmasi, maka panjang bar candlestick sesudahnya harus lebih rendah dari level tertinggi bearish pin bar, dan harga penutupannya harus lebih rendah dari harga penutupan pin bar.

Contoh Formasi Reversal Pin Bar Pada Chart Trading

Berikut contoh beberapa bullish reversal pin bar yang terbentuk pada chart CAD/JPY Daily. Perlu diketahui bahwa semakin tinggi time frame trading, maka akan semakin valid sebuah pin bar. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan tingkat kesalahan pergerakan harga (noise) pada time frame tinggi (biasanya 4-hour ke atas) akan lebih kecil dibandingkan dengan time frame rendah (1-hour ke bawah). Karena itu, contoh-contoh pada artikel ini dibuat pada time frame Daily atau 4-hour.

Seperti tampak pada gambar di atas, semua pin bar telah terkonfirmasi dan menunjukkan keadaan bullish reversal. Penting untuk diperhatikan bahwa dalam contoh ini, warna body sebuah bullish pin bar tidak harus berwarna hijau yang menandakan harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, tetapi bisa juga sebaliknya (berwarna merah). Perhatikan saja ciri utama pin bar, yaitu sebuah bar yang menonjol keluar di antara bar-bar sebelum dan sesudahnya.

Contoh pada USD/JPY Daily berikut ini adalah formasi sebuah bullish reversal pin bar yang dianggap sempurna:

Selain ekor pin bar yang cukup panjang (lebih dari dua pertiga panjang pin bar) dan menonjol keluar, body pin bar juga perlu dipastikan berukuran kecil; harga pembukaan nyaris sama dengan penutupan. Formasi tersebut persis sama dengan pola candlestick doji yang menunjukkan keseimbangan antara sentimen bullish dan bearish, atau pasar yang sedang berkonsolidasi. Setelah pin bar doji terkonfirmasi, maka dengan cepat harga bergerak reversal dari trend sebelumnya. Pola pembalikan arah seperti ini sering pula disebut dengan ‘V bottom reversal’, karena polanya yang mirip dengan huruf ‘V’

Pin bar yang terbentuk pada kondisi pasar trending akan cenderung mempunyai probabilitas tinggi, seperti pada contoh GBP/JPY Daily berikut ini. Bullish reversal pin bar terbentuk pada setiap akhir retracement (koreksi). Perhatikan bahwa bullish pin bar yang pertama (paling kiri) tidak terkonfirmasi sehingga pin bar tersebut tidak valid.

Trading Dengan Formasi Pin Bar

Sering kali, formasi pin bar menunjukkan pola pembalikan arah trend (reversal pin bar), meski ada juga pin bar yang mengisyaratkan penerusan arah trend. Setidaknya ada 3 kemungkinan cara untuk entry pada bar setelah pin bar, yaitu:

    Market Entry
    Entry pada harga pasar yang dianggap terbaik pada saat itu. Entry buy bila terbentuk bullish reversal pin bar, dan entry sell jika yang terjadi adalah bearish reversal pin bar.

Stop Entry
Merupakan pending order berupa ‘buy stop’ untuk reversal bullish pin bar dan ‘sell stop’ untuk reversal bearish pin bar. Nilai pending order buy stop harus lebih tinggi dari harga pasar sekarang, dan nilai untuk order sell stop harus lebih rendah dari harga pasar sekarang. Level Stop Loss bisa ditentukan beberapa pip di bawah level terendah pin bar (untuk buy stop), atau beberapa pip di atas level tertinggi pin bar (untuk sell stop).

  • Limit Entry
    Merupakan pending order berupa ‘buy limit’ untuk reversal bullish pin bar dan ‘sell limit’ untuk reversal bearish pin bar. Nilai pending order buy limit harus lebih rendah dari harga pasar sekarang, dan nilai untuk order sell limit harus lebih tinggi dari harga pasar sekarang. Level stop loss bisa ditentukan beberapa pip di bawah level terendah pin bar (untuk buy limit), atau beberapa pip diatas level tertinggi pin bar (untuk sell limit). Limit entry ini didasarkan pada asumsi bahwa biasanya pergerakan harga akan retrace atau mengalami koreksi ketika telah mencapai 50% dari panjang ekornya, atau 50% level Fibonacci Retracement-nya.
  • Agar probabilitas entry yang kita lakukan tinggi, maka disarankan untuk entry pada bar setelah pin bar hanya jika disertai dengan faktor-faktor pendukung yang cukup kuat, antara lain level support atau resistance, level-level Fibonacci Retracement atau Expansion terutama 38.2%, 50% atau 61.8%, dan kurva indikator Moving Average sebagai level support atau resistance dinamis.

    Contoh Trading Dengan Reversal Pin Bar Pada Kondisi Pasar Sideways

    Pada chart EUR/USD Daily berikut, tampak terbentuk bearish pin bar pada resistance kunci (key resistance). Keadaan ini sering disebut dengan rejection atau penolakan pada level resistance karena harga telah gagal menembus level tersebut (false break).

    Setelah terbentuknya pin bar, maka besar kemungkinan harga akan bergerak kembali ke arah downtrend. Dalam hal ini, trader bisa menggunakan cara sell limit untuk entry, yaitu dengan pending order sell limit pada level 50% dari panjang ekor pin bar. Untuk kondisi pasar yang sideways seperti pada contoh tersebut, risk/reward ratio bisa ditentukan pada level yang dekat dengan support.

    Contoh Trading Dengan Reversal Pin Bar Pada Kondisi Pasar Trending

    Berikut contoh bearish pin bar yang terjadi pada kondisi pasar yang sedang downtrend:

    Dalam hal ini, pin bar yang terbentuk didukung oleh rejection dari resistance statis (garis horisontal resistance) dan resistance dinamis yaitu kurva Exponential Moving Average (EMA) periode 8 dan 21. Pin bar seperti ini biasanya mempunyai probabilitas tinggi, dan entry bisa dilakukan dengan cara market entry maupun stop entry. Dari pergerakan harga yang terjadi, pin bar tersebut menunjukkan penerusan arah trend (downtrend).

    Anda adalah seorang trader teknikal yang ingin mempelajari lebih banyak stragi trading dengan metode analisa teknikal? Anda bisa menyimak kumpulan artikel analisa teknikal di sini sebagai referensi Anda.

    Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

    Peringkat broker opsi biner:
    Opsi biner dan forex
    Tinggalkan Balasan

    ;-) :| :x :twisted: :smile: :shock: :sad: :roll: :razz: :oops: :o :mrgreen: :lol: :idea: :grin: :evil: :cry: :cool: :arrow: :???: :?: :!: